Tujuan hidupmu

Hmmm apa yang akan kamu jawab jika ditanya apa tujuan hidupmu? Tentu macam-macam ya. Dan rasanya juga tidak salah jika kita menjawab, “Tujuanku supaya bisa masuk surga”. Nah, itu pun yang dikatakan Riku pada papanya. “Papa, aku mau masuk surga 天国に行きたい”. Seharusnya kami, sebagai orang tua bangga dong. Tapi sayangnya itu disebutkan persis sebelum kami naik pesawat terbang menuju Jakarta.

“Riku jangan bicara begitu lagi ya. Papa ngga mau kamu bilang begitu”. Bingunglah dia… tapi aku bilang, “Riku… kita kan mau naik pesawat, jadi kalau kamu bilang seperti itu, seakan-akan kita sudah mau mati, dengan pesawat jatuh atau kecelakaan. Papa kan tinggal sendiri di Tokyo, jadi pasti sedih deh. Dan kalau kita pikir negatif, nanti kejadian negatif juga. Jadi sekarang pikir yang bagus-bagus aja ya…..”

Ya, sebuah jawaban yang bagus, tapi belum tentu tepat disebutkan pada saat tersebut.

Hari Senin tanggal 20 Juli lalu, langit cerah sekali. Untuk pertama kali aku naik pesawat tanpa membawa kereta dorong. Lupa bawa! Dan aku pikir biarlah, toh Kai sudah bisa berjalan, dan kalau dia capek aku bisa gendong dia. Aku bersyukur Kai beratnya hanya 13 kg, lain dengan Riku waktu seumuran dia sampai 17 kg….  Dan untuk pertama kali juga aku merasakan “berat” dalam segi ekonomi kalau punya anak banyak dan tinggal di luar negeri. Karena mulai kali ini Kai, yang sudah berulang tahun ke 2 tanggal 16 Juli lalu, harus membayar 75% harga tiket. Sampai dengan usia 2 tahun, hanya 10% jika naik JAL. Hmmm sayang sekali Riku dan Kai tidak bisa jadi pilot JAL, karena gigi sudah ada yang berlubang … hiks.. Kalau bisa jadi pilot JAL kan, aku terjamin naik JAL gratis setiap pulkam hihihi. (Itukah tujuan hidupku? bisa pulkam sesering mungkin heheheh)

Narita terminal 2 kosong euy

Narita terminal 2 kosong euy

Baru kali ini juga aku naik pesawat JAL yang langsung ke jakarta tapi berangkat jam 2 siang. Dulu selalu jam 11 pagi, jadi kami selalu berangkat jam 5-6 pagi dari rumah. Kali ini kami bisa agak santai, karena toh hari libur. Jadi kami keluar rumah jam 8 pagi. Santai jalan-jalan di Narita… kami mendapati Narita begitu kosong dengan penumpang. Hmmm dampak resesi  juga nih.

Tapi waktu cek in, aku harus puas dengan pilihan tempat duduk yang sudah aku reserve waktu membeli tiket online, tidak bisa dipindah lagi, karena katanya pesawat penuh. Padahal waktu aku masuk pesawat..sepertinya kok ngga banyak-banyak amat penumpangnya. Tapi aku lupa, sebelum ini aku naik A380 SQ, sebuah pesawat yang memang kapasitasnya banyak.

Sesudah makan siang, kami menunggu waktu boarding, dan saat itu kami dikejutkan lagi oleh Riku. Tiba-tiba dia mengeluarkan mainan pedang-pedangan dari tas ranselnya. Gen langsung bilang, “Aduh Riku kamu ngga boleh bawa ini ke pesawat”… Dan aku bilang untung itu plastik, tapi Riku bisa dibawa oleh polisi ke kamar khusus sendirian, tanpa mama untuk diperiksa loh.

Isi tas ranselnya Riku... aduhh...

Isi tas ranselnya Riku... aduhh...

Mendengar itu dia jadi keder juga, lalu dia datangi aku dan berbisik, “Mama periksa deh isi tas aku”… Ya ampun ternyata isi tas ransel hijau kesayangannya (Tas dari mbak Tuti tuh) berisi mainan dan boneka kesukaan dia dan KAI. Aku sempat terharu melihat perhatian dia bagi adiknya. Tapi… begitu aduk-aduk isinya, kaget dengan menemukan pistol mainan.. Aduh aduh aduh… Riku nanti kamu bisa dianggap pembajak ….. Langsung deh pedang-pedangan dan pistol-pistolannya pindah ke tasnya Gen. Gen masih bercanda, “Asal nanti papa ngga ditahan polisi aja waktu pulang kalau ada pemeriksaan” hahahaha….

Please fasten your seatbelt

Please fasten your seatbelt

Karena gate penerbangan jauh, aku pelan-pelan jalan bersama kai dan riku ke gate dan menunggu cukup lama untuk boarding. Dan ternyata perjalanan 7 jam kalau dimulai pukul 11 dan dimulai pukul 2 siang itu amat berbeda. Dan kali ini aku juga tidak bisa mendengar announce bahasa Indonesia dan memperdengarkan kepada Kai suara mamanya. Perjalanan kali ini terasa melelahkan karena kami baru sampai di jkarta pukul 8 malam, yaitu 10 malam waktu jepang. Belum lagi Kai juga sering rewel, karena tidak bisa jalan-jalan, terkungkung di kursi saja.

Give me coca cola please....

"Give me coca cola please...."

Well, liburan musim panas di jakarta sudah dimulai, dan aku juga menanti-nantikan apa yang akan Riku tuliskan untuk karangan liburan musim panasnya. Yang pasti aku akan enjoy liburan kali ini bersama anak-anak dan keluarga di jakarta saja. Untuk kopdar? tentu saja boleh ketemuan tapi di jakarta saja ya…. just email me.

17 gagasan untuk “Tujuan hidupmu

  1. AtA chan

    Iya mbak aku do’akan semoga kai atau Riku kalau besar bisa jadi pilot JAL, biar sering pulkam hihihi..
    Asal sabar aja nunggu mereka gede 😀

    Laaah kan aku udah tulis ngga mungkin, soalnya persyaratan menjadi pilot, gigi tidak boleh pernah berlubang, dan tidak boleh berkaca mata.

    EM

    Balas
  2. Bro Neo

    wah.. ungkapan yang positif, kalo ditempatkan di situasi yg gak pas bisa dianggap negatif ya… istilah kerennya statement riku “dipelintir” oleh pendengarnya sendiri he..he..

    btw aku pernah sejaman diintrograsi ama polis diraja malaysia hanya gara-gara sembarangan foto-foto hiks..hiksss

    Wahhh emang sembarangan foto apaan bro? bukan wanita kan??? hihihi

    EM

    Balas
  3. nh18

    EM
    Just wanna say …
    Welcome Home …

    Have a nice stay in Indonesia ya EM

    Salam saya
    .-= nh18´s last blog ..DISKON =-.

    Makasih mas… pasti enjoy dong… ini udah ke Ragunan dan Sea World hihihi

    EM

    Balas
  4. vizon

    welcome home nechan, riku dan kai…
    ternyata tas itu benar2 berkesan buat riku ya… tipe setia nih anak… 😀

    ikut ibunya tuh….ibunya juga setia setiap saat kok…hihihi

    EM

    Balas
  5. mang kumlod

    Hah! Udah ke Seaworld toh…? hahaha…
    Sayang euy, padahal pengen juga ke sana.
    (Jadi menyesali diri sendiri yg belum bisa renang… Yosh latihan-latihan!!!)
    .-= mang kumlod´s last blog ..Dilarang Mengeluh! =-.

    Balas
  6. Retie

    wahhhh PULKAM lagi nichh!!! mmmm pengen kopdar tapii kapan yaa?? secara aku belum bisa cape2 nich 🙁

    menjawab judul tulisan tante, tujuan hidupku adl membuat orang-orang disekitarku selalu tersenyum 🙂

    Balas
  7. narpen

    Wah lagi pulang kampung, tante Imel??? Sampai kapan? ^___^

    Huahua. Bacanya ketawa2 sendiri, kok bisa.. ujug2 Riku ngomong mau masuk surga sebelum naik pesaawat? Bikin jantung mau loncat aja tante..
    .-= narpen´s last blog ..Bodoh? =-.

    Balas
  8. edratna

    Lho! Imel udah di Jakarta….wahh Narpen bisa ketemu nggak ya, kok kayaknya dia lagi ajrut2an..tapi dia udah sering kok main ke sini, paling tidak nanti bisa tanya-tanya lewat email.

    Waduhh Riku..komentarnya suka tak terduga…bikin jantungan aja. Sekarang memang pemeriksaan makin ketat, sejak adanya bom..tapi Mal tetap rame kok.

    Balas
  9. Eka Situmorang-Sir

    Lho mbak… kan yang berlubang gigi susu?
    nanti kalau gigi sulungnya udah tumbuh kan harusnya bisa…

    Hehehehe kaget pas liat foto pistol and pedangnya
    Riku belum ngerti yaaaa hehehehhe

    kopdar ?
    can’t wait for thaaaaaaaaaaaaaaaaat 😀
    duuuh koq jadi deg2an 😀
    .-= Eka Situmorang – Sir´s last blog ..Gravatar Widget =-.

    Balas
  10. Tuti Nonka

    Wah, lama juga ya penerbangan dari Tokyo, 7 jam. Pantas saja kalau Kai capek dan bosan duduk di kursi terus. Emang nggak boleh jalan-jalan di lorong ya Mbak? Tapi lucu lho, lihat foto Kai udah bisa pakai seat belt sendiri.

    Hihi … ransel ijo Riku. Wah, bangga lho, ranselnya dipake terus sama Riku. Berarti ransel itu sudah bolak-balik Indonesia-Jepang ya Mbak? Padahal mamanya Riku kan sebenarnya bisa membelikan ransel yang jauh lebih bagus dari ransel ijo itu …
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Tukeran Rumah Yuuk … ! =-.

    Balas
  11. kartiko

    waaa… riku kok sama tujuan hidupnya dengan saya yah. hehehe..
    cuman memang kalo timingnya pas mau naik pesawat .. hihihi.
    saya pun ndredeg juga ..

    Selamat datang di Indonesia Mbak …
    .-= kartiko´s last blog ..KEMINGGRIS =-.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *