Archive for September, 2009
Well, saya sedikit merasa itu adalah terjemahan yang baik untuk kata bahasa Jepang yang saya maksudkan. Dalam bahasa Jepang ada kata Otokorashii 男らしい yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi : macho, maskulin, manly… seseorang yang memenuhi syarat sebagai “laki-laki” …tidak termehek-mehek, menye-menye, apalagi lebay hihihi. OK, mungkin bisa pakai maskulin sebagai bahasa Indonesia.
Tapi bagaimana …
Aku terbangun oleh dering telepon itu. Pertama aku biarkan karena jika penting, pasti akan ada dering sesudah itu. Dan aku masuki kamar/studioku, membuka laptop. Kemudian dering itu terdengar lagi…. kring…kring…. Aku angkat.
“Maaf tengah malam begini. Saya XXX temannya Gen. Gen ada?” Hmmm kayaknya sih tidak penting, dan aku tahu Gen sulit dibangunkan.
“Wah maaf Gen sulit …
Kata “sewa” ini ada juga dalam bahasa Jepang, yang artinya mengurus, memelihara, melayani. Saya bertemu kata ini pertama kali waktu saya datang ke Jepang dalam rangka karyawisata mahasiswa FSUI, dan diwanti-wanti oleh seorang sempai (senior) kami untuk mengucapkan “Osewaninarimashita” お世話になりました pada orang tua host family yang menerima kami menginap di tempat mereka. Waktu itu yang saya …
Read More
Sayonara Natsu no hi, さよなら夏の日 cocok sekali untuk dinyanyikan saat-saat seperti ini. Pagi ini, 15 September 2009, cuaca tidak menentu. Sepertinya dia plinplan sekali untuk memutuskan …. akan menangis atau tidak. Sampai membuatku bingung, akan pergi naik apa ke penitipannya Kai. Tadinya sudah mau naik sepeda, tapi akhirnya kuurungkan niat, dan pergi kembali ke atas, mengambil …
Read More
Siapa sangka saya bisa naik Tokyo Tower bersama teman Indonesia saya, setelah 17 tahun saya tinggal di Jepang? Ya, saya memang belum pernah naik Tokyo Tower. Waktu ibu saya datang ke sini, kami pernah sampai bawahnya saja, dan membatalkan rencana karena harus antri 3 jam, untuk bisa masuk. Jangan sekali-kali coba pergi pas akhir minggu …
Read More
Yang pasti kami tidak bisa menyanyikan lagu itu pas sedang mendaki gunung. Capek bo! Bisa melangkah aja masih mending deh…
Minggu, 6 September, setelah check out jam 10 dari Kusatsu Hotel, kami menuju ke Gunung Shirane (2160 m). Katanya cuma 30 menit dari hotel… dan ternyata memang dekat sekali. Sebelum kami sampai di tempat menaiki cable …
bukan… bukan Ratu sejagad. Nanti terbangun seperti Vonny Sumlang gara-gara semuanya mimpi. Aku mau jadi Ratu biasa aja… bukan Ratu kecantikan deh. Dan pada weekend kemarin, aku bisa merasakan menjadi Ratu sehari. Udah enak duduk di belakang disetiri, jalan-jalan lihat pemandangan yang indah, makan juga ngga pake diet-dietan (kan diet always begin tomorrow), ngga usah …
Read More
Tulisan ini merupakan sambungan dari posting: Berkorban.
Bagi Anda yang mengerti Jerman, pasti tahu bahwa Romantische Strasse atau jalan romantik ini merupakan tempat wisata yang harus dikunjungi di daerah bavarian. Ada beberapa spot/tempat yang menarik yang indah dikunjungi di segala musim. Nah, week end kemarin itu ternyata kami secara tidak langsung menyusuri jalan romantik menuju Kusatsu …
Betapa sering kita dengar kata itu ya? Berkorban untuk orang yang disayang, untuk bangsa, negara dan tanah air, berkorban sebagai umat Tuhan untuk sesama dan lain-lain. Kalau sekarang saya masih pakai kata “mengalah” kepada Riku, tapi sebetulnya intinya sama juga kan? “Riku, kasih aja itu sama Kai. Kamu kan kakak, harus mengalah….” Sampai pada suatu …
Read More

