my journey from dawn to dusk

Dan dia teronggok di tempat sampah!

selembar kertas bertuliskan

Desember
31

dari sebuah penanggalan harian

betapa dia menantikan datangnya gilirannya
sejak Januari…. terasa lama
baru 2 bulan berakhir…katanya di awal bulan Maret
penantian yang panjang

April
Mei
Juni

7 bulan berlalu…
musim panas membuatnya ikut kering
menantikan giliran memang tidak enak

Memasuki oktober dia berkata
yey… tinggal 2 bulan lagi
akan tiba giliranku
dan dia menghitung mundur

Begitu tanggal 1 Desember muncul
gembira hatinya
“ayo cepat… cepat…”
diapun mulai menggigil
di luar angin berhembus kencang
dan suhu semakin turun

langkah orang bergegas
tak ada yang mau berlama-lama di luar
mulai mempersiapkan pohon natal
mengirimkan kartu natal
gilirannya tinggal beberapa hari lagi

dan tibalah tanggal 30 Desember
besok adalah giliranku
AKHIRNYA…. tersenyumlah dia

tapi….
dia harus teronggok dalam tempat sampah
si anak tak sengaja menyobek dua lembar
si 30 hanya setengah hari
tapi 31 sama sekali tak mendapat giliran

“Maaf….” kata si anak
“Tidak apa-apa… toh hanya satu hari
Pasang saja kalender yang baru!”
kata si ibu

Dan sambil menangis
31 meratapi nasibnya
di dalam tempat sampah

sia-sia penantiannya selama setahun
tanpa ada penghargaan dari manusia
yang mau serba cepat
menyambut semua yang BARU

**************

terinspirasi sebuah anime pendidikan di Jepang
yang sempat membuatku berpikir
bahwa memang kita selalu tidak sabar
menyambut semua yang baru
tanpa mau merenungi
bahwa SETIAP hari adalah anugerah
dan hari terakhir di tahun ini
tetap sama 24 jam
yang pantas dihargai
justru karena dia akan menjadi akhir
segala usaha di tahun ini.

OTSUKARESAMADESHITA (you’ve done a very good job)
untuk segala yang kita perbuat di tahun 2009
termasuk hari ini

tanggal 31 Desember 2009

Nikmatilah dia
detik demi detik
tanpa harus bergegas
menyambut 1 Januari
karena 1 Januari pasti akan datang
tanpa perlu harus diburu.

imelda
@ my studio
11:35 AM

(tulisan ini pertama kali saya publish di notes FB pada tanggal 31 Des 2009)



Category: Diary, Share

6 Comments to “Dan dia teronggok di tempat sampah!”

Add Comments (+)

  1. fatma berkata:

    di jepang masih musim kalender sobek ya mba?
    klo di rumahku mah pk kalender gantung, jadi g perlu nyobek tiap hari

    orang jepang kan sibuk ya..
    tapi masih sempet pk kalender model begini..
    apa karena mempertahankan tradisi?

  2. pasang iklan gratis berkata:

    tahun sudah berlalu
    jadi semua dibuang aja
    hehehehhe

  3. edratna berkata:

    Kadang belakangnya yang masih kosong, bisa digunakan untuk menulis catatan belanja atau apa…jadi bisa dimanfaatkan.
    (Yang terbiasa ngeprint konsep pakai kertas bekas/ada tulisan dibelakangnya)
    .-= edratna´s last blog ..Duhh…macet dimana-mana….. =-.

  4. Aku udh baca ini di Fb mbak…
    dan tetao saja terharu membaca ini…
    betaoa manusia sering melupakan yang lama demi sesuatu yang baru.
    ah kiranya lama atau baru semuanya boleh mempunyai tempat dihatiku…
    teman lama, teman baru… semuanya lah 🙂
    .-= Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Kau. Aku. Di Ujung Senja Merah Itu. =-.

  5. nanaharmanto berkata:

    Bagiku, tanggal 31 Desember selalu istimewa… hihihi…
    tanggal yang nggak boleh kami lupakan, karena hari itu kami dipersatukan… 🙂

  6. Pakde Cholik berkata:

    Setiap tanggal 31 Desember tiba selalu ingin mengurai dan menilai perjalanan hari-hari kemarin
    Seraya membayangkan dengan penuh harap hall-hal terbaik akan muncul pada tanggal 1 Januari dan hari-hari setelahnya
    Ada usaha keras dan doa di sana
    Agar impian dan harapan menjadi kenyataan

    Salam hangat dari Surabaya

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

yang mau cari-cari

yang bersahabat