Family Day

Tanggal 7 Juli, Tanabata day. Setiap tahun aku sudah menulis keterangan tentang tanabata, sehingga rasanya malas untuk menjelaskan kembali. Silakan baca di sini, sini atau di sini untuk mengetahuinya, tapi singkat cerita, di hari tanabata itu, warga Jepang menuliskan keinginannya di selembar kertas berwarna dan digantungkan pada pohon Sasa. TK nya Kai membuat pohon Sasa di pintu masuk TK dan menggantungkan ‘wish’ murid-murid. Karena murid TK belum bisa menulis sendiri, jadi gurunya yang menuliskannya. Kai menulis ingin menjadi gokaija (salah satu hero-hero-an di TV deh, temennya Kamen Rider Fourze 😀)…. 

Kai menulis pada tanzaku: Ingin menjadi Gokaija!

Lucu juga sih membaca permohonan-permohonannya anak TK… kebanyakan ingin menjadi tokoh pahlawan di TV, atau idol, tapi ada juga loh yang sudah berpikir kenyataan… ingin mempunyai bakery, atau menjadi supir taxi. Yang lucu ada seorang anak perempuan yang menulis: “Ingin menjadi mama!” Hebat! Berarti dia suka sekali mamanya, sehingga mau menjadi seperti mamanya kan? 😀 Untung anak-anakku tidak menulis seperti itu (ingin menjadi mama)…lah wong anakku laki semua hahahaha. Aneh dong kalau jadi mama 😀 Dulu waktu kecil sih Riku suka bilang, “Aku mau kawin sama mama aja!” hahaha.

Kai ingin menjadi Gokaija… (Padahal dia jarang nonton film tokusatsu gini loh)

Tapi pas hari tanabata itu, kami tidak mengadakan sesuatu yang spesial, karena kami mesti pergi ke kuil untuk memperingati nanakaiki 七回忌 (peringatan arwah tahun ke 7) untuk neneknya Gen. Padahal Sabtu pagi itu Gen pulang pagi! Karena ada proyek baru, akhir-akhir ini memang Gen sering pulang jam 1 atau 2 malam, tapi khusus Jumat itu jam 5 pagi! Aku terbiasa memang bangun jam 2 an, tapi waktu terbangun dan melihat email, Gen menulis, “Aku masih di kantor”. Lalu aku balas saja, “Jangan pulang kalau ngantuk, tidur aja di kantor, lalu pulang pagi” Untung aku tidak tulis, pulang pagi, jemput kami lalu pergi ke Yokohama (kuilnya di Yokohama). Jadi deh jam 5 pagi yang memang waktuku untuk bangun, aku mendapatkan Gen baru pulang. Kerjanya baru selesai. Tadinya dia bilang, “Aku ngga usah tidur aja deh…” Karena aku berencana keluar rumah jam 7 pagi. Tapi sekitar jam 5:30, dia tidak tahan dan bilang, “Ah aku merem dulu sebentar….”

Tentu saja aku laporan dengan ibu mertua, ‘ngadu’ bahwa anaknya baru pulang pagi 😀 Dan dia bilang, “Jangan paksa. Kalau tidak bisa datang pas jam 11 juga tidak apa-apa. Nanti saya yang kasih tahu”. Akhirnya aku biarkan dia tidur sampai jam 8, dan aku bersiap untuk menyetir supaya dia bisa tidur di mobil. Anak-anak sudah siap jam 8 pagi. Kami akhirnya keluar rumah jam 8:30 dan Gen yang menyetir! Untung saja karena maceeet. Biasanya cuma butuh waktu 1 jam ke yokohama, ini sampai 2 jam! Kami sampai kurang 10 menit dari jam 11. Masih sempat minum dan ke WC dulu 😀

Acara di Kuil berlangsung kurang-lebih 50 menit. Seperti biasa ada pembacaan kitab Buddha bersama. Dulu waktu buyutnya Riku meninggal, Riku baru berusia 3-4 tahun, tapi sekarang setelah lewat 6 tahun, Riku sudah bisa ikut membaca kitab Buddha bersama-sama kami. Untung saja Kai tidak ribut selama acara berlangsung.

Setelah acara di Kuil selesai, seperti biasanya keluarga besar berkumpul di restoran untuk makan bersama. Keluarga-keluarga di Jepang ya memang hanya berkumpul kalau ada acara yang berhubungan dengan pernikahan dan kematian saja. Untuk peringatan arwah semacam itu, biasanya di ujung meja akan disediakan tempat menaruh foto yang meninggal dan diberi makanan di hadapannya. Waktu minum alkohol juga bukan mengucapkan “Kampai!” tapi “Kempai”. Setelah acara selesai kami pulang ke rumah mertuaku di Yokohama dan menginap semalam. Santai di rumah. Benar-benar family day!

Papa Gen, Riku, Kai dan om Taku.

Eh tapi sebetulnya kami memutar film Korea, “Winter Sonata”. Aku sebetulnya anti menonton karena tahu jika aku mulai menonton PASTI harus diselesaikan. Aku tuh susah deh ngga bisa nonton atau baca setengah-setengah. Makanya kalau sudah tahu tidak akan bisa selesai, mending JANGAN MULAI! Yaaaah tapi karena suamiku dan adiknya mau nonton, terpaksa deh aku ikut nonton. Dan benar deh, sampai kami pulang kemarin malam, baru selesai cerita nomor 7…. masih ada 14 cerita lagi huhuhuhu. Kami sih dikasih pinjam DVDnya, cuma aku TIDAK mau menonton sendiri ah… nanti kayak orang gila, nangis sendiri depan TV dan lupa kerjaan rumah kayak Bi Erry hihihi. Ntar anakku terpaksa nginep di sekolah karena mamanya lupa jemput 😛

Dan yang menyebalkan kemarin itu kami keluar rumah Yokohama jam 10 malam, dan sampai di rumah Nerima jam 12:30! Maceeeet ampun deh…. Rupanya di Kanpachi (jalan no 8) ada perbaikan jalan jadi yang biasanya  3 jalur, cuma bisa dipakai 1 jalur. Jadi aku masih ngantuk nih pagi ini, karena tidur jam 1:30 dan bangun jam 5:30 😀 Sleepy head!

Di jalan macet, ketemu mobil box bergambar seperti ini. Kalau truk bisa dimengerti sih, tapi untuk mobil box, cukup aneh. Meskipun di Jepang tulisan-tulisannya tidak seaneh dan selucu tulisan di truk Indonesia. Aku kangen baca tulis truk Indonesia. Dulu Pak Oemar Bakrie suka memasang foto tulisan itu di blognya. Sekarang blognya hiatus sih 😀