Mix Business with Pleasure

Biasanya berlaku “Don’t mix bussiness with pleasure” tapi Jumat lalu, aku melanggarnya. Lebih tepatnya aku terpaksa melanggarnya.

Riku masih bengkak lehernya karena Mumps (gondong) , dan selama masih bengkak berarti masih bisa menular pada anak lain, sehingga tidak boleh ke sekolah. Sekolah di sini ketat sekali untuk hal-hal seperti ini. Padahal Jumat tanggal 8 lalu, Riku harusnya masuk sekolah sesudah libur musim dingin (26 Des-7 Jan). Karena tidak bisa ke sekolah, dan tentu saja saya tidak bisa menitipkan ke keluarga lain (ya takut lah kalau nularin anak-anak mereka kan), jadi terpaksa aku mengajak Riku ke kampus.

Kalau dulu dia sudah ke kampus Universitas Waseda (lihat: Jika Anak Libur…), kali ini dia terpaksa aku ajak ke kampus Universitas Senshu. Dari sebelumnya aku sudah wanti-wanti bahwa kampus ini jauh, jadi dia harus bisa menahan diri, jangan ngomel-ngomel. Sempat sih terpikir untuk menyetir mobil sendiri, minta Gen untuk naik bus, dan aku yang pakai mobil. Tapi…. aku sendiri yang tidak berani, karena malam sebelumnya aku kurang tidur. Sibuk menilai test mahasiswa.

Jadilah aku, Riku dan Kai keluar rumah pukul sembilan pagi. Sampai di penitipan, pas tepat mereka bersiap untuk jalan-jalan ke Taman. Kai paling senang jalan-jalan ke taman bersama teman-temannya, sehingga jarang dia menolak untuk pergi ke penitipan. Setelah menyerahkan Kai pada gurunya, aku dan Riku menuju ke stasiun. Tapi Riku berkata bahwa dia lapar… Saking sibuknya mempersiapkan macam-macam, aku tidak bisa menyiapkan sarapan paginya. Jadilah kami mampir ke Mac D dan pesan Happy set (hadiahnya Naruto soalnya, jadi aku juga ambil happy set deh, supaya dapat 2 mainan). Well, aku memang perlu datang ke universitas untuk tanda tangan saja, jadi bisa agak santai.

Riku di universitas Senshu, Ikuta

Setelah ganti kereta 2 kali dan naik bus khusus dosen dan karyawan, akhirnya kami sampai di kampus pukul 11:45. Riku senyum-senyum sendiri, ketika aku bilang bahwa mahasiswa tidak ada yang boleh naik bus ini loh. “Wah aku lebih hebat dari mahasiswa ya Ma?” hihihi…iya karena kamu sama mama jadi tidak apa.

Aku meninggalkan Riku di pelataran gedung 120th, dan menuju ke ruang dosen, untuk menyelesaikan absen. Setelah selesai, aku kembali ke tempat Riku dan mengajak dia pergi ke planetarium yang berada di sebelah kampus universitas.
“Mama sudah selesai kerjanya?”
“Sudah”
“Kok cepat? Bisa dapat uang kalau cepat begitu?”
“Hehehe ya bisa. Begini Riku, di dunia ada dua jenis pekerjaan, yang satu memakai tenaga, biasanya kerjanya lama dan dapat uang sedikit. Tapi yang satunya lagi memakai otak, biasanya kerjanya cepat, dan dapat uang banyak. Tinggal Riku mau yang mana. Kalau mau yang memakai otak, berarti Riku harus belajar yang rajin, menjadi pintar, dan bekerjalah dengan otak. Kalau Riku malas-malasan, tidak mau sekolah, ya siap-siap saja bekerja dengan tenaga, tetapi dapat uang sedikit.”
Dia diam saja, masih belum mengerti.

Karena aku sendiri tidak tahu tepat letak planetarium itu, aku bertanya pada petugas satpam universitas. Untung saja dari tempat universitas kami, jalannya menurun. Tidak begitu jauh, hanya jalan 15 menit, tapi jika sebaliknya harus menanjak, pasti menggeh-menggeh deh.

Planetarium ini terletak dalam satu wilayah yang bernama Ikuta Ryokuchi, Wilayah Hijau Ikuta. Di sini terdapat beberapa bangunan rumah tradisional Jepang, Nihon Minka-en 日本民家園. Yang masing-masing harga masuknya 500 yen. Wahhh lumayan juga jika mau masuk ke sekitar 10 rumah di situ (meskipun untuk anak SD gratis).

Tapi Riku tidak mau mampir-mampir. Tujuannya hanya satu, yaitu Planetarium. OK, karena Riku juga sudah mau menemani aku, jadi sekarang gantian Mamanya temani Riku. Tapi…. begitu kami sampai di planetarium harus menggigit jari. Apa pasal?

Planetariumnya kecillll... hihihi

Kami sampai di tempat itu pukul 12:30. Dan tiket untuk menonton planetarium baru dijual pukul 2:00, baru bisa masuk ke dalamnya jam 2:40, dan pertunjukan mulai jam 3. Waduuuhhh… aku tidak tahu informasi ini. Di website tidak ada informasi ini. Tadinya aku tidak mau mengecewakan Riku, dan kami sempat  menunggu setengah jam. Tadinya memang karena kena matahari terasa hangat, tapi semakin siang, matahari mulai ngumpet di balik awan, mulai terasa dingin. Jadi aku tanya apakah Riku benar-benar mau menunggu selama itu? (Perut mulai lapar juga)

Akhirnya Riku bilang, “Pulang aja yuuk ma”… horeeee itu yang kutunggu hihihi. Jadi kami menuruni planetarium menuju jalan besar. Nah, masalahnya aku tidak tahu berada di mana, dan bagaimana caranya untuk ke stasiun terdekat. Untung di dekat jalan besar itu ada perbaikan jalan,  dan ada seorang ibu yang bekerja mengatur jalan. Kami bertanya pada ibu itu, dan disarankan jalan kaki ke stasiun. Katanya sih tidak begitu jauh, sekitar 10 menit. Hmmm. Tidak ada bus, tidak ada taxi.

Ada lokomotif di depan planetarium, jadi berfoto deh ngabisin waktu

Baru aku selesai bicara dengan si ibu itu, tiba-tiba aku lihat taxi turun dari tanjakan. Langsung deh aku angkat tangan memanggil taxi itu. Si ibu langsung bilang, “Lucky!!”.

Sampai di stasiun, makan spaghetti dan pizza dulu baru pulang. Well, kami akhirnya tidak jadi nonton planetarium memang. Tapi setelah sampai di rumah, Riku mengakui bahwa dia juga capek. “Aku ngerti kenapa mama hari Jumat selalu capek. Jauh sekali ya?” ….

Jumat itu aku telah mix kerja dan pleasure. Pleasure menghabiskan satu hari bersama Riku.

27 gagasan untuk “Mix Business with Pleasure

  1. Ria

    ya tentunya asyik kalo barengin kerjaan sama seneng2 hihihihi aku pernah ngelakuin ini…sering malah waktu dulu sering ditugasin keluar kota sama kantor. habis kotanya jogja dan denpasar gimana gak enak tuh mbak? terus waktunya bisa sampe 1 bulan…wew…beneran asyik deh 😀

    btw ini yg mbak imel ceritain kemaren ya, anak sakit dibawah ke kampus…semoga riku sudah sembuh… 🙁
    .-= Ria´s last blog ..Liburan penghujung tahun =-.

    Balas
  2. Oemar Bakrie

    Kalau saya sudah sering tuh “Mix Business with Pleasure” … Kalau ada acara mengantar mahasiswa ekskursi atau keperluan lain ke lapangan yg tidak terlalu jauh saya bawa anak-anak dan menginap semalam di onsen versi Indonesia. Bahkan beberapa waku yg lalu Bapak-ibu saya ajak sekalian nyicil liburan … Sayangnya belum sempat nulis 🙂
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Judul berita unik di koran Pikiran Rakyat =-.

    Balas
  3. Bro Neo

    wah senangnya bisa mix business with plaeasure.. aku seringnya tidak sempet ke mana-mana kalo lagi business, pdhl kadang meeting di Bali, di Ambon, tp tetep saja gak bisa ngapa-ngapain.. sibuk nyelesaiin kerjaan di kamar melulu. 🙁
    .-= Bro Neo´s last blog ..(New) Kuliner Jogja =-.

    Balas
  4. monda

    salam kenal mbak imel,
    sbg ibu bekerja beberapa kali pula melakukan spt mbak imel, yg repotnya kalau anaknya udah nggak betah di kantor, ngajakin pulang padahal kerjaan belum beres

    Balas
  5. Ongki

    wah.. senangnya.. pastiny Riku jg senang, walaupun tidak berhasil masuk di planetarium, tp bisa jalan2 brg mama tersayng
    .-= Ongki´s last blog ..NSP1212kreasiku – Dengarkan Kreasiku! =-.

    Balas
  6. edratna

    Kalau tanpa “Mix Business with pleasure”…mungkin saya tak sempat kemana-mana.
    Saat anak2 kecil, setiap habis kursus piano, diajak jalan-jalan ke toko buku…kalau kebetulan ada fil anak-anak, nonton film anak2.

    Sayangnya saya tak bisa seperti temanku, yang sering ngajak anak jika tugas keluar kota..maklum bidang tugasku saat itu sangat padat, kasihan kalau mereka hanya ditinggal di hotel. Bisa ngajak mereka saat si bungsu sudah SMP, caranya piknik dulu (ke Bali, Padang)…Minggu mereka pulang..dan Seninnya saya mulai kerja…memang sih ada korban pakae cuti dan anak-anak ijin. Jika mereka liburan lebih beba….
    .-= edratna´s last blog ..Hantu “narkoba” menyerang keluarga itu…. =-.

    Balas
  7. edratna

    Kalau tanpa “Mix Business with pleasure”…mungkin saya tak sempat kemana-mana.
    Saat anak2 kecil, setiap habis kursus piano, diajak jalan-jalan ke toko buku…kalau kebetulan ada fil anak-anak, nonton film anak2.

    Sayangnya saya tak bisa seperti temanku, yang sering ngajak anak jika tugas keluar kota..maklum bidang tugasku saat itu sangat padat, kasihan kalau mereka hanya ditinggal di hotel. Bisa ngajak mereka saat si bungsu sudah SMP, caranya piknik dulu (ke Bali, Padang)…Minggu mereka pulang..dan Seninnya saya mulai kerja…memang sih ada korban pakae cuti dan anak-anak ijin.
    .-= edratna´s last blog ..Hantu “narkoba” menyerang keluarga itu…. =-.

    Balas
  8. kartiko

    menurut sayah sih kalo keluar negeri sih pasti harus “Mix Business with Pleasure” …hihihi..
    sekalian jadi turis .. rugi banget kalo gak jalan jalan…

    itu “gedung 120th” maksudnya gedung nomor 120 ya???

    wuih banyak banget… bisa bisa tersesat disitu….
    .-= kartiko´s last blog ..Persahabatan Bagai Kepompong… =-.

    Balas
  9. henny

    Oya, Mbak Imel sendiri belum pernah ke Planetarium-nya ya?… Soalnya gak tau letaknya dimana…hehehe..
    Universitas ini berarti di lingkungan yang sangat luas sampai2 ada wilayah hijaunya. Seperti Taman Nasional gitu kali… Menarik!
    .-= henny´s last blog ..Bahasa Indonesia. Jika:Me+timbun=menimbun,Me+Tutup=menutup,Me+Tarik=menarik,Me+Terbang+kan=menerbangkan,Me+Tidur+kan=menidurkan,Me+Terjemah+kan=menerjemahkan…tapi kenapa rasanya lebih enak/pas jika ditulis: menterjemahkan.Mana yang benar? Tolong dong! Terima kasih =-.

    Balas
  10. nh18

    Ada tiga Hal EM …
    #1. Mixing Bussiness with Pleasure itu sebetulnya adalah Impian semua orang … (mm at least saya …) hehehe …
    Entah mengapa … mengajar didepan kelas adalah semacam rekreasi bagi saya …

    #2. Nasehat kamu ke Riku … tentang kerja otot dan kerja otak ..? itu Pas Banget EM … Memang sih mungkin sekarang dia belum mengerti … namun soon … dalam waktu yang tidak lama … saya yakin … Riku akan mengerti …

    #3. Hahaha rupanya hobby mu sama ya EM … kalo ke Mc D atau restoran cepat saji lainnya selalu minta yang ada hadiahnya …
    Ini gua banget … hehehehhe

    Salam saya EM
    .-= nh18´s last blog ..TRAINER (SOK) BICARA POLITIK =-.

    Balas
    1. henny

      … Kalo Mbak Em yah… buat nyenengin hati anak gitu! Nah, Kalo Om NH minta hadiah mulu buat sapa? Secara anak cowok 3 orang… apa gak rebutan ntar? hehehe
      .-= henny´s last blog ..Bahasa Indonesia. Jika:Me+timbun=menimbun,Me+Tutup=menutup,Me+Tarik=menarik,Me+Terbang+kan=menerbangkan,Me+Tidur+kan=menidurkan,Me+Terjemah+kan=menerjemahkan…tapi kenapa rasanya lebih enak/pas jika ditulis: menterjemahkan.Mana yang benar? Tolong dong! Terima kasih =-.

      Balas
  11. Khery Sudeska

    Asyik banget acara jalan2nya kayanya ni, Mbak. 🙂
    Btw, Mbak domisili di Jepang ya? Menetap disanakah, dan sudah menjadi warga negara jepang jugakah? **maaf, kalo banyak tanyanya… 😀 **

    Balas
  12. olvy

    wah cepet sembuh untuk Riku ya…dan tentunya setuju untuk mix business with pleasure kalo gag gitu bisa stress kita ^^
    .-= olvy´s last blog ..TRULY JOGJA =-.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *