Jika Asap Masuk ke Matamu

Jika Asap Masuk ke Matamu

apa yang akan terjadi? Ya pastilah akan matamu akan berair ya? Air mata memang diciptakan untuk menghapus semua “rintangan” yang masuk ke mata.

Aku jarang sekali mengungkapkan perasaanku yang terdalam di blog ini. Tapi hari ini sepertinya aku harus menuliskannya.

Tadi pagi aku bangun jam 6 pagi. Masih mengantuk karena semalam tidur jam 1, dan malam sebelumnya tidur hanya 3 jam. Biasanya, aku menghapus kekurangan tidur di dalam kereta perjalanan kerja, tapi kemarin aku jarang bisa dapat tempat duduk dalam kereta. Aku masih belum “ahli” untuk tidur sambil berdiri 😀

Jadi, tadi pagi, setelah anak-anak dan suami pergi, jam 8 pagi… aku jemur cucian, lalu menuju tempat tidur. Ingin membayar tidurku paling tidak 1-2 jam. Tapi sekitar pukul 9:15 aku terbangun. Oleh mimpi….. 🙁

Aku bermimpi, aku berada di rumah ala Jepang, rumah tua, dengan pintu halaman terbuat dari kayu yang tinggi. Hujan lebat, pintu terbuka… Di luar pintu aku melihat tanjakan semen yang mengalirkan air… masuk ke dalam halaman rumah. Ah! Pasti akan kebanjiran. Aneh juga rumah ini yang lebih rendah dari jalanan, pikirku. Lalu kututup pintu untuk menghalangi air masuk. Kemudian aku berbalik menuju teras rumah, tanpa payung, sambil memandang ke bawah, jalan setapak menuju teras. Sepanjang jalan dan teras itu penuh dengan tanaman di kanan-kirinya. Ah ini pasti karena aku sering baca “Dapur Hidup”nya mbak Ni Made nih….

Tapi di sebelah kiri, di belakang sebuah tanaman gantung, aku melihat setengah badan dari pinggul ke bawah. Aku tahu itu alm mama 🙁  (Mama tidak pernah memperlihatkan mukanya dalam mimpi, tapi aku sadar dan merasa kehadirannya). Lalu aku berkata, “Mama biarkan aku memelukmu”. Dan aku peluk…erat sekali…. dan aku terbangun. Setelah sadar, aku tahu aku kangen mama! Aku rindu sekali. Sudah 4 tahun mama pergi, tapi baru kali ini aku bisa merasakan memeluk mama yang eraaaat sekali meskipun dalam mimpi. Dan aku teringat peristiwa suatu malam kira-kira 2 tahun sebelum mama meninggal. Aku dan mama berpelukan erat sekali, di kamarnya. Tanpa bicara dan hanya bisa menangis. Aku dan mama tahu, moment seperti ini mungkin tidak akan terulang kembali. 

Aku memang sudah 24 tahun berpisah dari keluarga dan tinggal di Jepang, tepat tanggal 23 September yang lalu. Dan sekarang aku menjalani tahun ke 25 aku berada di Jepang.  Aku pun tahu bahwa aku bukan anak yang suka “lendotan” nempel pada orang tua (atau orang lain). Mungkin karena aku anak pertama, aku juga tidak pernah merasa takut melangkah, meskipun aku akan menangis terus di dalam hati jika harus berpisah dengan orang yang kusayangi. Separuh hidupku sudah kulalui di perantauan ini. Dan akan terus bertahan… di mana saja aku harus berada. Sama seperti mama yang juga bisa kuat berpindah-pindah tempat tinggal.

Pagi ini aku merasa perlu mengingat mama yang mungkin sedang memikirkanku juga di sana. Aku ingat mama yang suka berkebun dan merawat tanaman apa saja. Dia tahan berlama-lama memberikan siraman tanaman seadanya di sekitar rumahku. Aku ingat mama yang suka sembunyi-sembunyi makan nasi sederhana, nasi dengan sekotak kaldu Bouillon dan air panas dengan sambal…. mirip ochazukenya di Jepang, atau nasi dengan emping dan kecap manis saja. Aku yang kerap memergokinya, melihatnya makan enaaaak sekali, selalu meminta suapannya. Mama begitu sederhana, selalu tanpa make-up meskipun punya kosmetik yang mahal-mahal. Seakan memakai make up itu beban baginya. Dan aku selalu membujuknya untuk memberikan kosmetik itu padaku saja 😀

Ah, aku merasa memang aku harus sekali-sekali menyisihkan waktu untuk mengingatnya. Proses mengingat masa lalu yang selalu aku hindari karena aku takut menjadi sedih dan menangis. Tapi ternyata perlu juga ya menjadi sedih itu ya 😀 Karena dengan membuat waktu seperti itu aku justru bisa merasakan kehangatan “pelukan” mama. Dan aku bisa menuliskannya di sini….

Aku beranjak dari bantal yang basah, merasa bahwa aku harus mulai bekerja lagi. Sambil bernyanyi lagu yang disukai mama yang pernah dinyanyikannya, dulu, waktu kami mempunyai mesin karaoke di rumah di Jakarta.

Smoke Gets in Your Eyes!

They asked me how I knew
My true love was true
I of course replied something here inside
Cannot be denied

They said someday you’ll find
All who love are blind
When your heart’s on fire you must realize
Smoke gets in your eyes

So I chaffed them and I gaily laughed
To think they would doubt our love
And yet today my love has gone away
I am without my love

Now laughing friends deride
Tears I cannot hide
So I smile and say when a lovely flame dies
Smoke gets in your eyes

 

NB: konon “When your heart’s on fire smoke gets in your eyes” adalah peribahasa dari Rusia.

5 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

Previous Post :