Kencan

Kencan

(Ini merupakan postingan ke dua hari ini, setelah Pohon Keramat)

Biasanya pasangan kalau berkencan ke mana sih? Yang aku tahu Bioskop merupakan tempat kencan yang biasanya menjadi tujuan pasangan yang berpacaran. Apalagi kalau fimnya film ngeri…kan bisa “pura-pura” takut lalu menggenggam tangan si pemuda, atau mendekap lengannya hihihi (duh mel, itu jadul…kalo sekarang mungkin udah bebas c**man di bioskop). Aku sendiri waktu masih single dan masih sering diajak date a.k.a kencan biasanya menghindari menonton di bioskop. Baca aja deh di sini, aku dan Gen biasanya kencan di museum atau pameran lukisan hahaha. Meskipun bukan berarti aku tidak pernah pergi berdua dia ke bioskop loh. Kami pernah menonton di Bioskop yaitu film Ponnette, Shall We Dansu dan Nankin no Kirisuto  (yang teringat cuma itu sih).

Kemarin (30 Maret 2010) Tokyo dingin sekali. Pagi Riku mengeluh sakit perut, jadi setelah mengantar Kai ke penitipan jam 9 pagi, kami langsung pergi Rumah Sakit. Oleh dokternya dikatakan mungkin cuma luka di usus, apalagi hari Minggu lalu Riku mengeluh kotorannya berwarna hitam. Jadi disuruh periksa feses, dan minum obat.

Selesai dari RS sudah jam 12 siang. Padahal tadinya kami mau pergi ke tempat  bermain dekat rumah di Toshimaen. Tapi sudah siang begini, selain kami harus kembali pukul 4 sore, angin bertiup kencang dan dingiiin sekali. Karena itu aku mengajak Riku pergi ke Kichijoji untuk pergi ke toko khusus pekerjaan tangan Yuzawaya. Toko ini menjual segala rupa alat dan bahan untuk prakarya, mulai dari kain, benang sampai prakarya membuat beads dan bahan kulit. Paling sedikit aku bisa membelikan Riku Jigsaw Puzzle dan piguranya untuk mengisi liburannya.

Tapi waktu kami sampai di depan toko yang terdiri dari 7 tingkat itu, ternyata toko itu sudah tutup tanggal 28 yang lalu, dan akan dibuka di tempat lain pada tanggal 2 April. Pindah bangunan! Yahhhhhh, aku kecewa sekali.

Persis waktu itu aku melihat di depan toko itu ada bioskop dan memutar 2 film anak-anak, Doraemon dan G-Force. Hmmm mungkin sekarang waktunya aku menemani anakku menonton. Dan Riku sangat ingin menonton G-Force, sehingga akhirnya aku membeli karcis, 1800 yen untuk dewasa dan 1000 yen untuk anak SD. Film dimulai pukul 2:30.

Dilarang merekam suara dan gambar dalam bioskop!!! Kalau ada hukumannya berarti pernah ada yang melakukannya ya?

Seperempat jam sebelum pukul 2, kami sudah naik ke lantai 5, studio tempat memutar G-Force. Untung bukan basement, karena aku masih suka phobia berada di bawah tanah. Dan sebetulnya kali ini aku menonton setelah 10 tahun lebih tidak menonton di bioskop. Aku tidak bisa masuk bioskop karena gelap (mana ada bioskop terang benderang sih?), dan aku phobia gelap. Sambil menunggu, aku sempat melihat poster peringatan untuk tidak merekam gambar dan suara film yang sedang ditonton. Weleh ternyata di Jepang ada juga ya kejahatan ini hihihi. Hukuman penjara 10 tahun dan/atau 10.000.000 yen!!!! (Termasuk penyebaran/pemutaran di web dan copy DVD)

Wahhh studio yang berisi 260 kursi empuk itu hanya ditempati 10 orang… serasa nonton di rumah sendiri deh. Yang juga aku perhatikan merupakan pemikiran bagus adalah, adanya tambahan bantalan kursi untuk anak-anak, yang bisa diambil sendiri bagi yang memerlukan. Kalau orang dewasa yang duduk di depannya, pasti akan tertutup kepala orang itu, jika tanpa tambahan bantalan tersebut.

Riku duduk pakai tambahan bantal. Empuk banget kursinya, aku sempat tertidur loh sebelum film mulai hihihi

Filmnya sendiri? Yah begitu deh film Disney, meskipun tidak membuat terharu, cukup seru. Yang aku kagum memang bagaimana mereka bisa membuat cerita dengan topik binatang. Hampsternya lucu tapi kecoaknya tidak…semanis-manisnya kecoak, aku tidak pernah bisa suka deh hihihi. Yang bikin geli juga si Hampster yang punya akun FB…. kalau misalnya film itu kenyataan, betapa FB merupakan fenomena hebat karena bisa populer sampai dunia binatang ya hihihi.

Tikus Tanah (Mogura)dan Hampster jagoan.. .. yang aku masih takjub apa benar hidungnya tikus tanah pink dan seperti ulat begitu ya? Belum pernah lihat aslinya sih.

Oh ya, waktu kami masuk ke dalam bioskop, kami membeli popcorn dan minuman botol. Kenapa ya bioskop = popcorn? kenapa ngga makanan lain ya? Atau ada yang punya pengalaman membawa makanan lain waktu menonton di bioskop? (Jangan bilang nasi soto ya hahaha)

Pengalaman nonton kemarin membuat aku yakin bahwa aku sekarang sudah bisa nonton di bioskop, asal tidak penuh orang. Jadi …. siapa ya mau ajak aku date nonton? hihihi

13 Comments

Iya Mbak, bioskop jadi tempat favorit untuk kencan, soalnya bisa duduk berdekatan, dalam suasana remang-remang, jadi …. wow, gawat … apalagi yang duduk di baris paling belakang dan di pojokan … hahaha!

Popcorn, iya ya … kenapa selalu itu yang ditawarkan ya? Mungkin karena bisa dimakan dalam julah banyak (seember … hihi) tanpa merasa kenyang. Kemarin saya nonton My Name Is Khan beli popcorn juga, tapi malah nggak termakan dan dibawa pulang, begitu juga minumannya utuh-tuh … 🙁
.-= Tuti Nonka´s last blog ..Akh … Khan! =-.

wah… G-force… salah satu film kesukaanku…. sayang, sang pengkhianat adalah tikus tanah yang menurutku cukup lucu….
kata-katanya yang kuingat adalah:
“coba kau cari di google dengan kata kuci TIKUS TANAH dan kau akan temukan jutaan hasil. namun tak ada hasil pencarian tentang bagaimana merawat mereka, mendandani mereka, dan lain-lain. kau akan dapatkan hasil pencarian tentang bagaimana membasmi dan menghancurkan tikus tanah”
ketahuan banget kalau tikus tanah memang seharusnya diberikan sikap baik, seperti hamster…

nonton bioskop?? nonono…. I’m a downloader…
.-= aurora´s last blog ..Bahkan akupun heran =-.


G-force wew film lama banget,kok di tokyo baru naik ya..
Apa di dubing mbak..?
..
Enaknya nonton kalo sepi bisa bebas..
😀
..
Cemilan saya teteup mbak, keripik tempe..
😀
..

Ketiduran? Hahaha… Mentang2 kayak nonton di rumah sendiri ya, Sis… 😀

Di dalam bioskop, aku malah pernah bawa KFC berikut nasinya..
Temenku bawa indomie goreng berikut dengan nuggetnya…
Pokoknya piknik gitu, deh! wekekekeke..

Popcorn sih nggak bisa ngeganjel perut, Sis.. Kan dingin tuh di dalam bioskop…

Terus, terus..
Postingan kedua??? Kejar setoran yaa.. hihihihi
.-= Lala´s last blog ..Menulis Fiksi =-.

Gara2 film ini aku jadi terinspirasi untuk buatin kucingku fb hehehe kocak bgt sih, tp sayang kucingku gk bs update status sendiri, gk ky si hamster cewek itu :p

Ayo nge-date sama aku nanti kalo pulang! hihihi
.-= wita´s last blog ..Lidah Sapi Bakar =-.

Asyiknya kencan dengan anak….
Nanti makin besar, Imel akan merasakan bahwa kencan dengan anak keluar rumah sangat penting, karena sambil makan kita bisa menggali cerita apa saja dari anak, yang entah kenapa di rumah jarang tercetus keluar. Dan kita bisa dekat dengan anak, memahami cara berpikirnya…yang terkadang tak pernah terpikir oleh kita….

Kalau dulu..kencan ya ke bioskop. Dan zaman itu belum ada popcorn, jadi beli permen mentos….hehehe
Bioskop juga bukan 21 seperti sekarang, namun besar sekali, dan ada kelas 1 dan kelas 2…biasanya mahasiswa nonton di kelas 2 terutama jika kiriman wesel masih jauh. Dan ditengah pemutaran film ada acara istirahat setengah jam…rupanya karena menunggu kiriman rol film dari bioskop lain….hehehe…
Dan pulangnya makan bakso yang ada di tenda.

Susahnya karena di Bogor cuma ada 2 gedung bioskop saat itu, baru pedekate nonton bareng aja udah ketahuan sefakultas..begitu juga kalau putus…:((
.-= edratna´s last blog ..Nonton ketoprak =-.

ngomongin bioskop dan kecoa… aku ingat duluuu pernah nonton di bioskop (kecil + sederhana)… lagi konsentrasi dengan film, ada yang merayap di kaki…iiih, geli dan jijik, kupikir tikus..tapi kata teman “cuma kecoa kok” hihihihi…
.-= henny´s last blog ..Si Kecil Cabe Rawit =-.

Saya tertarik untuk menjawab pertanyaan :
Apakah ada makanan lain yang dibawa ke dalam bioskop ???
Hahahha
pertanyaan menarik ini …
seingat saya … ya hanya Pop Corn …

mmm …
Paling crackers kentang …
Soalnya mereka memonopoli penjualan makanan di dalam bioskop sih …
dan mereka selalu bilang … dilarang membawa makanan dari luar …
jadi kita tidak bisa bawa Mie Goreng, Cap Cay … atau cumi bakar …

hahahah

Salam saya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :
Previous Post :