Seksi Publikasi

4 Jun

Seperti yang sudah kutuliskan dalam Sebulan di SMP, aku memang menjadi anggota seksi Publikasi (広報部)dari Perkumpulan Orang Tua Murid dan Guru atau disebut PTA dari SMP nya Riku. Aku bukan terpilih, tapi memang mengajukan diri, karena sebal tidak ada ortu lainnya yang mau 😀 (baca di sini). Daripada aku dapat seksi yang tidak kusukai, mending langsung minta seksi yang aku bisa dong. Tapi aku tidak mau mengajukan diri waktu rapat pertama untuk menentukan ketua dan wakil seksi. Karena dengan menjadi ketua aku harus lebih sering datang ke sekolah dalam acara-acara sekolah, padahal aku bekerja hampir setiap hari. Dan kebiasaan di sini kalau tidak ada yang mau maka diundi. Untung saja yang diundi orang tua murid kelas3 sehingga aku boleh merasa lega.

Tugas dari seksi Publikasi ini adalah menerbitkan buletin yang akan dibagikan kepada seluruh murid, guru, serta badan pendidikan terkait. Isinya mengenai kegiatan PTA di sekolah. Selama ini dalam satu tahun seksi ini mengeluarkan buletin dua kali setahun, meskipun tidak wajib. Artinya pengurus bisa menetapkan sendiri mau menerbitkan berapa edisi buletin sesuai dengan kemampuan pengurus sendiri. Dan keputusan rapat pengurus tahun ini, kami akan menerbitkan sama saja seperti kepengurusan tahun lalu. Yaitu buletin edisi summer yang dibagikan sebelum libur summer dan edisi winter yang dibagikan sebelum kenaikan kelas bulan februari. Edisi winter ini sekaligus sebagai edisi laporan dan perpisahaan untuk kelas 3. Sedangkan edisi summer biasanya merupakan edisi perkenalan bagi murid kelas 1 yang baru, sehingga berisi perkenalan guru, kegiatan ekskul dan Pesta Olahraga.  Memang kegiatan utama SMP ini adalah Pesta Olahraga yang diadakan akhir Mei dan Pertunjukan Paduan Suara pada bulan Oktober.

Yang lucunya, kalau mengikuti cara kepengurusan tahun lalu, mereka membagi seksi menjadi dua bagian yaitu yang mengurus buletin summer dan buletin winter. Jadi kerjanya cuma setengah tahun gitu. Bagus juga sih. Jadi aku memilih untuk menjadi editor pada buletin winter saja, karena memang bulan-bulan ini aku bekerja setiap hari. Yang pasti kami memang harus menuliskan “keahlian” kami apa, OS komputer, punya Word atau Adobe atau tidak, dan punya kamera atau tidak. Kamera ini penting, karena buletin ini berwarna dan memasang banyak foto!

Kami langsung mulai bekerja pada acara Pesta Olahraganya Riku yang berlangsung tanggal 23 Mei lalu. Sebelumnya kami sudah menerima “perintah” yang tertulis dalam kertas, tanggung jawab kami untuk memotret bagian-bagian apa saja. Aku mendapat tugas memotret kelas-kelas, spanduk, keseluruhan sekolah dan pertandingan lari estafet. Tapi otomatis aku memotret semua yang bisa aku ambil, karena ternyata yang mempunyai kamera besar (DSLR) hanya sedikit.

senam pemanasan

Hari H, panas terik! Aku sudah di SMP sejak pukul 8:15 pagi, meskipun sebetulnya acara mulai jam 8:45. Pengurus seksi publikasi sebetulnya boleh datang kapan saja, asalkan tugasnya selesai. Kami juga mempunyai hak khusus untuk masuk ke kelas-kelas atau ke track lari yang sebetulnya tidak ditutup untuk umum. Tentu kami memakai tanda di lengan yang bertuliskan “PERS” cieeee.

Tapi dasar kebanyakan pengurusnya (20 orang) itu ibu-ibu sehingga malu-malu untuk masuk lapangan atau mengambil foto dari tempat-tempat yang aneh. Kalau tidak panas, dan badan tidak segede aku (supaya tidak mencolok)  aku sih mau saja ke mana-mana. TAPI aku itu udah gede, orang asing lagi. Jadi berada di situ saja sudah diperhatikan orang hehehe.

Terus terang pesta olahraganya SMP tidak (begitu) menarik. Isinya LARIIIIII melulu. Jaraknya 60, 100, 400, jarak jauh, estafet dan lari rintangan…. doooh susah deh ambil foto yang menariknya karena ya itu-itu saja kan. Kami tidak boleh mengambil wajah murid secara close-up karena ada hak privasi setiap anak. Kalaupun memasang foto, harus mengusahakan supaya wajahnya tidak jelas. Nah loh bingung kan 😀 Ada sih acara yang menarik pada bagian kedua sesudah istirahat makan siang, tapi akunya sudah capek (dan tidak ada tugas), jadi ngadem di ruang PTA yang ber AC.

Foto-foto yang kami ambil kemudian dikumpulkan ke ketua seksi melalui media USB atau DVD-R untuk kemudian dipilih foto-foto mana yang bisa dan akan dipakai.

Menarik sebenarnya jika kita mau meluangkan waktu sedikit untuk ikut dalam kegiatan PTA di sekolah. Selain kita bisa mengenal orang tua kelas lain, kita juga bisa mendapat informasi-informasi mengenai “isi perut”nya sekolah yang tidak diketahui orang tua “biasa”. Selain itu, guru-guru juga lebih hormat pada kita, dan lebih memperhatikan perkembangan dan kegiatan anak-anak kita di sekolah.

saking panasnya waktu istirahat siang, lapangan sekolah disemprot air

Acara berikutnya yang perlu diliput adalah Lomba Paduan Suara di bulan Oktober. Tapi kali itu aku tidak yakin bisa memotret dengan baik karena di dalam ruangan yang cahayanya kurang bersahabat. Tapi aku ingin ikut menonton tampilan anak-anak SMP ini. Dari upacara masuk yang kuhadiri, aku melihat bahwa sekolah ini memang sangat menekankan olahraga dan paduan suara. Semoga aku tidak ada kerja hari itu, atau pas libur kuliahnya hehehe.

11 Replies to “Seksi Publikasi

  1. Waaaahhh seru juga ya mbak yang jadi media itu orang tua. Klo di Indonesia kan selama ini klub klub pecinta mading yang ikut. Jadi ya anak anak lagi yang berproses. Mungkin kolaborasi dari kedua itu makin ok

  2. Keren ya di Jepang orang tua dilibatkan dalam proses pendidikan. Kalo di Indonesia orang tua dilibatkan kalo bicara masalah duit haha…

  3. Seksi Publikasi ?
    Hah … kerjaan gua duluuuu waktu jadi mahasiswa …
    plus sekali-sekali jadi seksi acara … hehe

    Semoga bisa mengemban amanah dengan sebaik-baiknya …

    Salam saya EM

    (6/6 : 8)

  4. Iya mb em, saya baca kok postingan bahwa mb bukan terpilih, tapi memang mengajukan diri, karena sebal tidak ada ortu lainnya yang mau.

    Benar juga sih, daripada dapat seksi yg tdk disukai……

  5. Setuju sih, bergabung dengan kegiatan di sekolah itu bisa menyenangkan. Aku juga selalu berharap bisa ikutan kalau ada acara di sekolah, soalnya pasti seru…. sekalian dapat kenalan baru.

Comments are closed.