my journey from dawn to dusk

Trip to Fukushima

Kemarin malam tiba-tiba Gen berkata padaku, “Besok ke Museum Noguchi Hideyo yuuk di Aizu Wakamatsu (Fukushima). Sekalian melihat Tsurugajo Castle”. Saat itu pukul 9:30 malam, dan anak-anak sudah tidur sejak pukul 7:30. Kami berencana berangkat pukul 5 pagi. Siip deh, anak-anak bisalah bangun cepat karena sudah tidur cepat. Kami memang sering tiba-tiba saja memutuskan pergi berwisata ke luar Tokyo.

Jadi tadi pagi, jam 6 pagi (tidak bisa jam 5 pagi) kami berangkat dari Nerima. Sebelumnya sempat ragu pergi atau tidak, karena sejak semalam ada beberapa gempa kecil maximum skala 4 Richter yang terjadi justru di tempat yang kami ingin pergi, Aizu Wakamatsu. Belum lagi menurut prakiraan cuaca, akan turun hujan dan maksimum temperatur 16 derajat.

Tapi akhirnya kami tetap menuju Aizu Wakamatsu dengan tujuan pertama Tsurugajo Castle! Naik highway diselubungi kabut di mana-mana. Duh aku baru pertama kali melihat ada kabut di dalam kota, padahal sudah lewat jam 6. Dingin juga. Beberapa kali kami mampir di Parking Area/Service Area sepanjang highway untuk istirahat ke WC. Brrr dingin. Di papan penunjuk suhu yang ada di pinggir jalan kuketahui suhu waktu itu 12-13 derajat. Hampir 10 derajat lebih dingin dari Tokyo!

Kami sampai di Tsurugajo Castle sekitar pukul 11 siang. Kami parkir di halaman barat. Berjalan sambil menikmati halaman kastil yang dipenuhi pohon-pohon yang sudah berubah warna, kami menuju ke pintu gerbang kastil. Nah saat itu hujan mulai turun meskipun masih bisa ditahan tanpa payung. Pas waktu itu di halaman depan kastil ada pertunjukan samurai-samurai Tohoku. Tentu saja Riku dan Kai mau melihat dulu. Untung sudah hampir selesai, sehingga anak-anak tidak perlu terlalu lama berdiri di bawah hujan.

Pemandangan Tsurugajo Castle dari pintu depan

Tanda masuk ke kastil adalah 500 yen untuk orang dewasa dan 200 yen untuk anak-anak dari SD (Kai masih TK jadi tidak usah membayar). Kami menyerahkan tiket di pintu masuk kepada petugas yang berpakaian samurai. Di dalam kastil yang terdiri dari 5 lantai itu ada pameran dokumen dan foto-foto tentang sejarah daerah Aizu Wakamatsu. Kastil yang kami kunjungi ini sebetulnya merupakan  bangunan baru duplikat kastil lama yang dibangun tahun 1965 di atas peninggalan kastil lama. Untuk pameran kami tidak bisa memotret tapi untuk ruangan tertentu dan di puncak kastil kami bisa memotret pemandangan yang terlihat dari atas kastil. Ya pemandangan daerah Aizu Wakamatsu yang dikelilingi pegunungan.

Ruangan dalam kastil, dan anak-anak mencoba memegang samurai dan senapan

Setelah menaiki seluruh lantai kastil, kami turun dan seperti biasa mampir di toko souvenir untuk mencari oleh-oleh khas dari kastil tersebut. Seperti biasanya aku membeli gantungan kunci, lalu Riku membeli strap untuk ranselnya kembaran dengan teman-temannya, dan Gen biasanya membeli makanan kecil khas untuk oleh-oleh teman kantornya.

Pemandangan dari lantai teratas kastil Tsurugajo

Setelah melewatkan waktu satu setengah jam di Tsurugajo Castle ini, kami meninggalkan kompleks kastil dan pergi menuju Museum Byakkotai, kesatuan yang terdiri dari prajurit berusia 16-17 tahun yang berperan sebagai pahlawan bagi daerah Aizu Wakamatsu. Cerita mengenai perjalanan sesudah Tsurugajo Castle ini akan aku lanjutkan besok ya.



Category: Diary, Travel

13 Comments to “Trip to Fukushima”

Add Comments (+)

  1. monda berkata:

    Kastil ini dulu punya siapa? Kaisar atau shogun setempat?
    Megah banget ya

    Untung pas lagi kunjungan nggak ada gempa lagi , seram

  2. HP berkata:

    pohon-pohon di halaman kastilnya bagus, mirip bonsai yg diperbesar. 😀

  3. nique berkata:

    seringnya emang gitu ya mba, klo direncanain jauh2 hari bisa batal, tp klo yang dadakan malah kesampaian. tuh wlo ada gempa2 kecil tetep aja nekat hehehe

    tumben foto mba Imelda malah ga ada? 😀

    ditungguin ya ceriita selanjutnya

  4. puput berkata:

    lucunya Kai dan riku…

  5. Kaget berkata:

    Indah ya Mbak, saya kepikiran untuk travel plan ke sana, sesekali boleh donk ngerasai dinginnya cuaca jepang 🙂

  6. Lidya berkata:

    bagus banget ya mbak kastilnya ,disekelilingnya juga hijau gitu

  7. prih berkata:

    Perpaduan keagungan budaya dan keindahan alam yang cantik, epos samurai tak pernah pudar ya, Salam

  8. Tiara Putri berkata:

    whoaa kastilnya keren banget :O padahal warnanya cuma putih aja tapi justru bikin efek megah ya #menurutku sih 😀

  9. niee berkata:

    waaahh tempatnya keren mbak.. Asyik deh bisa tiba2 jalan gitu ketempat wisata yang asyik.. Kalau di Pontianak karena akses jalannya masih susah diluar kota jadinya rada malas mau jalan-jalan biasanya >.<

  10. Clara berkata:

    tentengannya Mr. Gen banyak banget, hehehe

  11. krismariana berkata:

    mbak, castle-nya cantiiiik… kapan ya bisa melihatnya langsung?

  12. Bibi Titi Teliti berkata:

    Kastilnya terlihat dramatis gitu mba…
    kayak di film film samurai jaman dulu….

    jangan lupa kalo aku jadi kesonoh…tungguin aku di pengkolan ya mba….*teuteup*…hihihi…

  13. edratna berkata:

    Pemandangannya indah ya….
    Saya dulu saat anak-anak kecil, kalau piknik juga suka dadakan, kalau direncanakan seringkali malah batal. Dan senang jika anak-anak sudah usia di atas 3 tahun, kita tak perlu bawa bekal khusus untuk anak-anak.

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

yang mau cari-cari

yang bersahabat