Hari Istimewa

Bagaimana tidak istimewa, sampai google dan Facebook saja mengucapkan “Happy Birthday” padaku 😀

dari google 😀
dari FB

Memang aku sedih terutama karena kemarin mantan kepala sekolah SMP ku, Sr Bertine CB meninggal, dan misa requiemnya dilaksanakan hari ini, tepat pada hari ulang tahunku. Namun mengikuti WA grup teman-teman SD dan SMP ku, aku menyadari, kelahiran, pengulangan kelahiran yang dirayakan sebagai ulang tahun serta kematian, adalah tanda-tanda perjalanan hidup seorang manusia. Hidup antara ada dan tiada, itulah kita. Tinggal bagaimana kita mengisinya.

Dini hari tepat pukul 12 malam, my dimple sister Sanchan mengirimkan ucapan via Line bersamaan dengan Gen yang rupanya memang menunggu pukul 12 padahal dia sudah capek dan ngantuk. Kami berduapun saling bertukar ucapan, tanpa kue tanpa hadiah. Kemudian diikuti adik “ketemu gede” Daeng Tugi a.k.a Jumria Rachman, Eka Soedjono dan teman-teman lain melalui berbagai media, Line, WA, BBM, FB dsb. Sampai bingung membalasnya 😀

Pagi hari anak-anak mengucapkan selamat, sambil berkata, “Maaf mama, tidak ada kado untuk mama”, dan kami (tepatnya aku dan Riku, karena Gen dan Kai tidak begitu suka makan kue) menikmati kue yang kubeli sebelumnya. Aku sempat tidur siang karena merasa tidak enak badan, dan bangun makan seadanya. Makan malampun aku hanya menyediakan satu macam yang kubuat sebelum pergi mengajar. Setelah pulang ternyata Gen membeli champagne dan keju, tapi akhirnya pun tidak terminum/termakan karena dia masuk angin dan cepat tidur. Padahal saat kupulang aku disambut dua kotak besar dari Sanchan berisi bunga dan sake (terima kasih banyak untuk kirimannya ya San). Tiga puluh menit lagi tanggal 14 akan berlalu tanpa ada pesta dan hingar-bingar di rumahku, tapi tetap istimewa.

berfoto bersama pada tanggal 9… tanpa lagu Happy Birthday kok 😀

Istimewa karena ada 9 orang (termasuk aku dan Gen) yang kami kenal merayakan hari ulang tahun tepat pada hari ini, 14 Januari. Hari yang special untukku dan untuk Gen, serta Taku, saudara kembar Gen. Juga hari khusus untuk pastor Bambang Rudianto SJ di Semarang (aku masih selalu ingat kesempatan langka merayakan bertiga bersama dalam misa dan makan siang) dan tahun ini kami ketambahan “saudara satu tanggal lahir” yaitu Yanz yang 2 hari lalu kembali ke Jakarta for good. Senangnya mempunyai teman dan kerabat berbagi hari istimewa. Dan aku mengucapkan terima kasih dan syukurku kepada Tuhan bahwa aku masih boleh menikmati hari-hari baru setelah genap 46 tahun kulewati dan aku mempunyai begitu banyak teman yang memperhatikanku. Di usia 47 tahun, aku menyadari bahwa aku harus sehat terus supaya bisa merayakan ulang tahun-ulang tahun lagi jika Tuhan berkenan memberikan kesempatan itu kepadaku. Bersama Gen, bersama Riku dan Kai, dan bersama saudara-saudara dan teman-teman.

Hari ini memang hari istimewa.

tiup sendirian karena Gen pakai masker