Mai Mama

Aduh maaf…. sudah lama blog ini ditelantarkan. Kebetulan baru kemarin membuka dan membaca sebuah email dari “silent reader” TE, bernama Olivia. Jadi aku teringat bahwa sudah lama tidak menulis hehehe. Terima kasih banyak ya Olivia, dan semoga aku mulai rajin lagi menulis 😀

Pasti bingung membaca judulnya ya…. Mai Mama. Sebetulnya dalam bahasa Jepang, anak tersesat disebut 迷子 MAIGO, dan itu biasa dong kalau anak tersesat dan terpisah dari orang tuanya semisal di keramaian. Tapi kali ini aku ingin cerita bahwa aku yang tersesat, sehingga timbullah istilah Mai Mama 迷ママ di keluarga kami.

Ceritanya, waktu liburan musim panas lalu, anak-anak beberapa kali pergi ke perpustakaan dekat rumah. Mereka memang sudah mempunyai kartu perpustakaan di situ, dan sering pergi dengan papanya. Aku sendiri belum pernah ke sana. Biasanya papanya mengajak anak-anak ke perpustakaan sekaligus bermain ke taman, atau pergi ke pemandian umum (sento) justru untuk membiarkan aku sendiri di rumah melewati “me time” (yang biasanya kupakai untuk beberes malahan hahaha).

Nah beberapa hari setelah libur musim panas berakhir, anak-anak harus mengembalikan buku pinjaman dan Kai harus membuat kartu perpustakaan baru karena kartunya hilang. Padahal Riku ada pelajaran bimbel sehingga tidak bisa menemani Kai. Jadilah aku menawarkan diri pergi bersama Kai. Kami berdua naik sepeda menuju perpustakaan itu, yang ternyata cukup jauh. Kai di depanku sebagai penunjuk arah.

Tapi…. karena jalanan menurun, dia melesat jauh meninggalkanku. Aku sempat melihat dia berbelok, tapi waktu kumasuki jalan itu, dia sudah tidak ada. Aduh pasti dia belok lagi ke jalan kecil-kecil… tapi yang mana? Cepat-cepat aku buka GPS di iphoneku dan mencari letak perpustakaan itu. Ternyata aku keterusan, sehingga aku berbalik dan menuju perpustakaan itu. Dan… Kai (dan sepedanya) tidak ada! Nah loh!

Aku sempat masuk ke perpustakaan dan mencari dia, tapi tidak kutemukan. Langsung kupikir… Kai pintar, jadi dia pasti kembali ke rumah! Cepat-cepat aku menelusuri jalan yang sama kembali ke rumah. Sempat termegeh-megeh (bahasa Indonesianya ; terengah-engah!) karena tanjakan (kalau ada turunan, pasti baliknya tanjakan kan huhuhu). Aku juga tahu bahwa Kai tidak membawa kunci rumah. Tak lama aku lihat dari kejauhan Kai yang bersepeda kembali ke arahku, sambil menangis!

Begitu dia lihat aku,”Mama di mana? Aku cari mama…. kok tidak ada. Jadi aku kembali ke  rumah. Tapi lihat di parkir sepeda juga tidak ada. Jadi aku kembali lagi”
“Maaf Kai…. tapi Kai pintar. Lain kali tunggu saja di perpustakaan ya. Kan mama punya HP, jadi bisa cari letak perpustakaannya di mana”
“Iya sih… tapi aku kan panik lihat mama tidak ada. Aku pikir mama MAIGO! ….eh tapi mama bukan Kodomo (anak-anak) jadi Mayoi mama ya….”
“Hahaha.. iya Mai Mama!

Lalu sambil tertawa kami menuju perpustakaan dan mengurus kartu peminjaman yang baru. Setelah itu Kai bilang,
“Mama, pulang ya. Aku capek! Bukan capek badan, tapi capek hati. Karena aku khawatir sekali tadi mama kok tidak ada”
“Iya, kita langsung pulang saja. Nah begitu deh perasaan orang tua kalau anaknya hilang. Sama. Dan dulu waktu Kai kecil, Kai sering nyasar sendiri, meninggalkan kita. Tahu-tahu mama dengar tangisan. Mama hafal suara Kai, jadi mama tahu Kai ada di mana….”

Seperti yang kutulis di posting sebelumnya, Kai memang sudah ‘dewasa’ untuk ukuran 9 tahun. Dia yang paling memperhatikanku, kalau aku batuk, atau sakit. Dia selalu berkata, “Mama jangan sakit, jangan mati ya…. Kai tidak bisa kalau tidak ada mama!”.
Dan ya, akhir-akhir ini dia sering menangis kalau aku godain (aku memang suka iseng sih). Dia cepat tersinggung, karenanya sekarang aku juga harus hati-hati kalau bercanda dengannya.

Hmmm susah deh 😀 (ucapan mama yang nakal sambil nyengir) hehehe

Akhirnya mau difoto karena aku janji pinjamkan iphoneku. Sekarang sudah susah ambil foto Kai karena dia menolak terus!

Akhirnya mau difoto karena aku janji pinjamkan iphoneku. Sekarang sudah susah ambil foto Kai karena dia menolak terus!

 

3 gagasan untuk “Mai Mama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *