Arsip Bulanan: Januari 2016

Bintil Kuku

Kamu tahu bintil kuku? Aku dong, tidak tahu kata ini(bangga hihihi). Baru saja kudapat di kamus Inggris – Indonesia. Hanya karena aku penasaran apa sih bahasa Indonesianya : Sasakure, ささくれ. (Bahasa Inggrisnya : Hangnail).

Aku pertama kali tahu kata Sasakure dari Kai. Kai yang dulu sering bilang: Aku ada sasakure, sakit deh. Aku belajar kata baru dari Kai deh 😀 Sasakure adalah kulit bagian bawah kuku yang terkelupas. Penyebabnya bisa macam-macam. Bisa karena kering jadi terkelupas atau pecah. Tapi bisa juga karena kurang gizi. Jadi kalau sering terjadi bintil kuku ini (benar tidak sih namanya bintil kuku? Ada yang tahu bahasa lainnya?) mesti ke dokter untuk menanyakan penyebabnya.

Hari ini aku menderita karena sasakure. Hari ini Tokyo memang dingin sekali, dan kering. Pagi tadi turun salju pertama dan suhu hari ini maximum 5 derajat. Kulit tangan kering dan waktu aku cuci piring pagi hari, terjadilah sasakure di dua jariku….. dan itu sakit. Apalagi waktu aku harus memeras lemon untuk membuat ramuan minuman pagiku. Bisa kebayang kan? 😀

Cara menyembuhkan sasakure bagaimana? Menurut yang kubaca, tidak boleh menarik bagian kulit yang terkelupas, tapi memotongnya dengan gunting kuku. Lalu diberi salep supaya cepat sembuh. Kesempatan deh untukku memakai hand lotion hadiah dari my dimple sister. Terima kasih ya…

20 tahun, Terima Kasih

Di atas sebuah jembatan, jauh di bawahnya mengalir sungai yang deras.
Seorang pemuda berpakaian jas lengkap, sambil berteriak, “Ibuuuu terima kasih!” kemudian terjun bebas…..

Tapi ini bukan bunuh diri! Dia melakukan bungee jump di sebuah jembatan, bersama beberapa pemuda-pemudi lainnya. Bahkan pemudinya memakai kimono!

Mereka adalah orang Dewasa Baru 新成人, yang baru berusia 20 tahun, yang diperingati hari ini di Jepang sebagai seijin no hi 成人の日. Memang Jepang mematok usia 20 tahun sebagai batas kedewasaan seseorang. Seperti yang sudah pernah kutulis di sini, dalam Undang-undang mengenai hari libur nasional di jepang, dituliskan ” mendukung remaja yang menyadari dirinya telah dewasa dan berusaha hidup mandiri”.  Untuk itu setiap remaja yang telah berumur 20 tahun akan diundang oleh pemerintah daerah yang mengadakan upacara Hari Dewasa di tempat-tempat tertentu. Remaja Putri dan Putra akan datang ke pesta itu dengan memakai kimono atau hakama (kimono laki-laki. Kimono Furisode (berlengan panjang) dipersiapkan khusus untuk dipakai dalam upacara hari dewasa ini. Usia 20 tahun di Jepang dinyatakan telah dewasa, dan ini berarti mereka boleh minum minuman keras (di tempat umum), boleh merokok dan boleh ikut pemilu.

Secara personal waktu aku melihat tayangan televisi si pemuda yang jelas-jelas berteriak, “Ibu terima kasih”, aku menjadi terharu. Ah masih ada pemuda yang menyadari bahwa dia bisa menjadi dewasa justru karena peran ibu dan bapaknya. Karena sebelumnya di TV memang ditayangkan sisi buruk dari “orang Dewasa Baru” yang datang ke upacara dengan berpakaian kimono/hakama ala gangster, dengan makeup aneh-aneh. Memang ada beberapa kelompok yang ingin tampil lain sendiri, dan sebagai akibatnya mencoreng mereka-mereka yang biasa-biasa saja. Kaum pemuda/pemudi gangster itu akhirnya mencari keributan demi kepuasan mereka sendiri.

Tapi aku juga cukup tersentak, waktu TV itu memberikan pertanyaan, “Dengan kedewasaan Anda, apa yang sudah Anda capai waktu berusia 20 tahun?”. Dan menayangkan orang-orang terkenal yang pada usia 20 tahun sudah mencapai kesuksesan sebagai atlit pemegang medali olimpiade, atau sudah berkarir. Konon Bill Gates juga membangun perusahaan raksasanya pada usia 20 tahun. Wah kalau ditanya begini, memang banyak yang tidak bisa menjawab. Tapi paling tidak banyak yang bisa menjawab waktu mengikuti upacara itu mereka mempunyai suatu cita-cita dan setelah beberapa tahun cita-cita banyak yang tercapai. Di situ aku merasa, seandainya di negara kita juga ada upacara dewasa seperti ini….. Atau justru sulit untuk menentukan usia berapa menunjukkan kedewasaan karena anak kecilpun sudah merokok.

Yang pasti orang Dewasa baru tahun ini adalah mereka yang lahir 20 tahun, tepat waktu terjadinya gempa bumi Kobe, dan peristiwa bahan kimia Sarin di kereta subway. Dan … aku sudah berada di Jepang dari 3 tahun sebelumnya. Jadul ya? 😀