tissue

Posting terpendek di TE…mungkin. Berhubung sibuk mempersiapkan semester baru, belum sempat menulis posting baru. Jadi kali ini mau menampilkan foto saja yah.

Saya pernah membaca di postingan teman…lupa siapa (yang sadar harap lapor!). Bahwa di tempat duduk pesawat tertulis warning, supaya jangan membawa pulang life-jacket pesawat udara yang ditumpangi. Warning itu ditulis dalam bahasa Indonesia…. hmmm membuat kita berpikir bahwa orang Indonesia emang suka nilep….

Di Jepang, tentu saja jarang ada “peringatan” semacam itu, tapi saya menemukan ini di WC umum di stasiun. Sudah beberapa kali saya temukan, entah jika di WC Pria ada atau tidak.

Di atas tempat tissue itu tertulis: Jangan bawa pulang tissue!

Rupanya banyak kejadian orang membawa pulang tissue dari WC umum itu sehingga kekurangan tissue. Padahal tissue di Jepang itu tidak bisa dipakai untuk mengeringkan tangan atau membuang *maaf* ingus, karena terbuat dari kertas daur ulang yang peka sekali terhadap kandungan air. Tissue akan langsung lebur, jika tersentuh air. Jadi orang yang membawa pulang tissue itu untuk apa ya?

22 gagasan untuk “tissue

  1. marshmallow

    wah, aku baru sempat jalan-jalan nih, mbak. pakabar, mbak imelda yang cantik?

    yang nulis tentang peringatan itu adalah uda vizon dan catra (mbak imel pernah ke blognya mungkin?) tentang pengalaman mereka naik lion air (kalau tidak keliru). aku juga pernah melihat peringatan itu, dan memang lucu sekali. dikriminatif. padahal seperti kata mbak imel, ngapain juga dibawa pulang kalau belum tentu bisa digunakan sendiri.

    mbak, aku mau dong magnet kulkas bantuk sushi. *ngarep*

    Balas
  2. AtA chan

    Orang Indo suka nilep, udah budaya kali mbak hehe…

    Yg nilep tisue mungkin orang iseng tuh…

    Liputan yg dr Yokohama mana nih..?
    Oh iya lg sibuk 🙂

    Met sibuk deh, smoga semua lancar..

    Balas
  3. Ria

    kalau disini mbak tulisannya
    “harap membuang tissue yg telah di gunakan di tempat yg tersedia bukan di toilet”
    huhehehehehehe….

    jangan2 dirimu penah bawa pulang tissue juga ya mbak 😛 ayoo ngaku…huhehehehe
    .-= Ria´s last blog ..Lebaranku 1430 H =-.

    Balas
  4. Hp

    Ga tahu ya tradisi tempat makan kaki lima di sebagian daerah di Indonesia yang menggunakan tisu toilet sebagai ganti tisu makan? Sampai-sampai ada protes dari wisman yang merasa jijik dengan suguhan tadi, hingga akhirnya Pemda mengeluarkan aturan agar menggunakan tisu khusus buat makan bagi warung kaki lima.
    .-= Hp´s last blog ..Untuk Sebuah Nama =-.

    Balas
  5. Tuti Nonka

    Jadi ingat postingan Om Trainer tentang tissue toilet yang disodorkan kepada orang asing di kantornya untuk mekan kue tart …. 😀

    Kalau saya, lihat-lihat toiletnya. Toilet di hotel berbintang dan di mall (misalnya di Centro) biasanya sangat bersih. Begitupun, saya selalu membawa tissue di dalam tas. Sekarang malah ada tissue khusus untuk alas closet, sehingga kalau kita ‘was-was’ dengan kebersihan closet duduk di tempat umum, kita bisa memakai tissue itu untuk mengalasinya. Nggak perlu khawatir bakal bersinggungan dengan bekas (maaf) pantat orang.

    Seingat saya, yang pernah nulis tentang peringatan untuk tidak membawa pulang pelampung di pesawat terbang itu adalah Uda Vizon. Bener ya, Da?
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Hari Nan Fitri =-.

    Balas
  6. vizon

    hehehe… aku ngaku… ini dia: http://hardivizon.com/2009/02/24/aku-percaya/

    ternyata, peringatan di berbagai negara bervariasi, dan menurutku peringatan itu menunjukkan persoalan yang paling pelik dihadapi sebuah negara itu adalah yang berkaitan dengan peringatan tersebut. artinya, di jepang, persoalan yang paling sering terjadi adalah kebiasaan orang yang membawa pulang tissue toilet…. 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *