DPR yang di bawah pohon rindang

Aku yakin semua pembaca TE belum pernah mencoba potong rambut di DPR a.k.a di bawah pohon rindang. Kalaupun ada paling 1-2 orang saja. Masalahnya keberanian kita apakah kita bisa merelakan potongan rambut pada tangan-tangan yang belum tentu dipercaya. Aku katakan belum tentu, karena biasanya kita mempunyai kapster atau pemotong rambut yang sudah tetap, atau langganan yang sudah tahu selera kita, bentuk kepala kita, dan kita menyerahkan penampilan rambut kita untuk beberapa waktu ke depan pada kapster tersebut.

Aku sendiri sekarang tidak mempunyai kapster tetap. Dulu sekali aku ingat aku sering memotongkan rambut pada Indra dan temannya, lupa namanya, yang punya salon di depan gereja St Johannes Penginjil, Jl Melawai Raya. (Ada yang tau ngga ya? hihihi) Tuh kan, nama salonnya aja lupa hehehe. Katanya sih si Indranya akhirnya punya salon sendiri di Jl Wolter Monginsidi…tapi aku tidak “mengejar” dia ke sana.

Lebih lama lagi sebelumnya, aku sering memotongkan rambut pada salah satu tante yang memang belajar memotong rambut dan akhirnya bekerja di salon. Harga saudara…(meskipun mungkin loh, harga saudara itu justru lebih mahal dari harga resmi hehehe). Intinya, aku tidak keberatan menjadi kelinci percobaan 😉 siapapun juga.

Riku dan Kai dengan rambut baru. Riku membacakan picture book untuk Kai. Tugasku berkurang satu deh. Senangnya Riku sudah bisa membaca (bahasa Jepang)

Nah, kemarin malam aku memotong rambut kedua anakku, Riku dan Kai. Karena Riku mau dipotong dan bekerjasama alias tidak bergerak sana-sini, potongan rambutnya lumayan bagus. Dan Kai melihat kakaknya dipotong dia juga mau dipotong, sehingga memberikan kesempatan padaku untuk “membereskan” potongan poninya yang miring-miring waktu itu. Aku sendiri juga selalu memotong rambut sendiri. Sering ditanya bagaimana caranya? Ya potong saja depannya dulu, lalu samping kiri kanan, lalu belakang di bagi dua ke kiri dan ke kanan. Jadi deh. Lagipula rambutku memang keriting jadi kalaupun tidak sama panjangnya juga tidak terlihat. Nanti akan ada beberapa hari kesempatan memperbaiki potongan yang keluar-keluar.

Memang sih kalau bisa ke salon aku juga mau ke salon. Terakhir aku ke salon di Indonesia kalau mudik (that means last agust). Pergi ke salon di depan RSPP, potong kalau tidak salah harganya 80.000 rupiah saja! Untung aku tidak neko-neko, tidak perlu creambath, keriting, dicat dsbnya. Memang aku mewarnai rambutku tapi selalu cat sendiri, membeli cat rambut yang sudah jadi. Terakhir ke salon di Jepang? Setahun setelah melahirkan Riku, yaitu tahun 2004. Dan karena itulah aku juga berhenti ke salon di Jepang.

Kenapa berhenti? Karena waktu itu aku harus membayar 16.000 yen! Weks untuk potong dan cat aku harus membayar 1,6 juta rupiah! Potongnya saja biasanya standar 4000 yen kalau salon. Wait… tunggu dulu deh kalau begitu. Mending aku tahan sampai mudik ke Jakarta… Padahal aku juga pernah kena “ketok” potong rambut di Jakarta sampai lebih 1 juta! hahaha. Lihat lokasi deh kalau mau potong. Biarpun sama-sama nama salon berinisial “RS” ternyata lain-lain tarifnya. (Ih pasti gue diketawain nih sama yang baca postingan ini … gue juga berasa dungu banget waktu musti bayar dan bengong dibilang harganya…. emang sih dipaksa-paksa beli cream produk “ker*stase”…yang gue buta banget soal merek!)

Tapi memang pelayanan di salon Jepang hebat! Waktu dicuci rambutnya, pertama muka kita akan ditutup saputangan sehingga tidak usah melihat MUKA SI PENCUCI…bagaimanapun juga risih kan tuh hadap-hadapan langsung face to face. Aku tidak tahu apakah sudah ada salon di Indonesia yang memikirkan seperti ini. Lalu ditanya suhu air showernya, kepanasan atau tidak. Massage atau pijat sudah termasuk dalam service. Memang tidak ada makanan yang ditawarkan hanya minum gratis, tidak seperti di Jakarta, bisa tuh pesan sate ayam hahaha. Tapi sate ayam dan minuman yang dipesan kan harus bayar sendiri! Dan satu lagi di sini TIDAK PERLU memberikan tip. Kadang aku bingung bagaimana dan berapa memberikan tip di salon Jakarta. Yang nyuci, yang motong dan yang ngeblow…huh ribet deh!  Trus ngasihnya gimana? Kalau pelanggannya tante-tante tuh aku suka liat memasukkan tipnya ke celana yang motong (biasanya cowo) sambil meraba-raba lama deh hahaha. asyiiik …..

TAPI sebetulnya di Jepangpun ada tempat potong rambut yang murah. Cukup membayar 1000 yen (100.000 rupiah) tapi tanpa cuci, tanpa blow, tanpa cat (coloring), tanpa  keriting (perm), tanpa shaving segala. Nama tokonya QB House. Tadinya kusangka singkatan dari Quick Barbershop tapi waktu lihat websitenya ternyata Beaute Quatre. Motto mereka 10 menit 1000 yen. Dimulai tahun 1996, perusahaan ini memanfaatkan tempat-tempat strategis, seperti di stasiun, dengan jaminan 10 menit bisa dipotong rambutnya (tentu saja lebih lama kalau antri). Menurut mereka, mereka menyediakan pelayanan ini bagi orang Jepang yang selalu sibuk dan menghargai waktu. Tapi menurutku mereka telah membaca keperluan masyarakat Jepang yang memang sedikit waktu ditambah dengan pemikiran tidak mau mengeluarkan uang banyak untuk hal yang bisa dilakukan sendiri. Memotong rambut sendiri memang membutuhkan keberanian dan ketrampilan tersendiri. Dan toko ini sangat berhasil, karena dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun (14 tahun tepatnya) mereka telah mempunyai tempat potong 395 dengan pengguna 12.000 orang.

Di depan QB Ikebukuro, tempat potong rambut 10 menit 1000 yen

Cuma memang kalau dilihat kita manusia yang akan dipotong rambutnya di QB House ini seperti barang saja. Karena tanpa cuci, untuk menghilangkan potongan rambut kecil-kecil di kepala dan badan, mereka memakai alat yang bernama  “Air Washer”…padahal sebetulnya ya kerja sama dengan penyedot debu! Tapi aku sih no problem sama sekali, meskipun aku belum pernah mencobanya. Gen hampir selalu pergi ke QB house kecuali mendadak perlu terpaksa mengeluarkan 4000 yen di barbershop samping rumah. Riku juga kadang diajak Gen potong rambut di sini. Soalnya Gen tidak mau kalau aku potong sih…takut kalau jelek tuh hehehe.

Padahal sudah cukup banyak loh “KORBAN”ku. Mulai dari Tina, adikku saat aku masih mahasiswa dulu, dengan hasil yang…terrible. Tapi semenjak di Tokyo lumayan deh pelangganku, termasuk mama (juga kalau aku ke jakarta), mahasiswa yang rela dijadikan kelinci percobaan seperti Wen…kemana ya tuh anak? Lalu kedua anakku, diriku sendiri dan EKA …yuhuuuu Ekawati Sudjono, bagaimana testimoni kamu tentang Imelda si kapster? hihihi.

Siapa lagi yang mau daftar jadi kelinci percobaanku? Gratis loh! Dukan di bawah pohon rindang, tapi di kursi depan televisi hihihi. Kalau ke sini, malah dikasih makan hahaha… Tapi dengan menandatangani surat perjanjian (ini PENTING!) tidak akan mengeluh atau komplain kalau hasilnya jelek ya :). Tapi kalau di Jakarta,menerima panggilan juga kok, tapi transportasi+konsumsi situ yang tanggung ya 🙂 (konsumsinya di GI atau PS atau PP ya! hahaha)

NAH, buat yang berdomisili di Jepang juga perlu membaca tulisannya sahabatku (cihuy) yang satu ini, di Mari Potong Rambut. Mampir dan berikan komentar ya hihihi. (Yang punya blog…layani dengan baik ya tamu-tamuku ini 😀 )

34 gagasan untuk “DPR yang di bawah pohon rindang

  1. narpen

    cihuyyyy… blog baru, diiklanin.. senangnyaaa~
    eh ini pertama? tumbeeeen~
    *ngamanin posisi dulu tan..
    bentar ya, belum dibaca.. kuliah dulu 😀

    Untung ngga marah diiklanin hahahaha
    EM

    Balas
  2. narpen (lagi)

    huahua. aku suka komentar yang ungu. Bener banget, ga usah bingung dengan uang tip!!

    Berbekal dua buah cermin dan satu gunting, aku pernah dua kali potong rambut sendiri tan, waktu smp. hasil pertama sih bagus.. tapi hasil kedua mendapat kritikan tajam yang bikin mengkeret -lebay- (sampai akhirnya sampai detik ini blm pernah potong rambut sendiri lagi).

    Wah, dipotongin rambut ama tante?? Boleeehhh.. tapi sekarang mah rambut aku masih pendek :9
    -ngeles-

    hehehe yang ungu itu isi hatiku bener deh, cuma sulit diungkapkan selama ini hihihi
    EM

    Balas
  3. Oemar Bakrie

    Waktu di Kyushu Univ. saya pernah diajak teman potong di co-op khusus untuk mahasiswa biar murah, teman itu statusnya memang mahasiswa disana tapi rambutnya kayak saya sudah putih semua … Pas selesai kita berdua ketawa, pasti tukang salonnya heran, ini mahasiswa kok rambutnya sudah putih semua … hahaha
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Nama keluarga =-.

    Gpp kok pak HG. Di sini kan banyak mahasiswa yang sudah lansia….:D
    EM

    Balas
  4. vizon

    Kalau aku, dari dulu emang potongnya di DPR.. Sekarang, sudah dalam ruangan sih, tapi tetap dengan rasa dan harga DPR, hahaha… 😀 Ke salon? pernah sesekali, tapi eikeh males weiceh… hahahaha… (kayaknya cuma Om Nh deh yang pantes nulis kayak gini, hahaha..)

    bener weiceh cuma Om NH yang bisa menuliskannya pake perasaan hahahaha
    EM

    Balas
  5. AtA chan


    Wah kalo aku agak takut ke salon yang ada mas-mas melambai itu..
    Trauma..
    ..
    sekarang sih langganan di salon lansia..
    Di situ bisa potong kumis,jenggot,bulu idung sampek bersihin telinga juga..
    Tapi pelangganya kakek2 semua..:-D
    ..
    Dijepang ada gak ya, salon khusus lansia..?
    ..
    Eh, tumben ada Narpen..
    ..

    salon lansia? mustinya ada tuh…cuma aku ngga pernah masuk, abis aku belum lansia sih hihihi 🙂
    EM

    Balas
    1. Tuti Nonka

      Potong rambut terakhir di salon lansia itu juga ya Ta? Pantes salah, lha wong kapsternya sudah embah-embah … hihihi … Upload dong foto habis potong rambut terakhir di Malang itu 😀

      Balas
  6. ekawati sudjono

    K imel sayang… TERNYATA ADA NAMAKU DISEBUTTTTT *sambil lelumpatan ga jelas* lagi sendirian di study room soalnya hahhahaha iya lho, k imel is such a talented hair-stylish lho ;p aku mau lagi ya k, kapan2 hehehehe Nerima Salon selalu buka khan yaa hehhehehehe..

    buka buka…kapan mau datang lagi. Ntar ya, kalo kamar yang itu udah beres. Sekarang jadi gudang soalnya
    EM

    Balas
  7. Tuti Nonka

    Mbaaak … saya mau dijadiin kelinci potong, eh .. kelinci percobaan potong rambut. Besok Agustus ya, kalau Mbak Imel pas mudik ke Jakarta.
    Saya sendiri punya salon langganan, sudah 12 tahun. Salonnya Bunda Dyah Suminar. Enak sih di salon, sambil di massage. Sering sampai ngantuk-ngantuk saking nikmatnya. Biasanya saya potong rambut 3 bulan sekali. Di sini nggak mahal kok, cuma 30 ribu. Padahal ruangan indah ber-AC, kapsternya manis-manis … dan nggak ada mas-mas yang suka melambai 😀 *ngelirik Ata*
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Coltan =-.

    waahhhh 30 ribu rupiah? mau dong sebulan sekali…hahahaha ntar gundul dong
    Agustus ya mbak…kapan nih tepatnya, musti atur jadwal deh
    EM

    Balas
  8. nh18

    So …
    Menu Agenda Wajib jika EM pulang mudik ke Indonesia …
    1. Kopdar …
    2. Ke Salon … Weiceh …

    hahaha …
    (dan itu memang benar adanya demikian …)

    Salam saya EM

    Tau aja si mas…
    3. wisata kuliner Indonesia
    4. Belanja perlengkapan utk gudang Nerima
    5. hmmmm ….apa lagi ya?

    Salam kembali Laos mas…
    EM

    Balas
    1. narpen

      narupen mah nama di lab, tante.. narunarupii nama cute (halah!)
      klo dipanggil narupen, berasa mo dikasih deadline :p

      Balas
  9. Didien®

    dulu waktu di kampung setiap potong rambut selalu di bawag pohon rindang bun…maklum ga ada salon haha..
    pakabar bun?

    salam, ^_^
    .-= Didien®´s last blog ..Totalitas =-.

    Balas
  10. zee

    Waktu kecil aku pernah cb potong poni sendiri tp malah kependekan, jd dimarahi hahaha. Tapi itu karena masih kecil kan :p. Klemarin2 sempat potongin rambut Vay tp belakangan dia tdk mau diem jdlah hrs bawa ke salon KiddieCut dan bayar 80rb utk potong poni saja :D.

    Balas
  11. TKB

    Kalau di Indonesia kayaknya juga nggak/belum umum tuh mbak motong rambut DPR.

    Btw, kalau judulnya DPR yang di bawah pohon rindang, kalau di perjelas jadinya “DI BAWAH POHON RINDANG yang di bawah pohon rindang”, nampak agak lucu mbak. 😆

    Balas
  12. frozzy

    mbak EM mudik agustus nanti ? ketemuan lagi yah…
    btw, 2 hari yang lalu aku juga baru potong rambut mbak, dan motongnya di salon yang baru pertamakali aku datangi karena terpaksa, secara dua salon langgananku penuh semua, sementara rambut sudah gak karuan modelnya. walhasil deg-degan nungguin hasilnya sesuai keinginan atau tidak. dan…tarraaaaa…..si mbak2 kapsternya ternyata cukup OK mewujudkan model yang aku mau.
    .-= frozzy´s last blog ..EKSOTISME =-.

    Balas
  13. Lala

    Aku sih gak pernah punya kapster langganan dan gak musti harus ke salon apaaa gitu buat potong rambut. Dulu malah sering maksa Mbak Piet buat potong — sama kayak Mbak Tina deh.. Hehehe..

    Keahlianmu memang sangar, Sis. Apa2 bisa. Potong rambut itu beban mental banget, takut ntar yang punya rambut malah stress.. Hihihi.. Itu kenapa makanya perlu ada surat perjanjian yaa.. Hahahaha

    Balas
  14. yessy muchtar

    Aku gak mau jadi kelinci percobaannnnn!! gak mauuuuuuuuuuuu!! *ketawa guling-guling sambil ngebayangin muka dengan hasil guntingan mbak Em*

    Tapi, si Tangguh sampe sekarang, selalu di potongin Atun! Dengan gaya rambut Kai! wekekekek….abis kalo mau di bawa ke salon juga ribett, Tangguh gak mau diemm, sama Atun aja di potongin sambil lari-lari kekekeke…

    Walhasil, jangan protes kalo poninya grepes-gerepes! wekekekeke

    By the way, dirimu kalo nyalon di salon Muahaaallll!!!
    Yang cihuy dan murah meriah juga banyak kok mbakkk, cuma ya..lokasinya gak deket rumahmu! wekekeke..lokasi deket rumahmu yang pasti muahaalll! hihihihi….

    Balas
  15. krismariana

    hiyaaaa… potong rambut di Jepang mahal banget, ya mbak. aku selama di Jakarta belum berani potong rambut di salon terdekat. aku agak2 kurang percaya aja. akhirnya, kalau potong rambut nunggu pas pulang ke Jogja. hihihi… soalnya harga di sana lebih murah drpd di sini, dan kualitasnya pun aku juga udah tahu. nggak kualitas nomor satu sih, tapi lumayan oke… setidaknya menurutku.
    .-= krismariana´s last blog ..Biar Jadul Asal Keren =-.

    Balas
  16. rawit

    wah sama dong seperti saya, dulu pernah potong rambut adik saya model batok, jadi pake mangkok gitu trus ditaruh di kepala. Dan saya potong menurut pola mangkok itu..hihihi..hasilnya amboy abis deh..saya bilang ke ade saya kl itu potongan paling keren masa itu, tapi yang ada pas dia keluar rumah diejek2 ma temennya jadilah dia pulang ke rumah dengan tangisan bombaynya..haha
    sering lihat sih orang2 potong rambut DPR gitu..semilir kali yaaa di bawah pohon..hehe

    Balas
  17. Bro Neo

    aku pernah tuh potong rambut yang pake air washer, kalo gak salah di setiabudi building, tahun 2006an
    meskipun tanpa dicuci, bersih juga kok air washernya…. isis isis gmana gitu…

    pembayarannya juga tinggal memasukkan uang ke alat kayak atm gitu.. murah deh, waktu itu kalo gak salah cuma 20rb aja 🙂
    .-= Bro Neo´s last blog ..Sumeleh =-.

    Balas
  18. g

    Hihihi…. saya siiiy udah 4 tahun ga potong rambut, sekarang rambut saya panjangnya udah sedikit dibawah pantat, dan ga pernah diapa2in cuma dikepaaaaang aja… udah kayak orang jaman bahuela… ehehehhee…. Oww… kalo gereja St. Johannes Penginjil tau, kalo salon Indra-nya itu yg ga tau…
    .-= g´s last blog ..ttg Winda, i am a fan! =-.

    Balas
  19. Tanya

    Hiahahahahaha…. jadi inget dulu waktu tinggal di Jepang, aku sama suami saling memotong rambut. Berhubung kaca kamar mandi kecil, jadi ngaca di pake kaca pintu denshi renji 😀

    Di Jepang aku cuma pernah satu kali ke salon. Itupun gara2 suami abis dapet cashback dari KDDI (kalo gak dapet cashback ya gak ditraktir :D). Memang mahal mbak, waktu itu aku kena 9800 yen, tapi potongannya beneran bagus. Biasanya kalo salon di Jakarta, keluar dari salon cakep tapi nanti kalo udah keramas sendiri ya awut2an lagi. Kalo di Jepang, abis keramas sendiri trus disisir pake tangan juga masih tetep bagus.
    .-= Tanya´s last blog ..Banana Cake =-.

    Balas
  20. julianusginting

    wah….baru tau tuh….informasi menarik…xixixixxi….
    .-= julianusginting´s last blog ..My Blog Was Hacked?? =-.

    Balas
  21. Ria

    kalau aku mbak…potong rambutnya di teras depan rumah dan stylist paling kerenku selama hampir 23 thn adalah mama tercinta…hihihihi *sama dengan riku dan kai* 😀

    ohya…Riku pinter banget ya sudah bisa membacakan buku untuk kai!
    .-= Ria´s last blog ..Perempuan yang kehilangan kewarasan =-.

    Balas
  22. edratna

    Riku udah bisa membacakan dongeng untuk Kai ya….berarti Imel agak mendingan.
    Dulu..si bungsu tahu2 sudah bisa baca (diajarin kakaknya).

    Saya belum pernah coba potong rambut di DPR..saat di asrama ada teman yang pinter potong rambut..jadi banyak yang minta potong rambut ke dia.
    Salon langganan saya, lumayan murah, malah seringnya sekaligus creambath, pijat sekalian..dan ujung2nya sampai di rumah malah langsung tidur…sayang blow nya….hehehe
    .-= edratna´s last blog ..Membangun semangat agar tidak padam….. =-.

    Balas
  23. Ceritaeka

    => Lagipula rambutku memang keriting jadi kalaupun tidak sama panjangnya juga tidak terlihat.

    ahahaha TOS kita mbak
    rambutku juga ikal2 gituh jd gak masalah asimetris.
    Tapi ya sampe skr gak blum bisa motong rambut sendiri tuh hehehe
    .-= Ceritaeka´s last blog ..Dua Puluh Purnama =-.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *