my journey from dawn to dusk

Hidup Miskin

Siapa sih mau hidup miskin? Tapi jika memang kita cuma punya uang sedikit, tentu kita harus hidup sesuai kemampuan kita itu kan? Di  Terebi Asahi ada sebuah acara yang menampilkan seleb yang bisa hidup dengan jatah uang 10.000 yen (1 juta rupiah) sebulan. Tentu mereka harus berhemat sekali untuk bisa tetap hidup, tanpa kelaparan. Tiga peserta itu memulai pertandingan berhemat dalam acara Ikinari Ougon Densetsu いきなり黄金伝説 setiap Kamis malam, dengan tajuk “Hidup hemat ala seleb sebulan 10.000 yen「芸能人節約バトル 1ヶ月1万円生活 “. Padahal untuk perbandingan biasanya budget makanan satu keluarga di Tokyo sebulan sebesar 40.000 – 60.000 yen (4-6 juta Rp).  Tentu saja karena ini battle atau pertandingan, mereka berusaha hidup seminim mungkin, sehingga sedapat mungkin pada hari yang ke 30 masih ada sisa uang. Besarnya sisa uang itu yang menentukan kemenangan mereka.

Yang kurasa bagus dalam acara ini adalah mereka memasak semurah mungkin tapi (kelihatannya) enak. Bahkan penonton diberitahu resep dan cara masaknya, tentu original peserta sendiri dan setiap masakan dihitung berapa biayanya. Tidak jarang kita lihat masakan sebanyak dan seenak itu hanya 100 yen (Rp10.000) saja. Kalau mau murah memang tinggal di pantai, tinggal menangkap ikan lalu bakar. Atau harus tahu toko/pasar yang menjual barang-barang/bahan makanan murah. Biasanya ada beberapa toko sayur yang bisa dibeli dengan memasukkan sayur sebanyak-banyaknya dalam satu kantong plastik. Jadi yang dipertanyakan adalah kemampuan mengatur sampai tak ada celah lagi. Atau satu lagi yang suka makan mie, dia membuat mie sendiri. Karena jika makan nasi terus, pasti kurang uangnya. Harus dicari alternatif lain pengganti nasi yang lebih murah dari beras. Ampas tahu juga bisa didapat gratis, padahal cukup bergizi dan bervolume sehingga membuat perut kenyang loh. Peserta perempuan biasanya memperhatikan keseimbangan gizi dan sayuran, sehingga tidak jarang mereka menjadi langsing setelah acara ini. Selain itu ada pula komentator ahli gizi/kuliner yang menilai setiap masakan yang dibuat peserta dilihat dari segi ekonomis, gizi, penampilan dan rasa.

Sebelum 30 hari berlalu, biasanya ada laporan tengah waktu, untuk membandingkan pengeluaran masing-masing peserta. Biasanya di situ bisa diketahui untuk selanjutnya perlu berhemat seberapa banyak lagi supaya bisa menang. Ada yang mematikan lemari es dan menyimpan bahan makannya dalam kotak styrofoam yang diberi es gratisan. Atau lebih mengurangi lagi pemakaian lampu. Kalau melihat acara ini, banyak yang bisa dipelajari apa saja tindakan dan ide-ide untuk berhemat. Tentu saja jika tinggal sendirian saja, kalau ada anak ya tidak bisa diterapkan, atau tidak bisa berhasil. Dan tetap saja merasa kagum dengan kemampuan mereka untuk berhemat, bahkan biasanya bisa menyisakan uang sebesar 2000 an yen di akhir bulan.

Satu lagi acara televisi di Jepang yang bisa kami nikmati sekeluarga, sambil belajar pelit berhemat!

 

 



Category: Diary

22 Comments to “Hidup Miskin”

Add Comments (+)

  1. Lidya berkata:

    acaranya tayang tiap hari atau gimana kak?

    Setiap hari Kamis Lyd

  2. marsudiyanto berkata:

    Belajar Hidup Miskin lebih susah ketimbang Belajar Hidup Kaya bu… 😀

    hidup Kaya sih mungkin tidak usah belajar ya
    EM

  3. arman berkata:

    interesting… di indo aja pasti susah mau idup sebulan dengan uang 1 juta. apalagi di jepang ya yang jelas apa2 lebih mahal….

    tapi kalo orangnya emang yang modelnya cuma makan dikit ya lebih bisa menang ya mbak, dibanding orang yang perutnya karet yang harus makan banyak baru kenyang. hahaha.

    Kebetulan yang kemarin itu pesertanya ada seorang wanita muda yang makan banyak… dia itu terkenal bisa makan sebanyak-banyaknya dan tidak gemuk (pengaruh hormon kali ya?) Jadi masakan yang dia buat benar-benar ukuran jumbo. Meskipun begitu tetap murah!
    EM

  4. vizon berkata:

    Kalau untuk sekedar makan, aku pikir bisa lah kita hidup dengan uang 1 juta sebulan. Tapi, kebutuhan kita bukan hanya itu bukan? Apalagi kalau sudah punya anak, biaya sekolah mereka tentu akan sangat banyak..

    Untuk sebuah tayangan televisi, acara tersebut memang patut diteladani. Setidaknya mengingatkan kepada kita bahwa perlu ada perencanaan matang dalam keuangan keluarga. Sehingga, pengeluaran tidak lebih banyak dari pemasukan..

    waaah biaya transportasi itu yang paling mahal. sekolah di sini gratis. Makanya aku bilang di atas, hanya bisa untuk yang masih single. Kalau sudah berkeluarga ya tidak mungkin. Anaknya mau dikemanain 😀
    EM

  5. priskila berkata:

    tan… ada link streaming atau link youtube nya ga tan?? mau belajar aaaah sebulan sejuta mayaaan tuuh 😀 kalo bisa hahahhaa sebulan 500rb wkwkwk (ini peliit super duper pelit) mau dunk tan ilmunya 😀 hehhehe

    waaah aku belum pernah cari, mustinya ada aja yang upload deh… ntar kalo ada ya
    EM

  6. @zizydmk berkata:

    Wah. Hidup 1 juta untuk orang yang biasa hidup pas-pasan mungkin sanggup ya. Tapi kalau seleb diminta hidup dgn 1 juta, memang harus bisa putar otak bener-bener…

    nah itu dia. Kalau seleb bisa, berarti manusia biasa juga bisa kan? Itu tujuan si pembuat acara
    EM

  7. prih berkata:

    Tayangan yang inspiratif, adakah persentase item pengeluarannya mbak, semisal pos tempat tinggal, makan, transportasi, komunikasi? Selamat berakhir pekan. salam

    tempat tinggal dan transportasi tidak termasuk. Karena mereka adalah seleb yang masih punya kontrak lain, jadi mereka tetap bekerja seperti biasanya, tapi pulang kembali ke apartemennya dan masak/makan/tidur di situ sendiri. Yang termasuk dalam 10.000 itu adlaah biaya makan dan listrik.
    EM

  8. Wah bagus tuh acaranya. Gimana kalau diadakan lomba semacam itu untuk blogger ya ha ha ha ha
    Salam hangat dari Jakarta

  9. dian berkata:

    waahhh…pengen nonton, meskipun belum tentu ngerti. tapi sepertinya menarik sekali!

  10. chocoVanilla berkata:

    Satu juta sebulan kalo hanya untuk makan dan listrik di Indonesia sih mungkin bisa. Asal single lho ya. Dulu aku kost di Yogya aja hanya setengahnya di luar uang kos 😀

  11. Nug berkata:

    Hm.. Ini inspiratif dan mendidik juga ya. Melatih hidup hemat… Keren 🙂

  12. DV berkata:

    Keren acaranya! Entah kalau settingan tapi konsepnya keren! Membayangkan mematikan kulkas saja saya udah ga mampu, Mel hahah

  13. Clara berkata:

    wah, boleh juga nih diadopsi acara televisi indonesia 😀 Tapi artis kita bisa diharapkan ga ya?

  14. enny berkata:

    Wahh bagus juga tuh….berhemat untuk sekeluarga.
    Saya kok rasanya agak boros akhir-akhir ini…karena kejar tayang, banyak makan di luar serta perlu tambahan gizi.

    Jika sudah kembali rutinitas, berhemat tapi tetap gizi mencukupi perlu dilakukan, apalagi harga bahan pokok semakin merangkak naik.

  15. niee berkata:

    waaaahhh klo sendirian seh emang kemungkinan besar bisa lah ya mbak dengan uang segitu.. tapi mikir juga mau makan apa biar hemat.. hahahaha..

  16. whita K berkata:

    aku juga suka nonton..eh ada loh mba, waktu itu acara di TV udah punya anak sebulan iti cuma 20ribu perbulan untuk makan..huhuhu. Hebat!

  17. Dani berkata:

    Wuih… jadi penasaran banget sama acara ini Imelda san.
    Seru banget kayaknya. Susah kali ya bikin acara kayak gini. Andaikan aja ada salah satu stasiun tivi swasta di Indonesia yang mencontek.

  18. Orin berkata:

    Nechan, dulu (tahun 2006an), gajiku ga nyampe 1 jt sebulan, harus ngekos, harus wara wiri naik metromini/angkot untuk mengajar, tapi kalo dipaksain mah ya cukup ya, walopun kadang hrs minjem uang jg hihihi…

    untuk bisa berhemat spt itu lagi rasanya sulit deh..

  19. Tarni berkata:

    Aku suka yg Dashjima … Grup nya TOKIO itu tiap Sabtu , ada acara 0 Yen Gohan (??) pokok nya mereka keliling dari tiap Perfecture , nyari bahan2 makanan yg dibuang tapi masih kayak untuk dimakan tentunya. Biasa nya mereka dapet sisa2 produksi dari pabrik yg rusak bentuknya jadi nggak layak jual atau dari petani/ nelayan hasil pertanian yg “kurang bagus tampilannya” . Hasil “perburuannya” diolah jadi masakan trus nanti orang yang “membuang” bahan makanan tersebut ikut diundang makan juga 🙂 ….

    • imelda berkata:

      iya Dashijima, aku malah setiap minggu rekam. Karena Kai suka sekali. Dashijima itu lanjutan dari Dashimura yang di Fukushima, dan tidak bisa dilanjutkan sejak Gempa Tohoku lalu. Karena itu mereka pindah ke pulau. Beberapa waktu lalu kakek tua yang bantu mereka meninggal kan? ZeroEn Shokudo itu kan dari bahan di buang, dan karena TOKIO makanya bisa minta hehehe. Kalau warga biasa minta mah belum tentu dikasih, kecuali kalau kita jadi pemulung bener dan mengais-ngais tempat sampah orang hehehe.

      Nah kalau di acara artis ini, bisa ditiru bener, karena mereka pergi ke toko yang 100yen tsumehoudai, lalu beli bumbu yang bener2 pas utk dipakai sampai habis. Ada yang cabut listrik lemari es dan pakai happostyrol (styrofoam) dari toko. Ada yang tidur di pantai, dan tangkap ikan setiap hari (gratis) hehehe

  20. 0tyas0sumaryati berkata:

    tapi emang gk mustahil jg sih hidup kaya gitu. wong di indonesia jg bnyk org berpenghasilan di bwh 1 jt harus menghidupi anak n istri. trmsk saya yg gaji ny di bwh 1jt. tp kalo masalah gizi tah kudu mikir 2 x lg.

    • imelda berkata:

      yup, tapi Jepang dan Indonesia itu harganya 10 kali lipat. (kursnya saja 100Rp/yen) Jadi musti berpikir seperti hidup dengan 100rb di Indonesia. Mustahil kan?