Ini Perangko ya?

19 Okt

Tadi sore aku sempat membaca sebuah artikel di surat kabar Jepang bahwa harga perangko untuk mengirim kartu pos dan surat akan naik bulan April 2014. Memang semua pajak pembelian akan naik dari 5 % sekarang, menjadi 8 %. Karena itu pula banyak yang berlomba-lomba untuk membeli barang sebelum pajak pembelian itu naik.

Karena itu Japan Post yang sudah bukan BUMN lagi, merasa perlu menaikkan harga perangko kartu pos yang tadinya 50 yen (dalam negeri) menjadi 52 yen, sedangkan untuk surat biasa (dalam negeri) dari 80 yen menjadi 82 yen. Saat itu aku langsung teringat perangko yang ada sekarang hanya 50 dan 80, berarti harus menempelkan perangko tambahan 2 yen untuk perangko yang lama yang dicetak sebelum April 2014 itu.

Nominal perangko di Jepang yang lazim dipakai sekarang ini mulai dari 1 yen,3 yen, 5 yen, 10 yen, 20 yen, 30 yen, 50 yen,70 yen, 80 yen, 90 yen, 100 yen, 110 yen, 120 yen, 130 yen, 140 yen, 160 yen, 200 yen, 270 yen, 300 yen, 350 yen, 420 yen, 500 yen, 1000 yen. (Kalau mau lihat contohnya silakan klik di sini).  Hampir semuanya aku punya dalam koleksiku kecuali 1000 yen (sepertinya harus beli nih untuk melengkapi koleksiku).  Tapi tentu dulu ada nominal lain, misalnya 62 yen (aku punya tapi belum sempat foto). Atau ada perangko khusus 50 yen untuk duka cita (mengirim kartu pos pemberitahuan berduka) atau untuk suka cita (mengirim kartu pos pemberitahuan pernikahan/selamatan yang lain). Selain itu setiap tahun ada perangko khusus untuk tahun baru yang disesuaikan dengan shio tahun barunya.

Aku juga teringat ucapan Drajat dalam foto perangko di FB: kok seperti bukan perangko ya? Memang ada perangko Jepang yang berupa seal, sticker untuk greetings atau karakter tertentu. Namun meskipun seperti sticker, namanya tetap perangko karena tetap dipakai sebagai tanda pembayaran. Cuma memang rasanya kurang sreg bagi kolektor perangko bekas ya. Di Jepang sendiri ada 3 macam perangko dilihat dari jenis kertasnya, yaitu perangko tanpa lem (dulu begitu, karena itu dulu disediakan lem di kantor pos) lalu perangko dengan lem kering (yang tinggal dibasahkan dengan air untuk direkatkan, kebanyakan semua perangko sekarang begitu), dan stiker yang tinggal dilepaskan dari alasnya sehingga lebih mudah. Konon (aku tidak tahu pasti) di Amerika banyak perangko jenis stiker begini. Dan satu lagi waktu aku mencari nominal perangko US kebanyakan sekarang tidak ada tulisan angka ya. Aku sulit sekali mencari informasi berapa nominal tertinggi perangko di US. Eh tapi aku juga tidak tahu nominal tertinggi perangko Indonesia loh…. Rp 10.000?

Perangko BlackJack yang di kiri berbentuk stiker, sedangkan serial Heidi yang di kanan biasa (bukan stiker). Aku jelas lebih suka yang perangko biasa daripada stiker.

Ada banyak pro kontra tentang perangko stiker yang kubaca di website Jepang. Katanya jenis stiker ini lebih sulit dipakai oleh penyandang cacat (tuna netra). Sulit untuk dilepaskan dari alasnya. Selain itu cengan meraba saja, akan sulit mengetahui apakah yang dipegang itu perangko atau bukan. Kalau perangko biasa kan ketahuan geriginya. Selain itu katanya kalau berbentuk stiker, tidak begitu tahan lama dibanding perangko biasa, dalam arti lem nya cepat “habis”. Menarik juga membaca polemik orang Jepang mengenai perangko stiker ini. Padahal perangko stiker masih sedikit. Yang kutahu perangko Hello Kitty itu banyak yang berbentuk stiker. Aku sendiri tidak begitu suka perangko bentuk stiker ya karena aku koleksi perangko. Bagiku perangko harus ada gerigi pinggirnya. Bentuk boleh segiempat, segitiga atau bundar, tapi gerigi harus ada.

Mengumpulkan perangko atau filateli mungkin tidak sepopuler dulu, tapi aku masih tetap melanjutkan hobiku ini meskipun sekarang mengandalkan pemberian dari bapak mertua dan suami yang bekerja di kantor. Sebelum Kai lahir aku masih sering membeli perangko sheet yang bagus untuk koleksi, tapi mengeluarkan 500-800 yen per sheet untuk koleksi cukup menguras dompet. Karena Jepang secara rutin mengeluarkan seri-seri baru, belum lagi yang temporer seperti persahabatan dua negara, atau simposium dsb. Bisa-bisa kami harus makan perangko deh kalau mau beli semua jenis 😀 Jadi akhir-akhir ini aku hanya sesekali saja membeli perangko sheet yang khusus atau kurasa bagus gambarnya.

Tapi bagiku yang sudah mulai mengumpulkan perangko sejak SD, aku banyak belajar dari perangko. Dengan perangko aku mengetahui georafis, kebudayaan, alam, peninggalan, arsitektur dsb. Aku sempat mengumpulkan perangko berdasarkan negara, berdasarkan tema semisal kupu-kupu, bunga, atau aku juga mengumpulkan perangko bentuk aneh, seperti segitiga, jajaran genjang, bulat dan lain-lain (kalau tidak salah pernah ada segi enam juga, tapi aku lupa taruh di mana, mungkin di Jakarta). Setiap papa pergi ke luar negeri, aku cuma minta dibelikan souvenir perangko. Dan aku ingat waktu aku pergi ke Wina, aku tanya kepada petugas hotel bisa beli perangko untuk koleksi di mana. Dan aku sampai di sebuah toko di lantai dua yang menjual perangko bekas ( lawan bekas = perangko mint -belum dipakai) kiloan! Rasanya aku ingin beli semua, tapi akhirnya aku hanya beli satu kantung. Dan satu hal yang kutahu di situ ternyata perangko Wina banyak yang memakai warna emas. Kalau British emasnya hanya di siluet wajah Ratunya saja (one point).

Semoga aku masih bisa terus melanjutkan hobi lamaku ini, ntah sampai kapan. Aku percaya kok, meskipun orang bilang perangko akan lenyap, di Jepang untuk sementara waktu, (sepertinya sampai aku mati sih) masih akan menerbitkan perangko. Semoga.

6 Replies to “Ini Perangko ya?

  1. Mengumpulkan perangko itu mengajarkan … ketekunan …
    mencintai proses … sekaligus menikmati hasil …

    Perangko Stiker ?
    saya belum pernah lihat EM
    kalo perangku Cap ? … nah itu aku sering lihat … (eh itu perangko bukan ya ?)

    Salam saya

  2. Lucu banget gambar perangko nya…

    iya mbak, di sini juga stiker. Nominalnya 1 perangko yg standard 44 cents. Rasanya ada nominal yg lbh kecil tp jarang ada. Perangko di amerika emg gak ada nominalnya, ditulis nya cuma forever. Jd waktu itu naik harga perangko nya dari 40 cents ke 44 cents, kalo kita msh punya stoo yg lama ya gak perlu nambah perangko kalo mau ngirim krn otomatis value nya ngikut jd 44 cents.

    di kantor pos jg ada mesin buat print perangko kalo mau ngirim ke luar negeri, jd nanti perangkonya value nya sesuai dgn tujuanny a kemana. Kalo yg model gini perangko nya gak ada gambar nya…

  3. gambar perangkonya bagus ya. dulu aku juga suka ngumpulin perangko. tapi entah ke mana sekarang koleksi itu. sayang banget aku nggak merawatnya. nyesel deh sekarang… 🙁

  4. Aku baru ngeh mbak kalau perangko itu ada nominalnya.. tahunya cuma materai aja yang ada nominal.. atau emang indonesia perangkonya gak pake nominal yak¿ *kutangyakinjuga*

  5. Saya ingin menawarkan atau ingin menjual koleksi perangko saya dengan harga US DOLLARS 350.000.(NEGO) perangko saya berjumlah 9364 buah dan terdaftar sebagai anggota Filatelli Spanyol ALHAMBRA INTERNACIONAL FILATELLICO DI TAHUN 1950/1951 atas nama D.M. ARIFIN ADAM, alamat website saya. http://filatelli.wordpress.com atau anda dapat menghubungi saya di davismi939@gmail.com atau di nomor +6281318897380 dengan nama Bapak H.Davis MI. atau jika anda bisa membantu saya mencarikan pembeli koleksi perangko secara keseluruhan yang tertera di website dan sampai terjadi transaksi pembelian,saya akan berikan fee sebesar 2 1\2% dari nilai transaksi.

Comments are closed.