Oden

Memasuki musim gugur, temperatur udara mulai menurun sehingga cukup membuat badan menggigil jika berpakaian tipis. Saat kutulis posting ini pukul 3 pagi temperatur sekitar 15 derajat celsius. Sambil kemulan selimut duduk di depan komputer, dan browsing menemukan suatu artikel berjudul “Isi oden apa saja yang disukai orang”.

Oden adalah semacam rebusan dengan memakai kaldu ikan dan ayam, berisi daikon (lobak), chikuwa dan sumire, (semacam bakso ikan dengan cara pembuatan yang berbeda), satsuma age (bakso ikan goreng berbentuk pipih), tahu goreng, tulang muda sapi, sosis, telur rebus, shirataki (semacam soun) , kulit tahu berisi mochi dan lain-lain. Semua bahan direbus dalam kaldu untuk waktu yang lama, dan tentu saja disajikan dalam keadaan panas. Oden ini selalu dijual di toko-toko konbini (convinience store) begitu musim mulai menjadi dingin.

menurut angket isi oden yang paling laku adalah Daikon (lobak), telur, chikuwa dan kulit tahu isi mochi... yummy

menurut angket, isi oden yang paling laku adalah Daikon (lobak), telur rebus, kulit tahu isi mochi dan konyaku (devil tounge) ... yummy

Kecuali sosis (jika ada), semua bahan oden yang dijual sebenarnya adalah halal. Tentu paling aman kalau masak sendiri, sehingga bisa memilih bahan apa saja yang dimaui. Bumbu oden instant juga banyak dijual di toko-toko. Tinggal rebus saja deh. Dulu aku pernah masak oden di acara bazaar kebudayaan Jepang di kampus UI, dan saat itu saya masukkan potongan ayam…. jadi deh seperti sup ayam hehehe.

Dulu waktu masih single,  kalau saya kangen bakso, saya akan membeli oden terutama sumire (bakso ikan) di konbini, dan makan panas-panas pakai sambal ABC (kalau orang Jepang biasanya memakai karashi, mustardnya orang Jepang berwarna kuning). Memang lain sih dengan bakso daging, tapi bisa sedikit mengobati kerinduan akan makanan tanah air. Sekarang? Kangen bakso sih tinggal buat sendiri hihihi (Jadi ingat Sigi yang tinggal di Mie, minta resep bakso. Sudah coba belum ya dia?)

Huh ngomongin makanan dini hari begini jadi lapar deh. Mendingan tidur dulu deh. Oyasuminasai! (Selamat tidur).

30 gagasan untuk “Oden

  1. Lala

    Jiaaahh….
    kayaknya aku dateng di saat yang tidak tepat…
    Perut lapar dan ngeliat photo makanan yang kayaknya nyam-nyam itu! 😀

    Sisku emang hebat.
    Bisa bikin bakso, bisa bikin tart, bisa masak ina inu…. huhuhu, aku juga bisa nggak ya, someday jadi ibu seperti Imelda Coutrier??? 🙁
    .-= Lala´s last blog ..Walk in Someone Else’s Shoes =-.

    Balas
  2. asep

    Wah kemarin di tengah teriknya Monas, kita makan Oden, keringetan hehe.
    Isinya hampir sama, tapi tanpa octopus.
    Emang enak, yummy.
    @mangkum: kan di Japan Matsuri yg kita makan tuh Oden, Mang.

    Balas
  3. aurora

    ini nih, makanan yang lengkap, semuanya ada….. taruhan deh, kalau harganya murah, aku pasti makan itu mulu kalau aku tinggal di jepang….

    NB: gambarnya bikin ngiler…
    .-= aurora´s last blog ..buat temanku di dunia sana =-.

    Balas
  4. vizon

    waduh, ini tulisan kedua tentang makanan yang aku baca dalam menit-menit ini. pertama tulisannya uni marshmallow, kedua yang ini… duh, aku benar-benar kelaparan nih nechan. di udara yang dingin di kota curup, hujan pulak dan terkurung di lab kampus… wuih, lapernya… 😀

    Balas
  5. Oemar Bakrie

    Wah kelihatannya lezat sekali tuh … Waktu di Jepang saya dan teman Indonesia masih belum berani makan makanan Jepang yg “aneh-aneh” … Di kantim mahasiswa kami punya menu favorit yg kami sebut “senar raket” alias spaghetti dan “sendal jepit” alias steak (karena steak-nya gede hampir memenuhi piring jadi mirip sendal jepit … hehehe).
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Menunggu telepon ? =-.

    Balas
  6. Sigi

    Belum mbak, hihi. Kebetulan suamiku mau dinas ke Jakarta minggu depan, bisa nitip bakso dan bumbu2 deh. Mau nitip apa gitu nggak mbak sekalian?

    Wah, ide mbak bener juga tuh, aku jadi pingin nyoba sumire yg dimakan pakai sambal ABC!

    Balas
  7. hilda

    mbak Imel, pada waktu ke Jepang musim panas tahun lalu, saya sudah beberapa kali nyobain Oden. Gara-garanya, kangen pengin makan bakso. Enak, segar, dan murah harganya. Saya menyukai Oden dengan campuran bakso ikan yang pipih

    Balas
  8. Nesta

    Oden, yes! Hatiku gembira karena besok bakal ditraktir sama temen kantornya hubby makan oden di Asagaya ^^
    Di kedai odennya aja yang murah, tapi plus minuman, sashimi, dllnya bisa bikin tongpes juga, hihihi

    Balas
  9. days of dee tresna

    wah oden, baca posting ini jadi pengen makan oden lagi, ada ga ya takdir makan oden di negeri oden lagi. itu termasuk makanan jepang pertama yang saya coba dan enak. saya paling suka konyaku (soalnya jadi inget pempek palembang), chikuwa dan paling gak suka justru daikon.

    salam kenal mbak imelda

    Balas
  10. Didien®

    duhhh..jd laperr baca postingan ini… *krucuk-krucuk*
    pasti rasanya oden tenan.. heuheu 😀

    salam, ^_^
    .-= Didien®´s last blog ..IBSN : Jalanan =-.

    Balas
  11. Tuti Nonka

    Saya baca posting ini dua jam sesudah makan ayam goreng Jogchick (Jogja Chicken). Kayaknya, ayam yang saya makan dua jam tadi kok sudah nggak berbekas ya … alias sudah lapar lagi 😀

    Ohya, Jogchick ini laris manis di Jogja, soalnya enak dan murah, jadi cocok dengan kantong pelajar dan mahasiswa (kantong saya juga … hehehe). Ini ayam goreng ala KFC, tapi sepotong harganya cuma Rp. 5.000,- separo dari harga KFC. Di Jogja gerai Jogchick ada 10 lebih (lho, kok malah promosi … 🙂 )
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Rumah Teletubbies Vs Barrataga =-.

    Balas
  12. whita kutsuki

    yumiii,,hari ini menu makan malam ku oden loh mba,,hahaha,,bingung mau masak apa gitu,,

    favorite banget loh,apalagi daikon,,halah,,halah,,ngeces,,ces,,

    diatas ngomongin bakso jadi inget,,Kapan kita makan bakso bareng nih bu,,?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *