Bisakah kehilangan kenangan?

Mungkin bisa ya setelah lewat waktu tertentu. Ada yang singkat, tapi ada yang lama tergantung jadi seberapa lekatnya kita dengan sesuatu atau seseorang. Ada yang mungkin tidak bisa terhapus dari ingatan dan perasaan kita….. selamanya.

Terus terang aku menitikkan airmata waktu membaca postingan dari Pito yang berjudul Kehilangan dan Melepaskan. Timingnya pas sekali dengan kejadian di keluarga kami kemarin (23 Desember) , meskipun obyeknya berbeda. Jauh berbeda. Jika dalam tulisan Pito adalah perpisahan antara anjing dengan temannya (yang anjing dan manusia). Dalam keluarga kami hanyalah perpisahan dengan sebuah benda yang amat berjasa bagi keluarga kami. Dialah “kaki” kami sekeluarga. (kaki = ashi 足,  dalam bahasa jepang  juga dipakai untuk melambangkan kendaraan. 足がない ashiga nai bukan berarti kakinya tidak ada, tapi alat transport tidak ada )

Waktu aku melahirkan Riku, kami belum mempunyai mobil. Kemana-mana aku harus naik kendaraan umum (untung saja aku berhenti naik sepeda begitu tahu hamil). Naik turun tangga, dan waktu itu stasiun terdekat rumah kami masih dalam taraf pembangunan, jadi belum ada lift atau elevator untuk naik ke peron statisiun. Perasaan waktu itu hampir semua stasiun yang aku gunakan untuk bekerja belum dilengkapi dengan lift atau ekskalator, sehingga kadang aku harus naik atau turun di stasiun yang ada eskalatornya. Kok ngoyo benar cari eskalator? Ya karena kehamilan Riku bermasalah sehingga aku tidak boleh naik/turun tangga (padahal kerja samapai kandungan berusia 7 bulan hihihi)

Setelah melahirkan juga belum mempunyai mobil. Jadi kalau pergi ke mana-mana aku harus menggendong Riku bayi, naik bus dan kereta. Waktu itu aku juga tidak membeli baby car (kereta dorong bayi) karena justru menyulitkan waktu akan menaiki kendaraan umum sendirian.Aku masih terus menggendong Riku sampai dia berusia 2 tahun dengan berat 17 kg (memang Riku waktu kecil jauh lebih subur dari Kai hihihi).

Nah, melihat “perjuangan”ku pergi kemana-mana naik kendaraan umum, bapak mertua memberikan mobilnya untuk kami Riku. Karena dia mau membeli yang baru. Dia memang pecinta Volkwagen Golf, sehingga dia ingin membeli model terbaru yang keluar waktu itu, 4 tahun yang lalu. Sejak itu si Vewe menjadi bagian dari keluarga kami.

Si Vewe yang berjasa. otsukaresamadeshita... you've a good job (baru sadar liat mukanya Gen sedih gitu hihihi)

“Waduh sensei hebat banget, mobilnya buatan eropa 外車…. orang kaya ya?” Itu kata mahasiswaku yang melihat Gen menjemputku pada sebuah acara universitas. Waaahh, justru karena tidak kaya, maka merawat mobil eropa menjadi “beban” bagi kami. Kami harus mengikuti Test uji kendaraan setiap 2 tahun dengan biaya yang tidak sedikit. Dan pasti harus ganti ban juga. Belum lagi pajak kendaraan yang harus dibayar setiap tahun . Sehingga akhirnya kondisi mobil terakhir menjadi dua kaca kanan, depan belakang tidak bisa dibuka karena rotornya rusak… begitulah segala yang otomatis. Jadi kalau supir harus membayar tol atau parkir, harus membuka pintunya. Saat seperti itu aku jadi ingat ,…. seandainya jendelanya masih manual hihihi. Jendela tidak bisa dibuka, tapi juga meninggalkan celah yang terpaksa kami tutup dengan selotip. Memalukan.

Kebetulan pertengahan tahun depan si Vewe harus ikut test uji kendaraan, dan pasti kami harus membayar banyak untuk servis ini itu. Dan kebetulan pemerintah Jepang memberikan potongan pajak sampai 75% waktu membeli  eco-cars (sampai dengan Maret 2010)….jadilah kami sepakat mengganti Si Vewe dengan Honda Fit (Katanya kalau di Indonesia namanya menjadi Jazz… Gen bilang kok bagusan nama Indonesia yah hihihi). Kata Pito, “kenapa ngga yang Hybrid nte?”… Wihhh pengen tapi harganya 3 kali lipat bo…..

old (kiri) and new (kanan)

Dengan bercucuran airmata (duh lebay amat yak) kami berpisah dengan si Vewe kemarin siang. Memang mobil itu banyak menyimpan kenangan. Bukan saja untuk kami tapi juga untuk bapaknya Gen. Karena itu hari Minggu yang lalu, kami menyempatkan diri ke Yokohama untuk memperlihatkan mobil yang telah banyak berjasa ini kepada bapak mertuaku.

Pulang menaikki si “Jazzy” ini memang terasa lebih luas, meskipun dari sisi pengendara kami berdua lebih senang memakai gigi perseneling(manual)  daripada otomatic. But, menyetir di Tokyo yang macet lebih enak pakai otomatic memang.  (Jangan sangka Tokyo lancar loh jalannya, meskipun tidak separah Jakarta, Tokyo juga bisa macet pada jam sibuk). Dan terus terang kami sebetulnya “membeli” keamanan dalam berkendara. (Selain juga kado Natal untuk semua anggota keluarga)

Banyak hal menarik yang aku temui waktu mengurus pembelian mobil ini berkenaan dengan pajak dan peraturan serta kepedulian lingkungan di Jepang. Tapi aku pending dulu ya, soalnya ovenku sudah berdering, pertanda kue bolu yang kubakar sudah matang.

Tahun baru dengan "kaki" baru

18 gagasan untuk “Bisakah kehilangan kenangan?

  1. AtA chan


    Wow silver keren mbak..
    ..
    Kalo di indo Jazz bnyak disukai anak muda..
    Untuk mpv ato kaki keluarga mulai bnyak yg pake’ honda freed..

    Iya sempet liat freed juga, tapi aku ngga senang terlalu KOTAK hihihi
    EM

    Balas
  2. vizon

    Selamat atas mobil barunya Nechan.
    Mobil baru, tahun baru, semangat baru, hehehe… 😀
    Kenangan dengan “kaki” lama aku yakin gak bakal hilang deh, lha wong sudah diabadikan dalam postingan ini kan? 🙂

    OOT dikit…
    kok kebetulan banget ya? tadi malam, aku baru saja selesai mengantar teman bertransaksi beli mobil baru. mau tau mobil yang dibelinya? ya, honda jazz! hahaha….
    .-= vizon´s last blog ..pergilah, nak! =-.

    Hehehehe kok kebetulan banget ya…
    aku tahu bahwa FIT itu adalah Jazz dari si Eka. Karena ada juga FIT asli dari Jepang tapi karena perlengkapannya banyak terlalu mahal tanpa dimodifikasi menjadi Jazz.
    EM

    Balas
  3. fatma

    mba imeldaaaa….
    sibuk ya..
    tahun baru mobil baru nih…
    apakah akan ada “anggota keluarga” baru?
    mmm…
    .-= fatma´s last blog ..gold hunting =-.

    anggota baru? Ngga tuh kayaknya
    di sini ngga boleh pelihara anjing sih hihihi

    EM

    Balas
  4. edratna

    Mobilmu memang terlihat nyaman Imel…

    Walau hanya barang, jika merupakan kenangan manis pasti susah dilupakan. Suamiku pencinta barang bekas…maksudnya barang yang menurutku seharusnya sudah dibuang. Jadilah aku punya Jimmy jangkrik (tahun 81)..yang akhirnya rela diberikan karena ada asisten nya yang mau. Terus punya Kijang tahun 1990, Toyota New Corolla tahun 1999….dan Avanza tahun 2009.

    Untungnya semua berjenis Toyota dan ukurannya masih irit bensin..memang sulit kalau udah banyak kenangan..dan mobilku nomornya semua sama..B.103..XXX.
    Kijang yang udah berumur 19 tahun, ternyata si sulung juga keberatan dibuang…jadi deh ayah dan anak sama saja.
    .-= edratna´s last blog ..SURPRISE =-.

    Balas
  5. Tuti Nonka

    Yuhuuui …. ! Mobil baru ni ye … 😀 Selamat ya Mbak, kapan bisa ikut numpang si Honda Fit ini? (haduh, mau numpang harus ke Tokyo dulu, mahalan ongkos tiket pesawatnya!)

    Bagi saya, mobil juga memiliki arti yang sangat besar, karena hampir setiap hari, kemana-mana, saya selalu ditemani … eh, dibawa oleh benda beroda empat ini. Mobil saya juga sudah tua Mbak, umurnya sudah 12 tahun. Tapi mau ganti kok eman-eman wong masih lumayan bagus. Apalagi kalau dijual, harganya jatuh banget … hiks 🙁 (begitulah ‘khas’nya mobil Eropa di Indonesia)
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Bukan Hari Ibu =-.

    Balas
  6. henny

    Selamat buat de Miyashita! ikutan senang 😉
    *foto paling bawah, papa & mama kompak bgt… merah!!* Semoga makin nyaman dan lancar perjalanannya!

    Mbak, Tes Uji Kendaraan itu dimaksudkan untuk mengetahui apakah sebuah kendaraan masih layak digunakan -gitu ya?

    Di sebuah ekspedisi angkutan darat, aku pernah melihat sebuah mobil buesar yg aneh gitu, trus waktu kutanya beli dimana, dijawab ama pemilik; oh, ini mobil ex-Sgp. Disana ada standart tertentu, kendaraan ini sudah tidak layak pakai lagi.. jadi dijual ke Indo. ;((

    Kendaraan, alat elektronik, dll. kan kebanyakan hasil produksi Jp… Apakah disana kulkas, mesin cuci kalo udah bobrok/jelek tinggal dibuang aja atau dibawa ke tempat servis? Lebih murah mana; beli mesin baru atau servis?
    .-= henny´s last blog ..Kartu Pohon Natal =-.

    Balas
  7. nh18

    WAW …
    VW hilang …
    Jazz datang …

    Semoga mobil ini membawa berkah untuk EM sekeluarga ya …
    Semoga pula mobil ini bisa awet untuk menyertai seluruh keluarga kalau jalan-jalan kemana-mana …

    Salam saya dan
    Tuhan Memberkahi …
    .-= nh18´s last blog ..EMPEROR RISE =-.

    Balas
  8. BARCHETOPUTRA

    Kenangan biasanya tak terlupakan.
    Bila sesuatu yang dijadikan kenangan hilang,mungkin itu cuma kecelakaan yang bisa mengecewakan.

    Sering mampir di blog Bu Imel,tapi baru kali ini titip komentar.
    Salam kenal,Bu dan Salam Natal dari Flores buat Ibu sekeluarga.
    Moga damai sejahtera,suka cita,dan kegembiraan mewarnai hari-hari hidup kita.

    Balas
  9. Bitch, The

    kalo kata temenku sih, kenangan itu kek hukum fisik. aksi sama dengan reaksi. ketika kita mencoba melupakan sesuatu, maka di saat yang sama kita juga mengingat dan sama dengan mengenang.
    kalo kata anime LAIN, “things remembered, they’re happened”. rada2 eksistensialis gitu lah nte.
    err… makasih buat woro2 tulisan ttg Ice. he kicks ass! haha!

    Balas
  10. kartiko

    pengen tahu aja mbak… kenapa kalo punya mobil di jepang rasanya sangat mahal..
    khan harga mobilnya sama dengan di Indonesia?? apa karena dumping?? atau pajak kendaraan??

    Balas
  11. jmzach

    yang penting semua memori itu tetap ada di hati :). Bagi saya komunikasi terlebih untuk barang yang “hidup” bersama dan berjasa bagi saya itu sangat penting. Komunikasi merupakan elemen penting dari perawatan barang tersebut.Komunikasi yang tulus dengan sentuhan emosi membuat barang yang dirawat menjadi optimal dan seperti ada ikatan batin yang kuat.
    Percaya nggak? Sebelum dan setelah keluar pesawat,kalau bisa saya menepuk badan pesawat pertanda hai (salam) dan terima kasih/ucapan syukur (saat sudah mendarat dengan selamat).
    Itu berlaku pada mobil tua saya yang sampai sekarang masih handal (bisa dipakai ngebut di tol lho nggak kalah dengan mobil keluaran terbaru), begitu pulang sampai rumah ya saya suka nepuk2x sambil berterima kasih dalam hati, bisa sampai di rumah dengan selamat, tidak ada kejadian apa2x di jalan termasuk tidak pernah mogok (semoga tidak pernah).
    .-= jmzach´s last blog ..Mitama Matsuri (Soul Festival) =-.

    Balas
  12. nanaharmanto

    wah….sama Mbak…aku juga termsuk orang yang nggak gampang melupakan barang kesayangan…
    Biasanya aku merasa sayang jika harus membuang sesuatu, jadilah barang itu kusimpan. lama-kelamaan terlupakan juga, waktu ketemu bertahun-tahun kemudian udah bulukan…terpaksa dibuang juga akhirnya…
    Di Jepang “membuang” mobil lama gimana? dijual juga?
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Pulang Kampung dan Perjumpaan =-.

    Balas
  13. Oemar Bakrie

    Mobil pertama yg saya ceritakan di blog juga banyak menyimpan kenangan meski jadi milik saya cuma sebentar. Setelah dijual, pas bapak mertua ketemu / lihat di jalan katanya sempat berkaca-kaca, apalagi mobil itu terlihat tidak terurus oleh pemiliknya yg baru … duh …
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Indonesian Transformers =-.

    Balas
  14. mangkum

    Kehilangan barang yang penuh kenangan emang sedih apalagi kalau kehilangan sahabat/teman, paling sedih…
    BTW Honda Fit di sini mah motor, lengkapnya Honda Supra Fit. 😀
    .-= mangkum´s last blog ..Parijs van Java Museum Tour =-.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *