Dunia Laut

Ada tiga pilihan yang aku ajukan pada Riku di hari pertama sampai di Jakarta. Dan aku tahu dia bingung untuk memilihnya. Tiga pilihan itu adalah, “Kebun Binatang, Sea World, dan Museum”. Lalu dia bilang, besok Kebun Binatang, besoknya lagi Sea World dan terakhir Museum.

Jadi deh tanggal 23 Juli, Kamis, kami pergi ke Sea World di Ancol. Naik taxi dari kebayoran sampai Ancol, wuih mayan juga 80.000 rupiah. Mustinya sewa mobil mungkin lebih menguntungkan ya?  Tapi yang pasti tidak bisa naik taxi sejauh itu seharga 1000 yen di Tokyo (hih dibandingin, jelas beda atuh!) . So,  satu lagi kenikmatan berlibur di Indonesia adalah naik taxi….. murah! hehehe.

Karena naik tol, lumayan lancar, kita bisa sampai langsung masuk area Ancol tanpa hambatan. Langsung berfoto deh di depan rumah-rumah yang katanya wita berharga milyaran itu. Eh tapi biarpun aku misalnya punya duit segitu, ngga pengen ah punya rumah di situ, abis katanya banjir kalau air pasang. Dan satu lagi, bau amis hihihi.

Menuju ke Sea World, kami melewati Hotel Horison dan lapangan golfnya. Sekarang namanya sudah menjadi Mercure. Udah bobrok banget keliatan dari luar. Yang saya tidak periksa, apakah masih ada restoran Nelayan di situ. Inget pernah makan di situ dengan teman-teman les bahasa Jepang JF, bersama satu-satunya guru bahasa Jepang yang cakep, MS sensei (eh ternyata denger sas-sus yang ngga enak juga ttg dia).

Well, sepiiiiiii banget. Ya iya lah hari Kamis, hari biasa. Tapi…katanya anak-anak akan digiring ke Dufan, Ancol. Kok sepi gini ya?

Sampai di Sea World, beli karcis masuk. Wah anak usia 2 tahun ke atas harus bayar sama dengan dewasa, Rp 40.000,- saja. Beda banget ya sama HTM nya Ragunan (memang fasilitasnya juga lain sih). Waktu masuk kami disambut mbak-mbak yang tugasnya ngecapin tangan, mungkin supaya bisa masuk lagi kali ya. Lalu bisa melihat relief di sebelah kanan pintu masuk, yang diterangi cahaya lampu.

Memang memasuki ruangan mata harus dibiasakan melihat dalam keremangan. Asyik juga buat pacaran nih hihihi. Dan akuarium pertama yang kami lihat adalah akurium yang berisi ikan Arwana raksasa dari Amazon. Benar-benar besar! Aku ngebayangnya kalau dibakar bisa untuk makan berapa orang ya tuh hihihi (Sejak kapan ikan arwana dimakan sih? hihihihi). Riku sudah tahu arwana dan juga dugong (pesut).

Selain ikan dan binatang laut yang berada dalam akuariumnya, ada pula kolam terbuka yang memungkinkan pengunjung menyentuh binatang-binatang laut seperti ikan pari, hiu, juga kura-kura.Selain itu kami juga bisa melewati terowongan di bawah kolam. Terowongan semacam ini membuat kita dapat melihat bagian bawah ikan pari dan ikan-ikan lain yang biasanya kita lihat permukaan samping/atas saja.

Kebetulan pada jam 12 siang diadakan acara pemberian makan terhadap ikan-ikan di akurium, sehingga kami bisa melihat penyelam membawa ikan-ikan kecil, santapan penghuni akuarium utama. Penyu laut yang berada di akuarium utama ini juga besar dan menarik perhatian.

Setelah itu, aku dan kai santai mengelilingi akurium kecil-kecil, sementara Riku dengan Wita bermain di tempat ikan untuk terapi tangan. Jadi kita memasukkan tangan ke dalam akuarium terbuka, dan ikan-ikan kecil itu akan datang dan menggigit kulit-kulit mati kita. Memang geli sih, tapi terbayang juga, jika kita terdampar di laut berhari-hari memang kita bisa mati perlahan dimakan ikan-ikan kecil itu hiiiii. Buat Kai, kolam ikan kecil ini surga karena dia bisa kecipak kecipuk di air sehingga menakuti ikan-ikan itu untuk mendekat. (Kai memang suka air, asal…rambutnya tidak dibasahi hihihi)

Yang terakhir kami menonton pemberian makanan kepada ikan piranha, yang habis melahap santapan siangnya dalam hitungan detik (39 detik)… Hmmm kalau sampai ada orang jatuh ke kolam itu, berapa detik ya? Huh, mikirnya kok serem-serem aja sih si imelda ini. amit-amit deh.

Secara keseluruhan memang Sea World ini menghibur. Tapi saya merasa beruntung sekali datang di hari biasa, jika tidak, dan jika pengunjung membludak, saya tidak bisa membayangkan bagaimana caranya mereka atur sirkulasi pengunjung di tempat yang tertutup dan gelap begitu. Bagi pengunjung sea world juga mendapat potongan harga jika mau pergi ke arena stuntman, Police academy. Tapi waktu saya lihat jam pertunjukannya, jam 14:30, terlalu sore bagi kami…jadi kami tidak jadi pergi ke sana (untung juga sih, aku ngeri dengan yang begitu-begitu, dan mungkin Gen juga tidak setuju mengajak Riku ke sana)

foto bertiga di dalam taxi pulang

Next place? Museum Fatahilah dan Museum Wayang. Tapi kapan ya?

23 gagasan untuk “Dunia Laut

  1. Eka Situmorang-Sir

    Ha ha ha Mbak Em…
    Kepikirannya bakar ikan arwana?
    hahahah gila ngakak abis baca yg ini

    Benar-benar besar! Aku ngebayangnya kalau dibakar bisa untuk makan berapa orang ya tuh hihihi (Sejak kapan ikan arwana dimakan sih? hihihihi).

    Btw sempat liat hiu gak mbak ?

    Ohya, sedikit berbangga ya mbak…
    Seaworld kita ini jauh lebih bagus lho dibanding Sea World Sing (udh buktiin sendiri, lsg nyesel, yaelah bagusan di Ancol hahahaha)

    Jadiiii kapan mo ke Fatahillahnya ?
    Andai aku bisa cutiiii, mauuu deh nemenin 😀

    Balas
  2. aurora

    hehehe… emang mbak.. “kata orang” disana ikannya pada keren semua… saya belum kesitu sih….

    dipadang ga ada yang begituan… cuma kalo yang alami ada… pantai bungus namanya…

    kita bisa memijakkan kaki di pantai pasir putih… ada juga terumbu karang yang bikin pantainya dangkal sampai sekitar 100 meter ke tengah..
    pokoknya seru…

    salam kenal lagi deh…
    -aurora-
    .-= aurora´s last blog ..ketika senioritas terkorbankan =-.

    Balas
  3. edratna

    Ke Museum Fatahillahnya hari biasa aja Imel..dan bisa naik taksi kok. Ke museum Fatahillah, museum wayang dan berakhir di cafe Batavia….pasti asyik deh.

    Balas
  4. AtA chan

    Jaman dulu dipedalaman kalimantan ikan arwana dibikin pepes, sekarang pada tau arwana mahal dijadikan duit deh..
    Lagian disungai kalimantan udah mulai jarang ditemukan ikan arwana,mulai punah..
    Dan indonesia adalah pengekspor terbesar ikan arwana..
    Selamat jalan-jalan..

    Balas
  5. p u a k™

    Emang harus dipuas2in nih mbak ngajak jalan2nya.. biar Riku bisa cerita sama teman2nya waktu pulang nanti..
    .-= p u a k™´s last blog ..Unyeng-unyeng Flo.. =-.

    Balas
  6. olvy

    wah, tanggal merah kemaren ternyata liburan di jakarta ya ^^
    salam u/ smua ya

    ps : untung emi chan ga kepikiran ttg film hiu yg nabrak kaca terowongan sea world hiiii..ga banget ah
    .-= olvy´s last blog ..Nyam…Nyam =-.

    Balas
  7. didien

    pakabar bunda?smoga sehat selalu, anaknya masih tetep lucu malah tambah ngegemesin 🙂
    Ikutan 4th IBSN award yuk..
    Informasi dan ketentuan silahkan baca di sini
    IBSN= Karena Berbagi Tak Pernah Rugi..

    Trimakasih…^_^
    .-= didien´s last blog ..IBSN : Push email for Sony Ericsson =-.

    Balas
  8. vizon

    di jogja juga ada aquarium ala sea world, tapi isinya ikan air tawar, terletak di taman pintar. bagus juga, meski tidak sebesar sea world tentunya…

    Balas
  9. Iklan Gratis

    weleh weleh…
    asyik bener nih jalan2…
    klo dateng pas hari libur, bisa kenyang tuh ikan terapinya, kebanyakan makan kulit mati sih hehehe….

    seep deh, tak tunggu cerita dari museumnya yah…
    salam wat papahnya riku…
    Start Action
    .-= Iklan Gratis´s last blog ..Website Instant Profil Sekolah =-.

    Balas
  10. Tuti Nonka

    Mbak, ikan Dugong itu Pesut ya? Saya pikir ikan Dugong itu Duyung je. Di Sea World kan ada Duyung juga, di akuarium besar yang kayak tabung itu. Ikan kecil-kecil yang di akuarium sepanjang pinggir itu juga bagus-bagus lho, warna-warni. Waktu ngasih makan ikan di akuarium besar, penyelamnya nggak difoto ya? Itu atraksi sendiri yang menarik.

    Betul kata Eka, Sea World Jakarta lebih bagus dari sea world di Pulau Sentosa, Singapore. Saya juga kecewa waktu kesana (kebetulan sudah ke Sea World Jakarta duluan).

    Uda Vizon, di Taman Pintar Yogya ada akuarium ya? Wah, belum tahu saya. Malu nih, sebagai warga Yogya …. hehehe
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Tukeran Rumah Yuuk … ! =-.

    Balas
  11. Ria

    Mbak Imel langsung ngebayangin makanan aja liat ikan arwana nya, gimana dengan ikan2 yg lain mbak?
    ikan arwana = di bakar
    ikan hiu = di goreng
    ikan lele jumbo = digulai
    nyam nyam nyam…bisa buat makan orang se RT tuh 😀

    dan Mbak…Seaword jakarta kalau di bandingin sama Underwaternya Singapore gak kalah loh 😀
    .-= Ria´s last blog ..Perjalananku (Day 3 – day 4) =-.

    Balas
  12. whita kutsuki

    Seruuuuuuuuu banget yah,,,
    Jadi ngiler pengen ke museum juga,hohoho..

    abis itu mau jalan2 kemana lagi bu..??

    Balas
  13. zee

    waaahhhh seems fun ya.
    waduh ini anakku kapan aku bawa ke seaworld ya. yg pengen bener sih aku, tp bapaknya ga mo ribet bawa2 anak ke sana. krn masih kecil bgd, pasti jg blm ngerti2 amat, gt ktnya.
    .-= zee´s last blog ..Rokok =-.

    Balas
  14. narpen

    wah iya, saya ngebayanginnya, rumah di situ.. udah deket muara ciliwung (yang kita semua tau baunya), terancam banjir pasang,,
    dan pastinya air tanahnya asin dehhh.. kan udah deket banget laut (intrusi air laut).

    ahaha, si tante.. moso htm ragunan dibandingin sama seaworld :p ada2 aja. btw dulu waktu saya ke seaworld belum ada terapi tangan. jadi agak sedikit penasaran pengen nyoba..
    .-= narpen´s last blog ..Mimpi =-.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *