It’s good to be HOME

It’s good to be HOME

Loh, katanya Imelda tidak mudik natalan kali ini? Kok judulnya begitu?

Well, sesuai “sentilan” papa yang “HOME IS WHERE YOUR HEART IS” maka aku bisa mengatakan… yes! It’s good to be home. Dan ternyata HOME-ku lumayan banyak loh!

@HOME1: Christmas Eve,  dimulai dari pukul 5 sore! hihihi, cepet banget ya? Masalahnya 4:30 Kai pulang dari penitipan, dan begitu aku sampai di rumah, Riku bilang, “Ma aku lapar!” “Ada banyak makanan enak, aku boleh makan?”

Jadi aku siapkan christmas dinner, ambil foto lalu mulai dengan appetizer bertiga saja dengan anak-anak sambil nonton disney channel yang menayangkan film-film tentang Natal. Untung aku memasak roast chicken 2 ekor, sehingga waktu jam menunjukkan pukul 8 malam tapi Gen  belum pulang, aku suruh anak-anak makan dengan memotong ayam panggang yang sudah aku bumbui dari sehari sebelumnya. Ayam panggang fresh from the oven itu ternyata enak ya, juice dan empuk. Kali ini aku buat dengan resep sendiri, dan ternyata pas! siiip deh. Cuma aku belajar bahwa waktu pemanggangan tidak perlu sampai 4 jam. Soalnya aku pakai panas 180 derajat dan untuk 2 ekor, ternyata 4 jam jadi hitam kulitnya. Maklum deh latihannya kurang hehehe.

Anak-anak bersikeras menunggu papanya pulang. Hampir pukul 10 malam  Gen pulang. Buka champagne dan yang lain menunggu papanya makan sambil menggelapkan ruang makan. Pertama kali Riku menyalakan lilin-lilin yang aku sediakan. Jadi family’s candle light dinner deh. Gen yang sudah capek malam itu, melihat keceriaan anak-anak menyambutnya akhirnya mengatakan: “Memang keluarga itu nomor satu ya”. Dan ditegaskan Kai: “Kazoku daisuki (aku suka sekali keluarga)”.  (Dan aku test dia, emang keluarga itu siapa sih Kai? Dijawab: Papa, Mama, Kai, Riku)

Setelah papanya selesai makan, aku menyuruh anak-anak tidur supaya santa claus bisa datang. Semoga besok pagi ada hadiah di bawah pohon natal. Jadi deh mama mendongeng supaya mereka cepat tidur. Dan seperti biasa yang nomor satu tidur adalah Riku.

@HOME2: Sabtu 25 Desember. Jam 4:30 aku melajukan mobilku menembus jalan padat Kan-nana untuk mengikuti misa jam 6 sore di Meguro. Wah banyak benar godaannya hari itu. Rencana berangkat jam 4 supaya bisa latihan nyanyi jam 5 ceritanya, tapi berhubung suamiku ketiduran, aku memutuskan untuk berangkat sendiri dengan anak-anak. Di tengah perjalanan, setiap jalur yang kupilih pasti padat dat dat. Ambil kanan, padat…. sabar dulu deh kupikir. Setelah cukup lama, aku berhasil ambil jalur kiri. Eeee sesudah berada di jalur kiri, giliran jalur kirinya yang apadat alias macet. Duh… setan menggodaku untuk menyumpah nyumpah!

Tapi …. sebenarnya saat itu aku pakai berbicara dengan Riku, karena Kai tertidur. Aku jelaskan pada Riku kenapa kita harus percaya pada Tuhan… hehehe serasa jadi pastir (pastor perempuan – julukan dari tante-tante di Meguro). Tak jarang aku sambil mengusap titik airmata karena mau tidak mau aku menceritakan sejarah hidupku sendiri.

Waktu macet yang mengharukan disamping menjengkelkan. Dan aku was was melihat jam di mobilku karena prediksi car navagator menunjukkan bahwa aku akan sampai di Meguro pukul 18:00 (awalnya 17:40 loh!). Oh Macet….. aku akan rela terlambat dan menikmati macet itu kalau saja aku tidak…. kebelet pipis! Worst deh. …..  Bayangin musti nyetir sambil nahan pipis. Aku tidak tahu deh pengemudi mobil lain apa pernah mengalaminya, tapi kemarin itu bener-bener deh. Kalau aku mampir untuk ke WC, sudah pasti aku terlambat. Tapi kalau tidak ke WC, mampu ngga aku nyetir sampai Meguro? Masih sekitar 30 menit. 🙁 duh

Tapi meskipun aku cari pompa bensin di car navigation, ternyata aku bener-bener tidak bisa mampir. Ada satu pompa bensin yang bisa aku masuki sebenarnya. Sudah mau masuk…eh self service, alias kita harus isi bensinnya sendiri. OGAH! Aku belum pernah self service sih, ngga berani. Jadi aku tahan deh sampai mendarat (emang pesawat hahaha) di gereja Meguro.

Sesudah ke WC, langsung masuk ke chapel sebelah altar untuk mengikuti misa. Lumayan , baru mulai gloria (terlambat 10 menitan). Misa oleh pastor Harnoko dan pastor Epen cukup meriah sampai ada sekitar 6 orang tidak dapat tempat duduk.

Setelah misa, kami berkumpul di ruang ramah tamah untuk makan bersama. Masing-masing anggota membawa apa saja yang bisa dimakan bersama. Untung saja aku sudah titip masakan pada tante Lientje, karena tadinya mau masak macam-macam, tapi tidak keburu. Saking banyaknya masakan, aku cuma makan sedikit karena bingung milihnya. Cuma ambil 4 potong lontong, ayam opor supaya bisa kasih makan Kai, sambal goreng hati (yang pedas), dan rujak asinan. Masih lapar sih, tapi ngga mood makan. Bawa dua anak sangat menyita perhatian sehingga tidak bisa makan yang tenang. Berapa kali mereka menjatuhkan minuman, sehingga harus dipel. Tapi yang pasti Riku dan Kai makan banyak kue dan coklat! Ya sudah lah, Natal ini…. aku biarkan mereka makan apa yang mereka mau (dan sadar waktu pulang bahwa mereka sama sekali tidak makan nasi… sa bodo ah!)

Berkumpul bersama umat katolik Indonesia, berdoa, makan dan bercanda bersama mampu membuatku merasa di rumah. Aku sangat terhenyak waktu mendengar ucapan pastor Harnoko, “Kami (pastor-pastor) ingin merayakan Natak bersama keluarga, tapi tidak mungkin. Jadi kami senang sekali berada di antara keluarga Indonesia di sini.” Ahhhh, pastor juga manusia kan… mereka juga ada kerinduan berkumpul dengan keluarga tapi tidak bisa. Banyak orang yang karena tugasnya tidak bisa berkumpul dengan keluarga di hari Natal, trus kamu cengeng karena tidak bisa mudik mel? ….

@HOME3 adalah home di TE, di FB dan Twitter (kalau twitter namanya timeline). Kalau kamu buka FB kan ada tuh HOME, tempat kamu bisa membaca semua kegiatan teman-teman. Ucapan natal yang mengalir, tak jarang ada juga polemik antara kaum muslim yang mengatakan tidak boleh mengucapkan selamat Natal dan muslim moderat yang sangat toleran. Terima kasih banyak untuk keberadaan teman-teman di sana. Tanpa ada ucapan selamat pun aku tetap menganggap semua temanku. Yang telah mengucapkan selamat di TE, FB dan twitter aku ucapkan terima kasih yang sedalamnya, kalian bukan saja teman, tapi saudaraku.

Apalagi aku mendapat telepon 1,5 menit dari adik mayaku, Ria di jakarta. Cuma bicara “Gimana natalnya mbak? Aku kangen!”… Duh senaaaaaaaaaaang sekali. Memang kami akhir-akhir ini jarang bertemu di dunia maya karena kesibukan Ria. Telepon itu benar-benar menyejukkan hati. Rasanya ingin isi pembicaraan itu aku bungkus kado sebagai hadiah Natalku. Terima kasih banyak ya Ri… muachhh.

@HOME 4 dan yang terakhir adalah gereja Katolik di Kichijoji, 20 menit naik bus ke stasiun Kichijoji, dan dari stasiun jalan kaki 7 menitan. Minggu tgl 26 Desember pagi, pukul 6:15 menembus dinginnya pagi yang masih gelap aku naik bus. Berdoa sendiri di gereja ini dan menikmati misa “Keluarga Kudus” yang dibawakan oleh pastor Epen. Umat yang hadir hanya 20-an di gereja yang cukup besar membuat badan yang tidak memakai coat cukup kedinginan. Heater tidak berhasil memanaskan seluruh gereja, tapi aku selalu membiasakan diri tidak mengenakan coat dalam ruangan. Karena jika aku tetap memakai coat dalam ruangan, begitu keluar akan terasa lebih dingin lagi. Misa dalam bahasa Jepang terasa lembut, dengan lagu-lagu yang sama sekali tidak meriah. Memang itulah gayanya orang Jepang, semua lagu misa seperti gregorian. Tapi itu membuat aku lebih bisa berkonsentrasi dalam doa. hening…

“Tuhan, semoga aku bisa meneladani keluarga kudus, sehingga keluargaku bisa menjadi keluarga kristen yang baik.Terutama karena hari ini aku memasuki tahun ke 12 dalam membangun keluarga.”

So ….  its good to be HOME for this Christmas.

34 Comments

Aku senang mBak Imel akhirnya menemukan ‘home’ yang banyaakk banget. 🙂

Happy Anniversary juga..
semoga cahayaNYA senantiasa menyinari rumah tangga mBak Imel.

🙂

wah mantep tuh candle light dinner nya mbak…. 🙂
btw kita pas xmas eve juga makan roasted chicken lho. kok kayaknya menu makanan kita suka sama ya… hahaha.

kita ke gereja nya juga pas tgl 25. kalo disini tgl 25 jalanan malah kosong melompong. karena semua toko pada tutup. jadi berasa kayak kalo di jakarta pas lebaran. 😀
ke gereja pun jadi gak perlu ngantri2.

met natal ya mbak!

We are wishing you for a happy wedding anniversary.
May God bless you.

Pengin menyantap makanan diatas itu, rasanya menggiurkan amat ya. Pinter mask nich jeng Imel.

Salam hangat dari Surabaya

Pada akhirnya, seperti sebuah ungkapan…
“Dimana bumi diinjak, disitu langit dijinjing”

Kita bisa menemui suasana rumah dimana-mana…..
Senang membaca suasana “family’s candle light dinner” di keluarga Miyashita.
Betapa terasa ikut merasakan kedamaian dan kebahagiaan, membaca tulisanmu ini.
Salam untuk Mr. Gen, Riku dan Kai.

Mel…slmt hr Natal dan slmt hr ulang tahun prnikahan…kiranya Tuhan berkati keluargamu selalu….betul….’feel at home’ adalah ketika dimana hatimu berada, disitulah rumah itu sesungguhnya…

Merayakan Hari Raya bersama teman-teman di perantauan …
Memang sepertinya terasa lain …
Semua teman bagaikan keluarga sendiri …

Semoga Suka Cita dan Kebahagiaan selalu melingkupi keluarga mu EM …

And yes indeed …
Rumah itu adanya di Hati … !

Salam saya

wah, mbak imel adalah orang yang berbahagia nih. homenya banyak sekali 🙂 Semoga senantiasa berbahagia, mbak imel ..

*fety udah imel mbak imel terkait undangan ke Nerimanya :)*

terima kasih banyak fety. Iya, aku udah balas juga
EM

Senang mendengarmu menemukan begitu banyak tempat menyenangkan untuk dianggap HOME…
Juga senang melihat kehangatan candle light dinner, saya sendiri kehilangan suasana Natal di keluarga kecilku karena Natal seperti identik dengan acara keluarga besar…walaupun itu juga menyenangkan.
Selamat merayakan ulang tahun pernikahan ya….semoga selalu dalam berkatNya. Selamat Natal dan Tahun Baru….

selamat natal juga ya Retty… betul juga, kadang kita kesepian, ingin berpesta di tempat ramai. Tapi kadang kala natal dgn sepi bersama keluarga inti juga bagus ya. Mengenang kembali kelahiran Yesus di kandang, ditemani hewan saja. Harus beryukur untuk setiap keadaan…..
EM

Homenya mbak Em banyak banget dan sangat menyenangkan ya mbak.. 🙂
pasti bahagia banget bisa kumpul sama saudara2 setanah air di negeri orang.. 🙂

hepi anniversary pernikahannya mbak.. 🙂
moga langgeng terus dan selalu diberkahi kebahagiaan

terima kasih Iyha
EM

Merry Christmas for K’Imel and Family,
Wherever we are and Jesus’ there with us, it’s our home

*nasib ndak plg kampung jg 😀

hehehe senasib ya
betul, selamat kita punya DIA dalam hati kita
EM

pengen ayaammnya mbak… sabar banget ya masak sampai 4 jam gitu, kalo aku udah nggak sabar kali. hihihi…

selamat Natal ya mbak.

hehehe yang kerja kan ovennya, aku ngga, cuman bumbuin aja
EM

*slurp.*
maap ngiler dulu liat fotonya mba…hihihi…

Acara natalnya seru ya mba….
Walaupun mba Imelda nun jauh disana, tapi masih tetap bisa merasakan kehangatan Natal dengan orang orang yang dicintai ya mba,…
Selamat Natal ya mba,..

dan Selamat Ulang Tahun Pernikahan juga,..12 tahun? wow,…

sebenarnya 11 tahun mbak erry…. masuk ke 12
terima kaish banyak
EM

horeeeee….k’imel gk sedih lagi… 😀
Merry Christmas kk…
Happy anniversary juga…
Duuuh…senengnyaaa….

terima kasih Titi
sama-sama selamat natal ya
EM

Merry Christmas dan happy wedding aniversary by bestfriend, Imelda.. 🙂
Have a nice holiday and very Happy new year as well.. 😀

Thank you very much Mas Nug
I really appreciate it
EM

Selamat menempuh tahun baru 2011,semoga tuhan yesus memberkati kita semua!
jgn lupa mbak di doakan timnas kita,biar bs dpt tropy…?hehehhe

salam

Medan-indonesia

sip sip
ngga dapat trophy asal memenangkan hati rakyat aja ya
EM

Misa Natal bersama dengan umat dan pastur Indonesia pasti terasa sangat khusuk ya. Kita sendiri yg bisa menciptakan “home” jadi biar di manapun kita bisa menikmati. Yg kuingat tentang Natal, pernah dimarahi suster. Aku 4 thn di sekolah Katolik, sampai kelas 1 smp. Aku tdk bisa menunjukkan patung orang majus yang ke3. “kamu pikir mentang2 hitam,yang ini bukan orang majus?”, he..he.. suster lupa aku belum pernah liat diorama Natal. Tp dari suster juga aku belajar toleransi. Hanya 2 anak muslim di kelasku. Temanku itu tidak bisa ngaji. Kata suster “bilang ayahmu panggil guru ngaji ke rumah”. Selamat hari Natal.

hahaha iya orang majus ada yang hitam ya, dipikir piet hitam kali hehehe
sekolahku dari TK sampai SMA sekolah katolik tapi separuhnya beragama islam. Terus terang aku tidak pernah menyadari “perselisihan” antar agama, sampai haram hukumnya memberi selamat kpd umat nasrani. Baru akhir-akhir ini saja….dan menjadi sedih. Untung banyak orang seperti mbak Monda, Uda Vizon/Mbak Icha yang moderat-moderat dan benar-benar menyejukkan hati kami. Terima kasih ucapannya mbak
EM

senengnya punya banyak home..
artinya mbak Imel punya banyak sahabat dan tempat yang nyaman untuk ‘bersandar’.

selamat Natal ya mbak.. walopun telat.. 🙂
semoga bahagia selalu

Berbahagialah ia yang memiliki “rumah” tempat segalanya bermula dan kembali. Ya, HOME IS WHERE YOUR HEART IS.

Aku masih mencari (menciptakan?) tempat itu.

hmmm… bagus juga yah. lagu2nya senada Gregorian. tp umatnya jd pst sdikiiit bgt yah
eh. jadi keinget. pas tgl 14, aku hmpr tlat loh ksh ujub nya. romonya ud d sakristi, doa prsiapan.
ud aku catet d krtas kcil. trs (aduh.. apa istilahnya..) orang yg ngurusin misdinar, dll., itu blg kl hrs pk amplop dr mreka. mn hrs ksh stipendium lg. do-enk. g bw uang samsek.. sorry yah.. g bw uang samsek.. blh g? y ud, gpp. phew.. doanya nyampe juga deh akhirnya..

tp Natalnya peaceful banget yah tante.. (selaen macet n nahan pi2snyeee)
🙂 jd bs crt2 d k Riku.. ada hikmahnyaaa
ni skrg aku jg br tahan pi2s. mw online smp t4 ini tu2p. & g mw k toilet sni krn jongkok. (i cant squat. y bisa sih sbnrnye… tp sengsara aje gitu…) hehehe
asyik lah tu d luar negri tp sm orang2 serumpun dan seiman. pst very joyful deeeh

~LiOnA~

aaaaaaaaaaaahhh Liona, terima kasih banyak ya. Ujud misa khusus untukku dari kamu. Duhhhh, terima kasih.
Ya memang biasanya kalau minta ujud khusus musti kasih stipendium khusus. Tapi misalnya ngga ada pun, ngga akan ditolak kok. Terima kasihhhhhhhh. The best cadeau ever from a friend.
EM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :
Previous Post :