Akita-ken dan Shiba-ken

Akita-ken dan Shiba-ken

Kalau mendengar kata Akita-ken, biasanya orang akan berpikiran tentang Prefektur (bayangan orang Indonesia adalah propinsi)  Akita, yang memang dibaca sebagai Akita Ken. Tapi yang aku maksud di sini ken adalah bacaan lain dari kanji inu 犬. Jadi judul di atas, kalau diterjemahkan menjadi Anjing Akita dan Anjing Shiba. Kedua jenis anjing ini merupakan anjing asli Jepang, yang sudah sejak dulu berada di Jepang. Anjing asli Jepang sendiri ada 6 jenis sekarang (dulu 7 tapi musnah), dan sudah ditetapkan oleh pemerintah menjadi warisan alam Jepang sejak tahun 1931 untuk Anjing Akita dan 1936 untuk Anjing Shiba.

Sesuai dengan namanya Anjing Akita ini memang berasal dari prefektur Akita, yang berada di Utara Jepang, masih di pulau utama (Honshu). Selain terkenal dengan Anjing Akita, daerah ini juga terkenal dengan Akita Bijin! Bijin = wanita cantik… well hanya kebetulan saja loh, bukan aku sengaja menyandingkan Anjing dengan Wanita di sini. Kabarnya seorang anjing yang setia menunggu tuannya pulang, yang pernah saya tulis di “Sebuah Cerita Tentang Kesetiaan” ini juga termasuk jenis Anjing Akita, dan termasuk jenis anjing besar (badannya).

Anjing Akita, termasuk jenis besar. Gambar diambil dari wikipedia Jepang.
Anjing Akita, termasuk jenis besar. Gambar diambil dari wikipedia Jepang.

Sedangkan yang lebih kecil adalah Anjing Shiba (termasuk jenis kecil), atau bahasa Jepangnya Shiba-ken 柴犬, merupakan anjing tertua yang berada di Jepang. Anjing ini bisa dikatakan mewakili anjing asli Jepang, karena 80% anjing Jepang yang berada di Jepang sekarang adalah Anjing Shiba. Ketenarannya sampai ke Amerika dan negara-negara lain. Ibu mertua saya memelihara anjing jenis ini sudah 9 tahun lamanya. Sembilan tahun menurut perhitungan manusia sama dengan 65 tahun umur manusia. Jadi sudah cukup tua. Nama anjing kami ini Dai-chan. Waktu lahir amat lucu dan pernah menjadi model untuk kalender.

Daichan waktu masih bayi
Daichan dan adik sekandungnya waktu masih bayi

Riku dan Kai juga tidak pernah takut pada Dai-chan, dan selalu bermain bersama jika kami pulang ke rumah mertua. Aku? Aku selalu suka anjing, meskipun malas untuk memeliharanya. Takut lupa kasih makan….kan kasihan. Tapi sebetulnya selain itu, bagi orang yang tinggal di apartemen/mansion di Tokyo, agak sulit jika mau memelihara anjing. Umumnya tidak boleh memelihara anjing/kucing, sehingga jika mau memelihara harus cari apartemen/mansion yang memperbolehkan pelihara pet.

Dai-chan dan adiknya setelah dewasa
Dai-chan dan adik sekandungnya setelah dewasa

Dulu di Jakarta waktu kecil kami memelihara German Sheperd, yang kami beri nama Nero, yang badannya jauuuuh lebih besar dari kami.

Anjing kami Nero. Wah sudah berpuluh tahun lalu. Lihat saja, Imelda sekecil itu hihihi
Anjing kami Nero. Wah sudah berpuluh tahun lalu. Lihat saja, Imelda sekecil selangsing itu hihihi (kayaknya SMP deh)

Kenapa tiba-tiba aku ingin bercerita tentang anjing? Ya, posting ini khusus aku buat untuk seorang sahabat, penyayang anjing yang menamakan dirinya The Bitch! Memang kalau kita membaca blognya mungkin akan timbul beberapa kerut-kemerut di kepala dengan penggunaan bahasanya. Tapi aku berani jamin dia adalah seorang teman terbaik yang transparan yang akan berbicara tanpa “hiasan” dan terus terang.  Nama yang bagus, Pitoresmi Pujiningsih atau aku selalu panggil Pito … yang berulang tahun hari ini, 15 Desember 2009  yang ke 28 tahun (bener ngga sih?). Selamat Ulang Tahun sahabat…. aku berdoa untuk kesehatan dan kiprah kamu dalam berbagai kegiatan. Traktirnya nanti ya kalau aku ke Jakarta…

Tentang anjing asli Indonesia? Aku sama sekali tidak tahu! Ada ngga sih?

Sumber:  Wikipedia Jepang mengenai Anjing asli Jepang, Anjing Akita dan Anjing Shiba.

36 Comments

Mba’ Imel,

Indonesia juga punya anjing ras kok, yakni anjing Kintamani asli Bali. Anjing jenis ini sudah mendapat pengakuan dari PERKIN dan masuk kelompok V dalam sistem FCI. Informasi selengkapnya ada di sini : http://id.wikipedia.org/wiki/Anjing_Kintamani. Dari bentuk kepalanya, mirip Akita-ken.
.
Oya, saya juga penyuka anjing, sayang tidak pernah pelihara lagi sejak meninggalkan rumah. Kehidupan di kota tidak memungkinkan lagi untuk merawat anjing.

Salam kenal,
Antie

Mbaaaak… postinganmu yg ini aku sukaaaa banget. Banyak foto anjingnya soalnya hihihi. Semua anjing2 itu kelihatan cakep euy! Daichan waktu masih bayi, lucuuuuu banget! menggemaskan. pengen peluk2.

Dan ehm, itu Mbak Em pas masih SMP? bukan mau ngomentari kurusnya, tapi rambutnya beda ya … Tapi senyumnya khas banget. Lebar dan cerah! 🙂

oiya, selamat ulang tahun buat Pito… biar pun belum kenal (cuma tau blognya…) tetep mau kasih selamat. wish all the best ya! 🙂

Yap, kintamani anjing asli Bali dan sudah dibuktikan dengan penelitian genetik.
Kemungkinan masih akan ada lagi deh karena dibanyak daerah kita kenal yg namanya anjing kampung yang asal-usul genetiknya belum diketahui. Mudah-mudahan sih ada lagi ya.. ^__^

..
Met hari jadi buat pitoresmi..
Apa masih ada hubungan ya sama sitoresmi..?
..
Anjing asli indonesia pasti adalah..
Di jaman dayang sumbi kan udah ada anjing..
Si tumang..
Eh iya itu legenda ya..
😀

ternyata anjing akita tuh lucu mukanya sih mirip serigala, kalo anjing asli Indonesia aku tahunya anjing kampung yang berbadan langsing berwarna krem pokoknya mukanya juga lokal indonesia

Dua Hal …
#1.
Anjing asli Indonesia saya kurang tau …
Yang saya tau … Ada yang orang suka sebut Anjing Kampung … mungkinkah itu yang asli Indonesia ?

#2
Nero gagah sekali ya EM … (garang sangat …)
And yess Indeed … kamu kurus banget waktu SMP di Barito dulu ya

Salam saya
.-= nh18´s last blog ..SAKIT GIGI =-.

“Selain terkenal dengan Anjing Akita, daerah ini juga terkenal dengan Akita Bijin! Bijin = wanita cantik… ”
—————————————————————-
klo mba imelda ekubo bijin-san dong,,,hehehehe..;p
.-= fatma´s last blog ..dunia mimpi =-.

Aku cinta anjing, kelinci, koala, dll. Tapi mencintai tidak harus memiliki ‘kan? … Makanya waktu Ping merengek mau beli hamster yg banyak dijual orang, aku bilang; boleh lihat, pegang, kasih makan tapi gak boleh beli!

Aku cinta anjing, kelinci, koala, dll. Tapi mencintai tidak harus memiliki ‘kan? … Makanya waktu Ping merengek mau beli hamster yg banyak dijual orang, aku bilang; boleh lihat, pegang, kasih makan tapi gak boleh beli! Demikianlah…

Anjing memang terkenal sebagai binatang yang setia, bisa ikut menjaga anak-anak dan penjaga rumah yang baik.
Tetangga depan rumahku punya 4 (empat) anjing, asal jam 4 pagi udah ribut banget, pengin diajak jalan-jalan, dimandikan dsb nya. Memelihara anjing memang harus menyempatkan waktu dan punya ruang atau halaman lebar agar anjingnya bisa berlari-larian.

Salam buat Pito, yang hari ini berulang tahun. Semoga panjang umur dan sukses.
.-= edratna´s last blog ..Melihat dari dekat acara live TVRI: Bicara Buku Bicara =-.

dulu waktu masih tinggal di rumah Oppung, aku punya anjing yang baik hati dan setia..ada Hitam, Grilek, Bino, Puhi…semuanya anjing asli Indonesia…
mereka semua tuh udah kaya keluarga aja..hehe…

calam buat Pito ya, mb…hepi bezdey for Pito 🙂
.-= Yessi´s last blog ....in a beatiful silence… =-.

saya pengen punya anjing akita deh kl gitu, nampak lucu… :p

anjing asli indonesia? anjing dengan sebutan anjing kampungkah?
aseli ga tau juga saya…hehe
.-= Budi´s last blog ..Tipe Kepribadian dari Status FB =-.

lucu banget ya mbak anjing asli jepang itu…

di Galesong kakekku punya anjing kampung berwarna hitam legam dan bertubuh besar. Tingginya itu kira2 sepinggang. Lucunya dia itu akur banget sama kucing peliharaan almarhum nenekku. Anjing itu selalu tidur persis depan tangga rumah *dulu rumah kakeku masih rumah panggung* sekarang mungkin anjing itu udah gak ada mbak.

Selamat Ultah buat Pito, semoga bahagia selalu…
.-= Ria´s last blog ..Kota Duri (Part 3) =-.

aku suka anjing….apalagi yang masih bayi imut-imut, lucuuu…bisa diuyel-uyel….dulu kalau anjingku beranak, aku nggak jarang mau maen keluar rumah…aku lebih ngebelain maen-maen sama the puppies…sekarang nggak memungkinkan untuk piara anjing lagi deh… 🙁
.-= nanaharmanto´s last blog ..Dokter Gigi =-.

jadi itu mbak imel waktu SMA??? pasti anjingnya sekarang udah tua… tapi, aku sampai lima menit lho, liatin fotonya, mbak imel langsing bangets…
.-= aurora´s last blog ..Cerpen: elegi sepucuk anggrek =-.

dulu, papaku pernah punya anjing. soalnya beliau hoby berburu yang merupakan tradisi di minangkabau. kami memberinya nama MOPI. entah apalah artinya. aku sering disuruh mengajaknya jalan-jalan buat buang hajat. setelah MOPI wafat, papaku tidak lagi memelihara anjing dan sekaligus tidak lagi mengikuti kegiatan berburu tersebut…

Meihat foto Nero, saya teringat waktu SD dulu saat dikejar-kejar seeokor anjing Buldog yang besar. Anjing punya seorang teman sekelas itu terus mengejar hingga saya lari terbirit-birit. Sementara sang teman pemilik anjing tertawa cekikikan hingga ia menyuruh si buldog berhenti mengejar. Duh, sampai sekarang saya jadi trauma dengan anjing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

Previous Post :