SPI dan SKJ

Siapa yang masih tahu singkatan SPI dan SKJ? Pasti sudah banyak yang lupa. SPI = Senam Pagi Indonesia dan SKJ adalah Senam Kesegaran Jasmani. Senam Pagi Indonesia dimulai akhir tahun 1970-an (berarti pas aku SD nih) dengan 4 seri dan wajib dilaksanakan di sekolah. Sedangkan Senam Kesegaran Jasmani mulai th 1984 ketika Menpora memerintahkan untuk menggalakkan senam ini ke seluruh lapisan masyarakat. SKJ ini memang kukenal sudah SMA, dan biasanya dilaksanakan pada waktu jam olahraga. (Kalau tidak salah inget ada ujiannya deh…lupa euy). Kalau melihat keterangan wikipedia sih, SKJ ini ada terus (diciptakan lagu dan gerakannya terus) sampai tahun 1996. Setelah itu entah kenapa ditambahkan keterangan Senam Sajojo (aku sudah tidak tahu deh ini, karena sudah di Jepang), Senam Poco-poco…kedua senam ini malah kutahu dari tante-tante yang giat berdansa untuk kebugaran mereka. Yang aku belum pernah dengar adalah Senam Kubro Siswo, Ayo Bersatu Beni dan Senam Lansia 😀 (Tahunya cuma Taichi deh :D)

Tapi apakah Senam-senam ini masih diadakan reguler di Indonesia? Dan menilik dari sejarahnya memang senam massal seperti ini dibawa oleh pasukan Jepang waktu mulai menjajah negara kita tahun 1943. Setiap murid diwajibkan untuk mengikuti senam yang memang selalu dijalankan di Jepang. Senam massal ini disebut dengan Rajio Taiso ラジオ体操 (Senam Radio) di Jepang.

Tadinya kupikir Rajio Taiso ini dimulai waktu pasukan Jepang mulai membangun kekuatan untuk membangun Asia Timur Raya, tapi ternyata Rajio Taiso ini sejarahnya jauh lebih tua yaitu mulai dilaksanakan sejak tahun 1928 menyusul penyiaran pertama radio taiso di Boston tahun 1922 yang kemudian menyebar ke Jerman dan seluruh dunia. Yang mengagumkan adalah persiapan pelaksanaan yang sampai melibatkan seluruh petugas pos untuk menyebarkan kertas berisi panduan gerakan ke seluruh negeri! Dan tentu saja ada beberapa kali perbaikan dengan beberapa versi, tapi ada dua versi yang masih dipakai sampai sekarang yang diciptakan sejak tahun 1951. Sekarang pun Radio Taiso itu masih dijalankan?

Ya, terutama pada liburan musim panas begini. Setelah sekolah resmi libur (Tahun 2012 ini mulai tanggal 21 Juli lalu) sampai habis liburan musim panas yaitu tanggal 2 September, setiap pagi pukul 6:30 diadakan Rajio Taiso di sekolah TK dan SD dan tempat umum di sekitar rumah kami. Setiap pagi dalam 10 hari (awal libur dan akhir libur) dilaksanakan di SD Riku dengan asumsi memasuki bulan Agustus akan banyak anak yang pulang kampung atau berlibur ke tempat lain. Kami dari PTA (Parent Teacher Association) juga membantu kelancaran jalannya Radio Taiso ini. Tidak ada absensi memang untuk kegiatan itu, tapi Asuransi Kesehatan dari Japan Post mengeluarkan kartu absensi yang bisa dicap setiap hari mengikuti Rajio Taiso, dan bagi yang penuh mengikuti selama sebulan lebih itu, akan diberi kenang-kenangan.

Kartu hadir tahun Heisei 24 (2012)

Riku sudah 2 hari mengikuti Radio Taiso. Aku memang agak memaksa dia untuk mengikuti Radio Taiso ini, karena sejak dia masuk SD belum pernah sekalipun mengikuti senam bersama ini, karena aku selalu mengatur kepulangan ke Indonesia langsung begitu mereka masuk libur musim panas. Libur, langsung cabut gitu. Tapi tahun ini, dia mempunyai waktu seminggu untuk mengikuti dan merupakan “kebanggaan” bagi anak Jepang jika bisa mengikutinya. Bayangkan mulai pukul 6:30 pagi yang biasanya mungkin pada belum bangun loh! (Riku sih selalu bangun pukul 5-6 pagi). Tapi hari ini dia bolos Rajio Taiso karena “Aku ngantuk ma….” Well sekali-sekali membiarkan dia tidur enak deh, kasian dia selalu bangun pagi (tanpa aku bangunkan loh) . Terkadang dia membiarkan aku tidur siang karena aku sering bangun dini hari, dan mengurus adiknya selama aku tidur (bahkan kemarin sampai masak telur untuk adiknya yang kelaparan tapi, “Kai, jangan bangunin mama. kasihan. Aku bikin telur mau ya?”)…. Paling sedikit dia sudah pernah ikut Rajio Taiso, jadi tidak kuper deh. Soalnya papanya bangga sekali dia masih ingat gerakan-gerakan Rajio Taiso meskipun sudah bertahun berlalu.

Sejarah Rajio Taiso tertulis sudah lebih dari 80 tahun! Dan terus dilestarikan. Itu yang patut diacungkan jempol!

Selain senam, masih ada kelas berenang yang dimulai pukul 10:30, jadi sesudah selesai Rajio Taiso, Riku pulang dulu, makan pagi lalu kembali untuk berenang di SD nya. Yang pasti Departemen Pendidikan Jepang mendorong supaya anak-anak tetap sehat meskipun dalam liburan. Hebat ya!

Oh ya ada tambahan selain Rajio Taiso yang (awalnya)  disiarkan lewat Radio, ada juga versi TV yang bernama Minna no Taiso (Senam untuk semua). Dalam acara ini juga diberikan contoh berolahraga sambil duduk, terutama untuk kaum lansia.

Tentu saja masih ingat kan? Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Mens sana in corpore sano (a sound mind in a healthy body) . Mari tetap sehat!