my journey from dawn to dusk

Varian Celemek atau Daster?

Tentu tahu dong ya apa itu celemek. Bahasa kerennya apron (bahasa Inggris) atau bahasa Jepangnya epuron 😀 (hihihi ya jap-lish dong deh ah). Aku lupa tulis di mana, tapi banyak ibu-ibu Jepang yang selalu pakai celemek di rumah dan mereka keluar rumahpun masih dengan celemeknya, naik sepeda pergi berbelanja. Tidak aneh buat masyarakat di sini. Kalau musim panas, kita juga bisa melihat nenek-nenek Jepang pakai daster batik jalan-jalan loh di sini. Memang batik itu nyaman dipakai pada musim panas.

Tapi kalau kamu pernah menitipkan anak ke penitipan di Jepang, atau melihat rombongan anak-anak balita jalan-jalan ke taman di Jepang, pasti melihat guru-gurunya memakai celemek. Biasanya pink! Selain guru-guru playgroup begini, yang sering memakai celemek pink adalah suster-suster di klinik/ Rumah Sakit. Atau kalau pernah melihat pegawai toko swalayan sedang membongkar stok barang, mereka juga memakai celemek dari plastik yang warnanya bukan pink. Demikian pula untuk orang-orang yang bekerja di toko buku, pegawainya biasa memakai celemek berwarna hitam. Kalau perhatikan pekerja di toko bunga juga memakai celemek ya. Wah ternyata banyak sekali profesi yang mewajibkan pegawainya memakai celemek di Jepang, dan memang kesannya mereka itu bersih-bersih!

Aku? waduh meskipun aku punya celemek, aku malas pakai di rumah. Padahal aku punya celemek berwarna hitam dengan banyak kantong yang biasa dipakai di salon-salon loh. Tapi biasanya aku baru pakai celemek ini (atau celemekku yang terbuat dari plastik seperti yang dipakai barista) waktu disuruh bantu-bantu di kumpulan ibu-ibu. Selain celemek HARUS pakai bandana (saputangan segitiga besar untuk menutup rambut) supaya rambut tidak jatuh. Ini peraturan. Sedangkan di rumahku, aku lebih senang mengganti baju atasan saja deh. (BTW aku tidak suka pakai daster loh, meskipun sering dibawain mama dari Jakarta. Katanya Gen, dia merasa kagok kalau lihat ibu-ibu pakai daster, pikirannya kok nightie dipakai untuk seharian 😀 iya juga sih….)

Waktu aku menulis tentang Ms Obokata Haruko, penemu STAP cell yang canggih itu, sebetulnya terlintas ingin menuliskan tentang celemek juga. Tapi kupikir lebih baik tulsi terpisah saja. Jadi, biasanya kalau scientist melakukan praktikum, yang kita tahu, mereka memakai baju putih kan? Hakui  白衣 bahasa Jepangnya, atau mungkin bagi orang Indonesia lebih nge-dong kalau dikatakan baju dokter. Nah, Ms Obokata itu sehari-harinya TIDAK memakai baju dokter, tapi memakai KAPPOUGI 割烹着 yaitu sejenis celemek yang dibuat khusus untuk wanita Jepang berkimono. Supaya kimono tidak kotor, maka biasanya ibu-ibu berkimono memakai kappougi di atasnya. Biasanya berwarna putih dari kain katun, dan jika mau bervariasi biasanya ditambahkan renda putih.

kappougi (gambar dari rakuten)

Tapi waktu melihat Ms Obokata memakai kappougi ini, aku jadi teringat bahwa aku pernah bersusah payah mencari SMOCK, untuk anak-anak balita. Jadi waktu Kai masih aku titipkan di penitipan (playgroup), waktu musim panas, aku diminta menyiapkan SUMOKKU スモック. Waduh aku bingung apa itu sumokku karena baru dengar. Waktu Riku tidak ada permintaan seperti itu, padahal tempat penitipan yang sama. Mungkin ini kebijakan baru dari kepala penitipannya. Akhirnya ketemu juga sih setelah googling dan pesan langsung di amazon. Seandainya aku bisa dan punya mesin jahit saat itu, pasti lebih murah buat sendiri. SUMOKKU itu ternyata dari bahasa Inggris, SMOCK, yang merupakan pakaian “luar” di daerah Wales bagi penggembala kambing atau petani. Semakin ke sininya sering dipakai sebagai baju luar untuk pelukis supaya tidak mengotori baju di bawahnya. Memang sih untuk anak-anak lebih baik memakaikan smock daripada celemek.

smock (gambar dari rakuten)

Jadi sebetulnya celemek, kappougi, smock itu beda nama dan sedikit beda bentuknya tapi fungsinya sama, yaitu melindungi baju di bawahnya dari kotoran.

Nah…. pertanyaanku sekarang celemek kecil yang dipakai untuk anak-anak waktu makan itu namanya apa ya? Bahasa Indonesianya apa? (Atau bahasa di tempatmu deh :D)

abuchannya Kai…sayang untuk dibuang hehehe. lucu sih

Dalam bahasa Jepang, celemek itu disebut sebagai YODAREKAKE (penahan air liur) 涎掛け, tapi aku sering sekali mendengar disebut ABUCHAN あぶちゃn. Ternyata abuchan itu berasal dari aburaya-san 油屋さん. Sedangkan nama lainnya adalah Sutai スタイ yang merupakan nama yang diberikan sebuah perusahaan perlengkapan bayi dari Swedia.

Apakah Anda suka memakai pelindung baju seperti celemek untuk bekerja sehari-harinya?



Category: CULTURE, Diary

12 Comments to “Varian Celemek atau Daster?”

Add Comments (+)

  1. Cut Inong Mutia berkata:

    Another thank you to you, Mbak Imel 🙂 Thank you untuk penjelasannya 🙂

    Sering lihat wanita dengan bandana segitiga di atas kepalanya plus apron di badannya kalo nonton dorama (Sekarang lagi nonton dorama Tokyo Tower, dan pemerannya juga sering pake bandana dan celemek) 🙂 Dan baru tahu celemek putih itu namanya Kappougi 🙂 Thanks again untuk sharingnya ya, Mbak Imel 🙂

  2. krismariana berkata:

    celemek bayi? oto bukan, maksudnya?
    ini hasil ngintip di KBBI luring: kain penutup dada dan perut yg bertali ujungnya sbg pengikat pd leher dan perut (untuk anak di bawah usia lima tahun)

  3. danirachmat berkata:

    Kalo saya dulu beli bilangnya bip mba yang buat nahan iler atau makanan biar ga terciprat di bajunya.
    Saya dulu mikir apa emang culturenya di Jepang ya pake celemek eh ternyata iya. Makasih Mba sudah di share! 🙂

  4. monda berkata:

    waktu masih kuliah kita pakai lab jas, jas putih katun sepanjang lutut dengan dua kantong lebar…, mestinya sih nggak boleh dipakai keluar lab, tapi dasar bocah bandel mah …teteup..

    kalau jas dokter itu disebut snell jas atau snelli aja..nggak tau tulisan benarnya

    kalau celemek bayi sekarang lebih umum disebut bip, tapi di kampus dulu dosen2 nyebutnya slabbertje (pakai itu untuk pasien anak)…, katanya dari bahasa Belanda.., mohon dikoreksi ejaannya mbak..

  5. monda berkata:

    smock itu aku kirain jenis sulaman yang pakai benang khusus jadi timbul kerutan di bajunya…..
    biasanya baju anak2 juga sih

  6. nh18 berkata:

    Mengenai semacam “smock” yang dikalungkan ke leher bayi … untuk melindungi baju bayi agar tidak kotor ketika makan dsb …

    Di tempat saya itu namanya … “Tadah Iler”

    Hahaha … alat untuk “menadah” iler …

    Salam saya EM

    (21/2 : 12)

  7. arman berkata:

    sebutannya baby bibs kalo disini mbak…

  8. Zizy Damanik berkata:

    Haha… kalau di Indonesia biasanya sebutnya tadah liur saja sih….

  9. Idah Ceris berkata:

    Iya juga ya, Mba. Pke bandana biar rmbut gak jatoh ke makanan. 😀

    Saya gak pernah pke clemek. Lha disini kalau ke pasar pke clemek ya kayaknya jdi lucuu. Belum tradisi. 🙂

    Clemek anak kecil namanya clemiiiiik. Hihihi. Gak tau ding. . .

  10. Lidya berkata:

    aku gak punya celemek mbak dirumah

  11. prih berkata:

    Untuk semacam smocknya kami menyebut tadah iler/slaber/oto. Senada mBak Monda saat praktikum menggunakan jas lab untuk melindungi pakaian dari percikan bahan kimia maupun pengotor lain.
    Terima kasih ikutan belajar varian celemek

  12. Apikecil berkata:

    Kalau aku di rumah suka pakai baju yg lamaaa alis kumel banget. Soalnya kainnya lebih adem dan nyaman gitu dipakeknya kalau pas dirumah. Kalau daster biasanya tak pakek tidur aja Mbak, bangun tidur udah ganti kaos sama celana pendek. Daster pun aku lebih nyaman pakai yg udah lama dan kainnya lepek. Soale enak dipake tidur,hehehe

Februari 2014
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

yang mau cari-cari

yang bersahabat