midnight call

Aku terbangun oleh dering telepon itu. Pertama aku biarkan karena jika penting, pasti akan ada dering sesudah itu. Dan aku masuki kamar/studioku, membuka laptop. Kemudian dering itu terdengar lagi…. kring…kring…. Aku angkat.

“Maaf tengah malam begini. Saya XXX temannya Gen. Gen ada?” Hmmm kayaknya sih tidak penting, dan aku tahu Gen sulit dibangunkan.
“Wah maaf Gen sulit dibangunkan. Dia baru tidur…”
“Imelda?”
“Ya…saya. ”
“Masih ingat pada saya?”
“Ya saya ingat…. ”
“Maaf ya saya menelepon malam-malam begini.”
“Tidak apa kok. Kebetulan saya sudah terbangun. Ada apa? Kamu mau cerita pada saya?”
“Saya baru menutup telepon dengan orang lain. Teman saya, sahabat saya. Dulu saya selalu menemani dia, mendengarkan curhatnya. Tapi tadi saya mau curhat, dia tidak mau dengar…..”
“Hmmm mungkin dia mengantuk, dan besok perlu bangun pagi. Anggap saja begitu. Bukannya dia tidak mau dengar kamu.”
“Iya ya…pasti begitu ya….”
“Begini… setiap orang kan memang berubah. Yang dulu bisa, menjadi tidak bisa. Dan itu tidak bisa dielakkan. Setiap kehidupan itu berputar terus. Memang menyedihkan. Tapi kita harus menyesuaikan diri. ”
“Terima kasih ya mau mendengarkan saya. Padahal sudah malam begini. Iya memang semua berubah….”

Pembicaraan selanjutnya mengenai keluarga saya, mengenai masa lalunya, mengenai perceraiannya dan lain-lain. Tak terasa 2 jam berlalu… sudah jam 3 pagi. Dan meskipun saya berkata, kamu boleh telepon lagi lain kali, dan kalau aku terbangun kita bicara lagi… sejak itu dia tidak pernah telepon.

Semoga dia baik-baik saja…

Dan paginya waktu aku bercerita pada Gen, dia mengucapkan terima kasih atas apa yang kuperbuat untuk temannya itu. Dan terus terang Gen memang bilang dia tidak bisa mendengarkan curhat dari temannya. Hei laki-laki! kamu bisa tidak sih bersahabat dengan sesama jenis? Saling mendengarkan curhat dengan sesama jenis? Kalau wanita, dia bisa bergaul dengan laki-laki dan perempuan. Wanita memang lebih terbuka.

Padahal apa yang kuperbuat sehingga dia berterima kasih begitu? Hanya menemani temannya dan mendengarkan dia bicara. Tapi… itu yang memang “mewah” dalam kehidupan di Jepang.

In the wee hours, pada jam jam aneh di malam hari… di dini hari. Manusia yang kesepian amat merasa limbung, gamang ingin ditemani. Tapi… tidak ada orang yang dapat diajak bicara. Karena itu lah saya juga mengetahui bahwa ada beberapa pendeta buddha yang membuka jalur telepon “diskusi kehidupan 24 jam” untuk mendengarkan curhat mereka yang membutuhkan. Kebanyakan orang yang menelepon mempunyai perasaan kuat untuk bunuh diri.

Tidak kurang dari 30.000 orang Jepang bunuh diri setiap tahunnya. Seberapapun orang berusaha angka ini ditekan… tidak efektif. Mungkin orang Jepang perlu mengkaji kembali hubungan pertemanan mereka.

Apakah saya “aman” dari rasa limbung itu? Tidak! saya pun selalu mengalami masa-masa sepi dan ragu di malam-malam yang mencekam. Memang siapa sih yang bisa “bebas” dari masalah? Tapi saya punya Tuhan, bisa lari ke Tuhan dengan berdoa. Dan saya juga punya teman-teman baik yang kadang available di jam-jam aneh di dunia maya sana. Bertukar pikiran atau blogwalking juga bisa meringankan pikiran.

Memang sulit bagi pengidap insomnia untuk melewatkan waktu-waktu di mana orang seharusnya tidur. Dan malam hari memang menggoda manusia untuk berpikiran macam-macam dan merasa labil. Atau karena banyak pikiran itulah maka menjadi insomnia.

Saya tidak akan bercerita mengenai insomnia lebih mendetil karena itu di luar ranah saya. Tapi kemarin saya tertawa membaca sebuah tulisan dalam bahasa Jepang begini:
Di Jepang satu dari 10 orang mengidap insomnia. Insomnia ditimbulkan oleh stress atau kondisi badan yang tidak baik, dan salah satu penyebabnya adalah kekurangan vitamin D. Bagi penderita insomnia cobalah makan makanan yang banyak mengandung vitamin D seperti ikan tuna, butter, hati dan lain-lain. Bahan-bahan ini banyak terdapat di Izakaya (tempat minum minuman keras) ya? Cobalah makan dan minum di Izakaya… Mungkin dengan demikian Andapun bisa tidur lelap…..

Tahu kenapa saya tertawa? Ya jelas kalau minum minuman keras bisa mabuk atau tertidur kan? Bukan karena vitamin D nya… Tulisan di atas memang sebuah tulisan di majalah Gourmet, sehingga bisa saja dikategorikan “Iklan Menggoda” kalau bukan “Iklan Menyesatkan” seperti yang ditulis Bro Neo.

Semoga teman-teman pengidap insomnia bisa mendapatkan teman curhat, atau mendapatkan “obat” yang ampuh untuk mengatasi penyakit modern ini. Kalau mau midnight call ke saya juga boleh … tapi nanti jangan malah tambah insomnia memikirkan tagihan telepon interlokal ya…. hihihihi…..