a journey from dawn to dusk

Sesuatu yang Rusak

Aku ingin memperkenalkan adik iparku yang bernama Ryoko Oguchi (42, penyair). Lulusan Universitas Waseda dan namanya mulai mencuat karena mendapat penghargaan Kadokawa Tankasho tahun 1998. Setelah itu dia sudah menerbitkan 3 buku berjudul “Hai Lian”, “Tohoku” dan “Hitakami”, yang masing-masing juga mendapat penghargaan di bidang Tanka Jepang. Dari judul bukunya saja, kecuali Hai Lian (nama tempat di Cina), Tohoku dan Hitakami adalah nama yang sekarang menjadi topik sejak Gempa Tohoku 11 Maret, yang besok menjadi 3 minggu.

Dan kebetulan tanggal 27 Maret yang lalu, tulisannya dimuat di koran Mainichi Shimbun, dan aku ingin share pada teman-teman, dengan menerjemahkan tulisannya. Sebuah tulisan dari salah seorang korban gempa.

Sesuatu yang Rusak

dari daerah gempa Higashi Nihon Daishinsai

Empat belas hari sesudah gempa, ketika aku menulis artikel ini. Berada di Sendai dengan listrik dan air mati berkelanjutan, aku mengumpulkan informasi lewat surat kabar dan radio, dan kadang-kadang antri untuk makanan dan air minum. Dikejar-kejar dengan waktu untuk mencari keberadaan teman-teman, sambil terus membujuk anak lelakiku yang ketakutan setiap terjadi gempa susulan.

Tak bisa mandi, bahkan kadang lupa cuci muka. Bahkan hari-hari berlalu tanpa diketahui lagi ini hari apa atau jam berapa. Dua minggu yang berlalu begitu cepat, tapi tak sebait puisi pun bisa tercipta.

Di lain pihak 2 minggu ini aku berasa menjadi tua. Kehidupan 6 bulan yang lalu, seakan-akan sudah lama sekali berlalu. Lifeline (air, gas, listrik) hampir pulih sempurna, barang-barang pun sudah mulai beredar. Tapi kehidupan normal seperti sebelum gempa, sama sekali tidak terasa.

Apa yang terasa benar-benar rusak? “Sesuatu” itu yang sampai sekarang tidak bisa kujadikan puisi. Tersiksa oleh frustasi dan ketidakberdayaan.

Waktu itu, kebetulan aku berada di rumah, di Sendai.

Kebetulan kami bertiga berada dalam kamar yang tidak berperabot besar.

Kebetulan kami tidak pergi ke taman “dekat laut” yang disukai anak lelakiku.

Dengan “kebetulan-kebetulan” yang bertumpuk itu, aku sekarang hidup. Hanya bersyukur dan berterimakasih…. dan itu menakutkan.

Sambil diterangi lampu senter, saat itu kami bertiga berkumpul, kami makan berbagi satu bungkus cracker. Sambil gemetar dan tahu bahwa cracker ini adalah satu kemewahan.

Dari TV yang berada di kantor pos, kami mengetahui keadaan Stasiun Sendai, Bandara, kota yang pernah kami tinggali Ishinomaki, pelabuhan, sungai Hitakami. Semua pergi kemana? Informasi tentang desa di Iwate yang pernah kukunjungi waktu mahasiswa tidak ada. Semua bagaimana ya?

Meskipun aku berada di Tohoku, aku tidak mendengar suara Tohoku. Rintihan, teriakan sama sekali tidak terdengar. Di telingaku hanya ada suara dengung pejabat tinggi dari studio di Tokyo.

Di televisi, berita mengenai musibah ini tak putus-putus. Tentang gempa, tentang tsunami, tentang kecelakaan PLTN, kata-kata yang begitu banyak melimpah ruah sekaligus, sehingga terasa menghapus suara warga yang terkena musibah. Dan ini membuatku langsung menjauhi televisi itu.

Salah satu yang rusak oleh gempa ini mungkin adalah “Perspektif  Bahasa”.  Sekarang yang aku ceritakan bukan bahasa diriku sendiri, tapi bahasa “siaran berita” . Yang kudengar tadi malam, bukan suamiku tapi mungkin suara orang mati. Dalam perspektif yang tidak jelas demikian, kuingin sesuatu yang jelas seperti puisi (Tanka).

Kalau dilihat dari sisi orang-orang yang melewatkan hari di pengungsian, atau mereka yang ditinggalkan kekasih mereka, puisiku juga akan menjadi tidak jelas. Tapi aku tetap ingin membuat puisi dari kenyataan yang ada di depan mata. Setelah ini mungkin akan banyak tercipta puisi yang tercetus dari musibah gempa ini. Dan bait demi bait akan kuresapi dengan semangat untuk bangkit kembali. (Ooguchi Ryouko – Penyair- Mainichi 27 Maret 2011)

 

NB: Kami sebenarnya ingin sekali pergi ke Sendai, menjenguk mereka. Tapi kemarin adik Gen mengatakan bahwa Ryoko sedang berada di Kobe untuk acara puisinya. Lagipula jangan datang ke Sendai. Masih banyak mayat yang belum terurus karena jumlah begitu banyak :( Jadi belum pantas untuk dikunjungi.

 



Category: Article, Diary

28 Comments to “Sesuatu yang Rusak”

Add Comments (+)

  1. nuansa pena mengatakan:

    Semoga situasi cepat teratasi!
    tulisan terakhir nuansa pena adalah ..Nuansa Pena pro Proyek 13 Iwan Fals tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

    [Reply]

  2. aura pelupa mengatakan:

    Jepang cepat dalam perbaikan, semoga semuanya cepat pulih kembali!
    tulisan terakhir aura pelupa adalah ..Apakah benar Sabar itu ada batasnya

    [Reply]

  3. ekawati Sudjono mengatakan:

    k imel sayang, terima kasih buat share-nya..
    baca terjemahan dari apa yang beliau tulis, bikin kerongkongan eka tercekat, sekaligus yakin they can overcome this kind of obstacle.. SALUT…
    Btw, Miyashita d twin ternyata jatuh cinta sama perempuan2 yang jago merangkai kata2 yaa? *wink*

    [Reply]

  4. edratna mengatakan:

    Speechless….
    Tak bisa berkata-kata…
    Membayangkan waktu yang tak kembali lagi….

    Dua tahun 2 bulan setelah gempa dan tsunami ke Aceh, saya mendapat tugas ke Banda Aceh, setiap keluarga punya cerita yang menyayat hati…hampir tak ada satupun keluarga yang kembali seperti semula….ada saja keluarga yang jadi korban, saya harus sangat berhati-hati mengeluarkan percakapan.

    Semoga semua diberi ketabahan…..

    [Reply]

  5. rhainy mengatakan:

    Semoga semuanya diberikan kekuatan ya mbak Imel…

    [Reply]

  6. marsudiyanto mengatakan:

    Hal berat, kalau sudah dibagi2 lewat cerita saya yakin meski sedikit akan bisa mengurangi beban yg dirasa. Secara Fisika mungkin hukum ini nggak berlaku, karena ilmu hidup itu nggak cuman fisika.
    Persoalan dan beban itu bukan angka2 yg bisa dikalkulasi secara matematis.
    Dan semoga kisah yang dibagi via koran lalu dibagi2 lagi lewat blog ini makin meringankan yang kebebanan…
    Maaf ya Bu Em, kalau bahasa saya ruwet…
    tulisan terakhir marsudiyanto adalah ..Unlimited

    [Reply]

  7. Yustha Tt mengatakan:

    dan bait-bait akan kuresapi dengan semangat untuk bangkit kembali… >> jempol
    Gambaru…
    tulisan terakhir Yustha Tt adalah ..Krishna-Ganesh

    [Reply]

  8. itikkecil mengatakan:

    mbak Imel, saya sungguh speechless membaca tulisan ini.
    terutama karena ternyata orang Jepang masih punya etika untuk tidak berwisata ke daerah bencana…

    [Reply]

  9. Misfah mengatakan:

    Mungkin secara fisik semua kembali normal seperti semula, tapi guncangan yang diakibatkan oleh gempa dan tsunami itu juga mengguncang jiwa yang mengalaminya, seperti ketika aku baru saja selamat dari peristiwa yang nyaris saja merenggut nyawaku, mungkin tubuhku tidak kurang suatu apa rasa shock itu masih ada dan perlu waktu untuk mengembalikannya seperti semula. Apalagi ini musibah yang besar dan luar biasa, bukanlah yang mudah melihat kehancuran dimana-mana, keluarga-keluarga yang kehilangan, walaupun bukan kita mengalami, tapi kita dapat merasakan penderitaan mereka. Tapi sebagai penulis Ryoko dapat mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata, Aku terharu membacanya Mbak Imel. Semoga segalanya kembali seperti semula.
    tulisan terakhir Misfah adalah ..Vivi dan Rizky

    [Reply]

  10. arman mengatakan:

    sedih ya bacanya… moga2 jepang segera pulih yaaa…
    tulisan terakhir arman adalah ..A &amp E

    [Reply]

  11. Iksa mengatakan:

    Ah memang semua tak bisa di duga,
    Tapi kekuatan dalam menghadapi masalah tampak jelas disana

    Salut untuk semua yang dengan tegak menghadapinya
    tulisan terakhir Iksa adalah ..Makan Nasi Uduk dan minum BanSus di Nasi Uduk BanSus BOGOR

    [Reply]

  12. fety mengatakan:

    mbak imel, terima kasih sudah berbagi..
    tulisan terakhir fety adalah ..Jepang dalam Foto Wisuda

    [Reply]

  13. suryaden mengatakan:

    semoga semua dikuatkan mbak
    tulisan terakhir suryaden adalah ..mencari sosok

    [Reply]

  14. drupadi mengatakan:

    duh,… jadi sedih… semoga semua segera pulih kembali
    tulisan terakhir drupadi adalah ..cara cantik cara herbal

    [Reply]

  15. kota solo mengatakan:

    semoga jepang cepat bangkit lagi ya

    [Reply]

  16. yessy muchtar mengatakan:

    :( Oh mbak…sedih banget aku bacanya…*peluk*
    tulisan terakhir yessy muchtar adalah ..Sebuah Penjelasan Saya Hanya Harus Menulisnya

    [Reply]

  17. Farijs van Java mengatakan:

    Wuih, bagus sekali. Keren! Ayo lekas bangkit!
    tulisan terakhir Farijs van Java adalah ..Seni Kepercayaan yang Lunglai

    [Reply]

  18. jumialely mengatakan:

    bacanya, Nangis :(

    dan mereka tetap bersyukur

    [Reply]

  19. giewahyudi mengatakan:

    Ternyata semuanya lebih buruk dari yang saya perkirakan..

    Semoga cepat teratasi bencana ini..

    Saya ikut mendoakan..
    tulisan terakhir giewahyudi adalah ..Belajarlah ke Negeri Cina- Nurdin!

    [Reply]

  20. advertiyha mengatakan:

    Semoga segera normal kembali ya mbak..
    keluarga sepupu mbak dapat kembali memperbaiki “sesuatu” yang rusak itu, dan kembali merasakan kenyamanan seperti sebelum gempa.. :)

    salam sayang untuk keluaraga mbak Em

    [Reply]

  21. mamah Aline mengatakan:

    ketika keadaan berubah, tak bisa kembali ke keadaan semula… rasanya ikut terbawa sampai ke hati waktu baca terjemahan tadi. membayangkan sesuatu yang tadinya ada tiba-tiba hilang … rasa takut, trauma… pasti ada.
    semoga cepat bangkit dan pulih untuk jiwa dan semangat mereka yang menjadi korban ya

    [Reply]

  22. Mbah Jiwo mengatakan:

    doa saya untuk mereka semuanya…

    [Reply]

  23. Pembalut Wanita mengatakan:

    Selamat sore mbak Imelda, kunjungan pertama nih mbak, salam hangat salam kenal. Mudah2an mbak sehat dan sukses selalu…

    Salan satu jiwa.
    tulisan terakhir Pembalut Wanita adalah ..Marshanda dan Ben Kasyafani Akan Menikah Sabtu 2-4 Depan

    [Reply]

  24. monda mengatakan:

    terharu banget mbak, tulisan Ryoko menyentuh sekali
    semoga cepat berkurang semua beban

    Terima kasih mbak Monda
    EM

    tulisan terakhir monda adalah ..Gedung dari plastik daur ulang- EcoArk

    [Reply]

  25. niQue mengatakan:

    sedih sekali membaca tulisan Ryoko, dia yang penyair saja sampai kesulitan begitu memilih kata menjadi bait2 puisi :(

    saya tidak dapat membayangkan apakah saya dapat sekuat kalian melewati bencana ini

    kata2 penghiburan yang tulus semoga dapat menjadi sedikit pelipur ya mba Em

    [Reply]

  26. Bibi Titi Teliti mengatakan:

    duh…duh…
    mbacanya rada rada gimanaaaaa gitu…
    sangat tersentuh dengan kata kata
    …cracker itu suatu kemewahan….

    *agak merinding gitu mbacanya*
    simple but touchy…

    Semoga semuanya cepat membaik ya mbaaaaa…
    salam hormat juga buat adek iparnyaaa…

    [Reply]

  27. Lyliana Tia mengatakan:

    Ngeri Mba bacanya… Nggak bisa ngebayangin jiwa2 yang trauma… mudah2an Jepang cepat bangkit dari musibah ini…

    iya,,,semoga ya

    EM
    tulisan terakhir Lyliana Tia adalah ..Just Another Weekend Story – Rebutan Opa

    [Reply]

  28. Liona Lee mengatakan:

    Terasa sekali sedihnya :(
    Tapi syukurlah sudah semakin hidup :)

    ~LiOnA~

    [Reply]

Leave a Reply

CommentLuv badge

QRCode

Photobucket

Almanak

Maret 2011
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Support also

yang mau cari-cari

yang mau tahu

  • Total Stats
    • 1.086 Posts
    • 21.447 Comments

Yang punya :

yang bersahabat

yang ngobrol

ourstats