Membaca tulisan Uda Vizon di sini, aku jadi teringat sebuah iklan di televisi yang baru saja aku lihat kemarin.
Anda bisa melihat videonya di sini, tapi tentu yang tidak mengerti bahasa Jepang, tidak akan mengerti apa-apa. Saya akan mencoba menggambarkannya dalam bahasa Indonesia.
Telepon berbunyi dan diangkat seorang nenek.
“Eh, siapa? ORE?”
“Ya ..ORE….(AKU) bu…” (Ore = watashi yang biasanya dipakai lelaki dewasa)
Sambil melihat koran mengenai berita penipuan yang berkedok anggota keluarga “OreOreSagi” (Ore = aku, Sagi =penipuan). Banyak orang tua yang menerima telepon tanpa mengucapkan namanya, hanya berkata “ore”, dan menyamar menjadi anggota keluarga si orang tua itu.Ibu itu berkata,
“Ohhhh Ore ore sagi-san ya, saya sudah tunggu-tunggu?”
“Ibu… ini Aku! Masa lupa pada suara anak sendiri?”
“Oh maaf deh…, jadi hari ini apa modus operandinya?”
“Ibu…. masih pikir begitu. Sebetulnya ngga ada urusan penting sih. Aku cuma mau tanya bagaimana kabarnya. Kan sudah lama aku tidak menelepon.”
“Wah terima kasih ditelepon. Kamu sendiri bagaimana?”
“Ya biasalah, kerjaan sibuk.”
“Saya tidak akan transfer duit ke kamu loh!”
“Ibu…. masih pikir saya penipu?”
“Kalau begitu ore-oresan… kapan kita bisa bertemu lagi?…”
Ironis sekali iklan ini. Tujuan iklan ini? Tentu saja ada dua, satu yaitu mencegah bertambahnya penipuan dengan MO menipu orang tua dengan menyamar menjadi anggota keluarga yang tertimpa kecelakaan atau ditangkap polisi atau kemalangan lainnya, sehingga perlu uang dalam jumlah besar, dan minta ditransfer SEGERA.
Menurut laporan kepolisian Jepang pada tgl 28 Agustus lalu, korban dari penipuan “ore ore sagi” ini 84,5% adalah orang tua berusia di atas 60 tahun. Kerugian yang dialami selama setahun lalu mencapai 27.500.000.000 yen. Kebanyakan mereka yang ditelepon menyadari bahwa si penipu itu lain suaranya dengan anak atau cucunya, tapi saking gembiranya menerima telepon, tidak merasa aneh dan menyangka mungkin sedang sakit. Alasan minta transfer uang juga bermacam-macam, ada yang karena kecelakaan lalu lintas, atau harus mengembalikan uang perusahaan yang sudah dipakainya, atau dikejar-kejar penagih hutang dari bank/tukang kredit.
Tapi yang juga disampaikan dalam iklan yang dibuat oleh iklan layanan masyarakat Jepang ini adalah, betapa hubungan orang tua dan anak yang semakin “jauh”, sampai si nenek merasa senang ada penipu yang meneleponnya dan menemaninya mengobrol lewat telepon. Betapa karena jarangnya anak-anak menelepon, si nenek sudah lupa suara mereka dan menyangka anaknya penipu. Dan sebagai penutup iklan itu dituliskan “Daripada khawatir….tanyakan kabarnya (teleponlah)!”
Waaah kena deh, kapan aku terakhir menelepon rumah di Jakarta? 10 hari yang lalu? Lupakah mama papa akan suaraku?
Iklan ini sekaligus sebagai introspeksi diri, apakah diri ini masih menjaga silaturahmi dengan keluarga, terutama papa dan mama. Aku membaca sudah ada beberapa teman blogger yang mudik dan berkumpul dengan keluarga. Atau yang berencana akan pulkam di akhir ramadhan nanti. Tapi ada pula yang tidak bisa mudik. Semenit telepon, sepucuk surat atau sms mungkin bisa menjadi perekat hubungan kekeluargaan kita. Ini yang kadang hilang, dan jarang dirasakan di Jepang. Karena semakin banyak orang tua yang tinggal sendiri, di rumah sendiri atau di panti jompo, dan belum tentu sekali setahun mereka dijenguk keluarganya. Masyarakat Jepang yang sibuk. Tapi masyarakat Indonesia pun sebentar lagi akan menjadi masyarakat yang sibuk dan ….dingin. Jangan sampai ibu (bapak) kita bertanya, “Kamu siapa?” waktu kita meneleponnya.
Silaturahmi itu penting…. sangat penting. Apa kabar saudaraku semua? Aku harap semua dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Selamat menikmati akhir pekan… dan salam dari Tokyo!
Foto, video dan keterangan saya dapatkan dari website AC Japan.




Hp
Agustus 29, 2009 at 4:59 am
Untung yg empunya blog belum lupa kalau saya yg menulis di blognya.
[Reply]
Hp
Agustus 29, 2009 at 5:02 am
Untung yg empunya blog belum lupa kalau saya yg menulis comment di blognya.
*maaf ketinggalan satu kata
[Reply]
Tuti Nonka
Agustus 29, 2009 at 6:37 am
Menyedihkan ya, orang tua sampai lupa suara anaknya. Tapi, ibu mertua saya juga kadang-kadang lupa suara saya, karena katanya mirip suara menantunya yang lain (apalagi pendengaran ibu sudah agak menurun).
Saya sudah tak punya ayah atau ibu yang bisa ditelepon, hanya bisa mengirim doa saja. Sekarang tinggal meningkatkan frekuensi telepon dengan saudara-saudara ya?
Tuti Nonka´s last blog ..Meniko Batik Mas, Mbakyu ….
[Reply]
AtA chan
Agustus 29, 2009 at 7:32 am
Ironis banget kesannya para lansia dijepang, kesepian dan tidak diperhatikan oleh anak cucunya..
Mungkin karena hubungan dikeluarga yg kaku akhirnya jd seperti itu..
Ngomong2 apa Emi chan sudah telfon Watanabe san..?
Semoga masyarakat Indonesia gak jd seperti itu.
Setahu saya budaya orang jawa selalu mementingkan silaturahmi dan budaya gotongroyong.
Contohnya setiap ada acara semua keluarga besar dan para tetangga datang membantu.
Apalagi budaya mudiknya itu, gak ada deh negara laen yg ngalahin hebohnya..:-)
[Reply]
AtA chan
Agustus 29, 2009 at 7:39 am
Karena silaturahmi penting, setelah ini saya akan mengunjungi semua blog saudara-saudaraku, bagi yang belum kudatangi bilang ya..

AtA chan´s last blog ..Balada 17-an yang belepetan
[Reply]
Eka Situmorang-Sir
Reply:
Agustus 29th, 2009 at 12:54 pm
Bener mo datang ?
hihihi
ditunggu lhooo
[Reply]
silly
Agustus 29, 2009 at 9:33 am
mbakkkk, liat video itu, plus terjemahannya jadi ingat mamaku juga pernah nyaris diboongin kayak gitu. Gak usah jauh2, saya aja juga masih hampir dikibulin. Cuma, kalo saya yg digituin, itu penjahat cari perkara namanya, mungkin dah bosen idup kaliiii, hahaha
eh, tapi bener juga sih kata mbak, masyarakat indonesia makin lama makin “dingin”. apalagi jarak dan kesibukan kota besar yang menuntut org serba cepat, seolah waktu tidak pernah cukup. komunikasi dan kehangatan dengan keluarga jadi makin tidak terjalin.
Salam sayang untuk anak-anak ya mbak. Lebaran balik lagi gak ke Indonesia?

silly´s last blog ..What are the similarities of a BAR & a BRA?
[Reply]
pakde
Agustus 29, 2009 at 10:13 am
Mmmhh… uniko nih Usaha Nipu Kolot ya… ha ha ha…
Giliran kesampaian teriang lantang oreeeee…oreeeee eh tahunya duitya di pakai nonton felm. dasar masa lalu.
pakde´s last blog ..Pakde bertanya! Kenapa begitu Ya…?
[Reply]
mancing gembira
Agustus 29, 2009 at 10:33 am
aku pikir cuma di Indonesia aja yang banyak penipuan via telpon, ternyata di jepang juga banyak yah mbak.
[Reply]
MANG MANULLANG
Agustus 29, 2009 at 10:52 am
Wah jadi inget dorama Kurosagi nih.
Hm… padahal di Jepang orang2nya pada panjang umur ya jadi yg jompo semakin banyak sementara anak-anaknya jarang memerhatikan mereka.
Di Jakarta jangan kaya di Tokyo dong. Eh tapi kalau aku ga nelepon, orangtua yang nelepon, kangen katanya…

MANG MANULLANG´s last blog ..Nasyid Kocak
[Reply]
marshmallow
Agustus 29, 2009 at 11:24 am
hiks. menyindir sekali ya, mbak? ternyata hubungan silaturrahim itu memang semakin jauh dalam kehidupan modern ini. padahal hanya butuh beberapa menit untuk menyapa, dan tak harus saling mengunjungi lagi. kalau orang tua sudah menganggap biarlah penipu asal tetap punya teman ngobrol, pasti sudah begitu menyedihkan kesepiannya. moga-moga hal-hal demikian tidak terjadi dalam keluarga kita semua.
marshmallow´s last blog ..Maafkan Aku, Negeri!
[Reply]
Panglatu
Agustus 29, 2009 at 11:41 am
Sangat mengena iklan itu, memang ditengah kesibukan kehidupan sekarang ini sering kita lupa untuk menjalin komunikasi dengan orangtua sekalipun, kalau saya sendiri sudah yatim piatu jadi nggak bisa lagi menelepon Beliau… hanya Berdoa saja….
Apa khabar Mbak Imel…?! semoga sehat dan Bahagia selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa…..
Salam dari Valencia – Spanyol.
Panglatu´s last blog ..Hari Minggu di Cause way bay Hong Kong.
[Reply]
aurora
Agustus 29, 2009 at 12:18 pm
yah.. kalo aku sih, ga perlu takut, soalnya masih tinggal sama orang tua… yang harus kutakutkan, gimana kalo aku udah berkeluarga nanti???
[Reply]
Eka Situmorang-Sir
Agustus 29, 2009 at 12:58 pm
hmm separah itu ya mbak relasi orang tua – anak di Jepang?
Jangan sampe begitu deh.
Seminggu sekali menelpon menanyakan kabar, orang tua pasti senang sekali.
Tempo hari saking sibuknya, satu minggu gak ada kontak sama bapak dan mama.. mereka langsung undang dinner bersama. Duuh jadi malu, kan harusnya anak yg mendekat…
(garuk2 kepala)
Thanks udh dingatkan mbak
Hai EKA…komentar ini adalah komentar yang ke 8500 hihihi
nanti th depan kita dinner bersama ya… oh ya dan rencana acara di Bogor itu kayaknya layak dipertimbangkan deh.
EM
[Reply]
AtA chan
Reply:
Agustus 30th, 2009 at 7:12 pm
congratz mbak Eka… *cheers*
[Reply]
Lala
Agustus 29, 2009 at 3:28 pm
Kesindir banget, nih, Sis… Belakangan, aku baru berkomunikasi lancar dengan Papi, padahal biasanya nggak terlalu sering… Duh, duh… Tapi apapun itu, thanks a lot for the reminder..
[Reply]
olvy
Agustus 29, 2009 at 4:24 pm
ah, untungnya ibu masih inget suaraku ^^ btw separah itukah di Jepang Emi chan??
olvy´s last blog ..Semanggi Suroboyo
[Reply]
heri koesnadi
Agustus 29, 2009 at 5:50 pm
memang serba sulit yah bunda, maunya kerja keras tapi ada aja yang jadi korban…
[Reply]
buwel
Agustus 29, 2009 at 6:28 pm
masya alloh
[Reply]
vizon
Agustus 29, 2009 at 7:09 pm
penipuan semacam itu sudah banyak terjadi, di negara maju sekalipun. lewat email juga sering…
thank you nechan sudah mengingatkan soal menelepon ortu… aku jadi tersindir nih, soalnya udah satu minggu gak nelpon, hehehe…
[Reply]
nengthree
Agustus 30, 2009 at 10:06 am
kalo begituh saya akan cobaaa… ahahaha….
“halooo.. ore ore san”
[Reply]
radesya
Agustus 30, 2009 at 10:23 am
Silaturahim itu memang sangat penting ya tante.., jangan sampe ortu kita lupa sama suara kita, kalau itu terjadi kebangetan banget namanya
Di Jepang ternyata ada model penipuan seperti itu juga ya, temanku pernah juga mengalaminya, penelpon mengaku Om nya gitu, dan minta tolong agar dikirimi sejumlah uang, tapi ternyata saat tanya mamanya Om nya itu udah lama meninggal
tulisan menarik tante, bisa kita jadikan pelajaran
[Reply]
nanaharmanto
Agustus 30, 2009 at 5:40 pm
Mbak Imel, template baru nih…
aku udah berkali-kali masuk sini tapi ga pernah sukses untuk komentar…
aku bisa ambil pelajaran dari tulisan mbak ini…makasih ya Mbak?
nana
[Reply]
Fanda
Agustus 30, 2009 at 9:26 pm
Posting yg menarik, mbak! Dan mengingatkan kita utk lebih memperhatikan ortu kita…
Fanda´s last blog ..Kimi: Kemana Kau Akan Berlabuh?
[Reply]
dyah suminar
Agustus 30, 2009 at 11:14 pm
hiks…sediiih….
jangan sampai deh anak anak bunda lama nggak telpon atau silaturahmi.tapi jangan pula bunda sampai lupa telpon anak.
btw…yang sesungguhnya baru 3 hari nggak telpon atau webcam…rasanya sudah sangat lama. Indahnya…silaturahmi.
[Reply]
bro neo
Agustus 31, 2009 at 3:23 am
Plak…!!! (*ktampar*)
segera angkat telpon, tekan 0274-3xxxx8!!!
bro neo´s last blog ..Prosa Lirik
[Reply]
nh18
Agustus 31, 2009 at 5:42 am
Hmmmmm …
Iklan yang cerdas dan menyentuh …
Sangat dalam sekali maknanya EM
Silaturahmi itu sangat penting …
Kabar saya baik-baik saja EM
Salam saya
nh18´s last blog ..TRAINER DIMARAHI
[Reply]
Oemar Bakrie
Agustus 31, 2009 at 10:05 am
Di negara barat atau negara yg sudah maju, yg saya tahu banyak iklan layanan masyarakat yg menghimbau untuk menghormati dan tetap memperhatikan orang-tua dan senior citizens pada umumnya. Ada juga iklan yg berupa sindiran, tapi sering trenyuh juga melihatnya. Mudah-mudahan tidak sampai terjadi dengan kita-kita ya …
Oemar Bakrie´s last blog ..Gapura atau spanduk jadoel ?
[Reply]
p u a k™
Agustus 31, 2009 at 10:42 am
Wah.. sedih juga kalau sampai lama nggak berkirim kabar pada orang tua gitu.

Aku dan ortu hampir tiap hari telponan, kok mbak.. tapi yang di cari Flo melulu..
p u a k™´s last blog ..Ketika pergi ke hutan..
[Reply]
frozzy
Agustus 31, 2009 at 10:44 am
thank you sudah mengingatkan, mbak. apalagi untuk orang seperti aku yang sudah terlalu lama hidup jauh dari bapak sama mamak. frekuensi aku berkirim kabar sama mereka paling hanya seminggu sekali. untungnya mamak-ku masih cukup setia mengomeli kalo dalam seminggu aku ngga ada kabar sama sekali. ah…jaid tidak sabar nunggu tanggal 15, aku mudikkkkk…
frozzy´s last blog ..PERTARUNGAN
[Reply]
AFDHAL
Agustus 31, 2009 at 3:28 pm
Kabar baik disini…


wah coba emak gw punya YM yah..asyikk juga tuh
AFDHAL´s last blog ..Head To Head
[Reply]
Ade
September 2, 2009 at 12:12 am
Aku lagi menghitung hari nih mba..
mau mudik iA sebelum lebaran ini
Udah ga sabar pengen ketemu Mama n seluruh keluarga
Ade´s last blog ..So Far So Good
[Reply]
genthokelir
September 2, 2009 at 4:26 am
tentu sangat sedih dn begitu mengharukan kisah ini sampe segitunya yah
[Reply]
genthokelir
September 2, 2009 at 5:36 am
tersimpan beberapa nasihat jikala sempat harus waspada dan senentiasa bersilaturahmilah dengan orang tua dan saudara kita
genthokelir´s last blog ..Jadilah Bapak
[Reply]
sumimasen
September 2, 2009 at 5:37 am
tersimpan beberapa nasihat jikala sempat harus waspada dan senentiasa bersilaturahmilah dengan orang tua dan saudara kita
lha kok kalo pake etawa di moderasi yah
sumimasen´s last blog ..Jual Pejantan Etawa
[Reply]
vee
September 19, 2009 at 4:09 am
wah jadi ingat niy kalo sering lupa nelfon ortu
. tapi saya emang suka trenyuh liat kakek nenek di jepang ini, hari tuanya sepi sekali ya, tapi emang katanya budayanya gitu ya mbak? jarang banget ortu yg tinggal sama anaknya setelah tua. di apato kami ada seorang nenek2 yg hidup sendiri, kalo kita lewat suka ngajakin ngobrol, kalo ngomong ga brenti2…, kayaknya ksepian dan butuh temen banget, tapi susahnya kadang kalo kita mo pergi buru2 hehehe
[Reply]