my journey from dawn to dusk

Kuda

Pasti pernah ya lihat lukisan kuda di ruang tamu seseorang? Biasanya berjumlah delapan, karena menurut orang Asia, angka delapan itu membawa kemujuran. Kuda dilambangkan sebagai hewan yang kuat, tegar dan tentu saja tidak takut berperang. Diharapkan manusia atau penyuka kuda itu “tertular” keberanian kuda dari lukisan yang dipasang.

sapa mau beli nih : "Damai di Lembah Padang Rumput" Ukuran: 130cm X 200cm Media: Oil on Canvas Harga: Rp.17.200.000 (http://javadesindo-artgallery.blogspot.com/2010/01/lukisan-gajah-lukisan-kuda.html)

Aku juga suka kuda, meskipun naik kuda hanya terbatas pada kuda di daerah wisata yang kadang masih dipegangi oleh sang penyewa. Naik kuda itu sebenarnya tidak enak dan tidak seempuk yang dibayangkan (tanggung deh pasti pantatnya sakit sesudah naik kuda), tapi entah kenapa aku juga suka pada binatang ini. Pernah lihat mata kuda? cantik! Penunggang kuda atau yang diberi nama Joki kuda itu kelihatannya gagah sekali bisa mengendalikan jalannya kuda. Mungkin karena itu juga aku pernah suka pada seorang joki kuda di jaman SMP … cihuyyy (Moga-moga dia tidak baca postingan ini. Malu hahaha… well memory cinta monyet 😀 )

Nah sebetulnya yang aku mau kasih tahu pada pembaca TE adalah soal balap kuda, pacuan kuda, adu kuda, entah apa namanya, tapi mengadu kecepatan kuda di suatu “veledrome” eh bukan veledrome karena veledrome itu arena balap sepeda. Entah ada nama khusus tidak untuk arena balap kuda, tapi di Jepang namanya Keibajo. Balap Kuda di Jepang diberi nama Keiba 競馬 terdiri dari dua kanji: kanji berlomba dan kuda.

Aku cukup heran karena pernah ditanyakan pada teman mahasiswa di Universitas Yokohama “Kamu suka keiba?”.  Hmmm pertanyaan yang gawat karena balap kuda di Jepang = berjudi. Dan terus terang aku tidak suka berjudi, bahkan untuk membeli undian berhadiah saja tidak suka. Meskipun misalnya beli, tidak pernah menonton atau memperhatikan nomor undiannya. Jadi seandainya nomorku pernah keluar nomor satu pun aku mungkin tidak tahu tuh hihihi. Gagal deh jadi orang kayanya :D.

Keiba, pacuan kuda Jepang, judi resmi penghasil devisa. Foto diambil dari http://plaza.rakuten.co.jp/major01/profile/

Hari ini adalah hari keiba, karena tanggal 16 September tahun 1954, sebuah organisasi bernama Japan Racing Association (JRA) didirikan dibawah pengawasan Departemen Pertanian Kehutanan dan Perikanan Jepang. Dan boleh dikatakan mungkin Jepang satu-satunya negara di dunia (yang menyelenggarakan balap kuda) memberikan penghasilan sedemikian besar pada negara, sebagai hasil keiba. Pertahun 300milyar yen masuk ke kas negara. Dan uangnya tentu saja banyak dipakai untuk kesejahteraan lembaga-lembaga di bawah Departemen tersebut, selain sumbangan bangunan/sarana pada negara. Yah, dulu Indonesia juga pernah punya SDSB (?) sumbangan berhadiah yang rencananya dana itu dipakai untuk pembangunan negara. Tapi hebatnya Jepang, perjudian seperti keiba, juga lotto dan undian berhadiah lainnya didukung pemerintah dan hasilnya benar-benar kelihatan.

Untuk teman-teman di Jepang, Sekolah Republik Indonesia Tokyo di Meguro itu terletak dekat halte bus yang bernama Moto Keibajo Mae. Jadi dulu sepertinya pernah ada arena pacuan kuda tuh, dekat dekat situ. Ah… sebagus-bagusnya manfaat keiba, aku merasa beruntung suamiku atau sahabatku tidak ada yang kecanduan keiba. Biar bagaimanapun juga itu kan judi. Yang kasian dompet dan kudanya diadu-adu hehehe.

Postingan ini dibuat secepatnya soalnya aku sudah dimarahi tidak membuat postingan baru. Postingan yang sedianya aku publish hari ini masih membutuhkan penelitian (jiaahhh) lebih lanjut yang membuat aku malesssss banget nulisnya. Semoga secepatnya bisa dipublish deh. OK Liona, I hope this posting could satisfy you, for now. Jangan bete-bete terus yah hehehe.

*** Oh ya kalau ada yang main FV di FB kirimin aku horse ya… jarang ada yang ngirimin kuda sih 😀 (ketahuan lagi addicted main FV a.k.a FarmVille)




20 Comments to “Kuda”

Add Comments (+)

  1. alamendah berkata:

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Kuda (Equus caballus) itu perpaduan antara kecantikan dan keperkasaan

    setujuuuuuu
    EM

  2. Liona berkata:

    waaa. kecantikan dan keperkasaan…
    bagus tuh kalo sejak kanak2 uda suka kuda. hahaha
    hmmm. sama tante… aku juga suka kuda 🙂
    meskipun pernah beberapa kali dibuat takut (sedikiiit trauma) oleh kuda yang kurang jinak / sehat & jadi liar, aku tetep suka kuda…
    dan, sama tante… aku juga sedih liat hewan ditarungin buat judiii
    makasih tante… aku jadi lebih ngerti filosofi China tentang kuda
    waaa. pernah suka sama joki kuda yaaah. 2 b proceeded 2 YM neee ^o^
    makasih ya postingannya… meskipun…
    AKU NAGIH “HARD/SOFT WATER”!!! hahaha
    BTnya kalo ngeliat TE ga ada postingan baru ajah! hahaha. pdhl sblmnya g BT2 tuh :p
    kok namaku jadi dimasukin teruuus *,* nnt kl ad yg ngefans gmn… kl ad yg nyantet gmn… hhh

    ~LiOnA~

    asyik dong kalo ada yang ngefans….. kalo ada yang nyantet? Laporin biar kusantet kusate hahaha
    posting itu …iya aku kerjain 😛

    EM

  3. morning_hen berkata:

    Hahaha… nanti aku kirimin kuda deh… ^^
    *walaupun udah jarang maen FV sih*

    asyiiik…
    (jadi malu hihihi)
    EM

  4. edratna berkata:

    Iya…naik kuda itu sebetulnya pegal…dan nggak nyaman.
    Tapi katanya kan memang cara duduknya, pantat harus agak diangkat…ya mirip naik sepeda deh, keras di pantat.
    Tahu arti istilah “Pakai kaca mata kuda” ?…..karena kalau kita tenang-tenang aja pegang kendalinya,..kuda juga jalan lurus terus…..saya baru coba naik kuda di lautan pasir Bromo.

    Ada temanku yang tergila-gila banget sama kuda, di rumahnya penuh lukisan kuda, patung kuda dan pernak-pernik yang menggambarkan kuda di rumahnya. Orang yang menyukai kuda, konon berkemauan kuat dan lurus.Saya sendiri suka lihat lukisan kuda…binatang ini memang indah dipandang.

    Saya pernah nonton balapan kuda di kota kecilku..
    Dan salah satu kuda nyelonong masuk ke area penonton…wahh jadi kacau deh….penonton langsung bubar. Memang biasanya kalau ada balapan kuda, selalu ada yang saling menjagokan…dan ujung-ujungnya judi…..

  5. Clara berkata:

    Saya juga suka kuda.. hewannya tenang, tapi kuat dan bisa diandalkan Mba.. Saya jarang denger kuda dilukiskan sebagai hewan yang jahat..

    Keiba/ pacuan kuda identik dengan judi ya? Wahh.. pantas Mouri di Detective Conan itu selalu dikonotasikan jelek saat dia ketahuan sedang pergi ke keiba.. ternyata.. padahal awalnya saya pikir, “Oke lah dia pergi ke keiba, tapi kan belum berarti dia main judi kan?” (ternyata salah (‘^o^’)

  6. Misfah berkata:

    Aku suka banget kuda Mbak EM,…indah, jantan, dari banyak binatang yg kusuka ya kuda, tapi susah disini liat kuda arab yang gede, tinggi, besar dan gagah itu, yg ada kuda poni yang kecil imut gitu. Makanya dulu waktu masih bujangan kalo lagi cari inspirasi menulis cowok keren itu pangeran ganteng berkuda….he…he…ksatria berkuda ceritanya.

  7. Kika berkata:

    Aku suka kuda. Setiap dihadapkan pilihan gambar selalu saja memilih kuda. Sayangnya ruang tamu masih berantakan hehehe…

  8. Puak Cullen berkata:

    Aku juga suka kuda mbak.. Tangguh kesannya.
    Kira2 kuda kuat gak ya.. tak tunggangin?.. 😀

  9. arman berkata:

    wah ponakan saya tuh mbak lagi tergila2 ama kuda. jadinya tiap weekend minta naik kuda di pulomas. hahaha. gak tau kenapa kok bisa sampe segitunya ama kuda. bisa gak mau berhenti kalo udah naik kuda. 😀

  10. lowongan kerja berkata:

    andai aku punya kantor sendiri… tempat kerja ku pasti aku gantung lukisan kuda ini..:D

  11. Tuti Nonka berkata:

    Saya suka juga sih kuda, tapi sebatas ngelihat aja, belum pernah naik kuda. Memang kuda terlihat sebagai binatang yang tangguh, percaya diri, dan bisa diandalkan. Tapi kalau ngelihat kuda-kuda delman yang kurus, dan ngos-ngosan kecapekan, rasanya kasihaaan …

    Mbak, di Alun-alun Selatan Yogya sekarang banyak delman mini, ditarik kuda poni. Lucu deh. Saya pengin lho punya delman dan kuda mini gitu … *ngayal* 🙄

  12. AtA chan berkata:

    ..
    Berarti Mbak EM kalo nonton film koboi yg diperhati’in kudanya ya..?
    Hi..hi.. 😀
    ..
    Saya kasihan kalo liat pacuan kuda, soalnya si kuda di cambukin kadang di suntik doping juga.. 🙁
    ..

  13. Fanda berkata:

    Aku suka kuda sebatas melihat aja dari jauh (ogah kalo disuruh nunggang, hehe…). Tapi kalo ngelihat orang memacu kudanya di apdang rumput luas…wow…rasanya asik banget yah!

  14. Yohan Wibisono berkata:

    Artikelmu bagus, Inspiring, aku suka. Aku juga suka nulis artikel bisnis, Traveling dan pengalaman pribadi. Silahkan berkunjung ke blogku http://www.yohanwibisono.com, Kita bisa sharing 🙂

  15. vizon berkata:

    naik kuda memang tidak enak, nechan….
    tapi kalau naik delman atau andong dan bahkan kereta kencana, siapa yang takkan terlena, hahaha.. 😀

    btw, harga lukisan di atas kok mahalnya minta ampun ya? kalau gitu, download aja lah, haha.. 😀

  16. nh18 berkata:

    Saya pernah dengar …
    Kuda itu juga lambang kejantanan dan kesetiaan …

    Memang Kuda itu bentuknya indah dan gagah sekali …

    Lihat lukisan ? 17 juta ?
    wah mahal juga ya

    Salam saya EM

  17. sepertinya pernah lihat deh lukisan itu ,,,
    tapi dimana ya? … di rumah kakek kali … entahlah

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

  18. wita berkata:

    Aku dulu suka banget sm film Black Beauty (sampe beli novelnya) tentang ikatan emosional antara manusia dan kuda. Sedih, nontonnya sampe mewek. Mirip hachiko gitu deh. Setuju kalo kuda punya mata yang cantik, teduhh banget kalo ngeliatnya. 🙂

  19. Alris berkata:

    Saya suka kuda, sih. Tapi gak pernah tergila-gila, kayak orang lain pada kuda. Memang semangat yang dipancarkannya itu menggairahkan.

    Yup ngga perlu tergila-gila sih, karena di pulau Jawa agak sulit memelihara kuda kan hehehe
    EM

  20. sewa komputer berkata:

    Kalo susu kuda liar yang dijual di pinggir jalan itu asli nggak ya? sebab kuda liar kan adanya di hutan, ngambil susunya juga susah..

September 2010
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

yang mau cari-cari

yang bersahabat