Belajar Bertanggungjawab

Tulisan hari ini cukup serius yaitu mengenai pendidikan Jepang. Karena aku ingin menjawab sebuah pertanyaan dari TE reader yang menuliskan seperti begini:

saya sering menonton film kartun jepang, misalnya totoro my neighbour, ada juga hantu sekolah (film drama). Film tersebut ada adegan di mana tokoh melakukan piket, misalnya menyapu lantai, sampai mengepel lantai, menyiram tanaman sayur-mayur/bunga, atau memberi makan ayam/kelinci peliharaan di sekolah. Saya kagum akan kebiasaan murid2 jepang tersebut. Jika di Indonesia, sistem pendidikan seperti ini bisa didapat di pesantren. Apakah itu termasuk dalam kurikulumnya?

Baik, aku akan menceritakan sedikit tentang hariannya Riku. Riku sekarang bersekolah di SD Negeri, dan kebanyakan SD itu sama kegiatannya (tentu kurikulumnya sama, tapi mungkin variasinya berbeda).

Setiap hari Riku keluar rumah pukul 7:50 pagi. Jarak dari rumah ke sekolah berjalan kaki  hanya 7 menit saja, dan sekolah baru dibuka pukul 8:15, sehingga biasanya dia menunggu di halaman sekolah. Pelajaran pertama dimulai 8:30 atau 8:45 tergantung harinya. Kalau hari Senin dari pukul 8:30 sampai 8:45 ada pertemuan seluruh murid (anggap saja seperti upacara benderanya di Indonesia, tapi tanpa upacara). Ini dinamakan Zenkochokai 全校朝会, dan isi utamanya adalah pidato dari kepala sekolah/guru. Pada hari Rabu, pada jam 8:30 -8:45 ini diisi dengan Asareku singkatan dari Asa recreation (朝レクレーション) yang mengijinkan murid-murid bermain bebas sebelum pelajaran pertama. Selain asareku dilaksanakan juga dokusho (読書)waktu khusus untuk murid membaca buku selain buku pelajaran (buku cerita yang ada di kelas/perpustakaan atau membawa sendiri dari rumah).

Pelajaran pertama dimulai oleh nicchoku 日直 (petugas harian) yang terdiri dari 2 orang (laki-laki dan perempuan) bergilir dari grup 1 berganti setiap harinya. Nicchoku ini yang bertanggung jawab untuk memulai pelajaran pada waktunya, termasuk menyuruh teman-temannya duduk dan diam sebelum memberi hormat kepada guru rei 礼 (hormat). Nicchoku juga yang membagikan kertas-kertas pengumuman kepada seluruh murid di kelasnya. Pokoknya kelancaran belajar hari itu juga ditentukan oleh nicchoku (tentu saja didukung gurunya).

Di antara jam pelajaran pertama dan ke dua serta antara pelajaran ke tiga dan ke empat ada waktu istirahat 5 menit, yaitu untuk mempersiapkan pelajaran berikutnya serta pergi ke WC. Sedangkan antara pelajaran ke dua dan ke tiga, istirahatnya 20 menit, yang bisa dipakai untuk berlarian di halaman sekolah.

Antara pelajaran ke empat dan ke lima ada waktu makan siang (12:20 – 13:00) . Makan siang yang disebut kyushoku 給食disediakan sekolah (dimasak di sekolah oleh petugas dari pemda) . Petugas kyushoku ada 5-6 orang anak berdasarkan absen (nama) . Mereka memakai baju putih seperti koki dan membagikan lauk pauk, susu, dessert di atas nampan kepada semua murid dan guru. Nasi boleh ambil sendiri semaunya. Sementara mereka makan, diiringi oleh lagu dari ruang siaran hosositsu 放送室 (ruang untuk pengumuman seluruh sekolah) . Jika lauk, susu atau desert berlebih misalnya karena ada yang absen, bisa dibagikan kepada yang mau tambah. Kadang mereka juga mengganti susu dengan yoghurt atau kopi susu, serta jika ada pesta/peringatan/acara khusus mendapatkan dessert yang agak mewah. Tentu saja untuk kyushoku ini orang tua harus membayarnya kira-kira sebesar 5000 yen (setiap angkatan/kelas berbeda besarnya). Uang kyushoku ini dipotong langsung dari rekening pos orang tua setiap bulannya. Untuk yang mau mengetahui kyushoku dan foto pakaian mereka silakan baca Makan di Sekolah.

Setelah makan siang selesai, petugas kyushoku juga yang membereskan piring dan sisa makanan untuk kemudian mengembalikan kereta dorong kelasnya ke dapur. Sementara itu dari pukul 13:00 selama 20 menit, murid-murid istirahat. Setelah istirahat mulai pukul 13:20 sampai 13:35 mereka souji  掃除 membersihkan kelasnya. Masing-masing murid mempunyai satu lap untuk meja/lemari dan satu lap untuk lantai. Dua lap ini memang harus disiapkan setiap awal semester (aku sih memang mengganti 2 lap zokin 雑巾 setiap semester karena biasanya akhir semester  lap putih menjadi hitam kelam hehehe). Dengan diatur gurunya setiap minggu mendaptkan tugas yang berbeda. Misalnya ada yang bertugas membersihkan papan tulis, lemari buku, jendela/pintu, meja-meja, menyapu kelas dan mengepel kelas dan lorong, atau ada juga yang membersihkan (mengelap) rak sepatu di pintu masuk. Semua bekerja waktu souji (pembersihan) ini.

Setelah waktu pembersihan sekolah ini berakhir, mulai pukul 13:40 belajar lagi, kadang satu jam pelajaran, kadang 2 jam pelajaran tergantung jadwal hari itu. Atau kadang ada waktu khusus yang hanya belajar 4 jam saja, sehingga setelah pembersihan bisa langsung pulang.  Pada hari Senin ada kegiatan ekskul (Riku ikut science)  sehingga pulangnya pukul 15:40, sedangkan hari lainnya sekitar pukul 14:25 – 15:00.

Selain petugas nicchoku dan petugas kyushoku setiap semester ditentukan tugas selama satu semester yang merupakan tanggung jawabnya. Yaitu petugas jendela dan listrik  mado to denki gakari 窓と電気係 (sekarang Riku bertugas ini), yang bertanggung jawab pada lampu, kipas angin/AC/heater dan memeriksa jendela sebelum dan sesudah pelajaran (termasuk waktu istirahat). Tentu saja tidak sendirian sehingga jika salah satu ada yang absen, tugas bisa tetap dijalankan teman lain. Petugas kesehatan hoken 保険, yang bertugas mengantar murid yang sakit atau luka ke ruang kesehatan.  Ada petugas hiburan reku gakari  レク係 yang memikirkan permainan untuk waktu istirahat bersama teman-teman. Ada petugas tanaman/ binatang ikimonogakari  生き物係 yang dipelihara oleh kelas. Petugas ini yang memberi air atau pakan. Kelas Riku sekarang hanya memelihara tanaman, dulu pernah memelihara ikan mas. Ada petugas Kesenian, Ilmu alam, Musik dan olah raga karena murid-murid harus berpindah kelas waktu pelajaran ini, sehingga petugas ini yang mengatur kelancaran pindah ke kelas kesenian, ilmu alam dan musik, serta jalannya pelajaran dengan guru lain (bukan dengan wali kelas tannin 担任).

Kira-kira begitulah kegiatan murid SD Jepang sehari-harinya. Tentu saja selain kegiatan belajar, ada pula kegiatan khusus tahunan seperti pesta seni dan olah raga. Karena aku tidak boleh memuat foto kelasnya Riku, maka aku gambarkan saja layout kelasnya Riku ya. Mohon maklum karena aku bukan illustrator jadi gambarnya seadanya ya.

 

Setiap grup berdua-dua pasti laki-laki dan perempuan duduk bersebelahan. Jumlah murid di kelas Riku sekarang 31 orang. Dua pintu ini kurasa juga bagus, karena orang yang perlu keluar masuk bisa pakai pintu belakang sehingga tidak mengganggu jalannya pelajaran.