Tepuk Pramuka

Suatu saat aku pernah menjadi penerjemah untuk kunjungan persahabatan rombongan pemuda dari Indonesia dan mereka mengadakan acara ramah-tamah dengan rombongan pemuda Jepang. Setelah makan-makan dan acara kesenian, acara ditutup dengan “sanbonjime 三本締め”. Penerjemah acara waktu itu (temanku) kesulitan untuk menerjemahkan sanbonjime itu dengan apa. Dan aku dari jauh membisikkan, “Mirip tepuk pramuka!”, tapi dia tidak dengar. Untung saja orang Indonesia cepat meniru tepuk khas orang Jepang yang memang mirip tepuk pramuka.

Aku tidak tahu apakah tepuk pramuka di Indonesia berasal dari Jepang atau bukan, karena tidak ada data yang pasti mengenai itu. Bisa saja diperkenalkan waktu pejajahan Jepang, tapi tentu saja bisa saja merupakan ciptaan pramuka Indonesia sendiri. Sanbonjime itu kalau diterjemahkan secara harafiah menjadi “penutup 3 batang” . Biasanya dijadikan sebagai penutup acara, dengan tepukan 3, 3, 3, 1. (Kalau pramuka 3,3,3,7)  Konon  tepukan ini menyatakan supaya acara selesai dengan selamat dan menyatukan pesertanya. Namun kalau dirasakan terlalu panjang, bisa saja disingkat dengan satu tepukan, yang disebut ipponjime 一本締め.

Sudah lama aku ingin menulis tentang sanbonjime ini, dan kebetulan hari ini adalah hari Pramuka, sehingga aku teringat lagi. Berhubung aku pernah mengikuti pramuka sampai penggalang, rasanya natsukashi, bernostalgia kembali dengan istilah-istilah pramuka. Dulu aku selalu menjadi komandan upacara bergantian dengan Agnes temanku. Padahal aku pendiam loh (tidak segalak si Agnes hehehe). Semaphore, Morse, tali temali, P3K, tanda kecakapan, peta pita, persami dan jambore adalah istilah-istilah yang masih kuingat sampai sekarang. Eh tapi selain kenangan yang bagus, aku pernah menyesal membawa bolpen Lamy yang kudapat dari papa ke latihan dan menghilangkannya. Soalnya bolpen itu muahal jeh.

Selamat hari Pramuka!

Aku sendiri sebetulnya ingin mengikutsertakan anak-anak dalam kegiatan boyscout, tapi berhubung kegiatannya selalu hari minggu dan mengganggu kegiatan sekolah minggu di gereja, terpaksa aku tidak mengikutkan mereka. Yang pasti aku belum pernah melihat Girl Guide, pramuka wanita di Jepang nih.

 

8 gagasan untuk “Tepuk Pramuka

  1. Tayusani Yuza

    Oh, Jadi itu namanya sanbonjime..
    .
    Dulu pernah diajak temen ku, makan di restoran bareng Ayah nya yang orang jepang katanya makan bareng sama kolega Ayah nya, sesampainya di restorant eh ternyata disana kolega ayah nya itu orang jepang semua. Tibalah waktu selesai makan, teman ku bilang

    “Ayo berdiri”
    “Eh, Berdiri? ngapain?”
    “Udah berdiri aja”

    Setika aku ikutan berdiri, para bapak – bapak jepang itu seperti menghitung satu dua tiga terus dalam bahasa jepang lalu serentak bertepuk tangan sekali “Prokkkk!”. Aku bengong aja waktu itu ga paham apa maksudnya, dan ga sempet nanya pula ke temen ku itu kenapa harus tepuk tangan. Hari ini terpecahkan sudah 😀

    Balas
    1. imelda Penulis

      hehhe betul sekali. beda ending 😀
      tapi akan lebih mudah dimengerti kalau diterjemahkan sebagai “Mirip tepuk pramuka” daripada “penutup 3 batang” kan 😀

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *