my journey from dawn to dusk

Bukitpun Kan Kudaki!

Jangankan emas permata sesen pun aku tak punya
Tapi jangan kau sangka aku tak kan gembira
Walau semua itu tak ada
Hidupku untuk cinta
Tlah terbalas cinta
Inilah bahagia oh oh oh

Gunung pun akan kudaki lautan kusebrangi
Asalkan kudapati cinta kasih abadi
Permata aku tak peduli

(Titik Puspa)

Enak sih kalau bisa bilang: “Siapa takut?” pada mendaki gunung. Hmm, sebetulnya AKU yang takut mendaki gunung. Selain takut karena merasa tidak pede akan kemampuan badan untuk mendaki, aku pun sebetulnya takut ketinggian. Phobia terhadap ketinggian! Tapi sejak tinggal di Jepang 20 tahun lalu, lama kelamaan aku bisa mengatasi rasa takut itu, tergantung ketinggiannya juga sih :D. Waktu menaiki gunung Nokogiriyama setinggi 330 meter yang pernah kutulis di sini, aku merasa payah. Payahnya karena semua berupa tangga yang cukup tinggi dan terjal, sehingga membuat aku takut tanpa berpegangan. Takut jatuh, sehingga rasanya aku mau merayap saja deh. 

Hari Minggu tanggal 12 Mei, persis Mother’s Day, sesudah dari gereja, kami pergi ke bekas kastil Hachiouji. Tadinya kupikir kami akan pergi ke Gunung Takao, ternyata Gen mencari di website dan mengetahui bahwa di dekat Takao, tepatnya di Hachiouji baru sebulan yang lalu dibuka rekonstruksi situs bekas kastil Hachiouji yang terbakar waktu jam perang saudara (terbakar/runtuh tahun 1590-an). Kebetulan Riku sedang getol-getolnya belajar serajah sehingga mengenal nama-nama tokoh yang meninggal di situ. Karena tempat itu berbukit-bukit, maka Gen juga membawa jala untuk menangkap kupu-kupu.

Situs rekonstruksi Hachiouji Castle

Kami parkir di tempat yang disediakan (parkir dan tanda masuk gratis semua) dan sebelum mendaki, kami pergi dulu ke pusat informasi yang terletak di sebelah lapangan parkir. Di situ kami melihat maket tempat-tempat yang diharapkan didatangi pengunjung, dan tidak lupa membawa peta bekas situs kastil Hachiouji. Tak lupa ke wc dulu, karena di atas gunung pasti tidak ada wc yang bersih. Gedung ini baru dan wcnya sangat modern.

peringatan awas ular, dan bunga wisteria ungu yang mendompleng pohon-pohon besar dalam hutan

Mulailah kami menyusuri bukit menuju ke rekonstruksi kastil Hachiouji. Untuk menuju ke sini tidak ada tangga atau bukit yang curam, semuanya landai TAPI di beberapa tempat terdapat peringatan “Hati-hati ular”, yang membuat takut juga. Setelah melintasi jembatan, jalan berbatu dan gerbang kayu, kami sampai di pelataran luas dengan beberapa batu yang diletakkan untuk menunjukkan bentuk kastil saat itu. Tapi ini baru tempat awal, karena sebetulnya pusat dari kastil ini ada di atas bukit, dan untuk itu  kami harus mendaki kira-kira 30 menit. Memang ada jalan untuk hiking, tapi bukan berupa semen, dan lebarnya hanya satu meter, sehingga aku cukup ngeri mendakinya. Yang hebat Kai, karena dia melesat sendirian ke atas, sambil sesekali menunggu kami 😀 Duh itu anak memang sih yang paling kurus dan lincah serta tidak ada rasa takut. Untung juga Riku tidak takut untuk mendaki meskipun jika kalau disuruh naik roller coaster dia tidak suka.

sampai juga ke puncak 400 sekian meter 😀

Akhirnya sampai juga sih di atas bukit, tempat Honmaru atau pusat kuil Hachijoji Castle berada di ketinggian 445m dan cukup terhibur melihat pemandangan ke arah kota Hachiouji di bawah. Tentu saja dengan menggeh-menggeh kehabisan nafas 😀 tapi aku merasa senang, waktu beberapa kali berpapasan dengan orang yang sedang turun, kebanyakan mereka menyapa “Konnichiwa”…. ah orang Jepang memang sopan-sopan.

Acara turun memang lebih cepat dari pada waktu mendaki, tapi cukup ngeri karena takut terpeleset karena pijakan masih ada beberapa tempat yang tanah merah. Aku memang bukan pendaki gunung deh, tapi aku harus memuji diriku sendiri, karena meskipun tidak berani dan tidak kuat, masih mau berusaha mendaki. Yang penting kan usahanya dulu ya. ngeles.com hihihi

Hari itu capek sekali, sehingga kami bermaksud untuk makan malam di luar saja. Dan mengikuti permintaan Riku, dia ingin makan sushi di dekat rumah kami. Tapi salah juga sih karena kami sampai di restoran itu pukul 7 malam, dan sudah banyak tamu yang menunggu. Kaget juga melihat begitu banyak orang, tapi bisa dimaklumi karena hari itu adalah Mothers Day. Kami baru bisa duduk dan makan setelah menunggu satu jam. Karena sudah capek kami tidak mau bersusah payah mencari restoran lain, dan dengan sabarnya menunggu. Hari Ibu yang melelahkan tapi menyenangkan.

sushi hari ibu 😀 Ada mawar mininya

 



Category: Diary, Travel

10 Comments to “Bukitpun Kan Kudaki!”

Add Comments (+)

  1. Lidya berkata:

    kalau naik gunung sungguhan sih aku belum pernah mbak, paling naik gunung untuk mencapai air terjun saja. Sushinya cantik

  2. Waaw ada mawar di tenga2 sushii..

    Hmmm..kalo aku pengen naik gunung, cuma belom pernah..
    paling bukit2, pegunungan kecil..

  3. arman berkata:

    wah serem juga ya kalo ada tanda2 awas ular gitu. tapi untungnya gak ketemu ular ya mbak… 🙂

  4. prih berkata:

    Pendakian yang cukup tinggi mbak EM, terobati saat menikmati keindahan dari bagian atas. Bunga ungu di kehijauan hamparan indahnya.

  5. Pencerah berkata:

    wah mantep, jadi teringat saat mendaki bukit tawang mangu, yang banyak bukan ular tapi orang2 pacaran

  6. Zizy Damanik berkata:

    Bukit2an memang rawan ular ya. Syukur ga ketemu ular, bisa deg2an…

  7. DV berkata:

    Aku juga takut ketinggian, tapi bedanya denganmu aku nggak takut naik gunung. Aku takut ketinggian saat aku berada tak menginjak bumi, misalnya naik pesawat, atau di wahana permainan di DuFan yang menyeramkan itu…

  8. Enny berkata:

    Penyajian sushi nya indah

    Dari baca cerita Imel, dan juga saat saya pernah nengok si bungsu (walau cuma 2 castle yang saya lihat), kelihatannya castle ini rata-rata berada di atas bukit. Atau maksudnya untuk sekaligus mengamati musuh yang datang dari jauh. Tapi juga bisa jadi sasaran tembak (jika saat itu telah ada senapan).

  9. ded berkata:

    Mb Em, pernah kepikir ga ? Klo benar benar ketemu ular apa yang harus dilakukan ?

  10. niee berkata:

    kalau aku seh gak takut ketinggian mbak, cuma gak pernah juga kesampaian naek gunung. di Pontianak gak ada gunung! >.<

Mei 2013
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

yang mau cari-cari

yang bersahabat