GW -6- Thrilled and Amused

4 Mei

(Masih lanjutan cerita tentang Mother Farm)

Karena hujan mulai turun, selesai kelas membuat keju dan mentega, kami cepat-cepat naik bus “Anjing” (berbentuk anjing dan klaksonnya juga suara salakan anjing) ke pintu masuk di atas bukit. Kami pikir akan sampai di pintu masuk awal waktu kami datang. Eeeee … salahnya bus ini berhenti persis di lahan tempat bermain anak-anak. Ada jetcoaster, kereta, payung udara, melempar bola, membidik senapan gabus dll. Setiap permainan harus bayar lagi minimum 200 yen (Rp 20.000). Namanya juga anak-anak… pastilah anak-anak minta bermain, yang akhirnya kami biarkan dengan batasan karcis sampai 2000 yen berdua.

Lucunya Riku mau coba semua yang “mendebarkan”, seperti jetcoaster, tapi Kai takut. Jadi Riku bergerak sendiri deh. Dia cepat-cepat menuju tempat naik jetcoaster, dan …aku terkejut! Ternyata bukan jetcoaster! Jadi Riku harus naik semacam kendaraan berkayuh seperti sepeda mengelilingi jalur yang kusangka jetcoaster itu. Sambil tertawa aku pikir, ” kesempatan menjadi kurus tuh” hehehe

Aku temani Kai naik balon udara, dan kelihatan sekali Kai itu takut ketinggian 😀 Riku paling suka permainan "sniper" tapi sayangnya tidak ada yang kena

Setelah “jatah” karcis habis, kami menuju pintu keluar…. dan saat itu! Kami mendengar pengumuman bahwa ada seseorang yang akan melompat bungee jump. Memang di sini ada tempat untuk bungee jump setinggi 21 meter. Dan …. bukan, bukan Riku. Riku itu sama seperti aku takut ketinggian (meskipun tidak separah Kai yang benar-benar gemetaran di tempat tinggi). Ya, suamiku INGIN sekali mencoba Bungee Jumping. Daripada musti ke Bali (mahal rek tiket pesawat + hotel + segalanya hehehe), jadi aku perbolehkan dia mencoba di Mother Farm ini. Soalnya biayanya cukup mahal, 2000 yen (Rp 200.000) per orang satu kali.

Kami menunggu di bawah, dengan aku bertugas memotret, sedangkan Riku mengambil video dengan powershot nya. Kami yang di bawah saja deg-degan apalagi yang akan melompat ya?  Kalau dibandingkan dengan Bungee Jumping yang pertama diadakan tahun 1979 setinggi 76 meter, maka 21 meter sih bukan apa-apa. Tapi karena terletak di atas bukit jadi rasanya lebih tinggi lagi tentunya.  Kata Gen sih, memang asyik tapi ngeri karena sebelumnya harus menaiki tangga ke atas. Seandainya ada lift nya mungkin tidak begitu ya? hihihi (Kayaknya sama aja ah… yang pasti aku NO WAY!)

Dan acara kami di Mother Farm ini ditutup dengan memberikan kesempatan bagi Riku dan Kai naik go-cart. (Kai tentu saja diboncengi kakaknya) Tapi go-cart di sini lumayan real, seperti menyetir mobil benaran (di tempat lain banyak yang memakai rel di jalanannya sehingga tidak mungkin keluar jalur, tapi di sini tidak ada relnya). Riku cukup mahir mengendarai mobilnya, sampai aku merasa perlu mengingatkan dia untuk TIDAK mencoba dengan mobil sungguhan 😀

Teman-teman pembaca TE paling suka mainan apa kalau ke Amusement Park seperti ini?

Lihat muka Kai yang cukup tegang duduk di samping Riku hihihi

Dengan tubuh letih tetapi hati puas, kami akhirnya menutup perjalanan, menaiki mobil kembali ke Tokyo.

Golden Week (GW) masih lama, masih sampai tanggal 5 Mei. Karena kami tidak punya rencana pasti untuk melewati GW ini, cukup bingung juga bagaimana menghabiskan waktu kami. Semoga masih ada laporan GW-GW yang lain ya 😀