It’s Christmas Time

Well, yes …. memang tanggal 25 itu masih lama, dan sebagai umat Katolik “biasanya” kami tidak merayakan Natal di masa Adven seperti ini. Karena masa Adven adalah masa penantian, perenungan dan persiapan untuk menyambut kelahiran Yesus, dengan hati yang bersih, bukan masa untuk “berpesta”. Namun untuk kristen  Oikumene, yaitu suatu usaha gabungan untuk merayakan hari besar agama Kristen oleh gereja-gereja kristen-katolik, biasanya akan memilih awal-awal bulan Desember sebagai kegiatan mereka. Lebih baik dilihat sebagai usaha untuk mempersiapkan Natal dalam kebersamaan daripada hanya sekedar “pesta” Natal.

Nah, kami yang tergabung dalam Keluarga Masyarakat Kristen Indonesia di Jepang atau disingkat KMKI akan mengadakan Natal Bersama umat kristen di Tokyo dan sekitarnya, pada Sabtu tanggal 12 Desember nanti bertempat di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Meguro 4-6-6. Saya sendiri sudah menyerah untuk ikut aktif dalam kegiatan KMKI, dan absen untuk sementara dulu, tapi saya akan usahakan hadir di sana. (Membawa Kai yang sedang suka berantem dan egois dengan angkutan umum memerlukan energi yang tidak sedikit. Dan seperti biasa, meskipun Sabtu, Gen tetap bekerja — even tanggal 25 — sehingga saya harus bisa menerima kenyataan, bahwa untuk menjadi seorang Kristen yang taat di negeri ini memang sulit)

Terus terang, meskipun saya sudah memasang pohon Natal di rumah lengkap dengan hiasannya, pohon itu lebih  bersifat hiasan. Belum ada lagu Natal yang saya pasang, atau saya juga belum repot-repot membuat kue-kue kering seperti kalau saya di Indonesia. Apalagi saya jarang sekali keluar rumah, pergi ke mall-mall sehingga suasana Natal amat jarang bisa saya jumpai. Yah, masih lama memang… dan sambil mempersiapkan hati, saya mulai memasang lagu natal pertama, lagu yang selalu saya pasang yang berjudul, It’s Christmas Time dari Carpenters. Lagu ini dari Album Christmas Potrait, yang merupakan album pertama dan satu-satunya yang dibuat waktu penyanyi favorit saya, Karen Carpenters masih hidup. Sebuah lagu dengan tempo yang cepat dan…. keren. Saya pernah mencoba menyanyikannya waktu masih bergabung dengan paduan suara gereja Cavido, di Jakarta… (Mas Atok… apa tahun ini menyanyikan juga? Tapi percuma juga, karena saya tidak bisa hadir untuk mendengar)

Silakan coba dengar lagunya, Its Christmas Time, yang oleh Carpenters dijadikan medley, digabung dengan lagu “Sleep well little children”.

Teiban! 定番 lagu yang harus ada di Natal saya.

It’s Christmas time and time for a carol

Time to sing about the little King

To fill the bowl and roll out the BARREL

Have ourselves a fling

We greet a friend or welcome a stranger

Let him sing OR cheer him on his way

And celebrate the child in the manger

Born on Christmas day

Good cheer for you and for me

With pleasure and glee to share

Oh, we’re so happy to be together

On yuletide square

It looks like snow

And falls like snow

Take a moment

Take a look about and say

As snowflakes fall

Merry Christmas to one and all

Selamat mempersiapkan Natal, Tahun baru, dan “Pembersihan Besar-besaran Oosoji 大掃除” yang membuat ibu-ibu di Jepang sibuk di bulan Shiwasu 師走 ini.

30 gagasan untuk “It’s Christmas Time

  1. Henny

    Kemaren lewat di bbrp toko, udah pake topi santa buat ngelayanin pembeli… Bagi beberapa orang, Desember berarti bulan perayaan yang ‘sibuk’ diisi dgn belanja kado drpd peringatan/perenungan..

    Balas
  2. Ria

    Mbak…suasana natalan yg aku suka di makassar itu adalah kue2 kering dan pai yg suka di buat sama tentangga2ku disana…

    bikin milk pai dunk mbak…itu loh yg pinggirannya kering tapi ditengahnya campuran susu telur dan kayu manis,,,,nyummy
    .-= Ria´s last blog ..Hatiku =-.

    Balas
  3. Fanda

    Pikir2 Natal sdh kehilangan makna sesungguhnya ya. Banyak orang hanya merayakannya sebagai pesta. Padahal justru momen yg dirayakan itu jauh dari gemerlap lampu, lezatnya makanan dan mahalnya hadiah. Benarkah kita ini merayakan, menghayati dan mensyukuri kelahiran Yesus ke dunia? Ataukah kita hanya merayakan kesuksesan kita sendiri?
    .-= Fanda´s last blog ..Terima Kasih, Romo… =-.

    Balas
  4. Justinus

    “sehingga saya harus bisa menerima kenyataan, bahwa untuk menjadi seorang Kristen yang taat di negeri ini memang sulit”

    Bukan hanya di negeri itu, di jaman ini yang penuh dengan hura-hura serba gemerlap menjadi tantangan berat buat kita dalam meniti kehidupan agar mengikuti ajaran Kristus

    Selamat merenung menjelang Natal

    Balas
  5. nanaharmanto

    Waktu di Makassar selama seminggu kemarin, hotel dihias dengsn pohon Natal gede, petugas pun bertopi sinterklas. di Mall juga rame dengan hiasan dan ornamen Natal..
    di rumah…duh…nggak ada secuil pun ornamen Natal..hiks..jadi pengen cepet pulang deh, di rumah kampung halaman, suasana natal pasti udah mulai terasa…
    udah dulu ah, aku mau pasang lagu-lagu Natal dulu…

    …O holy night…the stars are brightly shining…..
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Radio Kesayangan =-.

    Balas
  6. edratna

    Suasana Natal memang sudah terasa di hotel dan Mal….

    Yahh situasi ini memang dimanfaatkan pengusaha untuk mendorong peningkatan penjualan, dan biasanya sukses karena semakin banyaknya orang Indonesia yang suka jalan-jalan di Mal terutama di kota besar.

    Membayangkan tempat tinggal Imel di Tokyo pasti sudah ada suasana Natal….kue nya bikin sendiri atau beli jadi?
    .-= edratna´s last blog ..Bau kompos vs obat gosok? =-.

    Balas
  7. vizon

    di berbagai mall dan hotel di jogja sudah sejak awal desember ramai dengan hiasan natal nechan…

    entah kenapa, aku paling suka melihat ornamen natal yang ada santa clause naik kereta kijang dengan berbagai kado. meski itu hanyalah mitos, tapi aku suka dengan semangatnya membagi kebahagiaan bagi anak-anak…. 😀

    Balas
  8. racheedus

    Tetanggaku yang Kristen sudah mulai menyetel lagu-lagu Natal. Sungguh indah menghikmati perbedaan. Anaknya sering main ke rumahku bahkan bersekolah di Madrasah yang dikelola istriku. Salam cinta kasih. Damai di hati damai di bumi.

    Balas
  9. nh18

    Di Gedung Perbelanjaan didekat tempat kerja saya …
    Sekarang setiap pagi selalu di putar lagu-lagu natal ringan …
    So mulai dari parkiran kalo mau masuk ke lift selalu mendengar lagu natal …

    Selamat menyambut Natal EM

    Salam saya
    .-= nh18´s last blog ..TUAN KACANG =-.

    Balas
  10. anderson

    Ya… itu mungkin romantika merayakan hari besar keagamaan di negeri orang Mbak. Apalagi jauh dari keluarga besar yang mungkin saja sejak dulu punya tradisi masing-masing. Begitulah…

    Saya jadi ingat, waktu kecil di kantor tempat ayah saya bekerja setiap natalan akan datang Sinterklas lengkap bersama Om Piet Hitam yang bagi-bagiin hadiah buat anak-anak. Not only christian kids… semua anak pegawai di kompleks itu dapat jatah…

    Selamat menyambut hari Natal, Mbak Em.. 🙂
    .-= anderson´s last blog ..Pembalasan Buaya =-.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *