Pelayanan Orang Jepang

Tadinya saya mau menuliskan judul “Kecanduan”, tapi kok inti cerita yang ingin saya sampaikan justru bukan kecanduannya sih… jadi ganti judul yang lebih tepat.

Memang saya pernah menulis tentang jiwa service orang Jepang  di sini dan di sini. Dan saya rasa banyak di antara pembaca juga sudah pernah mengalami sendiri pelayanan waiter/pelayan Jepang di Jepang. Motto, “Pembeli adalah Raja” bukan main-main di sini . Dan orang Jepang juga tidak segan-segan, langsung meminta maaf, meskipun itu bukan kesalahan mereka.

Nah, kali ini saya mengalami lagi sebuah pelayanan yang sempat membuat saya bengong, senang, terharu dsb deh… Kok segitunya sih mel?

Nah itu ada hubungannya dengan kecanduan yang tadinya akan menempati judul posting ini. Saya sedang candu FB! Tapi bukan ganti-ganti status atau foto profil atau baca status dan notes orang lain…. melainkan bermain Bejeweled Blitz. Loh… itu kan juga ada di Yahoo Games? Memang, tapi di FB waktunya ditentukan hanya selama 1 menit, dan …. nah…ini serunya. Ada hall of fame, alias daftar perolehan teman-teman Friend Lists yang sedang bermain game yang sama. Jadi penasaran lah yau, kok bisa teman saya si MS mencapai nilai sampai 300rb sedangkan saya cuma bisa 100rb saja! Lagi pula bermain game ini benar-benar tanpa pakai otak, hanya jari saja yang gerak, sehingga otak bisa diistirahatkan…. hihihi …alasan.

Kecanduan Game ini merupakan kecanduan pertama yang tidak begitu merugikan saya, karena saya lakukan di sela-sela waktu senggang,namun cukup memangkas jadwal menulis blog dan blogwalking. Paling-paling kalau riku melihat saya sedang bermain, dia juga mau ikut bermain. Atau Kai jika sudah kangen pelukan mamanya, akan datang ke depan komputer dan minta dipeluk…..

Tapi ada lagi kcanduan di FB nomor dua, yang NYARIS membuat saya rugi besar. Yaitu meng-upload foto dari HP saya, via mobile upload a.k.a email. Apalagi waktu saya berlibur dan jalan-jalan ke Yokohama, Kamakura dsb dsb. NAH….. ternyata sodara-sodara, kegiatan saya mengupload itu menyebabkan saya harus membayar mahal.

Biasanya biaya HP saya tidaklah terlalu mahal, karena saya jarang pakai. email juga jarang.  Tapi waktu saya banyak mengupload foto-foto itu, saya harus membayar biaya pengiriman berdasarkan bytes yang dikirim. Pertama, saya dapat email peringatan, “Biaya pemakaian internet Anda mulai mahal loh”… begitu bunyinya. Hmmm saya pikir, ah semahal apa sih.

Kemudian besoknya saya menerima telepon dari kantor KDDI, operator untuk telepon au yang saya pakai. Dia menelepon ke HP, tapi saya waktu itu sedang mengajar sehingga tidak bisa mengangkat. Ada pesan memang, tapi dasar saya juga malas…saya cuekin. Lalu pas pulang ke rumah, ada pesan di answering machine, mengharapkan saya telepon mereka. Duh sudah malam, dan saya harus masak makan malam, kasih bobo anak-anak dsb dsb… Sudahlah besok saja…saya pikir.

Nah, keesokan harinya, ternyata orang yang sama menelepon ke HPnya Gen. Semua HP memang atas nama saya, dan dia berbicara mengenai paket harga (mungkin semacam pahe…paket hemat) , tapi karena Gen tidak tahu apa-apa tentang pembayaran HP, saya yang menjawab telepon mereka.

“Ya, saya Imelda, ada apa?”
” Oh ibu Imelda… saya dari KDDI….”
“Ya, saya menerima pesan lewat telepon, tapi maaf belum sempat menelepon.”
” Saya juga maaf, karena berkali-kali meninggalkan pesan di HP dan di telepon rumah…. Begini bu, …. kelihatannya ibu banyak memakai internet akhir-akhir ini, ya?”
“Ya memang….”
“Begini, kalau memang mau terus memakai internet, lebih baik ibu masuk ke pahe internet 24/7 yang setiap bulannya membayar max 4100 yen. Untuk bulan ini Ibu sudah memakai 25.000 yen. api kalau ibu masuk paket ini, ibu cukup membayar 4.100 yen saja.”
“Waaah sudah segitu banyak ya? Tapi saya masih bisa masuk paket itu dan tidak usah membayar 25.000 yen tadi?”
“Ya, kalau ibu masuk sekarang, bisa”
“Bagaimana caranya? Apakah saya harus pergi ke kantor sana?”
“Tidak usah, lewat saya saja. Begitu ibu OK, saya akan masukkan setting untuk paket itu.”
“Kalau begitu…tolong setting ke paket itu.”
“Tapi jika ibu setting paket ini, seandainya ibu tidak pakai internetpun, ibu harus membayar 2000 yen. Apakah ibu tetap mau?”
(Sambil berpikir tentu saja, saya masih akan kirim email dan browsing internet lewat HP)
“Ya saya mengerti, Tolong setting ke paket itu”….

Jadi saya tertolong banget tuh dengan telepon mbak KDDI hari itu. Dan saya masih terbengong-bengong… kok bisa gitu, mengganti paket ditengah-tengah periode, dan membuat pelanggan tidak perlu membayar biaya yang seharusnya dibayarnya. Biasanya kan perusahaan ngga mau rugi dong. Semakin pelanggan bayar banyak, semakin banyak duit masuk ke dia kan? Apa dia tidak rugi dengan cara menelepon saya dan menganjurkan mengambil paket tadi? Ini mungkin pelayanan mereka terhadap customer, apalagi saya sudah hampir 13 tahun memakai nomor ini, sehingga mereka tidak mau kehilangan pelanggan untuk berpaling ke operator lain? Well, saya menceritakan ke pemakai operator lain, tapi belum pernah ada yang kejadian seperti saya itu.

Yang pasti saya bersyukur sekali dengan telepon mbak tadi itu. Lagipula dengan tidak perlu membayar semahal yang seharusnya saya bayar, saya bisa mengganti pesawat HP saya yang dirusakkan Kai dengan yang baru. Masih bisa dipakai sih, tapi rasanya sudah cukup waktu juga untuk mengganti dengan yang baru. Maunya sih dengan Ipod, tapi Ipod hanya dimiliki oleh operator Softbank, yang saya jarang pakai. Jadi cukup dengan HP touch panel ala “au” yang berkamera dan harddisk 7 GB.  (sebetulnya saya tidak suka dengan touch panelnya, tapi *apabolehbuat*, kamera yang dengan 5 Mega pixel hanya jenis itu saja. Ada sih yang 8 M pixel… tapi aku ngga suka tampilannya hihihi)

tujuan si produsen spy kita membaca e-books di HP itu sih... cuma saya sih mending baca buku beneran daripada lewat HP hehehe

Tambahan:

1. Handphone di Jepang kebanyakan tidak bisa menerima/mengirim sms ke LN. Satu-satunya yang bisa menerima sms hanya operator softbank (karena itu saya punya softbank juga hehehe). Softbank bisa mengirim sms juga, tapi biayanya masih mahal.

2. Jadi kami berkomunikasi melalui email (MMS) antar operator, atau untuk operator yang sama, pesan pendek semacam sms.

3. Sebagai solusi untuk mengirim sms, maka kami di Jepang memakai perusahaan “penengah” untuk mengubah email kami menjadi sms, dan diteruskan ke Indonesia. Ada beberapa perusahaan yang menyediakan service ini, tapi saya sendiri memakai smspelangi.net. Karena gateway, yang tampil pada nomor HP di Indonesia bukanlah nomor kami yang sebenarnya. Dan penerima sms cukup mereply sms untuk mengirimkan balasan. Selama nama dan nomor HP teman di Indonesia belum didaftarkan ke website mereka, kami tidak bisa menerima sms dari Indonesia. Mau terima sms dari saya? Ya harus daftar dulu gitchu hihihi.

4. Blackberry laku ngga di Jepang? Nggak!!! abis orang Jepang kan ngga pake alfabet, jadi buat apa pake BB hihihi

Susah deh Jepang memang memonopoli telekomunikasi intern mereka, tapi beruntung sekarang sudah mulai terbuka, yaitu sejak masuknya vodafone ke Jepang (sekarang sudah dibeli Softbank).

Mau minta maaf juga akhir-akhir ini jarang blogwalking krn…kecanduan hihihi. (dan sedikit flu sih)

38 gagasan untuk “Pelayanan Orang Jepang

  1. aurora

    wah… salut deh mbak… sebegitu besarnya pelayanan ,ereka pada langganannya…..
    kalo di Indo sih, semboyan doang….. dikerjain kagak….

    tapi mudah-mudahan makin banyak orang yang lebih peduli pada pelanggan mereka
    .-= aurora´s last blog ..buat temanku di dunia sana =-.

    semoga operator Indonesia bisa meningkatkan layanan mereka ya
    EM

    Balas
  2. wita

    haiyaah…bejeweled! hehee

    Wah, aku bru aja ngebahas topik ini sama sensei di tempat les bhs jepang minggu kmrn. Emang mereka (org jepang) bener2 top dalam hal kasih service gk ad yg nandingin.

    Pengalaman sendiri sih soalnya, bisa sampe terbengong-bengong. Klo mereka mengutamakan kenyamanan pembeli, tp klo disini harus bilang “bang ada kresek yg gedean gk?” (pengalaman belanja di tanah abang)

    Sekalinya mengutamakan kenyamanan, eh diikutin kemana2 mungkin maksudnya supaya klo kustomer minta bantuan langsung dilayani, tp yg ada kadang merasa diawasin, brasa maling…
    .-= wita´s last blog ..Perang Ketupat =-.

    Balas
  3. Marten

    Wah pantes photo pesbuknya update trus skarang hehhe….

    Kapan ya operator di Indonesia kayak di jepang pelayanannya. Di sini jangan kan di telpon ama operator, nelp operator yang jwb paling “maaf,saat ini semua operator kami sedang sibuk,silahkan menunggu….., trus kalo nyambung, paling jwbnya gini “maaf pak marten, jaringan internet kami saat sedang mengalami gangguan dan skarang pihak dari kami sedang memperbaikinya.. jadi kami mohon pak marten bersabar dan mencoba slama 1×24 jam..skali lagi kami minta maaf atas ketidak-nyamanan ini bapak marten…., apakah semua sudah jelas pak marten?”

    Moga aja ada operator Indo yang baca blog mbak emi.. he he

    Balas
  4. Oemar Bakrie

    Wah beruntung sekali, servis-nya bagus mana masih bisa “ngeles” dari 25.000 yen lagi … hehehe … Kalau di sini kebalikannya mBak. Ada paket unlimited cuma seratus-ribuan tapi harus nunggu di-set dulu oleh operator. Banyak yg tidak tahu dipikirnya langsung ON, main tancep aja tuh internet, padahal masih kena tarif GPRS yg mahal itu. Tahu-tahu tagihannya ada yg samai 2 jutaan …

    Balas
  5. Nesta

    waktu jamannya masih pacaran, si abang (anggap aja orang indonesah juga, hehe) sering banget dapat telpon & email dari mas softbank kalo international callnya da setinggi langit atau uda cukup untuk dibeliin tiket pp Jepang-Indonesia by GA : (
    Tapi dasarnya doi malas pake fasilitas internet saat itu sering lelet (leletnya dari pihakku lho..) yang bikin kesel & membosankan karena terus-terusan kata `apaaa`, `bagaimanaaa`, `putus-putuuus` menuhin kuping dia, jadinya doi terima dengan lapang dada `warning` dari mas softobanku yang sebulan bisa 3 kali, hihihihi

    Balas
  6. RitaSusanti

    Salam kenal mba Imel:)

    Duh senangnya bisa ada di Jepang:) buat saya bisa menginjakkan kaki di Jepang masih jadi mimpi nih mba:)…

    Memang keteladanan orang Jepang dalam memberikan pelayanan kepada konsumennya sangat pantas untk dicontoh, khususnya oleh para produsen/pedagang di Indonesia…Beneran deh orang Jepang tuh lebih fokus ke memberikan bukti daripada hanya janji dalam hal pelayanan yah…

    Oya mba blogmu aku link yah, arigatou 🙂

    Balas
  7. Joko Setiawan

    Kalo saya mah ga terlalu suka maen Game Mbak…

    Eeeeeeee….Hontou desu ka..??? Sebegitunya ya Orang Jepang itu, pemakaian internet kebanyakan saja diperhatikan, dan diservice dengan biaya yang jauh lebih rendah. Saluteeeeeeeeeeeeeeeee….. 🙂

    HHmm..info Pelangi.Net itu aku link di wall FB nya My Chie Mbak hohohohohoho 😀

    Salam semangat selalu
    http://bocahbancar.wordpress.com/
    .-= Joko Setiawan´s last blog ..Hakikat Berpikir Wirausaha =-.

    Balas
  8. Hery Azwan

    Wah, baik banget operatornya.
    Kalau di sini pasti dibiarin. “Syukurin loe. Semakin banyak deh melanggarnya.”
    Kalau di Indonesia, kayaknya Farm Ville di FB banyak peminatnya. Ponakan2ku sampai kecanduan. Tapi ada juga nilai plusnya. Mereka jadi semakin pintar komputer dan bahasa Inggris. Miki yang baru 4 tahun sudah mulai bisa main komputer dan ngomong Inggris. Halah…

    Balas
  9. nh18

    Kecanduan adalah sama dengan berarti … melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh … dan total …

    Dan Itu … EM byanget …

    hehehe

    Salam saya EM …
    Cepet sembuh dari Flunya ya …

    Balas
  10. depz

    wahh hpny keren mbak
    btw hebat ya operatornya
    kalo di indo mah ga ada konfirm2 gt
    n maen hajar aja
    tau2 konsumen pingsan liat tagihan
    n mana bisa ubah paket ditengah jalan

    Balas
  11. Ping-balik: Tentang Servis « Doppelganger is here…

  12. edratna

    Wahh Imel, Narp juga sudah merasakan tuh tentang pelayanan orang Jepang. Dijemput di bandara Nagoya, dibawakan kopernya (untung kopernya kecil…dan ternyata dia asisten Prof yang bergelar PhD.

    Juga pelayanan lainnya..dia nanti mau menghubungi Imel, mau lewat telepon nggak enak.
    Btw, tentang hape yang dipinjam Narp, jangan sungkan lho biayanya, dan entah bagaimana cara mengembalikan ke Imel nantinya, mungkin kalau pas liburan ya. Dan sekali terimakasih banyak bantuannya…kayaknya dia mulai tenang…biar cerita sendiri nanti
    .-= edratna´s last blog ..Apa kabar Pestablogger 2009? =-.

    Balas
  13. nanaharmanto

    salut aku sama pelayanan di Jepang,,,,benar-benar total deh…
    Dulu kakakku pernah tinggal di Jepang, aku terkagum-kagum denger ceritanya tentang pelayanan di Jepang…mantappp….

    kayaknya harus dicontoh itu…
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Semacam Pak Unyil =-.

    Balas
  14. iksa

    Ha ha candu yang seru …
    Kalau sama providerku pertama-tama mulai pakai internet di hp cuma di sms tagihan sudah sekian …beberapa kali … eh tau-tau sudah jutaan rp .. datang ke kantornya dulu baru dikasih tau …pak ini ada paket unlimited cuma 125rb saja sebulan sayang gak bisa konversi ditengah pemakaian …..

    Balas
  15. vee

    wah aku tu ikut2an main bejeweled gara2 ikut2an mbak Imel niy, terinfeksi deh :D. skorku barusan dikalahin ya…eits…tunggu aku akan kembali membalap ya kekekke, kayak apa aja

    Kayaknya ngga cuma kamu loh yang terinfeksi hihihi….
    udah mulai turnamen baru tuh vee
    EM

    Balas
  16. Didien®

    waaahhhhh iri sekali rasanya mendengar bentuk pelayanandi sana thd customernya…
    andai saja di Indonesia seperti itu…??? hufhhhh alangkah senangnya saya sbg customer “mereka”..
    pakabar bun..??

    salam, ^_^
    .-= Didien®´s last blog ..the complete football site =-.

    Balas
  17. Bro Neo

    wuihh… huebat!! bener-bener costumer oriented!!

    kalo disini mana ada cerita diingatkan udah “over” pemakaian gitu… sini mah adanya peras peras peras 🙁

    Balas
  18. narpen

    uwoooo… manteb tanteeee~
    AMAZE.
    Tapi orang sini bener2 baik2 ya..
    workaholic sih iya (kekeke), tapi juga sejauh ini baik-baik sekaliii..
    moga penilaian ini tidak pernah berubah…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *