Tidur Cepat, Bangun Pagi dan Makan Pagi

Ini adalah kampanye dari Departemen Pendidikan Jepang kepada pelajar di Jepang, serta orang tua mereka. “Hayane, Hayaoki, Asagohan 早寝早起き朝ごはん”。 Sudah sejak Riku di penitipan anak (hoikuen) 保育園 saya mengetahui slogan ini. Waktu itu baru mulai digembar-gemborkan. Tapi kondisi waktu itu tidak memungkinkan bagi saya untuk menjalaninya. Karena saya masih sering pulang mengajar larut, sehingga Riku baru pulang sampai rumah jam 9 malam bersama papanya. Saya sendiri sampai rumah jam 10 malam, masak 30 menit, makan 30 menit, dan tidur jam 11:30- 12:00an. Jadi Riku terbiasa tidur larut, meskipun bangun paginya juga tidak terlalu lambat (paling lambat jam 8 sudah bangun).

Tapi sejak Riku masuk TK, saya berhenti mengajar semua kelas malam. Sehingga Riku bisa tidur pukul 8-9 malam, dan bangun pukul 6-7 pagi keesokan harinya. Karena harus membawa bento (bekal makanan) di TK, maka sekaligus saya persiapkan makan pagi untuk dia, dengan menu yang sama dengan apa yang dibawa.

Simbol slogan Tidur Cepat, Bangun Cepat dan Makan Pagi

Simbol slogan Tidur Cepat, Bangun Cepat dan Makan Pagi

Kenapa sih Departemen Pendidikan Jepang sampai harus mengumandangkan slogan ini? Pertama, adanya kenyataan bahwa jumlah kejahatan anak dan remaja yang semakin serius. Misalnya pada tahun 2004 terdapat 134,852 kasus kejahatan anak/remaja. Selain itu dirasakan ritme kehidupan anak-anak yang semakin “ngawur”. Misalnya balita yang tidur sesudah pukul 10 malam, jumlahnya semakin bertambah. Dalam survey tahun 1990 diketahui bahwa jumlah yang sebesar 31% itu, 10 tahun kemudian (2000) menjadi 50%.  Jumlah murid SD/SMP yang tidak makan pagi juga dibandingkan 5 tahun sebelumnya terlihat pertambahan yang mencolok. Misalnya data tahun 1995 menunjukkan 13% murid SD dan 19% murid SMP tidak sarapan pagi, sedangkan pada tahun 2000 jumlah itu menjadi 16% dan 20%. Padahal dari survey diketahui bahwa murid yang selalu makan pagi, test/ujiannya cenderung mendapat nilai yang tinggi.

Dari berita NHK yang saya tonton seminggu lalu, juga dibahas tentang kegiatan kampanye “Tidur Cepat, Bangun Pagi dan Makan Pagi” ini.  Berdasarkan suatu survey, anak-anak yang tidak bersemangat (malas-malasan) ternyata 9% dari mereka selalu makan pagi setiap hari, sedangkan 38% tidak makan pagi. Hal ini juga terjadi pada anak-anak yang bertempramen “cepat panas, jengkel/kesal”. Ketika ditanya apakah kamu sering merasa jengkel/kesal, maka didapat jawaban 32% dari mereka itu tidak makan pagi, dibandingkan 18% dari mereka yang makan pagi setiap hari. Jadi makan pagi ternyata berpengaruh pada semangat dan kepribadian anak-anak. (Selain itu ada juga survey mengenai makan bersama keluarga atau makan sendiri… ternyata makan bersama keluarga itu lebih baik daripada makan sendiri —- ya memang semestinya begitu sih)

Jadi, sekarang pun saya selalu menyiapkan makan pagi untuk Riku sebelum dia berangkat ke sekolah pukul 7:45. Meskipun saya sudah tidak usah menyiapkan bento (bekal makanan) lagi.Wah tidak usah menyiapkan bento ini merupakan suatu “anugerah” buat saya. Pusing juga loh memikirkan isi bento itu. Karena harus memikirkan keseimbangan gizi/vitamin , dan faktor “keindahan” (supaya mau dimakan —untung Riku makan apa saja) dan “kepraktisan” (tidak bisa memasukkan masakan yang berkuah dalam bento itu).

Sekitar pukul 12:20 sampai 13:00 sesudah jam pelajaran ke 4, disediakan makan bersama di sekolah yang namanya kyushoku 給食. Karena sekolah Riku adalah sekolah negeri, maka yang memasak di dapur sekolah itu berada dibawah (dipekerjakan oleh)  pemerintah daerah. Sebetulnya hari Rabu kemarin, saya bisa mencoba makanan yang disajikan kepada anak-anak itu. Tapi karena kemarin ada rapat/kegiatan PTA dari pagi dan setelah itu saya harus cepat-cepat menjemput Kai di penitipan, maka saya tidak bisa mencoba makanan murid SD itu. Tapi bau kare yang enak (karena mild saya tidak merasa keberatan karena pada dasarnya saya tidak suka makan kare) yang dipersiapkan di dapur itu memenuhi satu gedung sekolah. Dan bau itu cukup menggugah perut yang lapar.

Menurut Riku sih makanan yang disajikan setiap hari sekolah (Senin-Jumat) ini enak. Selain makanan utama juga ada buah/kue dan susu. Jadi setiap hari Riku juga minum susu di sekolah. Bahkan pada tanggal 25 kemarin, dengan riangnya pulang ke rumah dan mengatakan, “Mama tadi kyushokunya dessertnya cake loh…enak!” Dalam hati saya pikir, mentang-mentang tanggal 25 adalah hari gajian (di Jepang kebanyakan hari gajian adalah tgl 25), jadi makanannya juga istimewa hihihihi.

Petugas kyushoku harus memakai baju ini, dan tugas ini berlaku selama satu minggu. Pada hari jumat, pakaian ini dibawa pulang untuk dicuci dan dibawa kembali ke sekolah seninnya.

Petugas kyushoku harus memakai baju ini, dan tugas ini berlaku selama satu minggu. Pada hari jumat, pakaian ini dibawa pulang untuk dicuci dan dibawa kembali ke sekolah seninnya.

Murid-murid itu makan di mana? Tentu saja makan di kelas masing-masing, karena tidak ada ruang makan khusus. Masing-masing anak setiap hari harus membawa alas piring dan serbet untuk melap mulut. Lalu setiap kelas mempunyai daftar petugas kyushoku. Murid-murid yang bertugas itu bersama gurunya akan mengambil sebuah meja dorong yang berisi panci nasi, sup dan lauk yang sudah diatur oleh pemasak. Jadi ada yang bertugas membagi nasi, membagi sup dan lauk. Juga jika ada sisa, bagi yang mau tambah masih bisa. Awal-awal Riku masuk SD, dia sering melapor pada saya bahwa dia menambah makanan waktu kyushoku (oi oi, jangan banyak-banyak ntar gendut hihihi)

meja dorong berisi nasi, sup dan lauk pauk

meja dorong berisi nasi, sup dan lauk pauk

Makan yang sama bersama teman-teman, bertanggung-jawab pada tugas masing-masing, menghabiskan makan tanpa ada suka/tidak suka pada makanan, banyak sekali manfaat dari kyushoku ini (selain meringankan tugas ibu menyiapkan bekal). Memang SD di Jepang itu gratis, tidak bayar uang sekolah, tapi untuk makan kyushoku ini kami harus membayar 4.358 yen (kelas 1 SD) setiap bulannya. Dengan perincian 1 tahun makan 198 kali, satu kali makan 227 yen. Yang pasti tidak bisa membeli makanan di restoran seharga 227 yen dengan keseimbangan nutrisi yang diperhatikan. Cara bayarnya dengan transfer otomatis dari rekening pos. (Jangan disangka tidak ada yang tidak mau membayar juga loh. Akhir-akhir ini banyak kejadian orang tua tidak mau membayar kyushoku bukan karena tidak bisa membayar tapi karena tidak mau membayar. Sehingga pemerintah daerah harus menutupi biaya tersebut dari pemasukan pajak warga. )

Well memang tidur cepat, bangun pagi dan makan pagi merupakan kebiasaan yang sangat baik untuk menuju hidup sehat.  BTW, hari ini sudah makan pagi belum?????

28-5-2009-12:12

35 gagasan untuk “Tidur Cepat, Bangun Pagi dan Makan Pagi

  1. Eka Situmorang-Sir

    Waah mbak.. gak perlu slogan begitu mah..
    saya tiap hari bangun pagi 😉
    bukan apa2 drpd kejebak macet ya mendingan berangkat pagian hehehehe

    Posting yang menarik banget mbak.. 🙂
    sekali lagi menunjukkan concern pemerntah Japang terhadap penduduknya, belum lagi tugas kyushoku itu…
    praktek nyata dari kehidupan dan nilai2 kerja sama serta tanggung jawab.

    Eka Situmorang – Sir´s last blog post..RUMAHKU !

    Balas
  2. mangkum

    Mba, gw banget nih…!

    Tidur larut, bangun kesiangan, ga sarapan…
    Mulai dua hari lalu sudah berjuang untuk sleep early, wake up early dan nyabu (sarapan bubur… :p). Bagus sekali kampanyenya…

    Slogannya saya pake ya… “Hayane, Hayaoki, Asagohan” wah cakep deh…

    mangkum´s last blog post..Traveling Today

    Balas
  3. Oemar Bakrie

    Kalau saya tidur larut malam karena kebutuhan, pagi-pagi sekali berangkat mengantar anak ke sekolah, mobil masih harus pakai lampu besar. Pintu gerbang lantai saya harus buka sendiri. Kuliah sebisa mungkin saya set pagi jam 7-9 setelah itu serasa sudah “bebas” tugas sementara sebagian besar orang lain baru mau mulai … (loh kok malah curhat?) … 🙂

    Oemar Bakrie´s last blog post..Sekolah Gratis ?

    Balas
  4. nh18

    Tidur Cepat …
    Bangun Pagi …
    Makan Pagi …

    Ini juga rupanya harus diberlakukan untuk mamanya nih …

    Ayo EM … tidur cepat … bangun pagi … lalu makan pagi …
    OK ???

    🙂

    nh18´s last blog post..JAYUS

    Balas
  5. HP

    Di Indonesia, karena terlalu banyak siswa, terkadang sekolah dibagi antara sekolah pagi dan sore hari. Kampanye tidur cepat dan bangun pagi, cocok untuk mereka yang masuk pagi. Kalau yang masuk sore, sepertinya lebih susah diterapkan deh. Meskipun begitu, salut untuk pemerintah Jepang!

    HP´s last blog post..Media, Insulin & Realitas

    Balas
  6. piyek

    Siapa yang sudah sarapan??
    SAYA!!!

    Kebiasaan sarapan sudah mendarah daging dalam hidupku. Soalnya dulu aku dan adikku gak boleh berangkat sekolah kalo belum sarapan. Dan ternyata, sarapan emang penting. Menambah konsentrasi dan menjaga kelancaran metabolisme tubuh.

    Balas
  7. bro neo

    tidur cepat, bangun pagi, makan pagi… bukan aku banget.

    tidur larut (kadang udah lewat tengah malam)
    bangun ksiangan
    makan pagi seadanya

    huh… gk sehat banget ya pola hidup gw… 🙁

    wah di Jepang sana mikirnya udah pada level gizi seimbang, sdg di sini masih level tidak kurang gizi

    …. bukan lautan, hanya kolam susu
    kail dan jala cukup menghidupimu …
    (kapan yach bisa tercapai??)

    Balas
  8. ariez

    ikutan komen ya mbak..ah,,tante aja deh,,hehe

    kalo dsni mah susah te,,palagi kalo anak kosan,,beuuhhh…susah banget kalo buat makan pagi alias sarapan, soalnya kulnya pagi terus,,(curhat colongan..^^)

    tapi ini berlaku buat semuanya pa buat anak2 skolah aja te???

    oya te,,tugas shouryakunya kemaren sukses besar..hehe..makasih lagi ya te..

    Balas
  9. Hery Azwan

    Di Indo juga lagi ada program sekolah gratis, nggak tau apakah benar2 gratis atau cuma ngomongnya doang. Btw, jadi ingat cerita toto-chan tentang sekolahnya. Menu di sekolah selalu mempunya komposisi satu dari laut satu dari gunung. Bagaimana dengan sekolah Riku?

    Balas
  10. Rohmita

    Wah..salam kenal..tulisan2 diblognya bagus&menarik. Btw, jd inget di crita toto chan, yg menu makan disekolahnya hrs ada sesuatu dari laut dan sesuatu dr gunung. Apa skrng jg bgtu di Sd jepang?

    Balas
  11. Catra

    Menarik sekarli nih ulasannya, Mbak. Kapan ya sekolah2 SD di Indonesia seperti di jepang. Maksudnya semua sekolah2 negeri di Indonesia. Disini ngapai ngomingin kyushoku, ngomongin tunggakan uang buku aja belum selesai2. hehe

    Catra´s last blog post..Serdadu Baktimu Kami Tunggu

    Balas
  12. heri koesnadi

    wah, ternyata benar yah kata mama dan papa saya klo makan pagi itu bikin orang tambah pinter, pantes saya gak pinter-pinter, jarang banget makan pagi, habis setiap selesai makan pagi bawaannya mules dan pengen ke toilet, khan gak enak…

    heri koesnadi´s last blog post..Sunrise vs Sunset

    Balas
  13. Tuti Nonka

    Kalau saya : tidur larut, bangun nggak terlalu pagi, tapi selalu sarapan (minimal masih dapet satu point kan … sarapannya 😀 )
    Kalau pagi nggak sarapan, bawaannya gelisah karena perut keroncongan … eh jazz-jazzan, trus nyamber sekenanya di jalan (tapi bayar loh!) yang belum tentu seimbang gizinya (halah, kayak di rumah 4 sehat 5 sempurna aja!).

    Tapi betul sekali, tidur awal, bangun awal, dan sarapan itu sangat bagus. Apalagi kalau ditambah olahraga pagi, wow … pasti segar bugar dan awet muda 😀

    Tuti Nonka´s last blog post..Cleopatra, Legenda Sepanjang Masa

    Balas
  14. Soni Satiawan

    Sensei pa kabar, lama ga komen disini.

    Membaca tulisan sensei mengingatkan ku ketika aku sd dulu, ketika sd dulu mama paling rewel nyuruh aku untuk sarapan dan bawa bekal untuk makan siang karena dulu pulangnya baru jam 2 malah ketika kelas 4,5,6 pulangnya mpe jam 5 sore.
    Kalo untuk sarapan pagi tidak saya lakukan dengan baik, karena banyakan ga sarapan paginya dibanding sarapan, sampai sekrang malah (makanya sering2 sakit sekrangnya).
    Tapi untuk yang kedua selalu aku lakukan, selain dapat menghemat uang jajan (ketika itu aku dikasih 100-300) kami ketika itu (teman2 kelas khususnya laki2)kompak untuk bawa bekal, jadi ketika istirahat siang (untuk makan dan sholat) kita makan bareng2. Seru banget makan bareng ketika itu (klas 3-6 sd) palagi saling tukar lauk yang kita bawa…
    Kenangan yang cukup indah ketika sd yang masih aku ingat. Akhirnya kebiasaan bawa bekal aku teruskan sampe SMA kelas 2, walaupun ketika SMA teman yang cowo ga bawa tapi aku makannya bareng dengan teman2 cewe. hehehehe. Sedangkan kelas 3 ga bawa lagi, karena selesai kelas 2 aku langsung pindah ke ITB..

    Soni Satiawan´s last blog post..GPR on Water

    Balas
  15. vizon

    bagus sekali bila pemerintah jepang turun tangan dalam masalah makan siswa di sekolah. kalau di negara kita, hanya beberapa sekolah swasta yang menerapkan makan di sekolah dan melarang siswanya jajan…

    sarapan…? wah penting itu… aku lagi makan lontong sayur padang nih, nechan mau…? hehehe… 🙂

    vizon´s last blog post..dia mengemis..

    Balas
  16. edratna

    Himbauan yang bagus Imel..
    Karena ibu saya guru, beliau sangat disiplin terhadap anak2nya. Tidur tak boleh lebih dari jam 9 malam(saat SD), bahkan saat SMA pun harus tidur paling lambat jam 11 malam. Tapi pagi hari dibangunkan jam 4, belajar lagi, dan sarapan. Wahh kalau nggak sarapan, bisa nggak boleh berangkat.

    Kebiasaan itu saya terapkan pada anak-anakku, saat masih aktif bekerja dan anak-anak masih sekolah (sd SMA), dimeja makan masakan udah siap jam 5.30 pagi..karena jam 6 anak-anak mulai berangkat, termasuk saya. Sebetulnya makan pagi, membuat kita tenang, tak merasa lapar dan di sekolah selama jam pelajaran, akan lebih konsentrasi.

    edratna´s last blog post..Mengobrol santai dengan salah satu cawapres di Angkringan Wetiga

    Balas
  17. afwan auliyar

    makan pagi tuh bu yang udah berubah menjadi makan tengah siang …. 🙂
    ternyata memang efeknya banyak 🙂
    ehmm… keknya pemerintah d indo juga harus menerapkan hal yang sama buat makan pagi .. 🙂

    afwan auliyar´s last blog post..blogger positif (+)

    Balas
  18. Didien®

    lagi-lagi, kisah kehidupan di jepang membuat saya tercengang..luar biasa…
    saya g biasa sarapan pagi, tidur juga selalu di atas jam 11..

    salam, ^_^

    Balas
  19. herfina

    Jadi inget Toto-chan, di sekolah makannya juga sama-sama, meskipun makanannya bawa sendiri dari rumah.. Kalo dulu pas jaman SD saya ga pernah makan di sekolah, soalnya pulangnya sebelum makan siang, jadi makannya ya di rumah. Makan rame2nya baru sekarang pas udah kerja, hehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *