Memancing tidak harus di air

Mungkin kalau Donny akan bilang, bisa kok mel memancing upil aja kan buktinya ngga di air. Tapi kalau Pak EWA, pasti akan bersikukuh bahwa memancing harus di tambak (apalagi kalau bisa sambil ngenet). Tapi saya yang empunya kumis eh ebi-ebi yang siap dipancing menyatakan bahwa memang bisa memancing ebi dan teman-temannya tanpa harus di air.

Hari Jumat lalu, kerja kami dari Seksi Kegiatan Anak-anak SD nya Riku mencapai puncaknya. Hari itu pada jam pelajaran ke dua dan ke tiga (sekitar pukul 9:40-10:30 dan dilanjutkan sampai 11:30) diadakan LongShuuKai, semacam bazaar untuk anak-anak dengan menampilkan permainan-permainan. Ada rumah hantu, ada permainan golf, permainan lompat tali, othelo dll. Nah dari kami, ibu-ibu membuka permainan TSURI LAND, Fishing Land. Memancing macam-macam.

OK… aku mengaku bersalah. Tadinya aku sudah minta ijin tidak bisa datang ke acara ini. Dan semua teman-teman dari Seksi kami memakluminya. Makanya aku berusaha bantu terus sampai sebelum hari H, hari Kamisnya.  Tapi…. aku kok jadi sedih tidak bisa melihat “gong” nya kegiatan kami ini. Jadi malamnya aku kirim email ke murid yang cuma 4 orang itu dan memberikan tugas untuk diserahkan besoknya, karena aku pasti terlambat datang. (jangan ditiru ya hihihi). Tapi jam kedua nya pasti ada pelajaran, karena kelas yang ini jumlah muridnya sampai 40 orang.

Jadi pergi deh aku pagi hari sebelum ngajar, mampir ke acara bazaar ini dan membantu persiapan kolam (tanpa air) untuk ebi-chan tachi, juga mengambil foto-foto dokumentasi, persis sampai selesai jam kedua. Dan untung sempat juga memotret Riku yang sangat enjoy mengikuti permainan memancing origami dan magnet/strap dari lilin ini.

Kemudian saya sempat berpikir, kenapa permainan untuk anak-anak di Indonesia kayaknya kok itu-itu aja ya? (atau aku saja yang ngga tau variasi lain) Kayaknya ngga jauh dari lomba karung, pindahin kelereng pake sendok, makan kerupuk atau ????? . Padahal permainan memancing begini juga bagus ya. Pancingannya dibuat dari magnet, dan pada obyek yang akan dipancing tinggal dipasang clip atau sesuatu yang mengandung besi sehingga bisa menempel.  Kami sendiri menyiapkan 5 pancing dari magnet, terutama untuk anak-anak kelas 1-2 SD, sedangkan untuk kelas yang lebih tinggi, kami sediakan 5 pancing dari clip besar, yang berfungsi sebagai kailnya.

setiap anak dijatahi bisa memancing 2 origami dan 1 magnet/strap

Semua buatan ibu-ibu sendiri… memang repot tapi waktu kami melihat kegembiraan anak-anak ini, yang bahkan rela mengantri supaya bisa masuk ke dalam kelas (hanya bisa 10 orang di dalam kelas) dan ikut permainan memancing ini, keletihan kami (dan sakitnya jari tertusuk waktu buat kumis ebi hihihi) sirna. Yang ada hanya rasa bahagia dan puas bisa menyenangkan mereka. Dan satu lagi, dengan kegiatan ini pertemanan di antara anggota Seksi Kegiatan Anak-anak ini menjadi lebih erat. Hmmm kapan ah mau membuat “Fishing Land” untuk anak-anak di Indonesia.

26 gagasan untuk “Memancing tidak harus di air

  1. Eka Situmorang-Sir

    Permainannya kreatif banget ya mbak 🙂
    Duuuh suka deh warna birunya itu

    Ah mbak EM semua ibu2 yg jarinya luka2 karena kumis ebi itu pasti senang liat kebahagian anak2nya, lha aku yg baca ceritanya aja udh kesenangan liat fotonya 🙂

    Btw mbak 2 kursi ditengah itu fungsinya apa ya?

    Aiiih “Fishing” untuk ini ya hehehe

    Eh Ka, yang jarinya luka cuma aku, soalnya 1000 ebi aku yang bikin semua kumisnya …sampe mabok loh. (Coba kumisnya lelaki, pasti ….yiekkks hahaha)

    kursi itu hanya untuk menaruh tulisan bahwa satu anak cuma boleh mancing 2 origami dan 1 magnet/strap

    EM

    Balas
  2. Tuti Nonka

    Mbak, aku kok lebih suka memancing hati orang ya … (huh, emang ada yang makan pancingku? 😀 )
    Jaman sekarang, kayaknya tantangan berat untuk memperkenalkan kembali anak-anak pada permainan tradisional, atau permainan sederhana yang mengaktifkan fisik kayak waktu kita kecil dulu, karena gempuran game-game di internet sudah sebegitu gencarnya.
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Singapura …. Auum! =-.

    Balas
  3. nh18

    YA .. memang memancing itu tidak harus di Air …
    bisa juga …
    … memancing kemarahan orang …
    … memancing keributan …
    … memancing …

    (ah ngaco aku nih …)
    maap EM

    (emang NH pernah serius ?)
    .-= nh18´s last blog ..WAKTU DAN TEMPAT =-.

    Balas
  4. Kris

    Mbak, pas aku sekolah dulu, aku ingat ada permainan semacam itu (memancing tanpa air) di acara sekolahku. Memang seru kok. Dan anak-anak antusias sekali.

    Balas
  5. mascayo

    kalau dah lihat asyiknya begini … pasti pada kepingin ..
    tapi kalau inget usaha persiapannya .. jadi pada mikir-mikir ..
    or .. kalau dah nggak kepake boleh deh ebinya buat saya …. hihihi *mental minta 🙂
    .-= mascayo´s last blog ..mencari hikmah =-.

    Balas
  6. DV

    Saya tetap kukuh bahwa pemancing upil adalah yang terbaik hahaha 🙂
    Btw permainan mancing kayak gini mengingatkanku pada pasar malam waktu kukecil dulu. Kita diberi pancing dan yang dipancing adalah hadiah-hadiah, siapa dapat boleh langsung ambil dan dibawa pulang 🙂
    .-= DV´s last blog ..Idola Masa Lalu dan Idola Masa yang Akan Berlalu =-.

    Balas
  7. Oemar Bakrie

    Saya dulu waktu kecil sering diajak saudara sepupu yg punya hobi memancing, tapi kayaknya saya kurang sabar … Sekarang kalau mau mancing ya pergi ke balong ikan yg memang khusus untuk dipancing, ikannya sudah dibuat lapar sehingga lebih gampang. Hasilnya ditimbang lalu bayar …
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Indonesia sudah punya PLTN ? =-.

    Balas
  8. elindasari

    Wow, idenya kreatif banget mbak Imelda. Hem mungkin nanti pas acara 17an aku mau coba bikin lomba ini, dan tentu saja ikan2nya nanti akan saya buatkan dari sampah yang bisa didaur ulang. (Maksudnya untuk menghemat biaya dan sekaligus mengurangi sampah rumah tangga spt botol plastik, kertas, etc). Ok mbak Imelda terima kasih atas sharingnya yach 🙂 🙂 🙂

    Oyach mbak Imelda, ngomong2 mbak Imeda pernah nulis artikel tentang sumpit nggak ?.

    Ok, see you mbak titip salam buat Riku dan Kai yach mbak 🙂
    Best regard,
    Bintang

    Balas
  9. Ria

    Seru banget ya….coba ponakanku d ajak kesini pasti di jamin dia gak akan mo pulang.

    Kursi di tengah itu cuman buat tulisan toh? aku pikir kursi untuk pengawas 😀
    .-= Ria´s last blog ..Duri Berasap…Lagi!!! =-.

    Balas
  10. kartiko

    gimana kalo mbak EM usul ke panitia SDnya Riku supaya ngadain lomba yg biasanya diadakan 17an dikampung sini .. kayak lomba karung, makan krupuk, dll.. ???
    .-= kartiko´s last blog ..KEMINGGRIS =-.

    Balas
  11. narpen

    iiii, lucu banget mainannya. kreatif! kapan2 dicoba ahh..
    *tapi kapan ya?? :-/ klo udah punya anak kali ya..
    .-= narpen´s last blog ..Ketika harus membuang masa lalu =-.

    Balas
  12. whita kutsuki

    Wahh pasti bikin nya sambil ngantuk2 yah,,hihi,,

    Seru yah mba liat nya. Jadi pengen ikutan main,,heee

    Balas
  13. meirly

    duh,kreatif banget ya….Ada ide kreatif lain ga ya…? Lagi bingung bikin games di kelas, biar lebih menyenangkan… Salam kenal, meirly
    .-= meirly´s last blog ..Belajar Bahasa Inggris di Pare =-.

    Balas
  14. Ersis Warmansyah Abbas

    Membaca postingan mBak Imel plus komen teman-teman jadi paham … begitu beragam rupanya jenis pancing dan pancingan he he
    .-= Ersis Warmansyah Abbas´s last blog ..Gempa Penyadaran (6.1) =-.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *