Menikmati Kopi dan Omong Kosong

29 Jun

Coba bayangkan situasi ini. Kamu duduk bersama teman di beranda rumah, sambil menghadap jalan depan rumah. Ngobrol ngalor ngidul sambil menghirup kopi hitam. Kadang kala kamu berdua bercerita tentang mimpi, kadang tentang pengalaman masa lalu, kadang tentang teman-teman kalian berdua. Atau bahkan kadang sambil memetik gitar dan bernyanyi. Santai….

Aku senang membayangkan situasi seperti itu untuk bersantai. Ada unsur kopi, jalanan, cerita dan TEMAN. Teman itu bisa menjadi pendengar, atau pencerita atau obyek yang diceritakan.

Itulah yang aku temukan pada blog ACACICU.COM milik Bro Hakim. Masbro aku menyebutnya, dan sejak dia menikah pada bulan sebelas mengganti nama pada tampilan FBnya menjadi RZ HAKIM. Wuih pak Hakim nih 😀

Foto hitam-putih berasa sejarahnya ya 😉

Terus terang aku belum lama berkenalan dengannya, meskipun aku sesekali mengintip tulisannya karena aku lebih lama mengenal istrinya HANA atau prit, si api kecil. Tapi ada satu moment yang membuatku terharu. Ya, Masbro menulis khusus, menyinggung tentang kematian mamaku bulan Februari 2012 dalam blognya. Padahal aku tidak akrab dengannya! Tapi Masbro merasakan kesedihan ditinggal seorang ibu karena Masbro sudah terlebih dahulu ditinggal ibunya. Dejavu.

Aku pun kemudian membaca tulisan masbro sebelum tulisan tentang mamaku itu. Dan aku temukan kesamaan antara ibunya dan ibuku. Mereka berdua sama-sama “pianis”, yang mengalunkan “lagu-lagu” kehidupan yang  indah dengan tuts bersimbol alfabet itu. Ternyata kedua ibu kami piawai mengetik! Tapi keduanya juga menderita penyakit yang sama sebelum meninggal, stroke.

Mas bro yang punya Band bernama Tamasya!

Bro Hakim menulis blognya di URL www.acacicu.com berbasis blogspot pada tanggal 17 September 2010, hampir 3 tahun yang lalu. Tulisannya sebanyak 478 mungkin bisa juga dinilai sedikit, tapi Masbro juga mengelola beberapa blog yang lain. Template yang dipakai 3 kolom, sebuah template sederhana berawarna abu-abu. Hanya ada 3 halaman, yaitu About, Beranda dan Sitemap. Sidebarnya hanya diisi dengan tulisan anyar dan entri populer. Sudah, itu saja. Tidak glamour, tidak snobbish. Tanpa ada “pamer” Pagerank atau Alexa, padahal pagerank Acacicu sudah 3 loh, sama dengan Twilight Express. Alexa Traffic Rank: 663,619  Traffic Rank in ID: 51,723. Suatu angka yang hebat menurutku. Tapi melihat penampilannya? Pasti semua sependapat denganku bahwa blog Acacicu begitu sederhana. Sesederhana hidup dan cintanya terhadap musik, lingkungan dan sejarah daerahnya (serta tentu pada Hana, istrinya). Dan pendapatku pribadi, isi lebih penting dari penampilan! Sama seperti kata Masbro di sini: “Desain blog sangatlah penting. Dan isi atau tulisan, itu satu tingkat lebih penting dari desain blog.”

Penampilan Acacicu

Dengan membaca Acacicu, aku dibawa ke masa lalu dengan cerita sejarah Jembernya, dibawa menikmati musiknya dengan band tamasya, dan melihat kegiatannya dalam mengumpulkan botol bekas. Aku tersenyum waktu membaca alasan Masbro menjadi blogger, yaitu karena dia pelupa 😀 Tapi aku juga terharu dan gemas waktu membaca ceritanya waktu dituduh mencuri sandal.  Dengan manisnya Masbro juga sering menulis tentang teman-teman blogger dan orang-orang yang dia hormati. Bahasanya begitu teratur dan memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ini pula yang membuat mengernyutkan kening ketika membaca judul tulisannya yang 4qu Cint4 Bah454 1ND0N35I4. Bukan gaya Masbro sama sekali, dan ternyata itu juga termasuk tulisan yang dilink ke blog Twilight Express, selain Sebab Mereka Senang Membaca.

Yang mungkin menjadi pertanyaan adalah kenapa bernama Acacicu? Awalnya kupikir acacicu merupaka singkatan sesuatu kata, atau ada hubungannya dengan Machu Picchu. Tapi setelah membaca di sini, aku baru tahu bahwa acacicu artinya omong kosong. Apakah Masbro kemudian menuliskan omong kosong dalam blognya? Dari yang kubaca sih tidak! Tidak ada yang omong kosong dalam 478 tulisannya. Memang meskipun acicuci bagi orang Jember berarti omong kosong, justru bagi Masbro : “Acacicu, bagi saya lebih seperti kicau burung di pagi hari. Menyambut Keagungan Tuhan dan tak pernah berhenti berdzikir. Acacicu seperti suara butir butir hujan, yang hanya bisa di dengar kemerduannya oleh siapapun yang mau meluangkan waktu untuk mendengar. Itulah acacicu saya.

Anda penyuka kopi? Atau penyuka sejarah atau bahasa Indonesia non alay? atau bahkan penyuka kesederhanaan? Silakan berkunjung ke ACACICU…..

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Blog Review~Saling Berhadapan

Ketika Cinta (Blogging) Harus Memilih

29 Jun

 

huhuhu lebay sekali deh judulnya 😀 Tapi memang dalam beberapa hari ini aku sedang galau, gara-gara blog. Seperti diketahui aku mempunyai blog bertajuk Twilight Express dengan domain sendiri. Tentu saja dengan hosting sendiri, bayarnya memang tidak lebih dari 1 juta rupiah per tahun karena sudah beberapa kali upgrade kapasitas. Jumlah nominal yang kecil untuk beberapa orang yang memang mempunyai pemasukan dari internet. Tapi karena aku belum mau me-monitize blogku, maka jumlah itu cukup memberatkanku.

Masalahnya memang hampir setelah 2 tahun pindah hosting (ini yang ke 3) pasti akan terkena suspend berkali-kali karena dianggap mengganggu stabilitas pengguna hosting lain. Padahal menurutku pemakaian juga tidak seaktif sebelumnya, dan kalaupun membludak diperkirakan kalau ada tulisan baru dong, deh gitu lah yau!

Tulisan terakhir di sana tanggal 20 Juni. Padahal aku ingin sekali menulis banyak! Tapi kalau aku menulis baru, akan pengaruh lagi dengan trafik kunjungan dsb dsb. Terpaksa deh nahan 😀 Oleh pihak hostingnya dibilang aku harus upgrade dengan VPS, tapi sedangkan yang pakar IT saja, sahabatku si Jumria TIDAK menyarankan aku pindah VPS. Karena aku boleh dikatakan “amatir” atau istilahnya dia End User. Sehingga jika nanti ada apa-apa, aku tidak bisa menghandle sendiri cpanel (yang sebetulnya aku sendiri baru sedikit menguasai -akhirnya-). KECUALI aku menyerahkan pada pihak hosting, yang tentu harganya muahal (berlipat dari yang sekarang), atau aku tetap menyewa VPS di luar negeri, dan “menggaji” orang untuk memaintainnya. JIKA aku kaya mah, apa juga aku beli… kalau bisa beli perusahaan hosting sekalian hahahaha.

kan ngga gede-gede amat 😀 Udah pakai backup loh

So, terpikir untuk pindah hosting, tapi juga terpikir, jika pindah hosting PASTI akan berhadapan dengan masalah yang sama, cepat atau lambat. Salah satu kemungkinan yang paling cepat adalah pindah saja ke wordpress gratisan yang memang fiturnya terbatas, sehingga boleh dikatakan aku harus DOWNGRADE.

BUANGLAH SEJARAH MASA LALU….

Sambil berpikir untuk downgrade kembali ke wordpress gratisan saja yang memang sudah aku miliki, ada banyak alternatif yang bisa dicoba. TAPI pada akhirnya aku pikir terkadang memang kita harus melupakan masa lalu, masa kejayaan kita. Waktu berjalan terus, dan bukan jamannya lagi untuk mengagung-agungkan masa lalu.

Masa di mana aku menulis 1247 tulisan dengan 25.685 komentar, dengan theme yang kusuka putih bersih, dengan plugin favoritku ” Todayish in History” yang memungkinkanku membaca kembali tulisan yang kubuat pada tanggal yang sama sama 5 tahun ke belakang.

Apalagi tepat waktu hostingku bermasalah, seorang pembaca blogger setia, sahabatku sejak awal ngeblog mencapai angka komentar 1000 (dalam 5 tahun -1247 posting) berkat plugin “Top Commentator”. Terima kasih banyak untuk komentarnya ya mas NH18.

Ini dia urutan TOP commentator di TE

SEKALI LAGI SEJARAH! Kenangan 🙁 

Untukku melupakan masa lalu itu berat! Apalagi sejarah adalah kesukaanku. Tapi aku harus berpikir praktis, karena otomatis karena kepalaku dipenuhi masalah hosting, aku tidak bisa move on, menulis terus. Padahal sahabatku Donny Verdian sampai berkali-kali menanyakan perihal blogku sambil menawarkan bantuan. Katanya, “after all, semoga mood blogmu semakin membaik apapun solusi yang kau percaya benar untuk ditempuh *halah* Hahahaha.. Go Imel, Go!”

dashboard terakhir 🙁

Kalau aku mau kembali ke tujuanku ngeblog awalnya, memang hanya untuk menulis. Dan mungkin ini saatnya pula untuk bangkit, menulis lebih banyak lagi. Dan meminjam frase yang kukenal dari Gratcia Siahaan, “Write like nobody’s reading”. Sehingga kuputuskan untuk menulis di sini dulu, sambil aku mencari jalan terbaik untuk domainku. Toh aku sebetulnya baru saja membayar perpanjangan hosting dan domain, sehingga aku masih punya waktu 1 tahun berpikir (sayang sih karena otomatis aku membayar sesuatu tanpa menerima pelayanan). Mungkin akan kubatasi tulisan di sana sesedikit mungkin sampai 1 tahun, dan tulisan lamanya kutaruh di sini. Ntahlah, yang pasti aku harus menulis. Apalagi aku masih ada hutang tulisan kepada Masbro 🙁 dalam GA nya pakde Abdul Cholik. Segera setelah ini aku akan mulai menulis…… masih ada 3 hari kan? 😀

 

Silakan berkomentar di : http://twilightexpress.wordpress.com/2013/06/26/ketika-cinta-blogging-harus-memilih/