Anak Perempuan

3 Mar

Hari ini di Jepang memperingati Hina Matsuri atau Doll’s Festival yang diperuntukkan bagi anak-anak perempuan. Setiap keluarga dengan anak perempuan akan menghias rumahnya dengan Boneka Hina ひな人形, yang biasanya berupa pasangan Kaisar dan Permaisuri, yang jika lengkap akan dihias dengan dayang-dayang dan menteri sampai membuat 7 tingkatan dengan alas berwarna merah. Keluarga yang kaya tentu berlomba-lomba membeli (dan memasang) hiasan Hina Matsuri ini selengkap mungkin, dan semahal mungkin. Tadi di televisi sekilas aku melihat ada yang harganya 7 juta yen! Aduhhh… untung aku tidak mempunyai anak perempuan hehehe.

hina

Hiasan boneka Hina ini akan dipasang sejak Februari dan akan disimpan kembali besok! Harus cepat-cepat disimpan karena kalau tidak akan pamali. Si anak perempuan konon tidak akan bisa menikah, jika boneka itu dibiarkan sepanjang tahun. Nah loh…..

Sambil melihat televisi pagi ini, aku menonton juga bahwa ada acara Girls Fashion Show. Semua untuk anak perempuan. Peragawati yang berjalan di catwalk itu juga seperti boneka semua, cantik-cantik! Dan bisa dilihat pakaian sampai ke make upnya berharga berapa ratus/juta yen. Sekali lagi untung aku tidak punya anak perempuan.

TAPI, memang benar bahwa keluarga yang mempunyai anak perempuan akan lebih tenang di hari tua karena biasanya anak perempuannya akan mengurus mereka…? Eh benarkah? Biasanya justru anak perempuan kan pergi meninggalkan orang tuanya untuk mengurus suami dan keluarga suamiya. Meskipun demikian kebanyakan ibu Jepang akan merasa anshin 安心(tenang) jika mempunyai anak perempuan karena tahu anak perempuannya tidak akan meninggalkan membiarkan mereka. Padahal aku tahu beberapa keluarga yang hanya mempunyai satu anak perempuan dan hidup telantar juga, tidak pernah diperhatikan. So, kesimpulannya laki-laki perempuan sama saja 😀

Sekarang sambil memperhatikan jari-jariku yang sedang mengetik ini, kasar dan tidak pakai kuteks aku pikir, untung aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk barang-barang kecantikan yang mahal-mahal karena aku memang tidak suka. Dan mungkin karena sifatku yang tomboy begini juga, aku dikaruniakan dua anak laki-laki oleh Tuhan ya. Sekali lagi aku bersyukur tidak punya anak perempuan….

TAPI aku lupa!
Aku kan perempuan dengan dua adik perempuan! (Untung kami bukan orang Jepang hehhe)

Mama senang tidak ya punya TIGA anak perempuan yang keras kepala seperti ini? Meskipun kami bertiga perempuan, tidak ada satupun yang pintar dandan, fashion, interior, masak, menjahit atau segala pekerjaan “cantik” yang identik dengan perempuan. Pekerjaanku guru (dan lain-lain), adik di bawahku peneliti biologi, dan adik yang satu lagi programmer. Kami ini ternyata unik dan kami lahir dari mama yang unik juga heheheh.

Jadi intinya? SELAMAT hari anak perempuan saja deh 😀

Dan sebagai penutup aku ingin menuliskan puisi dari Francis I. Gillespie yang berjudul Three Sisters

We are three sisters
Three sisters are we
I love each of you,
And I know you love me

We’re not always together,
Life sometimes keeps us apart.
But we’re never separated
We’re in each other’s heart.

Now I know we’ve had our troubles,
But we always get thru.
The real message is you love me,
And I also love you.

We have had lots of good times
That we’ll never forget
Sometimes we worry
And sometimes we fret

But if God ever gave me
Something special you see,
It might have been the blessing of,
Three sisters are we.

The Lord above has gave me lots
Of happiness and glee
But the most special thing he did was
Make us sisters, all three.

Source: http://www.familyfriendpoems.com/poem/three-sisters#ixzz2utU3KEtd
Family Friend Poems