Influenza vs Masuk Angin

Beberapa hari yang lalu deMiyashita menderita Influenza. Mengutip komentar Narpen ” flu itu ‘serius’ ya tan? dulu bilang flu ke sensei, dia kaget  padahal klo org indo, flu kan level ‘biasa’…dan kujawab: beda influenza dan masuk angin (kaze). Kalau masuk angin tanpa virus, kalau influenza krn virus jadi menular. Orang Indonesia menyamakan semuanya dgn flu, padahal lain. Begitu bilang Influenza, pasti kamu akan diisolasi di Jepang hehehehe.

Jadi dalam bahasa Jepang ada dua kata yang sering dipakai yaitu KAZE untuk masuk angin, dan INFLUENZA untuk influenza parah. Bedanya? Setelah aku cari-cari sebetulnya penjelasanku bahwa masuk angin itu tanpa virus juga salah. Jadi untuk jelasnya aku tulis saja perbedaannya ya. (Sumber dari sini)

1. Kalau KAZE itu disebabkan Corona virus atau Rhinovirus sedangkan INFLUENZA disebabkan oleh virus Influenza. Untuk Influenza ada vaksin pencegahannya, tapi kalau virus Kaze tidak ada vaksinnya.

2. Gejala KAZE adalah sakit tenggorokan, pilek, batuk dan bersin, dan masih dianggap gejala ini ringan. Biasanya demamnya tidak tinggi (tidak setinggi Influenza), tidak ada komplikasi dan biasanya sembuh dalam waktu 1 mingguan. Sedangkan gejala Influenza adalah demam tinggi (38-40 derjaat), sakit kepala, sakit persendian dan otot, serta sakit seluruh tubuh. Tentu saja kadang disertai sakit leher, pilek dan batuk. Biasanya gejala ini berlangsung 2-3 hari dan paling lama 5 hari. Yang perlu diperhatikan jika lansia atau bayi/balita menderita Influenza, bisa terjadi komplikasi menjadi pnuemonia dan bisa meninggal.

3. Kaze dan  Influenza sama-sama menyebar melalui udara atau kontak langsung dengan penderita, tapi khusus Influenza, virus yang ada di udara bisa tahan lama (berjam-jam) dan mempunyai kemampuan untuk berkembang biak. Jadi misalnya virus yang menempel pada pegangan di kereta, tirai atau pegangan pintu dapat hidup terus selama 3 jam. Karena itu sebagai pencegahan selalu disarankan untuk selalu mencuci tangan.  Kalau Kaze tidak mengenal waktu penyebarannya, di Jepang masa mewabahnya influenza adalah sekitar bulan Desember sampai Maret.

4. Pencegahan Influenza yang paling disarankan adalah vaksin. Karena itu biasanya mulai bulan Oktober akan ada vaksin anti influenza. Meskipun belum berarti sesudah vaksin akan bebas dari penyakit, tapi jika terjangkit influenza biasanya akan lebih ringan daripada tidak mendapat vaksin. Tapi aku dan anak-anak belum pernah mendapat vaksin anti influenza. Vaksin ini tidak termasuk dalam asuransi sehingga harus bayar sendiri, sekitar 2500 – 4000 yen.

5. Selain vaksin, pencegahan dapat dilakukan dengan selalu mencuci tangan dan berkumur-kumur setelah bepergian. Hindari tempat yang ramai serta biasakan memakai masker. Tidur atau istirahata yang cukup serta mejaga kelembaban ruangan (virus Influenza menyukai udara kering, sehingga sedapat mungkin usahakan kelembaban 40-60 persen). Jika sampai terjangkit influenza, kalau di Jepang biasanya kami akan mendapat obat yang bernama Tamiflu (untuk influenza, antibiotik tidak dipakai). Nah seringnya kami diwanti-wanti jika minum obat jenis ini, karena pernah dilaporkan anak-anak yang minum obat ini menjadi “tidak sadar” sehingga dapat melukai diri sendiri. Mungkin karena demam tinggi tapi mungkin juga karena pengaruh obat. Karena itu orangtua diharapkan memperhatikan anak-anaknya waktu minum obat Tamiflu. Pelajar yang menderita Influenza (bisa ditest di dokter) biasanya HARUS istirahat di rumah dan tidak boleh masuk sekolah sebelum benar-benar sembuh (biasanya 5 hari setelah demam turun). Untuk sekolah yang disiplin, mereka meminta surat keterangan sembuh dari dokter (TK nya Kai meminta surat 完治証明書 ini dan bisa didapat di RS dengan membayar sekitar 300 yen). Jika 10 murid dari satu kelas absen karena influenza biasanya diberlakukan “Penghentian Pembelajaran” karantina untuk kelas tersebut 学級閉鎖, atau kalau sampai parah bisa saja satu sekolah diliburkan 学校閉鎖.

Karena itu bedakan penggunaan kata KAZE dan Influenza di Jepang. Karena levelnya berbeda, dan diharapkan masing-masing warga bertanggungjawab untuk tidak memicu wabah Influenza. Jadi jangan bilang “flu” deh di sini (kecuali memang benar terkena virus influenza)

Meskipun kemarin tanggal 4 Februari sudah dinyatakan bahwa Jepang sudah mulai memasuki musim semi (risshun 立春) cuaca di Jepang tidak menentu, kadang hangat, kadang dingin, bahkan untuk hari Rabu besok sudah diprediksi akan turun salju yang cukup lebat. Well, yang penting semuanya saja harus menjaga kesehatannya masing-masing ya.

Oh ya hanya mau mengingatkan bahwa TE (Twilight Express), blogku sebentar lagi akan menyambut  komentator yang ke 25.000 … yippie!!!! Seperti kebiasaaan yang sudah-sudah untuk angka cantik, sudah ada hadiah yang kupilih untuk yang pas angka 25.000 tersebut. TAPI semoga yang dapat bukan pendatang/komentator baru (dengan alamat email tidak jelas) atau spammer yang dapat yah :D. Kalau sampai terjadi, maka aku akan memilih yang terdekat deh 😉 FYI: komentar dengan login FB tidak dihitung oleh Jetpack jadi kalau mau dihitung tulis langsung di kolom komentar dengan tulis nama dan email ya….

Hadiahnya:

frixion, bolpen yang bisa dihapus

 

 

 

29 gagasan untuk “Influenza vs Masuk Angin

  1. arman

    iya ya mbak. kalo di indo terbiasa apa2 dibilangnya flu jadi berasa flu itu biasa aja. tapi disini juga dibedain. antara cold sama flu. kalo flu sih pada takut bener dah. hahaha.

    Balas
  2. krismariana

    waaa…. ternyata beda ya “kaze” dengan “influenza”. kebayang betapa parahnya kalau kena influenza. kalau anak-anak atau lansia kena, parah dong ya?

    itu hadiahnya cakep banget mbak… 🙂 masih bisa dapet nggak ya?

    Balas
  3. Farijs van Java

    Nah, mungkin kaze di Jepang sama kek cold di Amrik kali yak? Kalo masuk angin di sini pan bukannya perut kembung terus meriang doang ya, Bu?

    Kalau di sini pan ada istilah pilek. Nah, dari dulu belom tahu tuh apa bedanya flu sama pilek.

    Balas
  4. Necky

    iya bener….arman eh di us kata2 influenza itu artinya sama dengan yg di Jepang kali yah? kalau di Indonesia….lagi kena flu nih….nyantai2 aja…kalau sampai demam bilangnya kena flu berat nih. hahahaha …orang Indonesia emang ga ada matinya kalau soal penyakit….
    *harap harap cemas….mungkinkah mendapatkan gift….*

    Balas
  5. nique

    siap2 mantengin blog inih demi hadiahnya yang wokeh bangget 😀

    ooo jadi gitu bedanya ya mbak
    makanya aku juga bingung, kok orang2 di LN ngerasa ngeri sgitunya sama flu, padhal di sini biasa2 aja … eh rupanya emang ada bedanya yah.
    tapi klo pun sama nih misalnya, klo di Indonesia bakal beda juga deh penanganannya hehehe … tau aja Indonesia kek apa … wong sakit pms aja yg udah jelas2 ada di undang2 aja terus klo karyawannya gak masuk, selalunya dikira2 mengada2, gimana klo yg batpil … padahal kan klo batuk2 sama hatsi2 di kantor kan malah bisa nularin yg lain ya 😀

    Balas
  6. keblug

    Baru tahu saya bedanya. Biasanya sih kalau batpil tanpa demam, ya disebut flu obatnya istirahat sehari. klo batpil pake demam ya flu berat istirahatnya bisa 3 hari. hihihi… simpel sekali.

    Balas
  7. Yulianti Jimahi

    oh…akhirnya baru ngerti kepanikan temanku yang dari Jepang…
    Waktu lagi jalan bareng, dia tanya, kenapa aku kelihatan pucat? … dengan santainya aku jawab, “oh tidak apa-apa…cuma flu”
    Dianya langsung panik minta cari apotik… 😀
    Ternyata dia mengartikannya jadi influenza….sedangkan aku maksudnya cuma batuk pilek biasa doang…. 😛

    Balas
  8. applausr

    waduh kalau saya kapok di vaksin flu. Jadi tambah parah flunya… padahal dulu flu ga pake meler sekarang gara gara di vaksin malah ga beres.

    Pokoknya di Indonesia flu mah biasa saja. Wong Flu burung aja santai santai aja…

    Balas
  9. paula

    Hai mba Imelda,

    salam kenal di blog.

    wah ilmu baru neh,….hi3x ternyata beda yah masuk angin dan flu.
    sepertinya kalau dilihat dari gejalanya,….aku lebih sering masuk angin deh bukan influenza.
    tp sama-sama menyusahkan jika sudah terserang.

    semoga semua sehat saja.

    Balas
  10. priskila

    kalo di indo anggepan nya samaa :)) dan ga ada itu yang nama nya bakal di karantina… masuk aja teruuus… selama bisa bangun dari tempat tidur maka pergiah beraktivitas… masa bodo yang sebelah2 nya ketularan apa ga… *ngeluus dada*

    yoooosh!!!!!!! kuraaaang 20aaan komentaaar… hmmmm semakiiin suliiit :))

    Balas
  11. ded

    Saya harus hati-hati nih Mb, kalau ke Jepang, menggunakan istilah flu ini.
    Mudah2an dalam satu atau dua bulan ke depan saya bisa sampai di sana.

    Oh ya siapa tau nasib saya dapat menjadi komentator ke 25.000 😀
    #ngarep#

    Balas
  12. nq

    Hiaaaa… Saya blum beruntung 😀
    Dari maren ngintipin sini ehhh jebule telat
    Padahal.tadi pagi baru 24985 hihihi…
    Selamat aja deh buat yg beruntung sebagai komentator ke 25.000 😀

    Balas
  13. Ely Meyer

    Akhir tahun lalu suamiku juga kena flu mbak, susah kalau pas kena begitu, karena aku dan mama harus menjauh, tapi mungkin krn mama sudah sepuh, tertular juga deh beliau

    Balas
  14. edratna

    Walah…di Indonesia kalau batuk pilek, untuk memudahkan dibilang sakit flu…..hehehe….
    Harus hati-hati kalau lagi berada di Jepang.

    Sekarang serumah juga lagi gantian pilek, batuk….dengan makan banyak, istirahat cukup…bisa sembuh.

    Balas
  15. vizon

    Karena tulisan ini sudah sepuluh hari yang lalu, berarti besar kemungkinnan D’Miyashita sudah pada sembuh dong ya.. 🙂

    Setelah ini bakal lebih sering menyebut masuk angin deh daripada flu, beda jauh ternyata.. 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *