Dunia Kecil

what a small world…. adalah suatu frase yang akhir-akhir ini sering saya gunakan, yang disadari keberadaannya dan dikomentari oleh Daniel Mahendra dalam tulisan sebelum ini. Dunia itu kecil!

Ya, ya, ya aku tahu memang berkat internet maka dunia itu seakan tidak ada batas-batasnya lagi. Batas teritori, batas waktu, batas -batas yang dibuat manusia. Tapi bukan soal pengetahuan umum ini yang ingin kubahas kali ini.  Bukan pula blog bertajuk “Dunia Kecil” yang dikelola Indira, seorang Master yang Mrs dan baru berulang tahun tanggal 22 Januari lalu. Tapi aku ingin bercerita sedikit pada peranan Twilight Express a.k.a. TE , alias blogku dalam pertemuan-pertemuan yang boleh dikatakan aneh atau ajaib.

Masih ingat Wita, pelopor blogger yang kopdaran dengan aku di Tokyo? Ternyata waktu dia muncul di apartemenku itu melalui perjalanan yang tidak mudah. Dia baru tulis di blognya pengalaman mencari apartemenku di Tokyo, dengan judul: “Road to Nerima”.  Semenjak dia berkunjung ke blog TE memang akhirnya kami menjadi akrab.  Dan pada saat yang hampir bersamaan TE kedatangan seorang tamu reguler yang agak ROM namanya mirip yaitu Whita Kutsuki. Kata Gen ROM adalah kategori pembaca tanpa komentar, atau sesekali saja berkomentar. Singkatan dari Read Only Member (dan ada beberapa yang mengaku padaku bahwa dirinya adalah silent reader TE). Dengan Whita yang ROM ini, aku bisa bertemu di KBRI Tokyo, karena kebetulan dia mau perpanjang paspornya (dan aku mengambil paspor adikku). Ceritanya ada di sini.

Siapa nyana, sambil ngobrol-ngobrol begitu, aku menangkap satu benang merah yang akhirnya membuat Wita dan Whita ini bertemu (paling sedikit bercakap-cakap di FB). Ternyata sodara-sodara, kedua wita ini berasal dari jurusan yang sama di Universitas Moestopo (yang letaknya dekat rumahku juga).

Kebetulan yang seperti ini ternyata terulang lagi, belum lama ini, 4 hari yang lalu. Ketika Ria bercerita mengenai perjalanan karir dia di chat. Sejak kuliah sampai dia bekerja di indo.com. Nah waktu aku mendengar nama perusahaannya indo.com aku jadi teringat bahwa aku pernah memesan tiket jakarta-jogja melalui wita/alma yang kala itu bekerja di indo.com. Aku juga pernah memesan hotel di Bandung melalui indo.com juga. Ternyata Ria adalah “sempai” dari wita di kantor indo.com, yang telah keluar kerja dari situ waktu wita masuk.

Tentu saja akhirnya Ria dan Wita berteman dan mereka bisa bercakap-cakap menceritakan nostalgia di kantor lama mereka berdua. Bertemunya di TE, meskipun memang jika aku tidak akrab dengan mereka, mungkin selamanya tidak akan timbul “benang merah” itu.

Pertemuan antar teman sekampus, teman sekantor, atau bahkan hubungan yang agak jauh seperti  aku dan mas trainer yang merupakan kakak dari senior di SMA (yang sama-sama merupakan anggota Science Club dan Sanggar Fotografi) dapat terjadi karena membaca blog dan berinteraksi.

Bahkan berkat TE juga aku bisa menemukan nenek moyang dari keluargaku Coutrier yang ternyata berasal dari daerah Polombangkeng/Galesong di Makassar. Dan ternyata Jumria Rachman a.k.a Ria adalah saudara sedarah jika ditelusuri sampai ke 4-5 generasi di atas kami.  Mungkin karena darah kami sama itu ya, yang menyebabkan kami akrab. Lucunya, kalau aku yang sedang misuh-misuh, Ria yang menghibur dan menasehati. Tapi ada kalanya juga gantian, Ria yang misuh-misuh dan aku sambil tertawa meredam kekesalan dia.

Tapi bukan hanya unsur “darah” dan “gembil” nya saja deh yang menyebabkan kami akrab. Ditambah dengan beda 9 hari deh ulang tahun di antara kami. Ya Ria baru saja berulang-tahun  tanggal 23 Januari kemarin. Kadang aku berkata padanya, “Kamu mustinya lahir lebih cepat 1-2 hari supaya masuk horoskop Capricorn, karena kamu lebih banyak sifat Capricornnya daripada Aquarius” hehehe. So, selamat ulang tahun saudaraku tersayang, Jumria Rachman. Nanti aku cari waktu untuk kita berdua menjelajah tanah Galesong bersama dan menelusuri sejarah nenek moyang kita ya. Maaf terlambat menuliskan di TE, tapi sudah lewat fesbuk dan sms kan ya… Aku senang sekali menemukan Ria sebagai sahabat dan saudara di blogsphere.

(Dua orang bersaudara jauuuh, mirip ngga? dimirip-miripin deh ya. Umur sih beda jauh lahhhh hihihi. Bayangkan Ria di Duri, aku di Tokyo ketemunya di dunia maya….)

Well, aku masih menunggu kejadian-kejadian pertemuan antar pembaca TE yang aneh bin ajaib, sehingga bisa merasakan kehebatan internet dalam silaturahmi antar manusia. Yang sudah saling bertemu sendiri lapor-lapor ya!!! (weleh aku kok seperti mak comblang aja yah? hihihi)

Dan sebentar lagi TE di domain ini akan menyambut ulang tahun ke dua pada tanggal 1 Maret nanti. Kalau lihat di samping kiri tertera bahwa sudah ada 696 tulisan di TE (padahal semestinya bisa lebih banyak lagi, tapi terkadang rasa malas dan kurang waktu menyerang), dengan 10.958 komentar. Aku ingin menyambut komentator ke 11.111 sebagai peringatan yang terakhir (soalnya 22.222 masih akan lamaaaaaaa sekali), sambil aku juga akan melanjutkan menuliskan perjalanan hidup, dari dini hari ke senja hari, from dawn to dusk, sambil menaiki “kereta” Twilight Express. Aku tidak tahu seberapa pentingnya TE  bagi pembaca, tapi TE penting bagiku sebagai kenangan perjalanan hidup seorang Imelda.

20 gagasan untuk “Dunia Kecil

  1. Ria

    hihihihi…dan mbak aku akhirnya temenan sama Eka juga, dia baru add aku di FB dengan manisnya requestnya bilang “ini ria temen baiknya mbak imel dan yessy kan? salam kenal” dunia memang kecil ya mba…ini pasti berkat TE juga kan?

    dan fotmu dan fotoku bersanding begitu kan keliatan yg londo siapa 😛 soalnya aku kan asli dari sulawesi selatan gak ada darah belanda sama sekali….ohya mbak senang sekali aku mengetahui bahwa kita saudara sedarah, waktu aku ceritakan ke Mama dia senang banget loh ternyata kita ada sodara di jakarta yg lumayan deket hubungan kerabatannya ya? baik dari mama dan papaku hihihihi…ayo kita pulang ke makassar kita jelajahi makassar dan leluhur kita karaeng galesong.

    dan untuk gembil? iya memang keturunan dari sononya, terus lesung pipit mbak!! sayang aja aku cuman punya satu di sebelah kanan…hehehehe…Terima kasih untuk tulisan ini ya mbak, meminjam istilah om NH, this is the beauty of blogging…sangat membahagiakan ternyata dirimu beneran mbakku asli hihihihih…

    love u full..muach!
    .-= Ria´s last blog ..Just Be Your Self! =-.

    Balas
  2. Oemar Bakrie

    Bahkan sebelum ada internet-pun kadang dunia juga terasa sempit. Saya beberapa kali bertemu dan berkenalan dengan teman seperjalanan kemudian dari hasil perbincangan ternyata we are connected, one way or the other … Apalagi sekarang ini, banyak surprises di dunia maya, via blog dan FB tentunya …
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Nostalgia 3 dekade … =-.

    Balas
  3. AtA chan


    Jujur TE tuh blog hub saya mbak..
    Dari TE saya bisa kenal bu Tuti, bu Enny, mbak Nana, mbak Eka, mbak Kris, mbak Ria..
    Perasaan kok perempuan semua ya..
    *garuk2 kepala*
    ..
    Pokoknya TE berjasa banget, arigatou gozaimasu..
    🙂
    ..

    Balas
  4. vizon

    Dengan internet dunia terasa kecil sekali, itu sangat benar nechan. Ada banyak persahabatan yang terjalin melaluinya, contohnya ya kita-kita ini…. 😀
    Ada banyak sahabat lama yang terhubung kembali. Salah satu sahabat lamaku yang terhubung kembali itu adalah Hery Azwan. Cukup lama kami tidak bertemu, kemudian bertemu lagi di internet, dan akhirnya menyusun rencana reuni melalui internet, dan akhirnya baru benar-benar bisa bertemu muka setelah dua tahun menjalin komunikasi lewat internet. Luar biasa memang, dan patut disyukuri itu semua…

    Well, buat Ria selamat ulang tahun ya… Semoga terus memberi warna positif dalam setiap kiprahnya 😀

    Balas
  5. nh18

    Tiga Hal EM …

    – Yes indeed … Dunia ini memang (sebetulnya) kecil ada banyak sekali kejadian-kejadian kebetulan yang ada di dunia maya … dan dunia nyata …
    Dari Milis 80-an saya jadi kenal kamu … dan kamu adalah salah satu komentator pertama di Blog saya (yang blogspot dulu … )
    Dan siapa nyana … bahwa adik saya adalah kakak kelas kamu … yang mengikuti ekskul yang sama …

    – Satu lagi contoh … Saya “bertemu” dengan Hery Azwan “hanya” gara-gara sebuah kios buku kecil di sudut sebuah perumahan … dan rupanya Abang pernah kuliah disana … dan Kos-kosannya pun … believe it or not … hanya beberapa meter saja dari Rumahku dulu …

    – Dan dari Blog Abang ini … saya ketemu dengan si Uda … sebagai sesama alumni Gontor … (lihat komen diatas )

    Once again …
    Memang banyak sekali kebetulan di dunia yang kecil ini …
    So … kita nikmati saja …

    Salam saya EM
    .-= nh18´s last blog ..RITUAL PAGI =-.

    Balas
  6. Bro Neo

    baca ini jd ingat “six degrees of separation” – theory yg mulai berkembang tahun 60an

    “siapapun bisa terhubung dengan sembarang orang hanya dalam 6 rantai pertemanan”

    secara matematis telah bisa dibuktikan, tapi yg belum ketemu adalah “algoritma mencari path (rantai pertemanan) itu”
    .-= Bro Neo´s last blog ..Pak Jono =-.

    Balas
  7. mangkum

    Wah, surprise…!!!
    Ternyata kalian sedarah toh..!
    Semakin banyak kenal orang, dunia jadi semakin sempit…
    .-= mangkum´s last blog ..The Firsts in Twenty Ten =-.

    Balas
  8. edratna

    Benar kata pak Hendra Grandis…sebelum ada internet kita sudah merasakan dunia ini sempit, karena kadang ketemu seseorang diperjalanan, ternyata obrolan nyambung…dan tahu2 rupanya saling berhubungan, entah dari keluarga atau kita sendiri.
    Apalagi saat internet makin mewabah..senang rasanya …walau terkadang kita sendiri, berasa ada teman karena bisa terkoneksi melalui internet.

    Ria dan Imel….kalau dilihat memang pipinya mirip ya…
    Saya baca TE awalnya tak sengaja, sekarang termasuk blog yang “wajib dibaca”…walau kadang bacanya ombyokan (sekaligus banyak karena tak sempat)
    .-= edratna´s last blog ..Pasar kue Bubat di pagi hari =-.

    Balas
  9. Afdhal

    hahahahahah, gembilnya sammmmmaaaa
    betullllll betulllllllllllllllllllllll
    hidup de gembils’

    memang dunia itu sempit kok…

    thanks juga utk TE, saya banyak ketemu sahabat2 baru
    yang secara tidak langsung, menjadi saudara
    *menanti 11.111*
    .-= Afdhal´s last blog ..Masih di.Ambon =-.

    Balas
  10. wita

    hehhe ini yang disebut sebagai “EN” dalam bahasa Jepang yang artinya Jodoh, bukan begitu neechan?

    Aku aja nemu blog neechan juga karena nggak sengaja, searching di google tentang “bento” kalo gk salah. Aku juga nggak pernah mimpi akan ketemu neechan di Jakarta, bahkan di Tokyo, itu gila bgt!

    Ajaib!

    Dan sekarang kita semua saling bertalian walaupun hanya lewat sekotak layar LCD di depan, dan aku sangat bersyukur atas semuanya. 🙂
    .-= wita´s last blog ..Si Hijau Lumut: Kisah Sebuah Jaket =-.

    Balas
  11. Hery Azwan

    Maaf Ime-chan, baru bisa berkunjung lagi.
    Senang sekali bisa komen setelah sekian lama menghilang dari peredaran.
    Aku kenal blog TE dari blognya Om Trainer, yang ternyata tinggal di Ciputat dan selalu beli buku di TB Batubara. Adikku kuliah di jurusan bahasa Jepang, jadi aku sedikit2 senang dengan yang bau Jepang. Kayaknya kita terhubung gara2 postinganku tentang pendidikan ya. Kalau nggak salah tentang bimbingan tes. Aku mohon maaf nggak bisa sering2 berkunjung, bahkan untuk mengunjungi blog sendiri. Kerjaanku sekarang kok kayaknya lebih padat….

    Balas
  12. yessy muchtar

    Hah! Aku baru baca yang ini 🙂 Salahin dulu kantor yang gak bisa buka dotkom! hehehe..

    Indeed mbak, dunia itu kecil..

    This is also the beauty of blogging…*dikeplak ngikutin si om terus*

    Balas
  13. Ria

    lucu deh mbak, aku googling mencari kata “dunia kecil” lalu terdampar ditulisan ini….huhuhuhu kangen dirimu 🙁

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *