Live Music

Seberapa sering kamu mendengar live music? Dulu waktu aku masih single dan bekerja sebagai DJ Radio, kadang aku pergi bersama DJ negara lain ke restoran di Tokyo yang menyajikan musik Latin. Riang dan tidak jarang berakhir dengan “joget” bersama (tentu saja aku berdiri saja, karena aku tidak bisa joget hihihi). Suatu saat pernah juga aku pergi ke restoran dengan musik bossanova dan mengenal juga sistem “nagesen 投げ銭” melempar (memberikan uang) jika kita merasa puas dengan pertunjukan musik mereka. Wah kebalikan dengan sistem ngamen, kalau ngamen kita seakan terpaksa memberikan karena didatangi satu-satu.

Tapi sejak punya anak, tidak pernah lagi aku pergi ke tempat seperti itu. Di Jepang membawa anak ke tempat selain family restaurant memang membutuhkan keberanian, karena tidak semua restoran mau menerima anak-anak untuk makan malam. Apalagi tempat-tempat seperti itu jauh dari rumahku, seperti di daerah Shinjuku dan Roppongi.

Karena itu acara mudik biasanya diisi dengan pergi ke resto yang ada live musicnya. Syukur-syukur kalau penyanyi kesayanganku Katon Bagaskara mengadakan konser, aku bisa pergi bersama Ira Wibowo, sekaligus reuni. Tapi tahun ini keduanya sibuk mondar-mandir ke luar negeri sehingga tidak ada kesempatan bertemu.

Nah kebetulan aku ingin merencanakan reuni dengan teman-teman SMP. Tapi karena keburu masuk bulan Puasa, kami mengatur supaya acara menjadi acara bukber, buka bersama. Dan kali ini tanggal 13 Agustus, Intan temanku menyarankan berkumpul di The Lounge, Plaza Senayan…. persis di sebelahnya Marche yang kukunjungi bersama Mbak Tuti Nonka sebelumnya.

Hmmm, kalau bukan karena Intan, mungkin aku tidak akan pernah masuk tempat ini. Melongok ke dalam saja cukup membuat kamu berpikir untuk masuk…. ya..berpikir musti menyediakan budget berapa ya? hehehe.

Kai yang ikut reuni dan menikmati live music

Untung saja hari itu sekitar pukul 5, temanku Bharata mengirimkan sms, menanyakan tempat pertemuan, karena dia bisa datang kalau daerah Senayan. Wow, aku langsung tembak dia, “Jemput aku dong!”. Kami dulu tetanggaan, rumahnya tepat berada di halaman belakang rumahku. Jadi kami bisa bercakap-cakap lewat pagar kawat, dan saling meminjamkan buku. Ehhhh tapi dulu aku lebih dekat dengan adiknya, Sinta. Maklum jaman itu kan aneh rasanya murid SMP berlainan jenis untuk bisa akrab….. atau…. takut diejek teman-teman bahwa kita pacaran, meskipun sebetulnya tidak.

Jadi Bharata menjemput aku dan Kai (Riku tentu saja tidak mau ikut) pukul 5:30….dan dalam 10 menit kami sampai di PS. Masih cukup banyak waktu karena reservation restoran pukul 18:00 untuk 8 orang. Jadi aku minta waktu untuk mencari money changer dulu. Persis waktu aku menyelesaikan urusan di money changer, seorang teman SMA, secara kebetulan berpapasan dan menyapaku…. Ya ampun …..ketemu lagi seorang teman dengan tidak sengaja. Sepertinya aku memang “jodoh” dengan PS untuk menemukan teman-teman lama.

Kai yang ambil foto ini loh

Kami bertiga, Aku, Bharata dan Kai, akhirnya masuk restoran pukul 6 dan memesan minuman. Dan baru kali itu aku merasa beruntung “nembak” orang menjemput aku, karena ternyata sampai dengan pukul 8 malam, kami harus melewatkan waktu bertiga. Wahhh seandainya waktu itu cuma aku dan Kai?  bete bener deh. Tapi karena aku kenal Bharata, jadi kita bisa cerita ngalor-ngidul selama dua jam sambil menunggu yang lain datang.

Hmmm …. reuni SMP tahun ini memang sulit diadakan. Biasanya di tahun-tahun sebelumnya, aku merencanakan pertemuan jauh hari dan menentukan tempat, lalu memakai sarana FB dan sms memberitahukan kepada seluruh alumni, dan paling sedikit 15 orang pasti datang. Tapi kali ini rasanya susaaaah sekali mengumpulkan mereka. Padahal aku pikir dengan adanya FB dan BBM group semestinya lebih gampang. Memang timingnya kali ini karena ada bulan Ramadan yang membuat orang sulit berkumpul. Tapi mungkin juga karena sudah ada FB dan BBM itulah membuat kesempatan bertemu lebih banyak, tidak perlu menunggu acara reuni sudah bisa janjian lunch atau dinner bersama. Mungkin tahun depan aku tidak usah memasukkan reuni SMP dalam agendaku saja.

Yang ikut reuni waktu itu

Yang membuatku terhibur di sini adalah adanya pertunjukan live music. Sebuah group bernama “Flash Back” membawakan lagu-lagu jadul tahun 70-an dan 80-an. Ada tiga laki-laki dan satu perempuan yang bergantian menyanyi, tapi ke tiga laki-laki itu suaranya bisa benar-benar menyerupai Bee Gees. Dan ternyata bukan aku saja yang menikmati musik ini, karena Kai juga “terbengong” melihat live music. Ini merupakan pengalaman pertama Kai menonton live music dan kelihatan dia enjoy sekali, sambil sesekali menggoyangkan kepala, tidak berpaling dari panggung dan…. ikut bertepuk tangan pada akhir lagu. Wow…aku jadinya malah “menonton” anakku deh.

Acara reuni dengan live music malam itu berakhir pukul 10 lebih, dengan Kai yang masih “semangat”….. dan ternyata sodara-sodara, keesokan harinya Kai menuntut untuk pergi lagi makan di restoran. Dia memang tanggung tidur siangnya sehingga terbangun justru sekitar jam 9 malam. Mungkin dia “ketagihan” live music ya? hehehe.

Kai dengan pizzanya. Untung ada Andy yang mau mengantar kami ke sini

Untung saja adikku Andy ada di rumah dan mau mengantar kami pergi. Aku memang tidak ada acara malam itu, sehingga aku pikir ya sudah kita pergi ke Cafe Pisa Mahakam aja lagi, karena setahuku di sana ada juga Live Music. Cuma memang saat itu lagu-lagu yang dibawakan lagu jaman sekarang sehingga aku tidak tahu. Setelah makan sepotong pizza dan mendengar sedikit alunan lagu, kami pulang, masih sambil tertawa geli pada tingkah Kai yang “ketagihan” live music. Tapi untung saja rewelnya Kai berhenti hari itu. Kalau setiap malam musti pergi ke restoran yang ada live musicnya bisa bangkrut deh mama hehehe.

Live music memang sangat menghibur, apalagi jika memang membawakan lagu-lagu yang kita sukai. Tapi kalau kita bermaksud untuk bercerita atau ngerumpi banyak, susah juga untuk berbicara jika musik dimulai. Dan kebanyakan memang musik dimulai di atas jam 8-9, jadi bisa ngobrol dulu baru menikmati musiknya. Live music juga bisa menjadi cara ampuh jika kita mati gaya, tidak ada bahan pembicaraan lagi.

live music di Pisa Cafe...sayang lagu-lagu baru jadi aku tidak tahu

Cuma, waktu itu ada dua hal yang aku sayangkan. Satu, Riku tidak ikut sehingga aku tidak tahu reaksi dia terhadap live music. Dan ke dua, Aku tidak sempat pergi ke Pisa Cafe Menteng waktu saudara sepupuku yang bermain band di sana…. Dia juga penyanyi yang bagus, karena dulu aku pernah menonton waktu dia menyanyi di Fashion Cafe dan Park Lane Hotel.Well, masih ada tahun depan ….

Pembaca TE juga suka Live Music (bukan konser yah) ? Biasanya pergi ke mana? Siapa tahu bisa masuk agenda aku tahun depan nih…