“Desaku” nya Jepang

Pasti dong semua masih hafal lagu “Desaku” ciptaan Ibu Sud. Kalau sudah lupa ya terlalu deh dong sih!!

Desaku

Desaku yang kucinta
pujaan hatiku
tempat ayah dan bunda
dan handai taulanku
tak mudah kulupakan
tak mudah bercerai
selalu kurindukan
desaku yang permai

Nah, ternyata di Jepang juga ada tuh lagu Desaku. Si Lala bahkan katanya sejak kecil dinyanyikan dan menyanyi lagu Furusato dalam bahasa Jepang sebelum tidur. Kalah deh Riku, soalnya si Riku paling dinyanyikan “Medaka no Kyodai”.

Gunung tempat mengejar kelinci
Sungai tempat memancing ikan
Sampai sekarangpun dalam mimpi
Sulit terlupakan, kampung halaman

Bagaimana kabar, ibu bapak
sahabat karibku
Dalam hujan dan angin
Pasti teringat, kampung halaman

Melaksanakan keinginanku
Entah kapan, aku pasti akan kembali
Ke birunya gunung, kampung halamanku
Ke jernihnya air, kampung halamanku

兎(うさぎ)追いし かの山 usagi oishi kanoyama
小鮒(こぶな)釣りし かの川 kobunatsurishi kanokawa
夢は今も めぐりて、 yume wa ima mo megurite
忘れがたき 故郷  wasuregataki furusato

如何(いか)に在(い)ます 父母 Ikani imasu chichihaha
恙(つつが)なしや友がき tsutsuganashiya tomogaki
雨に風に つけても amenikazeni tsuketemo
思い出(い)ずる 故郷 omoiizuru furusato

志(こころざし)を はたして kokorozashi wo hatashite
いつの日にか 帰らん itsunohinika kaeran
山は青き 故郷 yama wa aoki furusato
水は清き 故郷 mizuwa kiyoki furusato

Wah lagu furusato ini memang cocoknya untuk mereka yang merantau seperti saya. Yang rindu pulang kampung terus. Jadi kalau tinggal di Indonesia, atau di rumah bersama orang tua yang kampung halamannya sama, sepertinya tidak cocok tuh (aneh kan kalo rindu kampung halaman padahal kamu tinggalnya di kampung tsb. Kecuali rindu pada kampung halamannya pacar hihihi)

Dari lagu “Desaku” dan “Furusato”, memang yang paling dirindukan adalah orang tua (orang Indonesia malah nambah handai taulan, kalau orang Jepang cukup bapak ibu hihihi), dan pemandangan alam yang biasa digeluti waktu kecil. Karena kampung halamanku adalah Jakarta, aku tidak bisa membayangkan gunung atau sawah atau sungai deh… mana ada gunung di Jakarta (meskipun nama kelurahanku adalah kelurahan gunung)? hihihi. Jadi apa bayanganku tentang kampung halaman selain orang tua?

Hmmm …. aku membayangkan sebuah rumah besar tempat aku dibesarkan dan suasana waktu hujan keras dengan geledek dan bau tanahnya yang khas! Rumah tempat kita dibesarkan memang tidak akan pernah terlupakan, bukan? Akhir-akhir ini aku sering mengenang kembali rumahku di Jakarta yang telah kuhuni berpuluh tahun apalagi setelah membaca tulisannya Nana tentang rumah.

Jadi kampung halamanku sebetulnya sih = rumahku, yang lain-lain sebetulnya numpang aja, nebeng! … seperti lingkungan perumahan, pasar, makanan, teman-teman dll. Mumpung sebentar lagi musim mudik, sebetulnya apa bayanganmu tentang kampung halaman sih? (Pasti beda tergantung asalnya kan?)

(Lagu ini pernah dinyanyikan di acara wisuda di Yokohama University waktu aku wisuda Pasca Sarjana… dan lagu ini berhasil membuatku menangis. Memang bukan lirik yang sama, tapi melodi dan bayangan pantai dengan pohon kelapa menari-nari di dalam benakku…. huh mewek deh)

25 gagasan untuk ““Desaku” nya Jepang

  1. wita

    Kalo kampung halamanku sudah pasti Jogja!!

    Inget banget waktu kecil suka main di halaman keraton jogja mungutin bunga pohon jambu air yg bertebaran, atau kenangan pas menghabiskan masa SMA di jogja dimana denyut kehidupan seakan berjalan sangat lamabt…beda sekali dengan jakarta.

    Wah jadi kangen jogja nih…taun ini pulang gk yaa? hehhe
    .-= wita´s last blog ..Bad News is A Good News =-.

    Pulang aja wit …nanti ngga bisa tidur. Atau pulang ke Aomori juga boleh heheheh

    EM

    Balas
  2. Lala

    Huaaa… senengnya akhirnya jadi di-posting juga tulisan ini…. 🙂
    Aku seneng karena:
    1. Lagu ini mengingatkan masa kecilku *sekarang udah gede dan mengkal hihihi* Dulu, sering banget nyanyi lagu ini.. Aku lupa-lupa ingat dengan liriknya, tapi aku kalo lagu ini tentang kampung halaman, tentang kerinduan buat orang tua… Saat itu sih, nggak terlalu mentingin artinya, tapi melodinya yang gimanaaaa gitu sampai-sampai sering aku nyanyikan… 🙂

    2. Aku inget sama sahabat Jepangku saat masih kanak-kanak. Namanya Akiko-san. Dulu aku berteman dekat sama dia sejak kelas 3 sampai 6 SD. Sejak lulus SD, kami lost communication. Duh, padahal dulu aku sering curhat-curhat sama dia pake bahasa Tarzan… kebayang nggak, sih? hehe

    3. Sama seperti dirimu, Sis, bagiku, kampung halaman adalah RUMAHku sendiri. Aku memang masih tinggal di sini, di rumah yang sudah puluhan tahun aku tinggali, tapi aku merindukan rumahku yang dulu… ketika canda tawa adalah menu sehari-hari… Sekarang? It’s empty.. huhu.. *curhat*

    Ah,
    doumo arigatou ne!

    Yup bener La…rumah tanpa manusia juga bukan kampung halaman yang dirindukan

    EM

    Balas
  3. Didien®

    yaaahhh…lagu “Desaku” itu yg paling saya suka saat masih kecil dulu bun…bahkan sampe skrg juga masih suka deh..
    postingan awal bulan ini ternyata kita hampir sama bun..hehehe

    salam, ^_^
    .-= Didien®´s last blog ..Rumah itu bernama cinta… =-.

    Bisa sehati gitu ya Din 🙂
    EM

    Balas
  4. dee.iia

    hmm, tentang kampung halaman y.. kampung halamanku ada 2.. klo skrg yg ada dibenakku tentang kampung halaman ketemu mbah (jawa)& nini (sunda), gunung, kumpul2 bareng keluarga besar, udara dingin.. Hikz,, tp yg jelas tahun ini pun ga bsa mudik lg (sendiri drmh lg) coz hrs dns hehe

    oya, layout baru-nya bagus mba.. kawaii.. 🙂

    enak ya bisa pilih mau pulkam kemana ….
    sayang layout barunya bikin pusing saya jadi saya ganti lagi nih
    nanti kalo ketemu yang sreg diganti lagi hihihi

    EM

    Balas
  5. AtA chan

    lagunya bikin ngantuk mbak..
    lagu itu cocoknya buat saya, yang benar2 100% orang Ndeso hehe..
    bapak-Ibu berasal dari satu desa, jadi keluarga besar tinggalnya berdekatan semua..

    Jadi ngga ada istilah pulkam buat Ata chan ya?
    EM

    Balas
  6. aurora

    kampungku emang ga terlalu jauh sih, dari rumahku sekarang, cuma beda kabupaten… tapi kondisinya sangat bertolak belakang, disana sangat asri, ketika gerimis, begitu indah, nantinya akan diakhiri dengan pelangi di sisi tebing…
    rindu, sanagta rindu… T_T
    .-= aurora´s last blog ..berteman dengan perbedaan =-.

    sebentar lagi kan bisa mudik
    EM

    Balas
  7. G

    Hihihi… jadi ingat kalau dulu disuruh nyanyi di depan kelas pasti dong deh sih nyanyiin lagu ini, haha.. pake gaya tangan ke kiri dan ke kanan itu deh pokoknya (^^p)
    .-= G´s last blog ..Gempa! =-.

    selalu kurinduuuuuuuukan
    desaku yang permaaiiiiiii

    EM

    Balas
  8. Eka Situmorang-Sir

    Hmmm
    jogja mbak, itu kampung halamanku.

    Bahkan sampe skr padahal udh tinggal 20thn di jakarta
    selalu bilangnya
    mo pulang ke jogja
    bukan mo pergi lho…

    Kamu lahir di Jogja kan?
    kalo iya bisa dimaklumi
    aku saja suka banget sama Jogja. (kota kelahiran ibuku)
    Pindah jogja yukkk
    EM

    Balas
  9. krismariana

    Kampung halaman? Yang langsung muncul di benakku adalah rumahku yang di Madiun. (Duh, Mbak… waktu pertama kali aku ke rumahmu, aku langsung ingat rumahku yg di Madiun… hiks.) Tapi sejak di Jogja ada rumah, mau tak mau, hal kedua yg muncul di benakku soal kampung halaman adalah rumah Jogja. Rumah itu tidak sebesar dan sebagus rumah Madiun, tapi entah kenapa aku sayang banget dengan rumah itu. Sampai sekarang aku tak bisa memilih, rumah mana yang paling aku cintai.
    .-= krismariana´s last blog .. =-.

    Emang rumahku mirip dengan rumah di Madiun?
    EM

    Balas
  10. Hp

    Apa kerinduan manusia terhadap desa membuktikan bahwa di sanalah letak jiwa manusia sesungguhnya? Sebagaimana disindir oleh Tukul, dgn manusia ‘katro’. Boleh nanya gak, apa ada sebutan Jepan untuk ‘ndeso’?

    ada… ndeso atau kampungan itu… inakappei.
    Tapi orang marah kalau disebut begitu karena termasuk kata “terlarang”
    EM

    Balas
      1. imelda Penulis

        Itulah kesan kata ndeso kan kampungan, seakan standarnya rendah dilihat dari orang kota. Suatu pemikiran yang sebetulnya tidak boleh (prejudice?)

        EM

        Balas
  11. nanaharmanto

    wahhh….terima kasih ya Mbak, udah di link di postingan ini.
    aku suka banget lagu desaku, sampai sekarang.
    dulu waktu kuliah di Jogja, nggak begitu terasa “jauh” dari kampung halaman. soalnya tiap bulan pasti pulang minimal sekali.

    sekarang, setelah di luar jawa, baru terasa banget…apalagi kalau sedang ditinggl suami keluar kota berhari-hari…kangennya jadi berlipat-lipat, jadi pengen pulang kampung yang pasti banyak temennya…*hihi…curcol..*

    heheh kalo aku dulu ngga banyak temannya, jadi ngga ada alasan mau bertemu teman waktu pulkam. Malah lebih sering ketemu teman baru alias kopdar 🙂

    EM

    Balas
  12. nh18

    Seingat saya …
    Lagu ini termasuk salah satu dari Lagu Jepang yang sering dinyanyikan di Yayasan Pendidikan Vokal tempat saya bekerja dulu … (Lagu yang lain adalah Sukiyaki dan Aiko ku no hana )(spell check please ?)

    Maklum pembina Yayasan tersebut sekolah vokalnya di Jepang
    sehingga banyak repertoir lagu yang berasal dari Jepang

    Salam saya

    Balas
  13. vizon

    Lagu “desaku” itu pas banget buat aku nechan… sebagai perantau, dan memiliki kampung dengan karakteristik yang disebutkan di lagu itu, aku benar-benar merasakan “sesuatu” dengan lagu tersebut…

    Tapi, sayangnya, lebaran ini tidak bisa mudik, tetap di Jogja. Eh, Jogja juga sudah jadi kampungku lho.. jadi, ya… gak ada kata pulkam dong buatku, hehehe… 😀

    Balas
  14. Ria

    jadi kangen rumah kakeku di makassar
    jadi kangen rumah mama di bekasi
    jadi kangen sama rumah neneku di bugis

    rumah2 itu selalu bikin kangen karena banyak kenangannya, terutama ketika aku mengantarkan kakek makanan dan ikutan makan disawah…nikmat banget…dan ketika aku ikut sama om2ku untuk melaut di kampungnya papa…ditengah laut kita bakar ikan hasil tangkapan sendiri…enak bgt mbak!

    jadi kangen sulawesi 🙁
    .-= Ria´s last blog ..Perjalananku Day 5 – Day 7 =-.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *