Atopi

Saya tidak tahu seberapa populernya kata ini di Indonesia. Tapi di Jepang setiap orang pasti tahu dan pernah dengar kata ini. Saya sendiri berkenalan dengan kata atopi waktu awal-awal saya datang ke Jepang dan dengar dari mahasiswa satu “seminar” dengan saya.

Dia seorang wanita Jepang berkulit putih yang agak pucat. Bibirnya sering kering. Saya pikir pengaruh musim saja, tapi ternyata seluruh kulitnya kering. Dan yang mengerikan setiap lipatan kulit menjadi luka! Saya tahu memang kalau musim dingin, terutama tangan dan kaki akan menjadi kering dan luka-luka. Saya juga pernah menulis di salah satu posting, bahwa mencuci piring di musim dingin bisa menyebabkan tangan luka-luka. Serba salah, cuci pakai air panas, tangan yang kering menjadi sensitif dan sering luka, tapi kalau mencuci pakai air dingin, tangan bisa membeku….

Ketika saya tanya dia, kenapa tidak pakai krim tangan? Lalau dia berkata, “Saya mengidap atopi, jadi tidak bisa sembuh dengan krim saja. Setiap cuci rambut, saya menderita. Tangan yang luka-luka harus memegang shampo, lalu masih harus tergores-gores rambut…..” hiiiiii membayangkannya saja saya sudah merinding ngilu. Dan di sekeliling saya banyak orang yang menderita atopi ini. Ada yang ringan, ada yang berat seperti teman wanita tadi. Apa karena makanan? Tidak jelas, karena tiba-tiba saja kulitnya pecah-pecah begitu.

Mungkin kata yang paling bisa dimengerti orang Indonesia adalah alergi kulit. Tapi kebanyakan di Indonesia orang alergi kulit disebabkan oleh makanan (telur,udang, makanan laut lain) atau udara (house dust). Jadi asalkan tidak makan makanan yang menyebabkan alergi maka hidupnya akan aman-aman saja.  Untuk telur dan udang, memang orang akan langsung tahu makanan apa saja yang mengandung telur atau udang, tapi jika alergi unsur makanan yang lain tentu saja harus membuat daftar makanan apa saja yang mengandung unsur tersebut. Misalnya keponakanku dulu alergi susu sapi, jadi hanya bisa susu kedelai. Jadi setiap ibunya akan memberikan makanan yang diperkirakan mengandung susu, misalnya biskuit, diberikan sedikit dulu sebagai percobaan, jika timbul gejala alergi dihentikan, tai jika tidak bisa masuk daftar makanan aman.

Jumlah penderita atopi di Jepang meningkat terus. Selama 17 tahun saya di Jepang, saya ikut melihat pertumbuhan penderita atopi, yaitu dengan meningkatnya tema pembicaraan mengenai atopi dan alergi.  Dan bisa dilihat juga dari banyaknya tulisan/label kandungan makanan yang kira-kira bisa menjadi pemicu alergi, seperti di foto ini:

 

simbol unsur pemicu alergi

simbol unsur pemicu alergi, dari kiri- ke kanan (atas) gandum - kacang - kedelai, (bawah) cumi-cumi- udang.

 

 

Simbol-simbol seperti ini mudah dimengerti, dan bisa langsung dibaca waktu akan membeli snack yang dimakan. Cara penulisan memang bermacam-macam tergantung produsennya. Ada yang saya temukan cara penulisan dengan memberikan warna pada unsur-unsur pemicu alergi (yang cukup banyak) , sehingga akhirnya saya juga bisa mengetahui… oooohhh ternyata ada juga orang yang alergi dengan unsur ini ya…. misalnya jeruk dan kiwi/pisang.

 

wah banyak juga ya daftarnya

wah banyak juga ya daftarnya: telur, susu, kedelai, udang, kepiting, soba, kacang tanah, kerang awabi, cumi-cumi, telur ikan salmon, jeruk (orange), kiwi, daging sapi, walnut, salmon, ikan saba, kedelai, daging ayam, pisang, daging babi, jamur matsutake, peach, ubi yamaimo, apel, gelatin.

 

Usaha penulisan ini memang merupakan “kepedulian” produsen terhadap konsumennya. Meskipun kadang-kadang saya anggap beberapa tindakan produsen yang overprotektif. Tapi informasi seperti ini tentu amat penting bagi penderita alergi/atopi. Menurut hasil penelitian alergi oleh Departemen Kesehatan Jepang tahun 1992-1996, diketahui bahwa 28,3% balita, 32,6 % murid SD, 30,6% dewasa menunjukkan kenyataan bahwa satu dari 3 orang Jepang menderita alergi atau rentang terhadap alergi. Dan kelihatannya jumlah penderita akan bertambah terus….

Saya juga menderita alergi, lebih ke house dust yang menyebabkan saya sering bersin-bersin. Tapi tidak alergi makanan yang menyebabkan kulit gatal atau luka. Hanya buah-buahan seperti rambutan, durian dan manggis membuat leher gatal sekali, sehingga saya tidak bisa menikmati enaknya buah-buahan ini. Padahal dulu saya bisa makan…dan suka.  Saya masih bersyukur tidak menderita atopi, dan mudah-mudahan anak-anak saya juga tidak menderita atopi, karena cukup repot merawat penderita atopi.

Tapi ada satu lagi yang pernah dan masih saya tuliskan di profil saya di blogspot, yaitu saya alergi terhadap orang yang sombong hehehe…. Ini mungkin tidak bisa digolongkan dalam penyakit ya? Bagaimana dengan Anda? Anda alergi apa? (Mungkinkah ada blogger yang alergi kamera? pasti ngga ada yaaaaa hihihi…alergi kamera ngganggur mungkin saja…)

 

34 gagasan untuk “Atopi

  1. Riris E

    Waduh, ngeri juga ya kalau atopi nya berat. Bahkan untuk mencuci rambutpun sangat tersiksa? Lantas mereka mengatasi atopi berat dengan cara apa, mbak?

    Kalau saya dulu alergi udang dan seafood, tapi untunglah semakin tua malah semakin tidak alergi, Mbak.Sekarang lebih bebas menyantap makanan.
    .-= Riris E´s last blog ..MERINDUMU =-.

    Balas
  2. aurora

    ih, kok baca ini kesannya jadi merinding ya mbak?? aah.. alergi kok bisa separa itu… dulu sih, aku alergi udang, kalau makan udang, jadi bentol-bentol…

    tapi waktu baca ini, iihh… sereeeeem….
    .-= aurora´s last blog ..Sedikit coretan: ketika hati bertutur =-.

    Balas
  3. fatma

    adik saya tangannya kena HCl jadi meletek2 gitu dan perih2,,
    mungkin yang menderita atopi seperti itu ya,,
    *saya mah baru denger istilah itu,,*

    klo orang sunda “penyakit” yg mirip2 atopi adalah
    ROROMBEHEUN
    alias pecah2 di tumit kaki,,
    biasanya sih ibu-ibu rumah tangga,,

    alergi debu?
    sama dong…><
    bisa wahin (bersin) ga brenti2
    mata merah, nafas sesek (campur sama gejala asma , komplit, plit, plit)
    klo bersih2 kamar biasanya kumat..T,T

    brarti oosojinya bagaimana mba?repot dong klo sambil riweuh sama alergi,,,
    .-= fatma´s last blog ..strayo!! =-.

    Balas
  4. whita K

    iya ngeri bener liat tangan mereka merah2 gt mba,,perih banget pastinya..
    Kalo aku kena air terus jadi kering buanget jari2nya,dulu ampe ngeletek tapi ngga ampe merah2 gitu sih..,tp kyknya skrg udah terbiasa ,jadi ga kering,malah telapak luarnya yg kering. sekarang..ufff

    Hmm susah menjauhkan diri dari air tiap hari,kerjaan nya nyuci mulu,,hahahha

    Balas
  5. nh18

    Atopi …
    Ini apa seperti kulit kering sehingga menjadi pecah-pecah dan akhirnya luka ya EM
    saya mencoba membayangkan ..

    Mengenai Alergi ?
    mmm dulu saya punya alergi udang …
    Tiap makan udang … sela-sela jari selalu memerah dan rasanya gatal sekali …

    namun … Puji Syukur … alergi itu kini sudah hilang …

    Saya tidak ada alergi apa-apa lagi sepertinya …

    Salam saya
    .-= nh18´s last blog ..TENTANG SATE LAGI =-.

    Balas
  6. Chandra

    Setauku sih faktor genetik banyak terlibat dalam kasus atopi ini…
    Eh ini ngobrolin atopi = atopic kan? Dermatitis, ezcema dan sejenisnya?
    Soalnya anakku ezcema, tapi ringan hehe…biasanya yg di keluarganya ada asma or hay fever peluang kena atopinya meningkat…

    Balas
  7. henny

    Waktu akhir SD/SMP, tiap pagi aku biduran/galigato… bentol2 merah -gatel- makin digaruk makin banyak… dan yang bikin suebeeeel adalah kalo ada bentol di bibir, wuaaa…jadi doweeeer dan seksi ntu bibir hehehe…penyebabnya mungkin karena air/ udara dingin. Sekarang -syukurlah- sudah sembuh dan -kayaknya- tidak ada alergi makanan tertentu… Nah, jadi bolehlah memasukkan nama Henny di daftar undangan makannya mbak Em! yah.. yah… hehehehe…. *prihatin dgn penyakit Atopi ;( baru dengar istilah ini… dulu ada saudara di kakinya selalu ada luka kecil2 (Eksim) direndam di air belerang katanya sembuh…
    .-= henny´s last blog ..Aku Gelo! =-.

    Balas
  8. alfan butway

    wah kalau saya alergi makan-makanan ikan laut. tapi gak begitu parah. kalau tiap hari makan ikan laut pasti kambuh deh alerginya tapi kalau seminggu sekali gak bakalan kambuh
    .-= alfan butway´s last blog ..MBAH GENDENG LAGI NAIK DAUN DI DUNIA MAYA =-.

    Balas
  9. nanaharmanto

    aku alergi makanan nggak ada, tapi pernah lambungku menolak nasi.

    Gara-gara sakit hepatitis A, aku nggak bisa lagi makan kol. makan kol dikit aja, langsung kembung dan itu nyebelin banget..

    setelah sempat lumayan lama di Jakarta yg panas, pernah dulu waktu pulang kampung kedinginan dan biduran…gatalnya nggak nahaann…..
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Antara Ada dan Tiada =-.

    Balas
  10. Oemar Bakrie

    Setahu saya, saya nggak punya alergi. Paling-paling alergi nggak punya duit … hehehe 🙂 Tapi memang kalau di LN kena musim dingin lalu kulit sering jadi kering dan gatal, jadi lukanya lebih karena sering digaruk. Untungnya masih bisa diatasi dengan memakai krim pelembab banyak-banyak dan setelah musim dingin berlalu ya berlalu pula problem kulit seperti itu.
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..In memoriam, Albert Tarantola =-.

    Balas
  11. Fanda

    Maksud mbak Eczema kali ya? Memang Eczema itu asalnya dari allergi juga. Aku sih ga sampe parah, tapi kulitku suka merah2 dan gatal banget kalo kering, semisal kena AC. Makanya aku harus mandi pake sabun Dove dan pake body lotion langsung setelah mandi (waktu kulit masih lembab). Abis itu hrs pake celana panjang kalo di ruang AC (kasian rok-rokku terbengkalai sekarang…)
    .-= Fanda´s last blog ..Kejutan Dari Mbak Reni =-.

    Balas
  12. Cara Membuat Website

    dari deskripsinya mirip seperti yang saya lihat di tv, tapi saat itu tidak terlalu memperhatikan apa sebutannya.
    kalau yang diberita, bukan karena alergi, tapi karena kulit terlalu cepat ber-regenerasi. saat melihat penderitanya saja, rasanya sakit sekali, karena kulit kelihatan belah2.

    Cara Membuat Web

    Balas
  13. Pozan

    Saya tak tau alergi atau bukan, tapi kalau saya pakek autan atau obat nyamuk bakar, bisa mencret besok pagi. Hehehe….
    .-= Pozan´s last blog ..Menikah =-.

    Balas
  14. edratna

    Selama ini alerginya berupa bersin di pagi hari. Saat masih tinggal di Bogor, setiap mau bangun tidur (keluar dari selimut), hidung harus tertutup rapat, jika tidak akan bersin terus menerus, dan membangunkan seisi kamar, apalagi saya punya kebiasaan bangun jam 3 pagi untuk belajar.

    Pas ke Brisbane musim dingin, kulitku juuga gatal-gatal….jadi mungkin aja saya alergi dingin. Juga saya jarang minum es, kecuali jika yakin kondisi badan benar-benar fit…karena kalau tidak, langsung deh tenggorokan gatal…Sengsara sekali ya orang yang mengidap atpi…membuatku bersyukur karena saya hanya pusing jika kelelahan atau tak terlalu kuat dibanding orang lain.

    Ehh saya juga termasuk alergi terhadap orang sombong….hehehe
    .-= edratna´s last blog ..Enak mana: Kost, mengontrak rumah, atau tinggal di asrama? =-.

    Balas
  15. exort

    kslsu di jkt telapak bagianjari2 kaki saya sering bgt pecah2 dan kadang sampe berdarah tp kl didaerah dingin pecah2nya ga pernah muncul, mgkn ini atopi jg ya
    .-= exort´s last blog ..Hellofest =-.

    Balas
  16. Ria

    memang serem penyakit ini mbak…
    aku punya alergi *tapi tidak terlalu berat* apabila aku mencuci pakaian memakai deterjen yg agak keras tanganku suka pecah2 sehari setelahnya 😀

    itu bukan termasuk atopi kan? soalnya klo atopi itu berat banget…serem liat tangannya yg bener2 pecah2 itu dan kukunya adi bentuknya beda..
    .-= Ria´s last blog ..Hatiku =-.

    Balas
  17. anderson

    Owhh… serem juga ya efek alerginya…
    Dulu pernah ada teman saya yang alergi dingin. Trus pas berenang di kawasan yang cukup tinggi dia nyebur dan seketika mengerang kesakitan. Ketika keluar dari kolam, sekujur badan dan wajahnya memerah dan menimbulkan efek gatal nan perih. Orang menyebutnya GALIGATO…

    Balas
  18. Tuti Nonka

    Saya alergi apa ya? Kayaknya sih alergi ngepel lantai dan nyuci baju pakai tangan Mbak, soalnya kalau habis ngepel dan nyuci, pasti keringat berleleran … (itu masuk alergi nggak ya … hehe … )

    Dalam bahasa Jawa, atopi (kulit pecah-pecah) di kaki dan tangan namanya ‘bela-en’ …
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Ia Mengintip Diam-diam … =-.

    Balas
  19. pasang iklan gratis

    alergi memang mengganggu. apalagi kalau yg membuat kita alergi itu makanan yg kita sukai. dulu waktu masih kecil aku pernah alergi sea food. tp ketika semakin besar, ilang sendiri

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *