Imbauan atau Peringatan

Sebetulnya aku sudah pernah menulis tentang “peringatan-peringatan” yang tertulis untuk lomba ASKAT nya Pakdhe Cholik berjudul  Peringatan itu perlu tidak?  Jepang memang terkenal dengan banyaknya peringatan, imbauan (bukan himbauan loh, yg benar imbauan), pengumuman, yang tujuannya mencegah terjadinya sesuatu atau untuk keseimbangan bermasyarakat.

Nah, weekend kemarin kami pergi ke Aizu Wakamatsu dengan mobil melewati jalan tol Tohoku Jidoushadou. Karena perjalanan dari rumah sampai Tsurugajo Castle  sepanjang 293 km, kami beristirahat beberapa kali di Parking Area (PA) atau Service Area (SA). Bedanya Parking Area itu biasanya menyediakan WC dan toko/tempat makanan, sedangkan Service Area lebih besar dan lebih lengkap dengan pompa bensin segala. Nah, di WC wanita aku menemukan imbauan/peringatan ini yang ditempelkan di balik pintu WC:

Peringatan jangan menyetir waktu ngantuk

“Jika Anda mulai menguap, berarti Anda ngantuk. STOP menyetir dalam kantuk. Segarkan badan dan hati. Silakan berangkat menyetir dengan aman. Caranya (gambar dari kiri ke kanan):
1. Mengunyah permen karet peppermint yang kuat (di sini memang banyak sekali jenis-jenis permen karet yang pedaaaas sekali).
2. Minum Kopi hitam (Bisa pilih mau yang gelas kertas, plastik, kaleng dan mau dingin atau panas, banyak jenisnya)
3. Menyegarkan perasaan dengan  makan es krim.
4. Menyegarkan muka dengan minuman dingin
5. Menempelkan sheet dingin untuk menyegarkan mata (Di sini untuk menurunkan panas ada semacam salonpas yang mengandung jell dingin untuk ditempelkan. Sering dipakai juga untuk anak-anak yang perlu belajar sampai malam menghadapi ujian. Konon bisa membuat mata melek …karena dingin 😀 )
Barang-barang ini bisa dibeli di toko pada PA dan SA (ini mah sekalian iklan hehehe)

Jadi diharapkan setelah selesai urusan WC bisa membeli dan menyegarkan badan dengan usaha-usaha yang tercantum di atas.

Selain peringatan jangan menyetir waktu mengantuk, ada pula peringatan seperti ini:

Peringatan di atas itu aku lihat di samping wastafel tempat cuci tangan di WC. Artinya begini:
“Tidakkah Anda lupa sesuatu?
Barang-barang yang paling sering ketinggalan:
1. Dompet (16 kasus)
2. SIM (10 kasus)
3. Telepon Genggam (8 kasus)
4. Tas (7 kasus)
5. Barang milik anak-anak ( 6 kasus)
6. Kunci (6 kasus) (Data yang dikumpulkan dalam satu tahun oleh SA/PA tersebut)

Yang aku rasa hebat, mereka sempat-sempatnya mendata barang-barang yang hilang, dan kemudian menghubungi yang punya kalau ada informasinya, dan menyimpan jika ada yang mencarinya, sampai bisa membuat statistik barang apa saja yang paling banyak tertinggal. Sejauh mata memandang (ya pandanganku memang terbatas sih heheh) banyak statistik yang dibuat oleh orang Jepang, mulai dari yang cemen-cemen (yang tidak penting) sampai yang memang penting. Aku pernah menemukan statistik sebuah stasiun mengenai barang apa yang paling banyak tertinggal dan nomor satunya adalah payung. Menarik kan? (Eh cuma aku yang merasa menarik kaliiii hihihi).

Oh ya cerita perjalananku masih ketinggalan satu tempat. Semoga besok aku sempat menuliskannya ya.
Happy weekend!