Diskusi 討論

14 Jun

Pernah mempelajari bagaimana berdiskusi yang baik? Aku sendiri lupa-lupa ingat, apakah aku belajar berdiskusi di sekolah atau di latihan kepemimpinan. Maklum sudah banyak kali mengikuti latihan kepemimpinan, sampai lupa apakah pernah belajar berdiskusi di SD.

Pagi ini aku mengunjungi sekolah Riku dan Kai dalam rangka Open School SD Negeri daerahku, yang merupakan kegiatan berkala sekolah itu. Karena Gen bekerja, dan palajaran yang diberikan hari ini hanya 4 pelajaran, aku cepat-cepat keluar rumah dan mengikuti dari pelajaran pertama pukul 8:35 di kelasnya Riku, kelas 6. Dia memang mengatakan padaku, “Mama kan musti lihat kelasnya Kai juga, mending ke kelas aku jam pertama, lalu jam kedua ke kelas Kai. Jam pertama aku akan ada pelajaran diskusi”.

Diskusinya bertemakan “Untuk sarapan, lebih baik roti daripada nasi”. Kemarin malam dia sempat bertanya-tanya pada papanya karena dia masuk grup yang memihak nasi, dan harus mengemukakan keunggulan nasi daripada roti. Dari soal kalori, soal kemudahan persiapan, soal kebudayaan orang Jepang yang makan nasi dsb. Yang lucu Gen sempat mengatakan begini, “Kalau bangun pagi, apakah cuci tangan dulu sebelum makan? Biasanya tidak kan? Padahal kalau makan roti pasti pegang langsung pakai tangan, sedangkan makan nasi tidak. Pakai sumpit kan? Jadi lebih bersih nasi!” hahaha…. ya benar sih, aku jadi ingin tanya apakah orang-orang itu cuci tangan ngga ya kalau makan pagi. Kalau makan siang/malam memang pasti cuci tangan dulu, tapi pagi2 begitu bangun duduk dan makan? hihihi. Aku sih pasti cuci tangan, karena aku yang masak 😀

Sepanjang yang kulihat tadi, anak-anak kelas 6 sudah lumayan untuk berdiskusi. Tidak ada yang bertengkar, atau menjelek-jelekkan lawan, atau bicara dengan “membodoh-bodohi”. Di kelas 5 mereka hanya belajar diskusi dengan dua grup, pro-kontra dan diketuai moderator, dilengkapi pencatat untuk grup pro dan pencatat grup kontra serta penghitung waktu. Tapi kali ini ditambah dengan grup pengawas dan grup ini yang memberikan keputusan siapa yang paling bagus memberikan argumen. Semoga saja di SD Indonesia juga mempelajari cara berdiskusi yang baik ya.

frame karya Riku hasil pelajaran prakarya

Pada jam pelajaran ke dua aku ke kelas Kai, dan mereka sedang belajar etika. Setiap anak dibagikan lembar pertanyaan seperti : Apakah kamu punya adik laki-laki? Apakah kamu suka susu? dsb sebanyak 10 pertanyaan. Setiap anak harus secara aktif menyapa teman, memberikan salam lalu menanyakan satu pertanyaan yang ada. Kalau benar, temannya akan memberikan tanda-tangan, sedangkan kalau salah, dia harus mencari teman lain yang kira-kira jawabannya benar. Tujuannya untuk membuat murid-murid tidak takit bertanya dan berkomunikasi. Belajar bermasyarakat. Terutama karena mereka baru kelas 1 dan belum begitu mengenal teman-teman sekelasnya.

Dan Kai? aduuuh dia cuek beibeh dan tidak bisa menyapa teman-temannya untuk bertanya duluan. Kalau ada yang menghampir dia, dia sih akan jawab, tapi dia sendiri tidak aktif! Pemalu! Sampai aku melotot-melotot dari jauh menyuruh dia berbaur dengan temannya. Untung saja gurunya juga memperbolehkan bertanya pada orang tua yang berdiri di belakang, sehingga paling tidak Kai bisa bertanya padaku 😀 Tapi untunglah pada akhir pelajaran dia berhasil mendapatkan 6 tanda tangan dari 10 yang harus dikumpulkan. Duh Kai~~~~

Selesai jam kedua, aku cepat-cepat pulang untuk menjemur cucian, kemudian pergi ke dokter gigi untuk memeriksa luka bekas cabutan minggu lalu dan membersihkan karang gigi, yang sebetulnya harus dilakukan 6 bulan sekali (aku sudah “bolos” 2 tahun euy hihihi).

Hari ini panas, max 30 derajat saja! Sudah summer! (Dan semoga musim hujannya sudah selesai, karena hujan terus menerus seminggu yang lalu, pakaian jadi anyep, tidak kena matahari)

masih tersisa jasmin sebagai penghias pagar jalanan di daerah dekat rumahku

10 Replies to “Diskusi 討論

  1. bagus ya mbak, ada latihan diskusi sejak SD begitu. aku sendiri lupa kapan belajar berdiskusi. mungkin pas SD ada diskusi kelompok, tapi kayaknya cuma seputar pelajaran.

    daaaan… aku gemes sama cerita Kai yang nggak mau aktif tanya temannya. iiih! nakal banget. hahaha. tapi pasti lucu. 😀

  2. bagus ya emang ngajarin anak2 diskusi sejak kecil begini… 🙂

    wah udah sampe 30 derajat ya mbak… panas ya…
    disini lagi ok nih cuacanya. moga2 beginin terus dah. hahaha.

  3. Bagus ya pelajaran diskusi ini. Yang aku ingat cuma lomba debat waktu SMA. Aku ikut, tapi aku bukan seorang yang pintar berdebat. Mungkin ini ya yang bikin orang Indonesia cuma pandai berdebat tapi gak mau berdiskusi. Dikiranya diskusi = debat. Padahal diskusi dan debat itu kan beda ya?

  4. Wah keren nih Mbak, waktu sekolah dulu mmg sekolahku terkenal penghasil anak2 pinter tp kurang berani stand out kalo udah disuruh ‘ngomong’. Kayanya di Indonesia pelajaran begini wajib masuk kurikulum ya 😉

  5. Asyiknya di situ begitu ya, ada acara semacam open school gitu. Jadi bisa benar-benar tahu anak kita di sekolah itu bagaimana. Di sini mah gak ada.

    Seingat saya, baru pas SMA deh ada disuruh berdebat macam begitu. Kurang dini, lah. Harusnya memang sudah sejak SD diajari berdebat dan berdiskusi dengan baik.

  6. Saya lupa, apakah dulu ketika di SD ata SMP penah diajarin tenntang diskusi ?
    Apakah anak-anak Indonesia generasi sekarang juga dijari gurunya tentanng diskusi?
    Yang jelas materi itu penting, agar anak-anak bisa menghargai pendapat temannya (orang lain) dan berani mengeluarkan pendapat 🙂

  7. Setau saya … seingat saya …
    saya tidak pernah diajarkan bagaimana berdiskusi yang baik …
    cara berdiskusi yang baik … bahkan berdebat yang baik … saya pelajari ketika di Perguruan Tinggi …

    Saya pernah mendengar beberapa mantan trainee saya … dulu mereka belajar berdiskusi dan berdebat yang baik … ketika mereka di SMA … (tapi saya lihat ini semacam kegiatan ekskul saja … bukan pelajaran wajib)

    Salam saya EM

  8. Sebaiknya anak sejak kecil telah dibiasakan untuk diskusi, memahami bahwa tak semua keinginan terpenuhi, dan tahu alasannya.
    Ini memudahkan mereka bergaul dengan lingkungan sekelilingnya.

Comments are closed.