my journey from dawn to dusk

Si Biru dan si Kuning

Kali ini aku ingin mendongeng!….. Alkisah di sebuah negeri ada si Biru dan si Kuning… (Bohong… bukan begini awalnya).
Coba simak cerita berikut ini:

Si Biru, Ayah dan Ibu si Biru.
Si Kuning, Ayah dan Ibu si Kuning.
Banyak temannya.
Si Biru dan si Kuning, bersahabat baik…. dan saking gembiranya mereka berdua berpelukan!
Keduanya menjadi HIJAU, dan tetap menjadi hijau mereka bermain bersama.
Setelah bermain mereka pulang ke rumah….
tapi…
di rumah si Biru, mereka tidak dikenali … di rumah si Kuning pun begitu.
Mereka menjadi sedih sekali dan menangis….
airmata biru dan airmata kuning!!!

Tetes air mata itu menjadi si Biru dan si Kuning seperti semula.
Dan mereka menceritakan kejadian itu pada keluarganya.
Melihat keakraban anak-anak mereka, orang tua si Biru dan si Kuning pun bersahabat.

Biru ditambah kuning menjadi hijau.
Jika menjadi hijau maka bukan lagi biru dan kuning.
Tapi mereka tetap biru dan kuning. Yang jika mendekat menjadi hijau.

Pelajaran tentang warna!

Waktu pertama kali membaca buku Picture Book ini, aku tidak merasakan apa-apa.
Meskipun buku ini dikatakan bagus oleh suamiku!
Apa sih bagusnya?

Tapi beberapa kali membacakan untuk Riku dan Kai, aku malah bisa melihat pelajaran lebih dalam daripada sekedar perpaduan warna saja.

Ini juga tentang persahabatan dan pemikiran!!!!
Bersahabat tidak HARUS menjadikan SATU! Ada kalanya menjadi sesuatu yang BARU, tapi tetap unsur INDIVIDU itu ada.
Demikian pula dengan pemikiran… bukan berarti tidak bisa dijadikan sesuatu yang baru juga, atau harus menghilangkan pemikiran yang lain dengan pemikiran dirinya.

Semoga anak-anak yang membaca Picture Book ini bisa memahami apa yang terkandung dalam buku yang aku rasa memang HEBAT ini. Sederhana sekali…. sampai awalnya aku pikir… ahhh itu kan biasa, semua sudah tahu! Tapi, aku salah.

Jangan pernah memandang rendah pada buku anak-anak!

Aokun to Kiirochan (Little Blue and Little Yellow)
Leo Lionni,  pengarang yang juga menulis buku “Swimmy”, yang pernah aku posting di sini.

あおくんと、あおくんのおとうさんとおかあさん。
きいろちゃんと、きいろちゃんのおとうさんとおかあさん。
いろんないろのおともだち。
なかよしのあおくんときいろちゃんは嬉しくって抱き合ってみどりになっちゃった。
みどりになった二人はみどりのまま遊んで、遊んで、それからおうちにかえります。
そんな二人をお父さんもお母さんも気づいてくれなくて、あおくんときいろちゃんはそれぞれ哀しくて、
あおときいろの涙を流したら、元のあおくんときいろちゃんに戻っていた。
なかよしの子どもたちをみておとうさんたちとおかあさんたちもなかよしに。



Category: Books, Diary

30 Comments to “Si Biru dan si Kuning”

Add Comments (+)

  1. AtA chan berkata:


    Bukankah memandang rendah apapun nggak boleh mbak…
    😛
    Hi..hi..

    Tapi mempelajari hal2 sederhana, emang lebih gampang di ingat..

  2. didot berkata:

    kalo gitu si putih adalah hasil perselingkuhan bermacam2 warna dong ya?? kan katanya warna putih jika dibiaskan akan menjadi spektrum warna2 lainnya?? 😀

    kadang kita memang suka meremehkan hal2 seperti buku anak kecil,padahal nilai2 dan pesan moralnya sangat dalam 😀
    .-= didot´s last blog ..Salah kaprah dalam bahasa indonesia sehari-hari =-.

  3. Bang Iwan berkata:

    Awalnya nggak begitu paham..
    ternyata cerita tentang warna yang banyak memberikan pembelajaran.
    .-= Bang Iwan´s last blog ..iGroup, Jejaring Sosial Baru Milik Apple Inc. =-.

  4. Abu Ghalib berkata:

    ceritanya pada buku anak-anak memang banyak mengandung inspirasi seperti ini, namun kadang sya berpikir, kira2 mampu ga ya anak2 menangkap makna yang tersirat dalam buku-buku cerita mereka? perlu ada penjelasan dari guru dan orang tua.

    trims
    .-= Abu Ghalib´s last blog ..Mancing =-.

  5. nietha berkata:

    kalo dipikir biru dan kuning itukan sama2 warna yang tentunya masih sodaraan . nyambung ga sih komennya?

  6. Riris E berkata:

    Setuju dengan pendapatmu, Mbak. Bahwa bersahabat tidak harus menjadi serupa. Meskipun seringkali persahabatan berangkat dari hal-hal yang serupa 😀
    .-= Riris E´s last blog ..Tiga Puluh Lima Lilin =-.

  7. suli berkata:

    Ternyata Buku anak-anak itu mengandung makna yang dalam ya, maklum waktu saya kecil dulu tidak baca buku seperti itu, paling-paling komik. Trims pencerahannya, sbg masukan buat beliin buku my grandson.

  8. fatma berkata:

    Aokun to Kiirochan dengan bahasa dan illustrasi sederhana bisa dipahami oleh anak kecil,

    sedangkan dengan sudut pandang orang dewasa bisa dilihat nilai yang lebih mendalam

    penulisnya pasti orang hebat, bisa membuat karya yang “masuk” ke jalan pikiran anak-anak sekaligus orang dewasa..;D
    .-= fatma´s last blog ..ukauka yg menyebalkan =-.

  9. Rock berkata:

    Bener banget mbak… bukan hanya pada buku anak-anak tapi semuanya… jangan pernah memandang rendah…

  10. henny berkata:

    simple tapi dalem…tfs Mbak!
    .-= henny´s last blog ..Setia =-.

  11. Kika berkata:

    Betul. Bersahabat ataupun berteman tidak harus menjadi sama. Nanti kalau itu terjadi, ketika mencari pasanganpun yang sama jenis dong hihiih…

  12. imoe berkata:

    Waduh, dongeng yang simple, tapi penuh makna, mengajarkan tentang warna, apalagi kalau ditambahkan dengan filosofo bahwa hidup ini penuh warna, dan semuanya bisa bersahabat…dan menjadi lebih indah…

  13. Didien® berkata:

    setelah saya baca penggalan dongeng dari bunda ini secara berulang²..saya baru menyadari kalo ini ada pelajaran perpaduan warna hihihihi..unik
    lama tak berkunjung kesini.
    pakabar bunda dan keluarga disana?semoga selalu sehat amin..

    salam, ^_^
    .-= Didien®´s last blog ..Apa enaknya punya FB? =-.

  14. Lala berkata:

    Hm..
    Buku anak-anak tapi filosofinya keren banget, ya, Sis?

    Dan ya,
    pelajaran yang hebat belum tentu berasal dari buku-buku tebal, literatur yang susah, dll dsb. Tapi bisa juga berasal dari picture books seperti milik Riku.

    Ah,
    beruntungnya Riku memiliki koleksi picture books.. 🙂

  15. Dewa Bantal berkata:

    Tapi kalo Merah ijo ungu pink kuning kelabu, coklat, biru, berkumpul, semuanya jadi hitam …

    Adakah filosofi dibalik kisah tersebut? @_@; Malah medeni kayak…

    “Persahabatan yang berlebihan membawa kita ke dalam kegelapan..” BUSEEETTTT WAKAWKAWKAWKAWK.
    .-= Dewa Bantal´s last blog ..Sebuah Potret Dengan Bule Di Borobudur =-.

  16. nh18 berkata:

    Setuju EM …
    Filosofi yang terkandung dalam buku anak-anak itu sebetulnya bukan sekedar ilmu pencampuran warna saja …
    Ada pelajaran yang lebih mendalam disana

    Thanks EM

    Salam saya

  17. dewifatma berkata:

    hmmm, artinya kita nggak boleh menganggap kecil hal-hal yang kecil ya, Mbak. Bisa jadi ada pelajaran berharga disitu.. Thank’s Mbak..
    .-= dewifatma´s last blog ..Sex interview =-.

  18. film kristen berkata:

    wuih, baca sekilas membuat saya terharu. Eh ternyata buku anak-anak ya… Walaupun buku anak-anak, inti ceritanya sangat bagus juga buat orang dewasa.

  19. Ria berkata:

    wah mbak…persahabatan memang seperti itu ya, kadang kita berubah karena sahabat atau teman kita ataupun sebaliknya. asalkan perubahannya ke arah yang lebih baik oke aja asal jangan yg buruk aja.
    .-= Ria´s last blog ..How do I love the Rain =-.

  20. Putri berkata:

    wah…ternyata ada makna tersembunyi dibalik pelajaran ttg perpaduan warna pada buku itu, ya… ?
    .-= Putri´s last blog ..Alone in “Lift” =-.

  21. koelit ketjil berkata:

    menjadi warna sendiri dalam upaya mewarnai dunia.. tapi persahabatan adalah warna yg tersendiri pula

  22. Tyangderingo berkata:

    Lam knal mba

  23. ALRIS berkata:

    Kunjungan menjelang pagi. Eh, ketemu Si Biru dan si Kuning. Mantaplah….

  24. edratna berkata:

    Buku anak-anak kalau kita baca dan perhatikan, sebenanrnya penuh filsafat kehidupan yang dikemas sedemikian rupa sehingga mudah diserap anak-anak.
    Makanya orangtua dianjurkan mendongeng setiap malam, agar saat mendongeng, selain ada unsur keakraban antara orangtua dan anak, orangtua bisa memasukkan pelajaran etika dan moral dalam dongeng tsb.

    Kangen mendongeng….kapan ya…(menunggu punya cucu dulu)
    .-= edratna´s last blog ..Restrukturisasi yang efektif guna meningkatkan kinerja Bank =-.

  25. DM berkata:

    Terkadang hal yang kerap dianggap sepele justru acap kali merupakan pemikiran dasar. Filosofinya. Seperti lagi ‘Balonku Ada Lima’. Yang meletus warna hijau. Lha kok hijau? Balonnya siapa kok tiba-tiba nongol warna hijau. Kan kacau 😀

  26. nisa berkata:

    ntar ada si merah dan si biru yg menjadi ungu 😀 Hehe.. iya. jangan remehkan buku anak2! cz aq jg suka.. hehe.. apalagi kalo bergambar 😀

  27. nanaharmanto berkata:

    Cerita yang sederhana tapi sarat makna ya Mbak…
    Aku suka dua paragraf terakhir posting ini, Mbak…
    kebetulan kok sama dengan yang aku rasakan tentang seseorang…:)
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Hitung Kursi =-.

  28. Afdhal berkata:

    betul juga yah !!! 🙂

    jangan memandang rendah buku anak2…kecuali baca’nya sambil tidur n bukunya diangkat..jadi memandang tinggi buku anak2 donk :p
    .-= Afdhal´s last blog ..Siang Perempatan Panakukang, Makassar =-.

  29. gavee berkata:

    ambil yang tersirat, baca dengan pengertian, akan menemukan manfaatnya,

    nice post.

Maret 2010
S S R K J S M
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

yang mau cari-cari

yang bersahabat