Family Day

9 Jul

Tanggal 7 Juli, Tanabata day. Setiap tahun aku sudah menulis keterangan tentang tanabata, sehingga rasanya malas untuk menjelaskan kembali. Silakan baca di sini, sini atau di sini untuk mengetahuinya, tapi singkat cerita, di hari tanabata itu, warga Jepang menuliskan keinginannya di selembar kertas berwarna dan digantungkan pada pohon Sasa. TK nya Kai membuat pohon Sasa di pintu masuk TK dan menggantungkan ‘wish’ murid-murid. Karena murid TK belum bisa menulis sendiri, jadi gurunya yang menuliskannya. Kai menulis ingin menjadi gokaija (salah satu hero-hero-an di TV deh, temennya Kamen Rider Fourze 😀)…. 

Kai menulis pada tanzaku: Ingin menjadi Gokaija!

Lucu juga sih membaca permohonan-permohonannya anak TK… kebanyakan ingin menjadi tokoh pahlawan di TV, atau idol, tapi ada juga loh yang sudah berpikir kenyataan… ingin mempunyai bakery, atau menjadi supir taxi. Yang lucu ada seorang anak perempuan yang menulis: “Ingin menjadi mama!” Hebat! Berarti dia suka sekali mamanya, sehingga mau menjadi seperti mamanya kan? 😀 Untung anak-anakku tidak menulis seperti itu (ingin menjadi mama)…lah wong anakku laki semua hahahaha. Aneh dong kalau jadi mama 😀 Dulu waktu kecil sih Riku suka bilang, “Aku mau kawin sama mama aja!” hahaha.

Kai ingin menjadi Gokaija… (Padahal dia jarang nonton film tokusatsu gini loh)

Tapi pas hari tanabata itu, kami tidak mengadakan sesuatu yang spesial, karena kami mesti pergi ke kuil untuk memperingati nanakaiki 七回忌 (peringatan arwah tahun ke 7) untuk neneknya Gen. Padahal Sabtu pagi itu Gen pulang pagi! Karena ada proyek baru, akhir-akhir ini memang Gen sering pulang jam 1 atau 2 malam, tapi khusus Jumat itu jam 5 pagi! Aku terbiasa memang bangun jam 2 an, tapi waktu terbangun dan melihat email, Gen menulis, “Aku masih di kantor”. Lalu aku balas saja, “Jangan pulang kalau ngantuk, tidur aja di kantor, lalu pulang pagi” Untung aku tidak tulis, pulang pagi, jemput kami lalu pergi ke Yokohama (kuilnya di Yokohama). Jadi deh jam 5 pagi yang memang waktuku untuk bangun, aku mendapatkan Gen baru pulang. Kerjanya baru selesai. Tadinya dia bilang, “Aku ngga usah tidur aja deh…” Karena aku berencana keluar rumah jam 7 pagi. Tapi sekitar jam 5:30, dia tidak tahan dan bilang, “Ah aku merem dulu sebentar….”

Tentu saja aku laporan dengan ibu mertua, ‘ngadu’ bahwa anaknya baru pulang pagi 😀 Dan dia bilang, “Jangan paksa. Kalau tidak bisa datang pas jam 11 juga tidak apa-apa. Nanti saya yang kasih tahu”. Akhirnya aku biarkan dia tidur sampai jam 8, dan aku bersiap untuk menyetir supaya dia bisa tidur di mobil. Anak-anak sudah siap jam 8 pagi. Kami akhirnya keluar rumah jam 8:30 dan Gen yang menyetir! Untung saja karena maceeet. Biasanya cuma butuh waktu 1 jam ke yokohama, ini sampai 2 jam! Kami sampai kurang 10 menit dari jam 11. Masih sempat minum dan ke WC dulu 😀

Acara di Kuil berlangsung kurang-lebih 50 menit. Seperti biasa ada pembacaan kitab Buddha bersama. Dulu waktu buyutnya Riku meninggal, Riku baru berusia 3-4 tahun, tapi sekarang setelah lewat 6 tahun, Riku sudah bisa ikut membaca kitab Buddha bersama-sama kami. Untung saja Kai tidak ribut selama acara berlangsung.

Setelah acara di Kuil selesai, seperti biasanya keluarga besar berkumpul di restoran untuk makan bersama. Keluarga-keluarga di Jepang ya memang hanya berkumpul kalau ada acara yang berhubungan dengan pernikahan dan kematian saja. Untuk peringatan arwah semacam itu, biasanya di ujung meja akan disediakan tempat menaruh foto yang meninggal dan diberi makanan di hadapannya. Waktu minum alkohol juga bukan mengucapkan “Kampai!” tapi “Kempai”. Setelah acara selesai kami pulang ke rumah mertuaku di Yokohama dan menginap semalam. Santai di rumah. Benar-benar family day!

Papa Gen, Riku, Kai dan om Taku.

Eh tapi sebetulnya kami memutar film Korea, “Winter Sonata”. Aku sebetulnya anti menonton karena tahu jika aku mulai menonton PASTI harus diselesaikan. Aku tuh susah deh ngga bisa nonton atau baca setengah-setengah. Makanya kalau sudah tahu tidak akan bisa selesai, mending JANGAN MULAI! Yaaaah tapi karena suamiku dan adiknya mau nonton, terpaksa deh aku ikut nonton. Dan benar deh, sampai kami pulang kemarin malam, baru selesai cerita nomor 7…. masih ada 14 cerita lagi huhuhuhu. Kami sih dikasih pinjam DVDnya, cuma aku TIDAK mau menonton sendiri ah… nanti kayak orang gila, nangis sendiri depan TV dan lupa kerjaan rumah kayak Bi Erry hihihi. Ntar anakku terpaksa nginep di sekolah karena mamanya lupa jemput 😛

Dan yang menyebalkan kemarin itu kami keluar rumah Yokohama jam 10 malam, dan sampai di rumah Nerima jam 12:30! Maceeeet ampun deh…. Rupanya di Kanpachi (jalan no 8) ada perbaikan jalan jadi yang biasanya  3 jalur, cuma bisa dipakai 1 jalur. Jadi aku masih ngantuk nih pagi ini, karena tidur jam 1:30 dan bangun jam 5:30 😀 Sleepy head!

Di jalan macet, ketemu mobil box bergambar seperti ini. Kalau truk bisa dimengerti sih, tapi untuk mobil box, cukup aneh. Meskipun di Jepang tulisan-tulisannya tidak seaneh dan selucu tulisan di truk Indonesia. Aku kangen baca tulis truk Indonesia. Dulu Pak Oemar Bakrie suka memasang foto tulisan itu di blognya. Sekarang blognya hiatus sih 😀

 

 

 

29 Replies to “Family Day

  1. aku nggak kebayang deh kalau punya suami orang jepang yang suka pulang pagi karena mesti lembur di kantor. hehhehe. jadi, sebetulnya, mbak imelda ini hebat deh. bisa mengurus rumah plus 2 krucil. pasti heboh deh ya?

    aku kadang juga suka geli kalau lihat tulisan di belakang truk. unik. itu kira2 idenya dari mana ya? 🙂

    berkumpul bersama keluarga itu memang asyik, ya mbak 🙂

    hahahha, kawin ama orang Jepang, HARUS JADI WONDER WOMAN… harus bisa semua sendiri 😀
    (Jahat kalau aku bilang, ngga perlu suami asal ada uang, tapi pada kenyataannya hampir semua begitu…)
    Tapi kebalikannya istri-istri Indonesia menurutku MANJA 😀 (dan itu juga tidak salah loh)
    EM

    • sama mba Kris, aku juga kayaknya nyerah deh klo punya suami orang Jepang,
      ditinggal kerja mulu xixixi
      untungnya mbak Em itu sering ditinggal kerja pun masih dapet Riku dan Kai hahaha
      jadi ada temennya di rumah deh
      klo gak, apa gak kesepian tuh xixixi *kompor*

  2. kami di bukik kemarin juga kumpul keluarga,
    hari terakhir libur sekolah anak2, sekalian kumpul menjelang puasa
    ziarah ke makam papa..

    om gen dan om taku nonton winter sonata,
    bercucuran air mata gak, mbak Em..? 😛

    mereka ngga tau deh, kalo aku ya selalu siap tissue di sebelahku hahahah
    Cuma lucu aja tuh suamiku, kok mau-maunya nonton melodrama gitu 😀
    EM

  3. ada miss spell di kalimat ini : Untung anak-anakku tidak menus seperti itu (ingin menjadi mama)…

    hebat juga keluarga ini saling perhatian.. kalau di indonesia mana bakal di suruh nginep di kantor… nice trust…. good example…

    Terima kasih pemberitahuannya, ternyata terhapus waktu edit…
    hahhahaha banyak kok yang “ngambek” kalau suaminya pulang pagi. Untung aku tidak pernah khawatir, justru kalau bisa aku yang akan jemput spy dia tidak usah menyetir. Sudah biasa juga kok aku jadi supir 😀
    EM

  4. oh..kempai artinya apa mba..?

    artinya tidak ada, hanya ucapan “toast” seperti cheers, waktu bersulang

    Beda kampai: untuk toast pada pesta menghormati orang yang dipestakan
    kempai : untuk toast pada upacara kematian untuk menghibur keluarga yg ditinggalkan.
    Kalau kampai gelasnya ke atas, kalau kempai gelasnya ke bawah.
    Meskipun tidak minum alkohol, bisa pakai juice/teh

    EM

  5. gokaija itu power rangers kah?

    yang foto susun2 berempat itu lucu banget dah…. 🙂 keren banget kai ama riku pake batik! 🙂

    Ya power rangers di sini ada generasinya macam-macam namanya 😀
    EM

  6. uuuh berat juga kalo kerja kaya om gen… ada temen yg dulu kerja di jepun dia bercerita setiap hari sampe jumat tidur cuma 3 jam sehari karena dia bekerja di design co, sabtu juga terkadang bekerja… n heran nya kalo boss nya belom balik anak buah nya ga balik meskipun ga ngapa2in n hebatnya org jepun bisa bekerja tanpa buka soc med sedikitpun!!!! bener2 bekerja yg canggih!!!!

    apa beda kampai n kempai?? kalo kempai di upacara kematian doank???

    ada film korea yang bagus jauuuh lebih bagus looh dr itu wkwwk… btw heran d yaa ama org jepun yang suka ama Kpop itu malah obasan obasan gt yaaa bukan anak abg nyaa >.<""" yang datang konser malah tante2 wkwkwkwkwk….

    di indo kayanya juga d tan kumpul keluarga besaaar kalo ada pesta nikah atau ada yg ninggal ma imlek (buat yg ngerayain) nataal malah ga wkwkwkwkw….

    bekerja di design, di advertising, di TV, di radio, di entertainment semua pasti tidurnya cuma 3 jam sehari hahaha. Mau yang santai? pilih kantor luar negeri tapi ya gitu deh, resikonya gede, kalau investasinya ngga dilanjutin ya phk 😀

    Beda kampai: untuk toast pada pesta menghormati orang yang dipestakan
    kempai : untuk toast pada upacara kematian untuk menghibur keluarga yg ditinggalkan.
    Kalau kampai gelasnya ke atas, kalau kempai gelasnya ke bawah.
    Meskipun tidak minum alkohol, bisa pakai juice/teh
    EM

    • tan, gelas nya kebawah?? ga tumpah juice nya??? btw kmrn di bawain temen wine, belom dibuka neh tan… masi segel hehehehee…

  7. aku tau kalau film winter sonata dulu pernah nonton 🙂 byw Kai sudah bisa menulis huruf kanji ya?eh tapi disitu tulisan gurunya

  8. Imelda san, saya tidak bisa membuka fotonya kalo buka dari email kantor (pegawai bandel).
    Nanti akan saya buka lagi di rumah.

    Cerita family daynya seru banget Imelda san, hihihi. Kebayang rame-rame ketemu semua gitu. Menyenangkan. 😀

  9. Saya ketawa ngakak membaca cita-cita Riku waktu kecil …
    Pingin kawin dengan mama …

    Ini berarti riku mengidolakan mamanya

    Salam saya EM

  10. Mbak Imelda, emang jam kerja di sana dari jam berapa sampai jam berapa sih, kok papanya Riku sampe pulang pagi begitu..
    nonton foto-foto family itu rameee ya Mbak, suasananya hangat begitu..

    teorinya jam 9 sampai 6 sore 🙂 Tapi suamiku kerjanya di universitas jadi ya belum bisa pulang kalau masih ada mhs atau dosen di univ.
    EM

  11. bicara tentang family day, kadang ngiri abis liat foto2 spt foto keluarga mbak Imel di atas
    soalnya di keluargaku, terutama bapa tuh susaaaaaaaaaah banget diajak keluar
    selain soal makanan, emang bapanya udah lebih suka ngendon di rumah
    eh aku juga ding belakangan ini, senengnya ngendon di rumah

    kirain macet itu cuma di Indonesia doang mbak
    gak taunya di situ juga bisa macet parah toh hehehe

  12. Imel…anak sulungku yang tiap hari pulang malam aja sudah bikin stres…itupun sudah ada pembantu. Ga terbayang deh, Imel mengatur waktu untuk urusan rumahtangganya. Si bungsu harusnya baca ini ya… …ehm..ehm…
    Di foto Gen jadi beda ya dengan Taku…atau karena Taku kurusan?

  13. Kalau di kami tradisi kumpul keluarga itu, ya, di hari raya lebaran idul fitri. Kalau kita gak pulkam saat itu hidup rasanya ada yang kurang.
    Salut buat semangat kerja orang Jepang, pantes mereka maju. Salut buat mba Imelda, super mom…

  14. waahh kalau acara kumpulnya 2 hari itu aja jadi wajib dteng dong ya mbak.. kalau pengen kumpul saudara besar 😀

Comments are closed.