Quality Time

Quality Time

Pagi hari Riku mengeluh kaki dan tangannya sakit. Aku ukur suhu badannya tidak demam, hanya 36,5. Ah pasti dia cuma mau bolos. Tapi, kemarin dia juga mengeluh kakinya sakit, sampai dia manja minta aku antar dia ke sekolah. Meskipun terlambatpun dia maunya pergi sama aku. Akhirnya kami sampai di sekolah pukul 8:30 persis anak-anak sudah menyiapkan pelajaran pertama, tapi guru belum ada karena selalu ada “pengarahn pagi” setiap pagi.

Karena kemarin dia juga mengeluh begitu, dan menurutnya hari ini yang sakit  lutut, tangan (siku) dan dagu, juga tenggorokan. Hmmm, mengingat kondisi sekolahnya yang sedang banyak murid sakit influenza, dan sakit di pergelangan merupakan tanda-tanda influenza, maka aku dan Gen putuskan supaya Riku tidak ke sekolah. Aku pergi mengantar buku penghubung (berisi sebab kenapa tidak masuk) ke sekolah dan Kai ke penitipan, sedangkan Gen mengantar Riku ke dokter.

Rupanya pas dia sampai di RS dan diukur demamnya ternyata sudah 38,1 derajat. Wah! Oleh dokter dia langsung mengikuti test influenza. Hasilnya negatif, jadi bukan influenza. Tapi, jika besok masih demam, maka harus ke RS lagi untuk ditest lagi.

riku diantar ke rumah sakit oleh papanya, dan aku menyusul setelah antar Kai
Riku diantar ke rumah sakit oleh papanya, dan aku menyusul setelah antar Kai

Yang mengejutkan waktu ambil obat di apotik, di pintu apotik tertulis, pasien atau keluarganya yang positif atau dicurigai mengidap influenza, jika mau mengambil obat influenza tidak boleh masuk ke dalam apotik, harus lewat pintu belakang, mengebel dan petugas akan ambil resepnya di luar. Tentu hal ini untuk mencegah penyebaran influenza terhadap pasien lain. Apalagi virus H1N1 ini menjadi “mematikan” pada pasien penyakit lain. Ada berita bahwa ada anak kecil berusia 4 tahun meninggal, karena virus ini bertambah ganas karena dia menderita pnemonia. Juga ada yang meninggal karena virus ini mencapai otak. Duhhhh… Kelihatan memang seperti paranoid, sampai di setiap sudut ada alkohol gratis segala, tapi memang kalau sudah terinfeksi, akan sulit ditanggulangi.

Jadi hari ini aku merawat Riku yang berada di rumah. Karena bosan tidur terus, aku sempat memberi ijin dia untuk menonton TV selama 1 jam di sore hari. Sesudah itu aku ajak tidur lagi, karena dia tidak mau ditinggal kalau aku jemput Kai di penitipan. Aku bohongi dia bahwa aku ngantuk mau tidur, dan kalau sudah bangun akan pergi sama-sama jemput Kai. Begitu dia tertidur, aku langsung cepat-cepat naik sepeda dan menjemput Kai, membeli es krim (di sini es krim boleh diberikan pada anak demam dengan tujuan menurunkan panas) dan pulang. Untung saja Riku masih tidur. Sedangkan si Kai panggil-panggil “Kakak…kakak”… “Sssshhh kakak bobo!” “Bobo?” dengan lirih Kai ikut berbisik. Duhhh gemes!

Dan…. waktu aku ajak Riku dan Kai tidur malam harinya, pertanyaan itu keluar dari mulut Riku.

“Mama… Riku akan jadi kakek juga ya?”
“Iya dong Riku…semua manusia kan jadi tua. Mama juga jadi nenek, Riku juga jadi kakek.”
“Jadi Riku juga akan mati dong?”
“Iya …kan manusia pasti akan mati” ia mulai menangis.
“Loh kenapa Riku?”
“Ya kalau mati kan ngga bisa main lagi, ngga bisa pergi-pergi lagi. ”
“Yah…namanya manusia…. memang harus mati. Kecuali benda, kalau benda tidak mati. Manusia, hewan, tumbuhan semua mati”
“Kalau begitu buat apa aku hidup? Aku lebih baik jadi benda saja”
“Kalau Riku jadi benda, Riku tidak bisa punya pikiran seperti tadi (hmmm susah nih). Riku tidak bisa bertemu dengan papa, mama. Karena Riku tidak bernafas, tidak bisa makan, tidak minum….”

“Manusia diberi kehidupan oleh Tuhan. Diberi nyawa. Karena itu kita harus bersyukur pada Tuhan. Memang dengan “hidup” itu kita merasakan senang, tapi juga susah. Merasakan sehat tapi juga sakit. Nah seperti Riku sekarang, Riku sakit kan? Dan saat sakit, ingin segera sembuh, dan merasa ingin sehat. Jadi bersyukur pada “rasa sehat” itu. Kalau Riku tidak sakit. Riku tidak bisa menghargai sehat itu gimana. ”

Sambil aku bercakap-cakap begitu dengan Riku, Kai ganggu terus. Ganggunya dengan tidur di atas Riku…mau manja. Terpaksa aku angkat dia, karena Riku sulit bernafas. Lalu aku tanya “Kai sayang Riku?” Duhhh si Kai langsung mencium pipi Riku…. how sweet.

“Riku tuh Kai aja sayang Riku. Mama juga sayang Riku. Mama melihat Riku begini, demam dan lemas begini. Rasanya mama mau minta penyakitnya Riku supaya masuk ke badan mama aja.”
“Kenapa? ”
“Biar mama aja yang sakit, dan Riku bisa sehat, nonton TV, makan yang enak….” Dia menangis terisak-isak…
“Loh kenapa?”
“Kok mama yang musti sakit?”
“Riku…. mama dan papa sayang Riku. Orang tua sayang anak-anaknya. Dan sedih kalau anak-anaknya sakit. Papa dan mama akan berusaha supaya Riku dan Kai jangan sakit, biar papa dan mama saja yang sakit.”

Aku juga tidak bisa menahan air mata, karena melihat Kai mengelus-elus kepala Riku yang sedang menangis. Memang dari sejak bayi Kai selalu ikut menangis kalau Riku menangis. Uhhh… bahagianya mempunyai dua anak yang mau saling mengasihi. Dan Kai juga melihat mataku yang berair, lalu berkata sambil memegang pipiku yang basah, “Mama… me (mata)”
“Iya Kai… ini namida (air mata)”

Sambil aku ganti popoknya Kai, aku lanjutin lagi deh kotbahku 🙂
“Riku dulu juga waktu kecil begini. Riku kan lihat waktu Kai lahir…. Kecil, tidak bisa apa-apa. Sekrang? jadi nakal begini. Riku juga sama. Mama tahu dulu Riku waktu lihat Kai lahir, Riku tidak suka sama Kai kan?”
Dia mengangguk.
“Karena Riku pikir mama dan papa akan lebih sayang sama Kai. Tapi ngga kan? Mama papa tetap sayang Riku. Malah sekarang Kai juga sayang Riku kan? Riku musti senang punya papa, mama, dan Kai. ”

Sambil aku belai kepala Riku, “Manusia itu lahir, jadi besar, SD, SMP, SMA, Universitas…. menikah, punya anak….jadi tua…lalu mati. Memang sudah begitu. Riku ingat juga kan film Lion King. Simba yang kecil …bapaknya mati…. trus Simba kecil jadi Raja trus punya anak namanya Simba juga. Namanya Circle of Life… memang harus berputar…” Uh mulai sulit menjelaskan tapi aku lihat dia mulai mengantuk. Dan Kai juga ingin dibuatkan susu.

Sekembalinya dari membuat susu, kudapati Riku sudah tidur. Kai menunggu susu, dan minum sambil tiduran. Aku berbaring di sebelah Kai, sambil pura-pura tidur. Karena aku lhat mata Kai juga mulai merem-melek. Tiba-tiba Kai berbalik menghadap aku, dengan muka tengadah, mata merem. Duuuh lucu sekali. Tanpa sadar aku tersenyum lebar, berpikir dia sudah tertidur. Tahu-tahunya dia melihat aku tersenyum, dan ikut tersenyum….dan akhirnya kami berdua tertawa terbahak-bahak sambil berpandangan. Duuuh kapan tidurnya dong. Aku mulai pura-pura tidur lagi, dan akhirnya si Kai tertidur lelap.

Banyak air mata tumpah malam ini, tapi aku melewati malam yang sangat membahagiakan…. bisa berbincang dengan ke dua anakku. Semoga demam Riku turun….ataupun kalau besok masih demam, semoga bukan influenza, hanya masuk angin biasa.

Kai mencoba pakai masker, yang cuma tahan 5 menit hihihi
Kai mencoba pakai masker, yang cuma tahan 5 menit hihihi

37 Comments

Aku ikut terharu mbak.
This is such a wonderful quality time.

Pertanyaan2nya Riku, polahnya Kai, aiiih aku terharu.
Riku, cepet sembuh ya. Yang sayang nambah nih, Tante Eka juga sayang Riku koq.
(catat: hanya Riku dan teman seumuran dia yang boleh manggil aku tante ya mbak :P)

Thanks for sharing the story mbak.
ada haru, juga geli disana.

Salam, EKA
*balik badan, lanjutin ngerjain project..
.-= Eka Situmorang-Sir´s last blog ..What Romantics Things Can I do for my Man? =-.

Neechan, aku nangis baca postingan ini….sambil ngisi komen entah kenapa gk bs brenti nangis….Riku odaijini ne! T_____T aku kangen RIku dan Kai~~ Neechan sungguh beruntung punya mereka berdua *duh ngelap ingus dulu*

-witcha-
.-= wita´s last blog ..Tentang Servis =-.

haduhhh..mbak…so sweet…
mereka berdua isa saling sayang gitu ya?
kalo mbak imel nanyanya “Kai sayang gak sama tante ria” di cium juga gak ya??? jangan2 aku di gaplok malah….hehehehehe…

mereka pasti saling menyayangi begitu karena dididik dengan sayang juga sama Mbak Imel dan Om Gen 🙂 bahagianya …

Kapan aku juga bisa begitu *mupeng* hihihihihi….
.-= Ria´s last blog ..Hari ini MENDUNG …. =-.

sampai saat ini aku masih berpikir, jangan2 karena Riku dan Kai-lah blog TE ini jadi banyak pengunjung :p cerita ttg mereka selalu menarik. aku selalu terheran2 dg pertanyaan2 Riku yang tidak terduga. juga cerita soal Kai, membuatku teringat waktu bisa melihat Kai secara langsung. ih, dia memang sangat menggemaskan. hehe
.-= krismariana´s last blog .. =-.

iya…. melihat anak kita yang masih kecil tuh rasanya menyenangkansekali…
gak terbayang deh.. nanti beberapa tahun lagi sudah besar dan sudah main kesana kemari sendiri ..
jadi saat saat masih kecil ini sangat perlu untuk dinikmati ..
trims atas postingannya…
.-= kartiko´s last blog ..DIET DAN HARI RAYA =-.

IYa EM …
This is a Quality Time …
Saat dimana anak dan juga orang tua bisa bicara bebas …
Curhat …
Ketawa …
Nangis …

Sama-sama

So Touchy

Salam saya EM

Semoga sehat semua …
Semoga gembira semua

Salam saya
.-= nh18´s last blog ..ANONIMITAS =-.

pertanyaan yang “berat” untuk anak seusia Riku. Pertanyaan “Untuk apa saya diciptakan” rasanya bukan hanya pertanyaan anak-anak, tapi juga orang dewasa. Jawabannya cukup memuaskan.

Cepat sembuh ya RIku?! Semoga Kai juga selalu sehat.
.-= Riris E´s last blog ..IKAN ASIN =-.

Riku ini pertanyaannya udah mulai berat-berat seperti filsuf eksistensialis. Halah…Mudah2an mamanya tetap bisa menjawab dengan memuaskan. Ya iyalah. Dosen gitu loh…
Ogenki desu ka, ime chan?

Duuh, saya terharu baca cerita ini. Kakak-adik saling menyayangi. Pertanyaan saya sebagai sesama ibu, Mbak, apakah mereka ga pernah berantem? (di Indonesia kan dah biasa itu)
saya akan sering mampir, salam kenal ya… *salaman*

Aduuuh mamaray….. ya biasa dong adik kakak berantem. Tapi memang Riku banyak belajar menahan emosinya, sehingga suatu kali dia pernah ngamuk bener. Tapi karena aku tahu itu salahnya di Kai, aku juga tidak mau bela Kai. Pokoknya bersikap adil saja. Si Kai juga sudah cukup besar untuk dimarahi dan diajari bahwa itu salah. Duh kalau berantem beneran bisa heboh deh….
salam kenal juga ya ….

EM

indah benar ya nechan, bisa memiliki waktu yang benar-benar berkualitas bersama anak-anak kita… saat-saat seperti itu mahal sekali harganya. tapi, aku yakin, itu sangat berkesan di hati mereka…

semoga riku segera sembuh… 😀

Riku dan Kai sama2 cowok ya, mbak?

kalau iya, persis dong seperti saya dan adik saya dulu waktu kecil. kami juga sering bertigaan sama ibu dulu.

duh. jadi ingat masa kecil.. :mrgreen:

hua,,hukz,,hukz,,hikzz,,,mata ku merembes nih mba baca tadi,,Pergantian musim kali ya mba,jadi sakit gitu,,
Cepet sembuh ya riku kun,,dan moga2 kai,mama dan papanya selalu diberikan kesehatan,,amin..

Riku itu luar biasa ya Mbak, pemikirannya kok seperti orang dewasa (bahkan orang dewasa pun tidak banyak yang memiliki jalan pikiran sekritis Riku). Saya suka cara pengungkapan kasih sayang yang eksplisit antara Mbak dengan Riku dan Kai, juga antara Riku dengan Kai. Dalam budaya Indonesia, apalagi budaya Jawa tempo dulu, jarang lho kasih sayang diungkapkan secara terbuka begitu. Padahal kemampuan untuk mengungkapkan perasaan itu sangat penting …
.-= Tuti Nonka´s last blog ..Kencan =-.

baru baca bagian ini.
aihhh so sweet banget..
dan tante em hebat cara ngejelasinya

kadang gak semua orang bisa menjelaskan dengan baik..
yang ada anaknya malah di suruh tidur..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

Previous Post :