Tangan Sayuri-chan Dingin

Dunia sudah berubah, menjadi aneh bin ajaib. Aku tidak mau menyinggung soal kejadian-kejadian “aneh” di Indonesia, karena aku tidak tinggal di sana, tapi aku mau mendongeng tentang keanehan di Jepang saja.

Biasanya setelah Higan atau equinox day (tanggal 23 Maret) atau setelah bunga Sakura mekar, tidak ada lagi hari-hari yang membuat badan menggigil. Memang satu dua kali pernah mendengar dan melihat foto Sakura dalam salju, tapi aku tidak menyangka akan mengalami “kedinginan” back to winter saat ini.

Sakura dalam salju, Hakone 16 april. Foto : mainichi shimbun

Sudah dua hari ini suhu udara di Tokyo di bawah 10 derajat, hari ini cuma 7 derajat max. Baru kali ini aku pergi ke kampus bulan April, mengawali kuliah semester ganjil dengan memakai coat!  Biasanya kuliah awal cukup dengan jaket saja, dan otomatis memakai warna-warna cerah sesuai dengan musim semi. Tapi kali ini, aku terpaksa memakai baju yang biasa dipakai di musim dingin berwarna coklat. Untung saja ada satu perkataan muridku tadi yang cukup menghangatkan hariku. Dia pernah ikut kuliah Bahasa Indonesia dasar kelasku 3 tahun lalu, dan sekarang mengambil kelas menengah. Katanya, “Sensei, saya masih sekali-sekali melihat blog sensei loh. Saya suka sekali kalau sensei upload video kehidupan sensei. Dulu kan sensei sering pasang tuh, sekarang tidak pernah lagi…” Hmmm ya, aku memang jarang membuat video tentang Kai. Dulu sering membuat dan upload video clip Riku di youtube dan embed ke blog. Ternyata ada juga yang kangen dengan video klip kehidupan keluargaku hihihi.

Foto jadul, aku mengajar di Senshu University. Riku belum lahir tuh...

Dingin-dingin begini membawa dampak yang kurang bagus juga bagi “perekonomian” rumah tangga kebanyakan orang Jepang. Dompetnya jadi dingin gara-gara ngga ada uangnya deh. Apa pasal?

Seharusnya musim semi begini, kami bisa menikmati sayur-sayur segar yang beragam, terutama cabbage (kyabetsu– kol). Aku sendiri jarang membeli kol, tapi kebanyakan orang Jepang suka makan kol sebagai pelengkap salad sayuran mentah. Nah, akibat musim dingin yang berkepanjangan, produksi sayuran berkurang, dan tidak bisa memenuhi pasar. Akibatnya harga sayur naik. Bayangkan tiga hari yang lalu aku masih bisa membeli satu kol seharga 150 yen, sekarang harganya 250 yen! Harga-harga sayur naik 40%. Bener-bener mikir kalau mau membeli sayur deh. Atau terpaksa aku pergi ke toko grosiran yang menjual sayur lebih murah, bukan di supermarket biasa dan agak jauh dari rumahku. Karena jika di supermarket rumahku satu ketimun seharga 60 yen, di toko grosir itu cuma 40 yen. (wah kok posting belanjaan jadinya ya hihihi… gara-gara si dingin sih).

Nah yang aku mau tulis juga di sini sekalian mumpung bertema dingin, yaitu soal tangan dingin. Kalau mendengar kata “bertangan dingin” tentu ada dua konotasi yang berbeda, yaitu bertangan dingin yang berarti “tanpa perasaan”. Seperti pembunuh bertangan dingin. Orang-orang yang bisa tega membunuh orang seperti binatang. Eh salah… itu berdarah dingin.  Kalau tangan dingin, tangannya bisa membuat hasil yang bagus untuk apa yang dipegang, terutama pertanian. Sepertinya si Ata-chan tuh “tangan dingin”. (thanks to Mangkum untuk penjelasannya)

Tapi dulu aku juga bertangan dingin, yang memang bukan arti kiasan. Tanpa ada sangkut paut dengan musim dingin, tanganku dulu memang biasanya dingin. Ciri-ciri orang yang jarang berolahraga, aliran darahnya tidak teratur, atau menderita penyakit kurang darah. Biasanya memang wanita tangan dan kakinya sering “dingin” dan dalam bahasa Jepang disebut  hieshou 冷え性. Selain olahraga ada juga beberapa minuman “jamu” tradisional yang bisa membantu memperlancar aliran darah.

Namun, ternyata tangan dingin menjadi syarat untuk menjadi pembuat sushi yang ulung. Kemarin pagi di berita TV, ditampilkan seorang pembuat sushi, itamae 板前 yang sudah bekerja sebagai pembuat sushi selama 30 tahun. Waktu datang ke restonya pagi-pagi, dengan kamera khusus bersensor panas tubuh, terlihat tangannya merah, dengan suhu 34 derajat. Kemudian dia mulai menyiapkan dapurnya, dan diperlihatkan tangannya berangsur menjadi biru…. selama dia membuat sushi itu tangannya bersuhu 20 derajat! Waktu makan siang, sedikit kembali menjadi hangat (menjadi sedikit merah), tapi setelah itu biru lagi. Benar-benar mengherankan. Kalau dikatakan, pasti dia merendam tangannya dalam es… mungkin juga sih, tapi kan tidak mungkin terus menerus, karena dia harus bekerja menyiapkan nasi dan ikan mentah, memotongnya dsb sampai ke mengepalkan nasi dengan ikan menjadi sushi. Pasti bergerak terus kan? Tapi selama itu tangannya bersuhu 20 derajat.

Waktu ditanya sih katanya memang setelah bekerja sekian tahun menjadi pembuat sushi, otomatis badannya menyesuaikan dengan pekerjaannya. Tangan dingin ini amat menunjang “kesegaran” sushi yang dibuatnya. Sushi dengan topping ikan mentah akan berkurang kesegarannya jika tangan yang mengepalkannya panas. Bahkan menjadi cepat busuk. Jadi ternyata tangan dingin itu memang perlu dan menguntungkan.

Nah, kalau dilihat dari judul posting kali ini, tangan dan dingin sudah aku bahas. Sayuri-chan (sayuri adalah nama anak perempuan umum di Jepang)  nya mana? Sebetulnya bukan sayuri-chan, tapi sayur. Tapi dalam mengajarkan bahasa Indonesia, untuk mempermudah orang Jepang menghafal, biasanya saya memperkenalkan kalimat yang menunjukkan kemiripan seperti : “Sayuri-chan wa yasai ga suki (terjemahannya Sayuri chan suka sayur)” Sayur = yasai. Ingat saja sayuri chan kalau mau mengatakan sayur dalam bahasa Indonesia.

Jadi deh judul posting hari ini: “Tangan Sayuri-chan Dingin”… meskipun perlu diketahui bahwa pembuat sushi tidak ada yang perempuan! heheheh (ada jenis pekerjaan tertentu di Jepang yang tidak bisa menerima perempuan…. seperti tidak ada pastor perempuan di agama Roma-katolik)

Dan ketika kubuka jendela pagi ini, salju menutupi atap rumah. Salju di bulan April? setelah 41 tahun, baru kali ini terjadi winter berkepanjangan begini. Foto dari teras apartemen kami

読み込み中

クリックでキャンセルします

画像が存在しません

読み込み中

クリックでキャンセルします

画像が存在しません

読み込み中

クリックでキャンセルします

画像が存在しません

読み込み中

クリックでキャンセルします

画像が存在しません

18 gagasan untuk “Tangan Sayuri-chan Dingin

  1. mangkum

    darah dingin sama tangan dingin, jadi binun hehehe…
    setelah liat di kamus daring, tangan dingin itu sifat selalu membawa hasil (terutama dl usaha pertanian, pengobatan, dsb). dan darah dingin itu tidak punya perasaan…

    btw, foto sakuranya suka banget, mba…

    Mang, makasih pembetulannya …bener aku maunya tulis darah dingin… maklum nulisnya dini hari hhihihi
    EM

    Balas
  2. Dewa Bantal

    Bwahaha… nama orang dibuat mainan. Aku pikir ada anak bernama Sayuri Chan mati… -_-; ternyata masalah koki toh.

    Btw, mama ku sushi chef lho di restoran di sebuah mall 🙂

    Balas
  3. henny

    *Aku suka sekali foto mbak Imel mengajar di Senshu university*

    Mengingat masyarakat dan budaya Jepang yang ‘Otaku’..kupikir wajar jika tubuh, pikiran dan ucapan sang pembuat sushi -Itamae- menyatu dan melebur menyesuaikan diri dengan spesialisasi pekerjaannya… 30tahun bo’….ckckck…sungguh hebat dan postingan ini sungguh menarik, as usual!

    …sambil menyisipkan doa; semoga musim berlangsung sesuai waktunya….

    Balas
  4. Fanda

    Mbak Imelda ngasih judul Sayuri-chan kukira mo ngomongin novel Memoar of A Geisha, hehehe… Namanya kan Sayuri tuh. Menarik juga ya ternyata cara pembuatan sushi itu. Ngomong2 tanganku juga suka dingin meski suka olahraga. Mungkin kurang darah itu ya? Kalo kaki suka dingin kenapa ya? *loh..kok jadi konsultasi kesehatan sih??*
    .-= Fanda´s last blog ..Tentang Blog Baca Buku Fanda =-.

    Balas
  5. g

    Hmm….. tangan saya juga suka dingin (hihi.. emang jarang olahraga sih belakangan ini) berarti saya bisa jadi tukang sushi dooong, uhuiiiy… kalo di Jepang ga bisa (ga boleh ya?) mungkin di Jakarta bisa, wahahaha…. sekalian bisa curi2 makan sushi, soalnya saya doyaaan buangeuts.
    .-= g´s last blog ..Singing in The Rain/ Menyanyi di bawah Hujan =-.

    Balas
  6. radesya

    Foto tante pas ngajar terlihat lebih langsing ya…, coba senyum dikit, pasti lesung pipitnya terlihat jelas, gag senyum ja dah terlihat gitu , manis deh 😉

    di Indo sayuran juga lagi mahal kayaknya, btw sayuran apa yang tante suka?

    jadi pengen makan sushi, hihihi…
    .-= radesya´s last blog ..Mengorek telinga dan mengorek hidung (baca: ngupil) =-.

    Balas
  7. AtA chan

    ..
    Mbak kalo butuh sayur ketempat saya aja..
    Tinggal metik sendiri dikebun 😀
    ..
    Tentang tangan dingin, wew jd mikir deh..
    Aku bisa tani, masak juga, melukis, mijet juga enak..
    Apa karena tanganku dingin ya..?
    ..

    Balas
  8. Tuti Nonka

    Tangan saya juga sering dingiiin Mbak, terutama kalau baru keluar dari mobil (soalnya kena AC mobil yang letaknya pas di depan stir). Makanya kalau ketemu orang, kadang rada enggan salaman, kasihan orang yang diajak salaman kedinginan 🙁

    Semoga musim dingin di Jepang segera berlalu ya Mbak, dan bisa kembali makan sayur banyak-banyak …

    @ Ata : waw … aku mau tuh dipijet (mijetnya bukan pake kaki toh? 😀 )
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..30 Jam Untuk 3 Menit =-.

    Balas
  9. Ria

    mbak imel…tanganku bisa jadi dingin kalo aku sedang bikin kue atau memasak…huhahahaha…ini sih gemeteran takut kuenya gak jadi 😛 😀

    disana lagi dingin ya mbak? jaketnya jangan lupa ya! dan sushi nya juga jangan lupa aku mau dunk dikirimin :d *diduri gak ada yg jualan sushi* tapi aku maunya sushi yg mateng 😛

    have a good day mba…happy weekend ya 😉

    Notes : itu foto jadulnya keren!!! hehehehe sebelum riku lahir ya? mmmmm….pantes om gen cinta mati padamu hihihihihi.

    Balas
  10. Den Hanafi

    kunjungan perdana. salam kenal, sensei. 🙂
    membaca artikel ini, saya jadi ingin ke jepang juga. tapi apa daya, tangan tak sampai.
    .-= Den Hanafi´s last blog ..Mengajarkan kesederhanaan kepada anak kecil =-.

    Balas
  11. edratna

    Foto Sakura dalam salju indah sekali….sakura nya sedih dong, yang seharusnya bunganya bisa dinikmati menjadi miesteri, sembunyi dibalik salju.

    Foto Imel waktu muda…/langsing dan cantik. Tak heran Gen jatuh cinta.

    Soal tangan pembuat sushi dingin, apa saat bekerja membuat sushi, dia berada di dalam ruangan dingin…seperti dalam ruangan server?
    Lha tanpa berpendingin aja tanganku sering dingin…..apalagi jika bikin sushi ya.
    .-= edratna´s last blog ..Orangtua memang tak boleh lengah =-.

    Balas
  12. Li Lee

    salju berkepanjangan
    di KL sini, setiap bulan pasti ada hujannya! ini bulan April; di Solo sudah suangat luangka dan di sini, Sabtu, 17 April 2010, hujan badai!!!
    perubahan iklim, tante
    memang mencengangkan, tapi tidak drastis, bukan? temen aku pernah nunjukin suatu pulau yang 4 musim drastis harian!!! unbelievable
    hahaha. belajar bahasa pake kalimat yang mirip” selalu manjur karena kocak mudah diingat yah
    ya hindari yang mahal” dulu donx sampe normal lage? kacian dilemma rumah tangga… hehehe

    PS: Roman-Catholic ato Katolik-Roma neh?! :p Roma-katolik sounds awkward, M

    ~LiOnA~

    Balas
  13. rhainy

    Pembuat sushi “harus laki2”?? Kenapa gitu ya mbak? Gak boleh perempuan? Apa karena tangan laki2 lebih dingin? Hehehe..bener2 baru tau nih mbak…

    Balas
  14. nh18

    HHmmm …
    Mengenai pembuat Sushi yang sudah sekian tahun itu …
    kok bisa begitu ya EM tangannya … heran juga

    Aliran darah dan suhu tubuh mengikuti pekerjaannya rupanya

    Salam saya EM
    .-= nh18´s last blog ..OJEK AT UBUD =-.

    Balas
  15. Ly

    tapi ada yang berbahagia dengan 2 hari turun salju di bulan April… 🙂
    teman saya mengunjungi suaminya yang akan selesai tugas belajar di Jepang, pas ada salju… waaah, seneng banget dia Mbak… hihihihi…

    eh, sudah lama sekali saya tidak main ke sini Mbak… hehee…
    .-= Ly´s last blog ..Terapi untuk MSDD =-.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *