Sepuluh Hari

Ya, persis sepuluh hari berlalu sejak aku menulis posting yang terakhir Suteki vs Steak. Dan begitu banyak kejadian atau kegiatan yang sudah terjadi. Terus terang aku tidak bisa lagi konsentrasi menulis dalam 10 hari itu sehingga aku rasanya ingin hiatus lama. Tapi….. ternyata tidak bisa. Aku punya begitu banyak cerita yang ingin aku tuliskan di sini, di Twilight Express,blog kesayanganku ini. Sehingga meskipun ceritanya mungkin sudah basi, aku tetap akan menuliskannya.

Ya, aku menuliskan posting ke 6 dalam bulan Desember ini di Jakarta, di kamarku, di rumahku di Jakarta. Dalam 3 jam kemudian aku sudah harus bangun dan bersiap pergi ke Makassar, bersama Riku dan Kai dan Opa (papaku) untuk mengadakan perjalanan napak tilas. Tapi sayang memang kami hanya punya waktu 2 malam dan kembali ke Jakarta dalam tahun 2012.

Karena aku masih harus tidur sebentar, maka posting kali ini pendek saja. Hanya ingin mengucapkan Selamat Hari Natal bagi teman-teman yang merayakan. Memang sebelum natal, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada larangan bagi umat muslim mengucapkan selamat Natal bagi umat Kristen. Namun aku benar-benar terharu masih mempunyai banyak teman yang tetap mengucapkan selamat Natal kepadaku, lewat FB, baik di wall maupun di inbox, atau bahkan sms, dan cara-cara lain. Di situ aku bisa melihat kedalaman hati teman-teman meskipun sebelumnya aku pernah mengatakan…. “Tanpa diselamati pun, kami akan tetap merayakan Natal bukan? Jadi buat apa dipersoalkan?” Terima kasihku dari lubuk hati terdalam.

Dan selamat menjelang Tahun Baru 2013 di manapun teman-teman berada. Ada banyak orang di sekelilingku yang melewatkan malam pergantian tahun di Bali, tapi kami deCoutrier akan melewatkan dengan tenang di rumah saja. Selain itu deMiyashita, mengikuti kebiasaan orang Jepang, tidak mengirimkan kartu Tahun Baru dan tidak merayakan Tahun Baru, karena dalam tahun yang akan lewat ada anggota keluarga yang meninggal. Mamaku, meninggal bulan Februari 2012, sehingga kami sudah mengirimkan kartu MOCHU (sedang berduka)kepada kerabat untuk memberitahukan bahwa mereka tidak perlu mengirim nengajo. Tapi terus terang rasanya sepi sekali jika tidak ada satupun kartu Tahun Baru datang di rumah Nerima (meskipun sekarang hanya ada papa Gen), sehingga ada sedikit harapan bahwa ada orang yang terlewat mengirimkan kartu nengajo itu sehingga tidak terlalu sepi hehe.

Entah kapan aku bisa menuliskan lagi cerita-cerita yang tertunda selama 10 hari ini, tapi yang pasti aku akan terus nge-blog!

Ittekimasu (pergi dulu ya)