Waktu saya baru datang ke Jepang, saya sempat kaget waktu berjalan di daerah pertokoan, dan mendengar suara musik seperti topeng monyet. Tentu saja lebih berirama dan lebih lengkap, tapi pasti mengingatkan saya pada topeng monyet di Indonesia. Karena pertunjukan musik sambil berjalan yang ada di Indonesia hanyalah topeng monyet, bukan?
Tapi yang pasti orang Jepang akan marah kalau kita menyamakan Chindon-ya ini dengan topeng monyet. Karena Chindon-ya adalah artis terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan komposisi 3 atau 5 orang dengan pakaian kimono. Mereka membawa tetabuhan dan alat tiup dan berjalan ke sana ke mari. Untuk minta uang seperti pengamen jalanan?
Tidak! Tugas mereka adalah mempromosikan sebuah toko yang akan dibuka atau memanggil tetamu supaya datang ke toko tersebut. Kadang kala mereka akan membagikan selebaran/pamflet yang berisi keterangan toko. Memang kebanyakan toko yang memakai jasa chindon-ya ini adalah toko pachinko (semacam pinball).
Chindon-ya ini awalnya di Osaka pada akhir abad 19, dan sekarang sudah mulai jarang terlihat. Jika Anda sedang berlibur ke Jepang, dan masih berkesempatan melihatnya, pasti Anda beruntung!
17 Comments to “Topeng Monyet? BUKAN!”
Add Comments (+)-
lain padang lain ilalang…
disini topeng monyet…disana bukan…
disana monyet…disini beruang …?!abrus´s last blog post..VAKSIN BABI…?!
[Reply]
-
promosi yang lumayan efektif ya mbak, mendengar tabuhannya pasti orang refleks akan menengok
ami´s last blog post..nikmat nan haram
[Reply]
-
Mungkin hampir mirip dengan jatilan ??
Tapi ya memang, jatilan itu mengamen …Muzda´s last blog post..That’s What Friends Are For
[Reply]
-
Tak tahu mbak, saya tak pernah nonton topeng monyet. Trus orang Jepang tak marah waktu mbak postingan Topeng Monyet Bukan?
Hehehehe…[Reply]
-
cara promosi yang unik.
buat para pebisnis bisa nih dicoba,
pake topeng monyet aja,
menghibur sekalian promosi.mascayo´s last blog post..Rasanya saya perlu belajar ilmu beladiri
[Reply]
-
Kenapa sekarang mulai kurang ya Imel? Atau mungkin hasilnya kurang efektif?
edratna´s last blog post..Mengobrol santai dengan salah satu cawapres di Angkringan Wetiga
[Reply]
-
Di Yogya, beberapa kali saya lihat sebuah provider telepon seluler melakukan promosi dengan memakai anak-anak muda yang menutup seluruh tubuh mereka dengan bentuk-bentuk lucu yang memvisualkan produk provider tersebut. Anak-anak muda ini berdiri di perempatan-perempatan besar, dan cukup menarik perhatian dengan aksi-aksinya …
Tuti Nonka´s last blog post..Nyopir Ampe Mati
[Reply]
-
Hehehe
Beda sekali Bu
Mereka marah lho
achoey´s last blog post..Di Balik Layar Jelang Siang Mie Janda
[Reply]
-
Perasaan di Indonesia saya pernah liat cara promosi seperti yg ini…cuma dimana yah..? *mikir keras*
tp saya berikan aplause buat kreatifitas orang² yg punya keinginan utk maju…salam, ^_^
Didien®´s last blog post..Pelajaran Berharga [Adzab & Karma]
[Reply]
-
Sayang udah jarang yah….tp heran deh kp sih di setiap sudut kota tuh selalu ada yg namanya Pachinko? g kota gede kota kecil psti ada..
Gile bener…bising bgt pula (klo di dalem) hehehe neechan ulas ttg pachinko dong…
wita´s last blog post..Daruma, Si Bundar Pembawa Keberuntungan
[Reply]
-
Heeem jadi inget di Arha Gading
ada toko Jepang yang pelayannya suka teriak2 di depan toko manggil pelanggan untuk datang…
Baru tau namanya Chindon – ya…
tapi kalo yg di Indo koq gak pake dandanan medok gitu ya…Eka Situmorang – Sir´s last blog post..Eforia Tubuh
[Reply]
-
Ondel-ondel juga pake lagu seperti topeng monyet Mba, kalo ga salah musiknya namanya tanjidor ya?
[Reply]





wahaha,… pernah juga lihat kalo promosi toko di jogja, kapan itu ya… lupa, tapi agak mirip pake gituan pula…
suryaden´s last blog post..still it takes me by surprise
[Reply]